murniramli

Taman Kanak-Kanak di Jepang

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang, Taman Kanak-Kanak on Maret 16, 2007 at 9:53 am

Secara kebetulan saya menemukan situs tentang tujuan sekolah-sekolah di Jepang. Ternyata sangat rinci dijelaskan tentang tujuan setiap jenjang pendidikan.

Tujuan TK tercantum dalam artikel no 77 UU Pendidikan Jepang (diterjemahkan dengan bahasa segampangnya (~_~) )

TK atau youchien (幼稚園)bertujuan untuk mengasuh (保育) anak-anak usia dini, memberikan lingkungan yang layak bagi perkembangan jiwa anak.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dalam artikel no 78 dijelaskan tata caranya :

1. Merancang pendidikan yang mengembangkan fungsi tubuh dan jiwa secara harmoni melalui pembiasaan pola hidup yang sehat, aman dan menyenangkan.

2. Menumbuhkan semangat kemandirian, kehidupan berkelompok yang penuh kegembiraan dan kerjasama.

3. Mengenalkan kehidupan sosial dan membina kemampuan bersosialisasi

4. Mengarahkan penggunaan bahasa dengan benar serta menumbuhkan minat berkomunikasi dengan sesamanya.

5. Mengarahkan minat untuk berkreasi melalui pembelajaran musik, permainan, menggambar dan lain-lain.

TK mengintrepretasikan tujuan tersebut dalam silabus pembelajaran yang saya pikir hampir sama di setiap sekolah. Berikut saya jelaskan apa yang dipelajari anak-anak TK di Sono Youchien, Iwakura, Aichi Prefecturte. Kepala Sekolah, Ibu Ando memberikan saya (setelah merengek) copy- jam belajar sehari.

Nama Kelas

Momiji 2

Umur : ….th

TTD

Kepsek

TTD

Guru

Senin, 12-6-2006

Cuaca

Nama Guru

Pesan Mingguan

Udara cerah, bermain di luar. Jika hujan, kegiatan dilakukan di dalam kelas, Latihan gerak dengan musik yang menyenangkan, Menumbuhkan minat kepada tsuyu (梅雨)( = musim hujan, di bulan Juni, sebagian wilayah Jepang hujan-red)

Pesan Harian

Guru memberi contoh yang baik, anak yang enggan bermain harus disemangati

Tujuan exercise hari ini

Jam

Kegiatan

Lingkungan dan Kondisi Murid

Pesan/Tindakan Guru

8.50

masuk kelas

Taruh barang di loker, kemudian duduk di bangku

Ucapkan [Selamat Pagi] dg wajah gembira. Periksa keadaan murid satu per satu sambil menanyakan kabar masing-masing anak

9.05

Pengenalan exercise hari ini

Absen

Ucapan salam di pagi hari, lagu dan absensi.

Kartu absen diisi

Sambil mengabsen, menanyakan perubahan kondisi anak

9.15

Break ke toilet

Latihan cara buang air sendiri, cebok, dan mencuci tangan dengan sabun

Memeriksa apakah tatacaranya sudah benar, membenarkan yang salah

9.20

Menyanyi

Ada anak yang menyanyi dengan semangat, ada juga yang loyo

Sambil memperhatikan keadaan anak satu per satu, mainkan piano sesuai dengan kemampuan anak, juga ajarkan anak untuk menyesuaikan dengan suara temannya (intinya bikin paduan suara yang bagus-red)

9.45

Senam pagi

senam di halaman sekolah

10.00

Masuk kelas

Copot kaus kaki

Kaus kaki dicopot, disatukan dan masukkan dalam loker

Perhatikan apakah siswa mencopot kaus kaki dengan benar dan melipatnya/menggulungnya dengan benar. Berikan bantuan jika anak belum bisa melakukannya dengan baik

10.20

Ritmik

Ada anak yang semangat ada yang lemes

Dengarkan ucapan Fujikawa sensei (guru ritmik yg memainkan piano-didatangkan khusus-red), dengarkan dengan baik nada yang muncul dan bimbing anak untuk mengikutinya

