Februari 4, 2007...6:33 am

Masjid dan Orang Jepang

Jump to Comments

 dsc02055.JPG

Seorang teman terkesima melihat sebuah foto masjid di atas sungai yang ada di Ambon, dan dengan polosnya bertanya `apakah orang Indonesia tinggal di rumah seperti ini?

Ya, banyak orang Jepang yang tidak tahu apa Islam, apa itu masjid, sekalipun Islam telah masuk ke Jepang sejak tahun 1877. Barangkali karena ketidaktertarikan orang Jepang terhadap agama. Dalam artikelnya di Harvard Asia Quarterly, Michael Penn mensinyalir bahwa banyak orang yang pasti berkesimpulan tidak ada hubungan antara orang Jepang dan Islam, karena di satu pihak Islam mempercayai monoteisme, sedangkan Jepang lebih kental polyteisme atau bahkan animismenya. Tapi sebenarnya banyak peninggalan bersejarah yang menunjukkan bahwa Jepang punya hubungan yang erat dengan Islam. Banyak peneliti studi Islam di beberapa universitas Jepang telah berhasil membuka fenomena ini.

Jika ditanya apa agama yang mereka anut, kebanyakan orang Jepang tidak bisa menjawab, terutama orang mudanya. Ada dua agama yang diyakini kebanyakan orang Jepang yaitu, Budha dan Shinto. Tapi jangan ditanya mengenai detail ibadah atau aturan-aturannya, kebanyakan mereka tidak mengetahuinya. Sebagian orang Jepang mendatangi shrine (神社=jinja, yaitu tempat ibadah agama Shinto) ketika mereka hendak meminta peruntungan, keberhasilan dalam bisnis, kelahiran bayi, dan perkawinan. Dan mendatangi temple (お寺=otera) ketika mengadakan upacara kematian.

Minat orang Jepang terhadap kegiatan-kegiatan agama pun sangat kurang, bahkan saya pernah melihat acara di sebuah stasiun TV Jepang yang menceritakan bagaimana seorang Oboosan (pendeta budha) membuka grup band rock di oteranya dalam rangka mengundang orang muda untuk lebih rajin datang ke oteranya. Banyak juga kegiatan yang dilangsungkan di shrine atau temple yang tidak jelas apakah itu acara keagamaan atau kebudayaan.

Bahkan ada kebiasaan antik PM Koizumi mendatangi Yasukuni shrine di Tokyo, shrine yang dibangun sebagai bentuk penghargaan kepada para pejuang yang gugur membela emperor di masa perang dunia. Sekalipun banyak orang China dan Korea Selatan , sebagai korban perang, yang menentang ini, tetapi tercatat Koizumi mengunjungi shrine ini beberapa kali dalam masa jabatannya sebagai PM. Boleh dikatakan kedatangan PM ke shrine bukan untuk beribadah, tetapi lebih bernuansa politik. Ada issue yang mengatakan bahwa kunjungannya ke Yasukuni shrine demi mendapat dukungan dari veteran perang agar tetap berkuasa sebagai PM.

Anyway, tempat-tempat ibadah bagi orang Jepang bukanlah tempat ibadah, tapi lebih merupakan tempat wisata. Demikian pula dengan masjid di Jepang.

Terdapat 10 masjid di Tokyo, 10 di daerah sekitar Tokyo, dan 17 masjid yang tersebar di kota-kota seantero Jepang.Tapi jangan dibayangkan bahwa masjid-masjid tersebut seperti masjid di Indonesia, bangunan luas dan kubah megah, mesjid di Jepang ada yang berupa apartemen yang disewa oleh komuniti muslim. Berbeda dengan di Indonesia, masjid-masjid di Jepang dinamai seduai dengan nama kota. Misalnya Masjid Honjin di Nagoya yang terletak di wilayah Honjin, masjid Kobe di kota Kobe, atau masjid Osaka di Osaka.

