murniramli

Archive for Februari 2007

Ayo Sarapan

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on Februari 27, 2007 at 9:42 am

Waktu saya kecil, tidak pernah ada hari tanpa sarapan.  Menu sarapan yang diracik mamak biasanya bubur bersantan-yang bisa ditaburi gula atau abon, plus telur rebus belah (ini karena ayamnya makan silet sebelum bertelur (^_~)), sejilatan madu dan teh atau susu segelas. Sarapan senikmat itu biasanya cukup sampai jam 11 siang.  Setelah itu harus diisi lagi bensinnya.

Kebiasaan sarapan berlanjut hingga saya SMA karena masih tinggal dengan mamak dan Bapak.  Menunya sudah agak beda, pakai ikan atau tempe.  Ketika saya tinggal di Bogor untuk kuliah, ritual sarapan saya mulai kacau.  Karena ada penjual gorengan yang suka lewat pagi-pagi atau chikua, atau bubur yang kebanyakan vetsin, maka saya melahapnya di pagi hari sebelum berangkat ke kampus.  Untungnya saya se-kost dengan seorang teman yang rajin sekali membuat sarapan walaupun hanya tempe goreng, maka jadilah saya ikut-ikutan rajin masak untuk sarapan.  Jadi boleh dikatakan saya tetap sarapan saat kuliah. Read the rest of this entry »

Mengetuk Pintu

In Islamologi, Renungan on Februari 27, 2007 at 8:39 am

Tok…tok…

Mengetuk pintu adalah kebiasaan yang sangat lazim kita kerjakan.  Tidak ada yang aneh dengan aktifitas ini.  Pekerjaan ini pun kadang tidak bermakna apa-apa, saking seringnya kita mengerjakannya.  Tapi, mengetuk pintu sebenarnya sangat dalam maknanya.

Suatu hari saya diminta mengamati kelas bahasa Thailand dalam proses in service training saya sebagai pengajar bahasa Indonesia di sebuah lembaga bahasa di Nagoya.  Pengajarnya seorang laki-laki.  Karena saya diminta mengamati, maka saya rekam baik-baik tindakannya sejak dia di depan pintu kelas.  Pertama yang membuat saya kagum adalah “dia mengetuk pintu” sebelum masuk ke kelas.  Read the rest of this entry »

Membangun pendidikan di sebuah kota

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Februari 25, 2007 at 2:54 am

Dulu waktu masih mengajar di Darul Fallah, saya suka iseng masuk ke perpustakaan di kantor pimpinan pesantren dan membuka-buka buku lama yang jarang disentuh.  Beberapa buku berharga juga saya temukan tergeletak di rak2 perpustakaan, masih rapih, baru karena tidak ada yang menyentuhnya.  Kita sepertinya lebih gemar mengoleksi buku daripada membacanya.

Sebuah buku yang ditulis oleh pakar pendidikan/psikologi UI, Prof Slamet Imam Santoso (alm), saya tidak ingat judulnya, tapi buku itu saya baca sampai habis karena saking menariknya.

Ada satu bab yang menceritakan bagaimana sebuah pendidikan di sebuah negara dibangun.  Saya memperkecil aspeknya ke sebuah kota.  Bagaimana mengembangkan pendidikan di sebuah kota ? Read the rest of this entry »

Pohon tanpa daun

In Islamologi, Renungan on Februari 24, 2007 at 12:27 pm

 

p1130139.JPG

Saya suka sekali melihat pohon tanpa daun.  Dari balik jendela besar ruang belajar saya di kampus setiap sore pemandangan pohon tanpa daun begitu indah dengan dilatari warna langit yang demikian biru.

Tadi pagi pun, saat berangkat bekerja pagi hari, saya begitu terpesona dengan pohon tanpa daun ketika sang surya hendak muncul di muka bumi.  Indah sekali, ranting-rantingya yang hitam dengan warna latar merah semburat kuning.

Saya bahkan pernah terpaku di tepi jembatan, karena melihat bayangan pohon tanpa daun di sungai.  Suka sekali dengan refleksi yang terbentuk di air. Saya juga punya kebiasaan sesudah sholat subuh, menunggu matahari muncul, memotretnya berkali-kali, dan kalau  bisa dengan pemandangan pohon tanpa daun. Read the rest of this entry »

Survey Sekolah

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on Februari 20, 2007 at 6:30 am

Beberapa waktu lalu Ibu Tuti dari SMA Kebangsaan (di daerah mana ya, Bu ?) menulis komentar di tulisan `SMA Tatsuno`, beliau menanyakan tentang instrumen survey SMA Tatsuno. Kebetulan sekali dokumen-dokumen di sekolah-sekolah Jepang tertulis dalam bahasa Jepang dan hampir tidak ada terjemahan dalam bahasa Inggris, sehingga menyulitkan bagi siapa saja yang ingin belajar tentang pendidikan di Jepang tanpa memahami bahasa Jepang.  Demikian pula saya.