10.45

Bermain

Pakai topi merah, bermain di luar kelas/di kebun/halaman sekolah

Ikuti dan amati anak-anak yang bermain kalau bisa arahkan, bantu mereka dalam bermain

11.45

Alat bermain dirapikan, masuk kelas, bersiap makan

cuci tangan dan ugai (memasukkan air ke tenggorokan tapi tidak ditelan, untuk mencegah batuk/pilek-red) sebelum masuk kelas, yang mau ke toilet dipersilahkan. Masuk ke kelas dan mengeluarkan bento (bekal) masing2

Periksa perlengkapan makan anak

12.00

Makan siang

Cara duduk untuk makan yang benar

apakah perlengkapan makan anak lengkap, jika ada yang lupa bawa sendok atau sumpit, siapkan

Perhatikan cara makan, ajari cara menggunakan sumpit, sendok atau garpu. Usahakan acara makan pun menyenangkan

12.40

Gosok gigi

Gosok gigi di luar kelas, di seputar kran air (letaknya di lantai 1 dengan bentuk melingkar-red)

Perhatikan dan ajari cara menggosok gigi yang benar

13.00

Game

Bermain permainan tradisional atau modern. Ada anak yang berminat ada yang tidak

Perhatikan kemampuan anak dalam bekerjasama, tumbuhkan rasa percaya diri anak yang malu-malu

13.30

Bermain di luar

14.00

Berkumpul, bersiap untuk pulang

Cuci tangan, ugai ,pipis

bersiap untuk pulang

Ucapkan [Besok pun harus bersemangat ke sekolah] dengan gembira dan bersemangat

14.25

Menyanyi lagu salam perpisahan

Menyanyi dengan gembira, tenang dalam berbaris.

Baris per kelas di depan sekolah

Antarkan kepulangan mereka dengan senyum, gembira dan ucapan-ucapan yang menyemangati

15.00

Pulang

Begitulah, senangnya belajar di TK (^_^)

Saya coba cek penjelasan tentang TK di UU Sisdiknas 2003, sayang penjabarannya hanya sedikit (Pasal 28). Mungkin ada teman-teman guru TK yang bisa menshare seperti apa TK di Indonesia. Dulu saya juga murid TK, tapi mestinya TK sekarang sudah beda banget dengan TK dulu. Oya, pas saya TK, saya sudah belajar kali-kalian sampai 10 x 10. Di Jepang, anak-anak TK baru belajar ngitung 1-10 (^_^).

TK di Indonesia terlalu hebat ….(^_~)

About these ads
  1. setuju bu..TK di indonesia emang terlalu hebat, makanya itu biayanya mahal -lol- tapi katanya saat ini sudah ada kebijaksanaan baru ya klo anak TK itu tidak wajib bisa membaca, karena TK itu kan namanya nama lain dari tempat bermain anak yang bisa mengajarkan sesuatu, bukan memaksakan anak untuk belajar sesuatu such as reading, counting etc karena kalo dari kecil sudah di paksa untuk belajar, maka besarnya nanti sudah keburu jenuh dengan yang namanya belajar..yaa no wonderlah kenapa sayah malas belajar :D

    murni : skrg males belajar tuh bukan krn kebanyakan belajarnya pas TK. tp emang sekrng lebih suka maen aja (^_^)

    • Senang sekali bisa dapat info ini. saya mau shalat dulu yach ! nanti komennya. Luthfiah Faqih

  2. Simpel yah… di Indonesia simpel juga bayarannya, angkanya banyak nol-nya. Saya sempat heran digunakan untuk apa uang segitu banyaknya kalau sekolahnya (eh bukan sekolah ya) taman kanak-kanak?

