murniramli

Arsip untuk Maret, 2007

Orang tua Jepang dan orang tua Indonesia

In Renungan, Serba-Serbi Jepang, Serba-serbi Indonesia on Maret 30, 2007 at 8:42 am

Apa yang dikerjakan orang-orang tua di Indonesia dan di Jepang dalam menghabiskan masa-masa tuanya ?

Berdasarkan pengamatan di Jepang, orang-orang tua yang berumur 50 tahun ke atas masih sehat, kuat, sehingga masih termasuk tenaga kerja produktif.  Calon penguasa Tokyo saja, Pak Ishihara berumur 74 tahun tapi masih siap maju sebagai gubernur Tokyo tahun-tahun depan setelah sebelumnya telah berhasil membawa Tokyo menjadi kota metropolitan bergengsi di dunia.

Orang-orang tua yang saya jumpai sehari-hari di kereta, bahkan di tempat kerja saya adalah orang2 yang sama dengan saya bekerja part time. Kalau saya bekrja dengan alasan untuk biaya hidup dan sekolah, sedangkan mereka bekerja lebih karena bosan di rumah. Tidak ada kerjaan di rumah Read the rest of this entry »

Menghargai Sejarah dan Orang

In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, Renungan, Serba-serbi Indonesia on Maret 30, 2007 at 7:56 am

Seorang teman baik menunjukkan buku tentang pendidikan Islam dan pesantren yang ditulis Professor Nishino dan Prof Hattori.  Bukunya sangat cantik dilengkapi dengan foto-foto kegiatan pesantren dan pengajian di Indonesia.

Saya terkagum-kagum melihatnya. Seperti yang saya tulis di blog ini tentang orang Jepang yang suka mikir njlimet, hal yang sama saya rasakan ketika membuka-buka halaman demi halaman buku baru tersebut.  Hal-hal yang sangat detil terungkap dengan sangat baik, sebagaimana buku2 karangan orang Jepang. Read the rest of this entry »

Orang-orang brilian pulang

In Pendidikan Indonesia, Serba-serbi Indonesia on Maret 27, 2007 at 6:05 am

Hari Sabtu tanggal 17 Maret 2007,  PPIJ Nagoya mengadakan acara suksesi kepengurusan, sekaligus updated kegiatan penyaluran bantuan kepada korban gempa di Yogyakarta, plus mendengarkan presentasi ilmiah beberapa lulusan universitas di Nagoya yang akan pulang tahun ini.

Saya tidak mengikuti acara secara lengkap, hanya sempat mendengarkan presentasi beberapa senior yang membuat saya berdecak kagum. Banyak sekali manusia Indonesia yang brilian di sini ! Read the rest of this entry »

Sakura bermekaran lagi…

In Renungan, Serba-Serbi Jepang on Maret 26, 2007 at 3:58 am

p1050371.JPG  Prunus serrulata (sakura)

Dua hari yang lalu sepulang kerja, seperti biasa saya melewati jalan yang sama. Tapi kali ini pemandangannya lain. Kuncup-kuncup bunga sakura mulai bermekaran. Bunga-bunga musim semi pun mulai menampakkan keindahannya.

Seperti biasa pula saya selalu ingin menangis melihat pesona yang ditebarkanNya di muka bumi. Kali ini pun sama. Read the rest of this entry »

Berapa persen guru yang tidak layak mengajar ?

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Jepang on Maret 23, 2007 at 10:37 am

Kementerian Pendidikan Jepang (MEXT) punya survey khusus untuk mendata berapa banyak guru-guru Jepang yang tidak layak mengajar atau sering disebut `指導力不足教員(shidouryokufusokukyouin), yang kira-kira artinya guru dengan kemampuan membimbing terbatas. Read the rest of this entry »

Pasukan semut pagi-pagi

In Belajar Kepada Alam, Serba-Serbi Jepang on Maret 20, 2007 at 4:52 am

Dalam perjalanan menuju stasiun Minato Kuyakusho dari dormitori saya, sekitar 2 atau 3 kali seminggu selalu saya jumpai ibu, bapak dan anak dalam kelompok secara tersebar di dekat stasiun..  Dulu saya tidak pernah menemui mereka.  Apa yang mereka kerjakan di pagi buta begini ? Read the rest of this entry »

Survey Gigi di sekolah-sekolah Jepang

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang on Maret 16, 2007 at 11:13 am