Survey sekolah berkembang sebagai program nasional di Jepang beberapa tahun yang lalu,  sejak ide open school system didengungkan oleh Monbukagakusho (Kementrian Pendidikan Jepang) di tahun 2001, melalui program reformasi Raibow Plan-nya. Read the rest of this entry »

Belajar menjadi Guru adalah siklus yang tak berujung

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on Februari 20, 2007 at 4:17 am

Saya sedang menikmati buku John S Mayher berjudul Search and Re-Search what the Inquiring Teacher Needs To Know.  Buku lama terbitan tahun 1991 ini menarik perhatian saya ketika sedang mencari literatur untuk artikel yang sedang saya persiapkan.  Sudah agak lama saya pinjam dari perpustakaan, tapi waktu luang untuk membaca rasanya hampir tidak ada.  Beberapa buku masih menumpuk di meja, menunggu waktu untuk dibaca.

Saya merasa seperti didikte oleh pekerjaan dan penelitian saya, sehingga tidak ada waktu untuk memanjakan diri dengan membaca, sebuah hobbi yang saya senangi sejak kecil.  Bagaimanapun saya harus memaksa diri untuk meluangkan waktu untuk membaca.  Jadi, saya pikir2 saya menghabiskan waktu 1-3 jam dalam kereta.  Daripada tidur seperti yang biasa saya lakukan karena kecapekan bekerja, sekarang saya mulai aktivitas baru : membaca dalam kereta.  Sebenarnya bukan hal baru, sebelum-sebelumnya banyak bacaan yang saya habiskan di kereta, hanya setelah agak sibuk bekerja saja, tubuh saya tidak bisa melawan kantuk yang teramat sangat. Read the rest of this entry »

Gaji guru di Jepang

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Jepang on Februari 15, 2007 at 12:49 pm

Seberapa sejahterahkah guru-guru di Jepang ? Sebagai parameter mudah untuk mengukurnya : hampir semua guru di Jepang memiliki mobil. Tapi ini jawaban yang tidak akademis karena tidak ada datanya (^_~)

Tapi boleh dikatakan profesi guru di Jepang adalah profesi yang bergengsi. Penghormatan kepada guru pun cukup tinggi. Setiap saya berkenalan dengan orang Jepang, dan menyebut pekerjaan saya di Indonesia sebagai guru SMA, mereka selalu terkagum-kagum sambil mengatakan : hebat…hebat….!! Padahal kalau di Indonesia tidak akan ada yang memuji.

Ok, mari kita telaah sistem penggajian guru di Jepang. Read the rest of this entry »

Jika Orang Baik Pergi

In Islamologi, Serba-Serbi Jepang on Februari 14, 2007 at 7:00 am

Beberapa hari ini, acara TV di Jepang dipenuhi dengan siaran berkabungnya orang Jepang atas meninggalnya seorang polisi bersahaja, Kunihiko Miyamoto. Beliau wafat setelah berusaha mencegah seorang wanita berusia 39 tahun yang ingin bunuh diri dengan menabrakkan diri dengan kereta. Sersan Miyamoto (53 th) yang bertugas di sekitar Tokiwadai station di Tokyo berlari mencegah wanita tersebut, tapi naas, beliau akhirnya yang tertabrak kereta, dan meninggal setelah mengalami koma di rumah sakit.

Tak kurang PM Abe menyatakan rasa berdukanya atas meninggalnya Sersan Miyamoto. Bagi banyak orang, mungkin kasus ini terlalu dibesar-besarkan. Atau ada pula yang mungkin berfikir buat apa sih terlalu serius memikirkan perginya seorang polisi yang pangkatnya hanya sersan ? bukan orang terkenal, bukan artis…toh sudah banyak polisi yang meninggal ketika bertugas. Read the rest of this entry »

Pertandingan Olah raga antar bangsa

In Serba-Serbi Jepang on Februari 11, 2007 at 12:53 pm

Hari ini saya selesai kerja di mister donut agak pagi, sekitar jam 8.15 saya sudah pamit `o sakini shitsurei shimasu !`.  Kebetulan karena saya ingin menonton sport competion yang diadakan NUFSA (Nagoya University Foreign Student Association). Sambil menenteng kotak mister donut berisi sekitar 5 biji donut aneka jenis saya melenggang ke kampus.  Maksud hati mau membawa donutnya ke lapangan dan ditawarin ke teman2 yang bertanding, tapi ternyata saya ga tahan untuk makan, karena belum sarapan.  Alhasil sisa 2  biji dan tentunya tidak nyaman datang ke lapangan hanya menenteng 2 donut. Apalagi kalau ada Pak Anto, hehehhe….