Salah satu masjid megah dan tertua di Jepang adalah Masjid Kobe didirikan pada tahun 1928 atas prakarsa pedagang muslim India yang membentuk Islamic Committee for Kobe. Seorang tokohnya, Mr. A.K Bochia pergi ke India untuk mengumpulkan donasi pembangunan masjid.

pintu masjid kobe

Arsitektur masjid Kobe dikerjakan oleh seorang India dengan nuansa kental bangunan-bangunan di Turki. Masjid Kobe berfungsi normal pada tahun 1935, setelah mendapat persetujuan dari emperor. Masjid ini menjadi persinggahan ibadah bagi pedagang, guru, mahasiswa muslim yang merantau ke Jepang. Mengapa masjid pertama dibangun di Kobe, saya sendiri tidak tahu sejarahnya, tetapi barangkali ada kaitannya dengan nama `神戸‘=kobe, yang berarti Pintu Tuhan/Iman.

masjid kobe

Dua minggu yang lalu saya mengunjungi masjid Kobe. Saya begitu terpaku dengan bangunannya yang kuno tetapi megah. Pintunya yang besar lagi berat dengan gelang pengetuk dari besi, seperti di rumah-rumah tua Eropa. Mesjid Kobe berada di sekitar perkampungan 異人館(ijinkan), tempat yang paling tersohor di Kobe karena di kiri kanan jalan terdapat banyak rumah-rumah besar, model Eropa lagi tua. Menurut teman saya, ijinkan adalah tempat yang terkenal untuk kencan karena nuansa romantismenya.

Ketika saya datang ke masjid Kobe, siang hari, masjid sepi. Tidak ada orang yang tengah beribadah, hanya terdengar suara gerakan orang bekerja di lantai bawah. Pintu masjid bagian samping sengaja terbuka, yang memungkinkan siapa saja dapat masuk ke rumah Allah ini, baik untuk beribadah atau untuk belajar tentang Islam. Orang Jepang pun sering datang tapi sekedar untuk berwisata, mengagumi bangunan-bangunan tua beraksitektur menawan.

bagian dalam masjid kobe

Ya, barangkali dengan kedatangannya ke masjid-masjid, walaupun sekedar untuk berekreasi, Allah akan membukakan hati mereka…..

& Komentar

  • Emang jumlah warga Islam asli Jepang berapa sih, kok mesjidnya banyak, apakah tempat ibadah lain juga demikian juga selain tempoat ibadah Sintho?

  • Pak Urip,
    yang bikin masjid bukan orang Jepang tapi para pendatang yang muslim. Tidak ada data ttg berapa banyak pemeluk agama Islam di Jepang, sebab pemerintah pun tidak terlalu peduli dengan ini. Tempat ibadah lain, gereja misalnya juga cukup banyak.

  • Gimana muslimah atau orang muslim yang ngak ke mesjid apa mudah informasi tentang waktu shalat /waktu Azan,gimana Bu tentang makanan di Jepang …Utk orang muslim mudahkan menemui makanan yang di jamin halal…

  • Informasi ttg jadwal sholat dapat diperoleh di masjid atau didownload, masukin ke HP.
    Ttg makanan di beberapa kota sdh ada toko halal. Plus kita perlu juga mengetahui bberp ingredient yg tdk halal. Silahkan lihat di sini :
    http://murniramli.wordpress.com/2007/01/30/berislam-di-nagoya-university/

  • Selain para pendatang yang beragama Islam yang membentuk komunitas muslim di Jepang, kira-kira komunitas muslim yang dibentuk orang Jepang sendiri ada?

    Mohon informasi nya kalo rekan-rekan ada yang mengetahui…

  • Sayang banget deh Bu Murni tidak melengkapi dengan foto mesjid-nya, apa tidak boleh juga mesjid di foto ?

  • Eravictory :
    Ya, ada komunitas yg dibuat oleh org Jepang yg muslim. Saya pernah sekali diundang mengisi pengajian u muslimah Jepang.