Saya sedang mengutak-atik data statistik di situs MEXT (Kementerian Pendidikan Jepang) dan ketemu dengan hasil survey kesehatan sekolah di Jepang yang diadakan sejak tahun 1985-2004.  Ada 3 hal yang disurvey yaitu :

1. Tinggi dan bobot badan siswa

2. Kerusakan gigi (jadi ingat mba Evy nih (^_~)

3. Penderita Asthma Read the rest of this entry »

Taman Kanak-Kanak di Jepang

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang, Taman Kanak-Kanak on Maret 16, 2007 at 9:53 am

Secara kebetulan saya menemukan situs tentang tujuan sekolah-sekolah di Jepang. Ternyata sangat rinci dijelaskan tentang tujuan setiap jenjang pendidikan.

Tujuan TK tercantum dalam artikel no 77 UU Pendidikan Jepang (diterjemahkan dengan bahasa segampangnya (~_~) )

TK atau youchien (幼稚園)bertujuan untuk mengasuh (保育) anak-anak usia dini, memberikan lingkungan yang layak bagi perkembangan jiwa anak. Read the rest of this entry »

Tiga prinsip `mendidik` di sekolah Jepang

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang on Maret 13, 2007 at 7:53 am

Ada tiga kata penting yang sering sekali saya dengar ketika mendengarkan penjelasan guru-guru di Jepang saat kunjungan sekolah atau mengikuti seminar-seminar. Tiga kata itu adalah : `yutori kyouiku`(ゆとり教育)、ikiru chikara (生きる力)、dan kokoro kyouiku (心教育). Read the rest of this entry »

Menolong itu gampang

In Islamologi, Renungan on Maret 12, 2007 at 8:04 am

Saya sengaja menulis judul di atas untuk mengingatkan saya akan kasus hari ini.  Semata untuk memberikan peringatan yang seharusnya saya ingat selalu : KALAU KAU MAU, MENOLONG ITU GAMPANG !!

Teman saya meminta tolong untuk menitipkan sementara boneka yang saya berikan kepadanya di rumah saya, padahal sementara saya harus segera berkemas pindah ke dormitori yang baru.  Saya agak mangkel juga ketika dia mengatakan tidak bisa mengambil barangnya karena akan mengirim barang pulang ke Indonesia dan ada gakkai (research meeting) di luar kota.  Respon mangkel saya muncul begitu saja, karena saya ingat teman sudah berjanji akan mengambil barang itu sebelum saya pindah, tapi karena kesibukannya dia menawar supaya barang itu saya angkut pula ke rumah baru dan nanti akan dia ambil. Read the rest of this entry »

Mobil masa depan

In Serba-Serbi Jepang on Maret 8, 2007 at 11:57 am

Apakah anda tertarik dnegan mobil masa depan ini ?

p1080938.JPG p1080942.JPG

Toyota memamerkannya 2 tahun lalu pada ajang Aichi World Expo (Aichi banpaku). Saya pun menaikinya ketika menunggu penerbangan ke Hokkaido bulan September 2006. Ketika itu kendaraan futuristik ini dipamerkan di arena pamer Chubu International Airport, Nagoya. Selain kendaraan juga dipamerkan robot yang memainkan terompet.

Dalam penjelasan yang dipajang di arena pameran terdapat penjelasan bahwa kendaraan di atas adalah kendaraan yang benar-benar mencerminkan ekspresi kebebasan dengan tema `personal mobility`.  Kendaraan yang tak berpenumpang dan bebas digerakkan ke arah manapun, mutar atau menikung dengan cepat, hemat garasi, dan… keren.

Tak kebayang kalau kendaraan ini dipakai di belantara Jakarta.  Karena tidak ada tutupnya, maka pasti yang mengendarainya akan coreng moreng mukanya akibat asap knalpot kendaraan di depannya, plus kepanasan.  Mungkin harus dilengkapi payung, supaya bisa tetap dipakai dalam segala kondisi, hujan atau panas. Usul lain mobilnya harus dilengkapi space tempat belanjaan, dan harus pakai kaca riben supaya yang naiknya kagak malu diliatin (6^_^9)

Ada usul lain ?

