Entries from Februari 2007

Februari 27, 2007

Ayo Sarapan

Waktu saya kecil, tidak pernah ada hari tanpa sarapan.  Menu sarapan yang diracik mamak biasanya bubur bersantan-yang bisa ditaburi gula atau abon, plus telur rebus belah (ini karena ayamnya makan silet sebelum bertelur (^_~)), sejilatan madu dan teh atau susu segelas. Sarapan senikmat itu biasanya cukup sampai jam 11 siang.  Setelah itu harus diisi lagi [...]

Februari 27, 2007

Mengetuk Pintu

Tok…tok…
Mengetuk pintu adalah kebiasaan yang sangat lazim kita kerjakan.  Tidak ada yang aneh dengan aktifitas ini.  Pekerjaan ini pun kadang tidak bermakna apa-apa, saking seringnya kita mengerjakannya.  Tapi, mengetuk pintu sebenarnya sangat dalam maknanya.
Suatu hari saya diminta mengamati kelas bahasa Thailand dalam proses in service training saya sebagai pengajar bahasa Indonesia di sebuah lembaga bahasa [...]

Februari 25, 2007

Membangun pendidikan di sebuah kota

Dulu waktu masih mengajar di Darul Fallah, saya suka iseng masuk ke perpustakaan di kantor pimpinan pesantren dan membuka-buka buku lama yang jarang disentuh.  Beberapa buku berharga juga saya temukan tergeletak di rak2 perpustakaan, masih rapih, baru karena tidak ada yang menyentuhnya.  Kita sepertinya lebih gemar mengoleksi buku daripada membacanya.
Sebuah buku yang ditulis oleh pakar [...]

Februari 24, 2007

Pohon tanpa daun

 

Saya suka sekali melihat pohon tanpa daun.  Dari balik jendela besar ruang belajar saya di kampus setiap sore pemandangan pohon tanpa daun begitu indah dengan dilatari warna langit yang demikian biru.
Tadi pagi pun, saat berangkat bekerja pagi hari, saya begitu terpesona dengan pohon tanpa daun ketika sang surya hendak muncul di muka bumi.  Indah sekali, [...]

Februari 20, 2007

Survey Sekolah

Beberapa waktu lalu Ibu Tuti dari SMA Kebangsaan (di daerah mana ya, Bu ?) menulis komentar di tulisan `SMA Tatsuno`, beliau menanyakan tentang instrumen survey SMA Tatsuno. Kebetulan sekali dokumen-dokumen di sekolah-sekolah Jepang tertulis dalam bahasa Jepang dan hampir tidak ada terjemahan dalam bahasa Inggris, sehingga menyulitkan bagi siapa saja yang ingin belajar tentang pendidikan [...]

Februari 20, 2007

Belajar menjadi Guru adalah siklus yang tak berujung

Saya sedang menikmati buku John S Mayher berjudul Search and Re-Search what the Inquiring Teacher Needs To Know.  Buku lama terbitan tahun 1991 ini menarik perhatian saya ketika sedang mencari literatur untuk artikel yang sedang saya persiapkan.  Sudah agak lama saya pinjam dari perpustakaan, tapi waktu luang untuk membaca rasanya hampir tidak ada.  Beberapa buku [...]

Februari 15, 2007

Gaji guru di Jepang

Seberapa sejahterahkah guru-guru di Jepang ? Sebagai parameter mudah untuk mengukurnya : hampir semua guru di Jepang memiliki mobil. Tapi ini jawaban yang tidak akademis karena tidak ada datanya (^_~)
Tapi boleh dikatakan profesi guru di Jepang adalah profesi yang bergengsi. Penghormatan kepada guru pun cukup tinggi. Setiap saya berkenalan dengan orang [...]

Februari 14, 2007

Jika Orang Baik Pergi

Beberapa hari ini, acara TV di Jepang dipenuhi dengan siaran berkabungnya orang Jepang atas meninggalnya seorang polisi bersahaja, Kunihiko Miyamoto. Beliau wafat setelah berusaha mencegah seorang wanita berusia 39 tahun yang ingin bunuh diri dengan menabrakkan diri dengan kereta. Sersan Miyamoto (53 th) yang bertugas di sekitar Tokiwadai station di Tokyo berlari mencegah [...]

Februari 11, 2007

Pertandingan Olah raga antar bangsa

Hari ini saya selesai kerja di mister donut agak pagi, sekitar jam 8.15 saya sudah pamit `o sakini shitsurei shimasu !`.  Kebetulan karena saya ingin menonton sport competion yang diadakan NUFSA (Nagoya University Foreign Student Association). Sambil menenteng kotak mister donut berisi sekitar 5 biji donut aneka jenis saya melenggang ke kampus.  Maksud hati mau [...]

Februari 10, 2007

Sudah ditentukan rezekinya

 
Gambar di atas adalah photo seekor burung kecil yang terbang dengan lincahnya di tengah dinginnya udara di pegunungan Nagano.  Saya potret berkali-kali untuk mendapatkan pose yang sempurna ketika dia sedang mematuk-matuk makanan yang digantung pemilik restoran di pohon gersang tak berdaun.
Ketika memotret burung kecil itu, saya termenung memikirkan hidup saya.  Bahwa saya seperti dia yang [...]