    Pak Deni :
    Fotonya ada, Pak. Cuma belum sempet diutak-atik sepulang dr Kobe dan Nagano. Insya Allah nanti saya upload.

  • sudah saya upload, Pak Deni (^_^)

  • Kalau ndak salah di Chiba juga ada masjid deh. Dulu pernah sholat disana. Milik teman-teman dari Malaysia.

  • Arif :
    Hmm, kayaknya mungkin ada lagi yg laen ya,
    di Nagoya saja, ada masjid Minato yg khusus u pria. Bukan diskriminasi, tp belum ada dana u beli ruang u ibu2.

  • evi cahya puspita
    Februari 7, 2007 pukul 3:19 am

    Mesjid digunakan untuk tempat wisata? lucu juga ya bu? klo di Indonesia kita sebagai muslim pastinya segan mo masuk ke gereja , wihara , atau pure walopun hanya sekedar liat - liat , klo ibu gimana? disana pernah masuk gereja ato shrine g? yaaaa cuman sekedar liat - liat, pernah ? klo ada fotonya dunk buuuuu :)

  • Apa di kota-kota Jepang gak banyak imigran dari timur tengah yang mengelompok di satu lokasi? Kayak kampung arab atau pecinan gitu…

  • alief :
    model china town ada.
    tapi kalau model kampung arab tidak ada, sepengetahuan saya.

  • Mbak Murni, mungkin menarik jika tulisannya disambung dengan pengalaman sholat di “masjid” yg lain. Maksud saya: sholat di stasiun, di pinggir jalan, tempat parkir, di taman, di mall. Malah akhir-akhir ini, saya beberapa kali sholat di toilet, karena kesulitan mencari tempat yg tidak menyolok.
    Tipsnya, pilih toilet yang didesain untuk handicapped, atau ibu-ibu bawa bayi, karena ruangannya relatif luas, bersih & lengkap. Kalau saya, selama tidak kelihatan jelas ada najisnya, bisa saya pakai sbg. tempat sholat. Keragu-raguan tidak dapat membatalkan suatu hal yang yakin, begitu seingat saya landasan ushul fiqh-nya.

  • kalau kerjaan untuk muslimah susah ga? kalau kerjaan untuk muslimah yg pengen pake rok kira2 apa & kemana?
    kalau komunitas muslim/masjid/kajian islam di daerah nagano di mana?

    murni : duh, pertanyaannya rada2 susyeeh…
    Pekerjaan khusus u muslimah di Jepang tentu saja tak ada. Muslimah dianggap wanita, ya…pekerjaannya tentu saja yg bisa dikerjakan wanita. Krn kita muslim maka pekerjaan yg tak melanggar syariah agama-lah yg kita cari. Muslimah yg pengen pake rok ? maksudnya apa ya ? Saya kadang2 pake rok panjang juga :-)
    Oya, saya tak begitu tahu pusat kumpulnya teman2 muslim di Nagano, tapi kelihatannya ada bbrp org Indonesia yg kerja di sana.

  • klo hidup di jepang kyak gimana sih rasanya?
    saya pengen baget ke jepang,tpi soal makanan yg halalnya gimana?truz klo g lancar bhs jepang qta gmna komunikasi sama merekanya?
    kira-kira biaya hidup disana berapa ya?soal waktu sholatnya gimana?emk perbedaan waktu Indonesia sama jepang berapa jam sih?
    gimana cara qta belajar bahasa jepang dengan cepat?

    murni : rasanya sama seperti di Indonesia :D
    makanan halal banyak.
    kalo ga lancar basa Jepang, kita ngomong aja terus…yg penting manggut2 dan berhaik-haik.
    Biaya hidup tergantung orgnya.
    Waktu sholat sama : lima kali dalam sehari :D
    perbedaan waktu Indonesia Jepang 2 jam
    Cara belajar cepat : ikut kursus intensif, ngobrol pake bahasa Jepang pagi, siang sore malem
    Semoga berkenan
    Mohon maaf dan terima kasih :D

  • Ya.. Begitulah..