Topik ngobrol dengan remaja putri Jepang

In Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang on Maret 8, 2007 at 11:01 am

Pertengahan bulan yang lalu saya diminta menjadi asisten `Get together and talk I-nya Aichi Shukutoku University.  Universitas swasta yang memiliki 2 areal kampus di Aichi prefekture ini dikenal sebagai kampusnya `ojousama` (princess).  Ya, mahasiswanya dominan wanita, dan jangan heran jika setiap saat kita bisa melihat wanita-wanita muda Jepang dengan dandanan wah, pakaian, tas LV, kalung mutiara, plus sepatu jinjit yang keren. Kampusnya pun sangat keren dan masih baru.

Program ini diadakan setiap tahun dengan tujuan mengajak mahasiswa untuk lebih akrab dengan pemakaian bahasa Inggris.  Selama 5 hari kami berdiskusi tentang berbagai topik yang sudah ditentukan oleh koordinator.  Tahun lalu saya pun ikut kegiatan yg sama. Tahun ini Prof Chikusa Ishibashi, pengajar bahasa Inggris di sana meminta secara langsung saya terlibat dengan alasan komentar yang saya buat pada akhir acara mereka anggap sebagai masukan berharga dan diterapkan pada seminar tahun ini.  Kalau tidak salah, saya mengomentari tentang waktu,  saya usul agar diadakan di musim semi atau dingin, jangan musim panas.  Karena walaupun berasal dari negeri tropik, saya benar-benar teler dengan panas lembabnya Nagoya.  Kedua saya mengritik sesi yang tidak memberi kesempatan banyak semua peserta berbicara.  Peserta yang malu bicara harus ditriger supaya mau berbicara walaupun grammarnya tidak benar, yang penting bicara.  Karenanya saya mengusulkan perbanyak sesi diskusi kelompok, debat dengan topik yang mereka bisa tune in.  Read the rest of this entry »

Pindah Rumah

In Serba-Serbi Jepang on Maret 7, 2007 at 8:43 am

Akhir Maret saya akan pindah ke dormitory baru. Benar-benar beruntung rasanya, karena selama sekolah di Nagoya University saya tinggal di dormitory yang murah. Sebelum datang ke Nagoya Univ. pihak Educational Center for International Students (ECIS) Nagoya Univ sudah mengirimkan surat berisi tentang kota Nagoya, persiapan fulus pas di Jepang, keterangan di mana saya akan tinggal, lengkap dengan nomor kamarnya.

Saya tinggal di International Residence (IR) selama program Teacher Training.  Hanya butuh 5 menit jalan kaki ke kampus atau kalau naik sepeda, hanya perlu 2-3 menit, karena jalannya menurun.  Saya paling suka aksi ini : meluncur ! Rent kamar single per bulannya hanya 5000 yen plus biaya listrik, gas, dan air, sekitar 12,000 -16,000 yen per bulan. Setelah tinggal 6 bulan di IR, saya dapat perpanjangan, tetapi harus pindah ke couple room yang sangat besar. Tentu saja dengan rent yang besarnya 2 kali lipat, tapi masih sangat murah dibandingkan tinggal di apartemen. Masa tinggal di IR hanya 1 tahun. Read the rest of this entry »

Gender ? Laki-laki harus lebih mengerti perempuan

In Islamologi, Renungan on Maret 5, 2007 at 8:05 am

Wah, judul tulisannya terlalu berbau konflik. Maaf.  Omong-omong soal gender belakangan ini sering singgah di telinga saya.  Sejak Hattori sensei presentasi tentang pendidikan wanita di ICANU (Islamic Culture Assoc. Nagoya University) yang menyinggung masalah gender juga, plus seorang professor yang melakukan penelitian tentang sejarah gerakan wanita di Indonesia (GERWANI) mewawancarai saya beberapa pekan yang lalu (padahal saya bukan member GERWANI lho!), ditambah lagi obrolan dengan teman se-lab, dan kejadian hari ini.

Pagi tadi saya bekerja di mister donut.  Biasanya setiap jam 8.30 pagi bahan-bahan keperluan membuat donut diantar oleh pihak supplier.  Kardus-kardus barang itu ada yang harus dimasukkan ke dalam kulkas, ke lemari, dll.  Biasanya manajer yang akan mengerjakannya.  Tetapi belakangan ini saya sering melihat Pak Manajer menyuruh seorang pegawai wanita.  Dari dulu saya sebenarnya sudah ingin berkomentar tapi saya tahan, menunggu waktu yang baik.  Hari ini adalah hari yang baik, walaupun di luar hujan (>_<). Read the rest of this entry »

Kebiasaan mengobrol orang Indonesia

In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang on Maret 4, 2007 at 6:10 am

Beberapa waktu yang lalu, Dekan Fakultas Pendidikan Nagoya University, Prof Moriki TERADA berkunjung ke Indonesia dalam rangka menjajaki perjanjian kerjasama dengan Universitas Diponegoro (Pusat Studi Asia).  Kira-kira 2 minggu setelah kunjungan saya bertemu beliau di cafetaria kampus saat jam makan siang dan terjadilah obrolan yang membuat saya sedikit malu.