Kompetisi olahraga antar bangsa ini adalah kali pertama diadakan di Nagoya University.  Pesertanya saya tidak begitu jelas dari negara mana saja, tapi yang mendominasi adalah Indonesia, Thailand, China, Kamboja, dan Philipina.  Yang agak mengherankan bagi saya, dua negara yang memiliki jumlah mahasiswa terbesar di Jepang, yaitu China dan Korea tidak tampil dalam kekompakan teamnya.  Sama sekali tidak ada mahasiswa Korea yang berartisipasi, dan hanya segelintir mahasiswa China yang ambil bagian. Read the rest of this entry »

Sudah ditentukan rezekinya

In Islamologi on Februari 10, 2007 at 11:09 am

 p1170169.JPG

Gambar di atas adalah photo seekor burung kecil yang terbang dengan lincahnya di tengah dinginnya udara di pegunungan Nagano.  Saya potret berkali-kali untuk mendapatkan pose yang sempurna ketika dia sedang mematuk-matuk makanan yang digantung pemilik restoran di pohon gersang tak berdaun.

Ketika memotret burung kecil itu, saya termenung memikirkan hidup saya.  Bahwa saya seperti dia yang harus berjuang pagi hingga malam untuk mendapatkan rezeki yang sudah ditetapkan Pemiliknya di atas sana. Burung kecil itu sepertinya tak berdaya menghadapi buruknya cuaca dengan posturnya yang kecil.  Tapi Allah sudah menjamin bagiannya.  Dengan tubuhnya yang kecil, dia bergerak lincah di udara, barangkali Allah telah pula melengkapi tubuhnya dengan `penghangat alami`, sehingga membuatnya nyaman melayang ke sana kemari. Read the rest of this entry »

Survey Iseng : Kalau besar mau jadi apa, Nak ?

In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang, Serba-serbi Indonesia on Februari 10, 2007 at 10:10 am

Berawal dari saran seorang teman untuk menulis tentang cita-cita anak Indonesia dan anak Jepang, saya secara iseng melakukan survey sederhana dengan satu pertanyaan dan dengan metode sederhana pula. Survey iseng ini saya kirim ke milis ibu-ibu taman quran nagoya, sebuah wadah komunikasi ibu-ibu Indonesia di Nagoya. Pertanyaan survey hanya satu item yaitu : Kalau besar mau jadi apa ? Dengan pesan sponsor anak tidak boleh dipaksa, diarahkan, dituntun ketika menjawab, jawaban harus LUBER (tanpa R), maka saya menerima jawaban survey dari para ibu yang mewawancarai anaknya, berupa hasil wawancara tanpa editing.

Berikut ini cuplikannya (Mohon maaf, nama tidak dirahasiakan dengan alasan sengaja tidak mematuhi aturan Kojin Jouhou (^_~) :

Pesan sponsor : Siapkan kopi panas dan pisang goreng sebelum melanjutkan bacaanya…..(^0~) Read the rest of this entry »

Kenapa Anak Tidak Doyan Sayur ?

In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang, Serba-serbi Indonesia on Februari 6, 2007 at 4:37 am

Hari Sabtu saya diundang untuk mengajari sekitar 27 anak SD Jepang memasak masakan Indonesia. Acara ini diprakarsai oleh Tenpaku, sebuah pusat belajar masyarakat milik kota Nagoya. Saya dan seorang teman mengajari anak2 itu 3 jenis masakan, gado-gado, mie goreng dan kolak. Makanan yang ke-2 dan ke-3 lumayan digemari, tapi yang pertama bersisa buanyaaak. Saya agak sedih melihat tumpukan sayuran yang sedikit saja disentuh oleh anak-anak.