  • Apakah kebanya-kan orang jepang memang menganut agama Budha dan Shinto? kira2 ada berapa persen orang yang menganut agama islam/non islam lainnya, apakah juga ada perbedaan pandangan yang ditunjukan oleh orang jepang di sana (misalkan tidak mau berbaur/fanatik) jika ada orang asing yang memiliki beda agama bergaul dengan mereka?(mohon penjelasannya,terima kasih).

    murni : angka pastinya saya tak tahu, hanya kecenderungannya Budha dan Sintho. Data ini sulit didapat karena sepertinya pemerintah Jepang tak peduli dg kepercayaan/agama. Nanti saya cari, mungkin ada sensusnya. Org Jepang ngga fanatik, bahkan diajak masuk masjid mau, masuk gereja juga mau. Krn mereka berprinsip agama sama dengan budaya.

  • trus aku kan di daerah gamagori,kira2 masjid yg dekat di daerah yg mana yah,setelah buka http://www.kmii.jp/old/islam/masjid.htm ternyata tempatnya aga lumayan jauh,dan maklumlah aku baru kesini, so aku shalat jum`at bingung mau dimana…..,atas responnya thanks

  • Wah stlh bc2 artikel mba murni.Sy smkn brsyukur z neh tnggl di ina.di sini qt bs lluasa mrskn nuansa religius yg bgtu damai.wlupn sy pgn bgt k japan,cm bwt lburan z.g mo stay dsna.btw,mba murni suami ñ org jpg ato ina?he2

  • Mba murni ntar bisa g nyeritain ttg infotament misalny prkmbngn industri stasiun tv dsna ato film2 and artis2ny. ditnggu y..di jepang ada sinetron kyk di indonesia g sich?

    murni : maaf, sayang sekali saya jarang menonton drama,
    la pulang dari kampus selalu larut malam, acara TV-nya tinggal berita doang atau jualan produk :D

  • Mbak murni, saya mau nanya apakah diizinkan kalo kita kerja trus waktu sholat kita menjalankan ibdah sholat! adakah peraturan disana yang mengizinkan, karna saya mau kerja dijepang insyaAllah ! biar saya gak ragu, kalo gak dikasih waktu sholat ya saya gak jadi…. makasih banget mbak…..

    murni : tergantung perusahaan atau bosnya.
    Ada yg mengijinkan ada yg tidak. Teman2 yg tidak diijinkan biasanya menjamak sholat.

  • Manggilnya mbak ato bu niy? Mbak aj kli y, biar mudaan. Btw klo misal qta lg jln or hang out di mall2 or tempat hang out/wisata lainnya di Jepang, trus ud masuk wkt shalat..kira2 gmn n dmn qta bisa nyari tempat shalat yah? Kan ga ada mushalla tiap lantai kayak mall or itc di ind.

    Trus tanggepannya Nihonjin sama orang2 berjilbab dsana gmn, positif ga?

    Oiya menanggapi komen2 sblmnya..iya bener kok stau sy di Jepang lmyn byk makanan halal, krn mereka jarang bgt pke makanan yg berbasis babi or anjing or anything else yg haram..ga kayak Cina or Korea. Kecuali di Okinawa yg culturenya lbh mirip Cina, bener ga tuh? He3 agak2 sok tau juga. Temen sy yg org asli Jepang aja ga suka sm sekali sm babi, malah dia lbh suka makanan muslim, wlpn dia sdri bkn muslim. Jd aman lah klo qta2 yg muslim mau cari mkn dsana, bukan begitu?

    Sy jg pernah diceritain, Nihonjin emang ga terlalu percaya agama, tp klo diajak masuk Masjid mreka hayuk aj, malah ikut2an bdoa jg coz alasannya mreka mhormati qta yg lg ibadah. Unik yah..