Beliau menyatakan sangat menikmati perjalanan kedua kalinya ke Indonesia, apalagi sedang musim durian.  Sekitar 4 buah durian beliau makan habis plus minum air yang diletakkan di bekas buah supaya tidak mabuk kata orang-orang.  Sebelumnya Prof Mina HATTORI yang menemani kepergian beliau ke Semarang sempat menunjukkan foto Terada Sensei sedang duduk di warung penjual durian, melahap durian dengan nikmatnya.  Selain durian Sensei juga sangat doyan makanan Indonesia.  Saya sendiri bukan termasuk penggemar durian, setiap mencium baunya, saya langsung teler (>_<), tapi kalau sudah diolah menjadi lempo duren atau selain duren….itu enaknya selangit \(^o^)/ Read the rest of this entry »

Siapa yang memelihara orang tuamu ?

In Islamologi, Renungan on Maret 3, 2007 at 1:52 am

Setiap pagi kalau saya ada tugas mengajar di Sakae, saya pasti bertemu dengan sepasang orang tua yang kira-kira berumur 80 tahun. Keduanya sedang latihan berjalan. Si kakek di depan, sedangkan nenek, sambil memegang pundak kakek, berjalan tertatih. Di tengah dinginnya udara pagi di Nagoya, langkah mereka perlahan dan berat sekali, mungkin karena sudah tua pula.

Pagi ini kembali saya menemui mereka. Tertatih berjalan dengan jaket tebal dan masker penutup hidung. Musim ini musim 花粉症 (kafunsyou), yaitu semacam alergi serbuk, terutama serbuk bunga cedar. Banyak orang Jepang yang bersin-bersin sepanjang hari karena serbuk yang beterbangan akibat angin menyambut musim semi yang cukup kencang. Kakek dan nenek semakin pelan berjalannya, tetapi jalan pagi sepertinya menjadi aktivitas wajib mereka, supaya badan tidak kaku. Read the rest of this entry »

Orang Jepang suka mikir njlimet

In Manajemen Sekolah, Serba-Serbi Jepang on Maret 1, 2007 at 12:40 pm

Saya sebenarnya enggan ikut kegiatan kemahasiswaan model Senat mahasiswa atau Badan Perwakilan Mahasiswa. Sudah merasa tua atau sudah puas bermain di situ pas S1 dulu (^_^). Tapi di lab, saya terpaksa terlibat karena saya satu-satunya mahasiswa doktor, dan member lab tidak banyak. Jadi terlibatlah saya sebagai pengurus menangani bidang `keiei kondankai`, seksi mengadakan seminar rutin di bidang manajemen pendidikan.

Selama satu tahun, 4 kali kami mengadakan seminar, mengundang pembicara dari dalam dan luar kampus. Tapi jangan dibayangkan pesertanya banyak. Paling banter hanya 15 orang yang datang, walaupun undangan sudah disebar ke universitas lain. Alasannya klise : mahasiswa sibuk part time job (^_^). Read the rest of this entry »

Kemudahan itu datangnya sesudah kesulitan

In Islamologi, Renungan on Maret 1, 2007 at 4:26 am

Belakangan ini dada saya sering sakit.  Dulu sewaktu di Indonesia, saya sering merasakan hal yang sama kalau terlalu capek.  Biasanya ada signal-signal tertentu pada tubuh manusia yang membawa pesan supaya lebih memperhatikan kerja tubuhnya.  Selama seminggu saya minta cuti  dari bekerja.  Tapi sebenarnya alasannya selain karena kecapekan juga karena ada 2-3 tugas yang berhubungan dengan kampus yang harus saya selesaikan.  Alhasil badan saya tetap saja tidak rehat.  Tapi saya mulai sarapan lagi dan tidur lebih cepat dikit (^_^) Read the rest of this entry »