Ada banyak kemungkinan memang kenapa gado-gado tak digemari :

Mungkin karena bumbu gado-gado yang saya buat benar-benar tidak enak, atau anak-anak sudah kecapekan masak sayur yang demikian banyak jenisnya sehingga tidak berselera lagi ketika acara makan tiba. Tapi kenapa mereka makan ludes mie goreng dan kolaknya ? Read the rest of this entry »

Masjid dan Orang Jepang

In Islamologi, Serba-Serbi Jepang on Februari 4, 2007 at 6:33 am

 dsc02055.JPG

Seorang teman terkesima melihat sebuah foto masjid di atas sungai yang ada di Ambon, dan dengan polosnya bertanya `apakah orang Indonesia tinggal di rumah seperti ini?

Ya, banyak orang Jepang yang tidak tahu apa Islam, apa itu masjid, sekalipun Islam telah masuk ke Jepang sejak tahun 1877. Barangkali karena ketidaktertarikan orang Jepang terhadap agama. Dalam artikelnya di Harvard Asia Quarterly, Michael Penn mensinyalir bahwa banyak orang yang pasti berkesimpulan tidak ada hubungan antara orang Jepang dan Islam, karena di satu pihak Islam mempercayai monoteisme, sedangkan Jepang lebih kental polyteisme atau bahkan animismenya. Tapi sebenarnya banyak peninggalan bersejarah yang menunjukkan bahwa Jepang punya hubungan yang erat dengan Islam. Banyak peneliti studi Islam di beberapa universitas Jepang telah berhasil membuka fenomena ini. Read the rest of this entry »

SMA Chikuma, Matsumoto- Sekolah untuk orang yang bekerja

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang on Februari 2, 2007 at 11:34 am

Tulisan ini masih merupakan cerita tentang rangkaian kunjungan peserta Teacher Training Nagoya University ke Nagano prefektur. Hari pertama kunjungan kami ke beberapa sekolah di Nagano prefekture sangat berkesan bagi saya pribadi sebab kami mengunjungi sebuah sekolah yang tidak lazim sistemnya, bahkan sekolah seperti ini bisa dihitung dengan jari jumlahnya di Jepang.

Pernahkah anda membayangkan murid anda di bangku SMA berumur 26 tahun ?

Rata-rata murid SMA berumur 15/16 hingga 17/18 tahun, tetapi murid di SMA Chikuma, Matsumoto ada yang berumur 26 tahun. Sekolah ini sangat khas dengan murid-muridnya yang juga khas. Read the rest of this entry »

Kojin Jouhou- Sistem Pengamanan Informasi Pribadi

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang on Februari 2, 2007 at 10:16 am

Gambar tampilan blog saya beberapa menit yang lalu adalah foto anak-anak sebuah SD Jepang yang tengah menyimak penjelasan saya tentang Indonesia. Mereka duduk rapih dengan mengenakan name tag di baju.  Saya mengambil foto tersebut pada sebuah kunjungan sekolah di daerah Gifu. Karena blog saya berjudul `Berguru`, maka saya berusaha mencari foto yang mewakili judul tersebut, dan terpilihlah gambar anak-anak yang sedang belajar dengan wajah beragam, ada yang tegak serius, ceriah dan wajah penuh ingin tahu. Saya sangat suka foto ini.Tapi saya harus menggantinya. Ini terkait dengan peraturan yang berlaku di Jepang saat ini, yaitu keharusan untuk menjaga kerahasiaan informasi pribadi seseorang. Sekalipun belum ada yang mengkomplain foto yang saya pajang, tapi seorang rekan, Pak Gunawan mengingatkan saya tentang hal ini, dan saya kemudian mengecek ulang peraturan yang berlaku lalu saya putuskan untuk menggantinya. Read the rest of this entry »

Merger Sekolah di Nagano

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Jepang on Februari 1, 2007 at 1:52 pm

Hari ini saya masih berada di Nagano dalam rangka kunjungan sekolah selama tiga hari. Hari ini kami mengunjungi SD dan SMP Azumi yang terletak di Matsumoto. Kedua sekolah ini bersebelahan dengan total murid SD dan SMP sebanyak hanya 84 orang siswa yang diasuh oleh 22 orang guru. Terjadi ketidakseimbangan antara jumlah guru dan siswa.

Sekolah yang terletak di tengah pegunungan bersalju di Nagano ini tidak bisa dikatakan sekolah kecil walaupun jumlah muridnya sangat minim. Ini disebabkan karena bangunan sekolah yang sangat megah menurut ukuran saya, fasilitas yang sangat lengkap, lapangan olah raga indoor dan outdoor, TV yang tersedia di setiap kelas. Fasilitas standar sekolah-sekolah seperti ini. Read the rest of this entry »