  • assalamualaikum… mbak murni
    satu hal lagi yang masih ngganjell dihati soal jepang mbak
    apakah pada waktu hari jum’at para karyawan yang muslim diberi izin untuk melaksanakan sholat jum’at sedangkan kita tahu kalo masjid di jepang itu jarang2 gak kaya di indonesia…
    mohon jawabannya…
    semoga rahmat Allah selalu pada mbak murni..

    murni : wa alaikum salam wrwb
    Tidak semua diijinkan atau lebih tepatnya hanya sedikit sekali yang mendapat ijin.
    Waktu istirahat, dari jam 12-13, dan masjid jarang ada atau jauh, tdk mungkin dijangkau dalam wkt hanya satu jam.
    Ada teman yg selama setahun tinggal di Jepang, belum pernah melaksanakan sholat jumat karena tdk ada ijin dari tempat kerja.
    Terkecuali kalau hari libur bertepatan dg hari Jumat.

  • Gimana caranya dapat istri cewek jepang??? he he he

  • kpn ya ke Jepang..bu tak taut ya wepenya..suka sy yg berbau2 Jepang

    murni : ya, silahkan

  • saya seorang muslim dan dalam waktu dekat akan pergi ke jepang. Salary yg ditawarkan berkisar 200 - 250 ribu yen, sy termasuk orang yang tidak terlalu boros dlm pengeluaran. pertanyaan saya :
    1. apakah saya bisa hidup disana dengan salary sbesar tsb ???
    2. Apakah saya masih bisa saving money ??
    3. Bagaimana dengan sholat 5 waktu apakah disediakan waktu untuk sholat???

    murni :
    1. mahasiswa beasiswa sebesar 160.000 yen saja bisa. Biaya hidup tergantung daerah tempat tinggal juga. Kota besar, spt Tokyo, Nagoya, Osaka, tentu mahal.
    2. tergantung anda, kalau bisa menghemat, tentu bisa menabung.
    3. tergantung boss/perusahaan. teman saya bekerja di farming di Shizuoka, selalu menjamak sholat dhuhur dan ashar.
    Tidak semua orang Jepang bersedia memberikan waktu istirahat u sholat. waktu istirahat kerja di Jepang sudah paten, jam 12.00-13.00.
    Jadi, ada kemungkinan sholat jamak sepanjang tahun.

  • Assalamu’alaikum mbak,
    saya iseng2 nyari tentang Islam di jepang dan ternyata nemu blog ini di halaman pertama Om Google.

    Ternyata banyak hal2 baru tentang Islam diJepang yg saya tau, dan tentang pandangan orang Jepangnya sendiri tentang agama, khususnya Islam.

    -Yang mau saya tanyakan adalah tentang anak2 muslim di sana (anak kecil sampe remaja loh ya):

    1. Bagaimana pendidikan anak2 muslim Indonesia di sana?

    2. Apakah mereka memakai bahasa Jepang sejak lahir, atau bahasa Indonesia?

    3. Bahasa pengantar saat belajar mengaji nya gimana?apakah pake bahasa Arab (khan ada orang Timur Tengah juga di sana) atau bahasa Jepang atau bahasa Indonesia?

    segitu dulu mbak,
    nanti kalo ada pertanyaan saya lanjut lagi
    Wassalam,

    murni :
    1. jika yg dimaksud pendidikan islam u anak2 muslim, maka tidak ada lembaga khusus yang menyelenggarakannya secara formal. Jadi ortu yg lebih dominan mengajari anak2 di rumah. Ada pengajian anak di kota-kota tt yang ada masjidnya, tapi jk tdk ada masjid, mungkin dikelola oleh komunitas muslim antar bangsa.
    2. kalau lahir di Jepang, tentu dia lebih pandai berbahasa Jepang.
    Bahasa Indonesia barangkali tahu sedikit dari komunikasi ayah ibunya
    3. Tergantung kelp pengajian apa yg diikuti. Paling umum bahasa Jepang, krn semua anak ngerti.

Tinggalkan Balasan