  3. Pak Urip :
    Uangnya dipake untuk mentraining guru, kepsek, plus ninggalin di meja A, meja B, meja C, supaya perijinan lancar hehehe…

  4. Numpang nimbrung nih Mbak…
    Mmmm.. TK di Indonesia ya? Kalo saya dulu setiap hari Jum’at disuruh makan kacang ijo (kadang-kadang nggak enak…) atau kolak pisang. Kita disuruh lari-lari ke lapangan, main pasir, atau main sesuka hati. Dan dalam hal ini, yang saya kurang suka adalah tidak adanya kurikulum yang jelas. Yang penting semuanya senang…
    .
    Mungkin ini cuma dugaan saya. Tapi, seringkah kita melihat adanya “perebutan kekuasaan dan wilayah” di TK? Dan guru TKnya biasanya tidak mengawasi hal-hal seperti itu. IMHO, akibatnya bisa buruk pada keadaan psikologis anak…
    .
    Bahasa kerennya mungkin “dibuli” ya?

    murni :
    makan kacang hijo n kolak pisang itu mah…bergizi buanget (^_^).
    perbutan kekuasaan di masa kanak itu biasa….wong besarnya juga masih berebut !
    Kurikulum TK di Jepang juga tak terdefinisikan, emang prinsip sekolah di TK : Di sini senang di sana senang, di mana-mana hatiku senang….\(^0^)/
    Eit, salah ini prinsip Pramuka ya (^_~)

    `dibuli` bahasa ga kerennya di`ijime`, lebih ga keren lagi di`bullying`, lebih lebih ga keren lagi…dikibulin (^_^)

  5. bener2 basic yah..
    klo di Indonesia sdh terpatri dlm pikiran bhw anak yang ‘lewat’ TK pasti bisa baca tulis hitung ya… padahal mestinya blm tentu juga. Tapi umumnya sdh jadi patokan guru di SD sih, iya gak?
    Sy pernah nemu kasus, anak yang tidak ‘lewat’ TK di SD justru lebih cerdas scr akademis drpd yg lain yg ikut TK dulu… tapi gak selalu sih…

    denger ceritanya jd pengen TK lagi nih…. tapi di Jepang… abis dulu saya di TK jadi korban ijime-an anak2 lain sih… huhuhu…. Klo skrg malah sy yang nge-ijime… fufufu….

    murni : eit…eit…dilarang balik ngijime ya (`へ`)
    btw, ngijimenya ke murid2 ya ? guru, bukan ? (^_^)

  6. Kebetulan saya guru di TK dan Play Group. Saya juga heran dengan orang-orang Indonesia yang merasa lebih bergengsi untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang programnya di beli lagi luar. Padahal belum tentu cocok dengan kondisi anak di Indonesia. Lagi pula muahal sekali. Tempat saya bermain dengan anak-anak adalah sekolah yang asli hasil pemikiran orang Indonesia. Meskipun banyak di bilang “Sekolah AlternatiF”.
    Meskipun fasilitas bermain anak hanya lapangan rumput dan kebun ternyata anak-anak sangat betah disekolah. Malah mayoritas anak susah untuk diajak pulang. Boleh di lihat di http://www.semipalar.net, mungkin ada yang mau lihat :)

    murni : Bu Yuyun, terima kasih atas kunjungannya ke blog saya.
    Saya dulu sekolah TK di lingkungan Pabrik Gula di Sulawesi. Masa itu paling menyenangkan.
    Bu, boleh share apa saja yg diajarkan di TK Ibu ?
    Link sitenya ga bisa diakses tuh, Bu ?

  7. Aduh maaf web.site nya http://www.semipalar.net
    Sebelumnya tidak bisa di buka karena ada tanda (,) di belakang net :)

  8. Anda benar Pak Pramur, masih alaminya juga ya? zaman ayas tk. [freubel school] dahulu…. usia masuk TK enoel kecil usia 5 tahun & enoel besar, 6 tahun dan masuk SD berusia 7 tahun.

    Masa TK phase enol kecile : masa bermain-main & belajar berani kenal juga bersahabat dengan dunia di luar rumah, [sosialisasi].

    Masa TK enoel besar :
    Mulai diajari jalan-jalan/ berbaris bernyanyi, mengenali alam, hewan (prototipe), ada alat peraga, tempat bermain [bandulan/plorotan/bak pasir]. Disana diajarkan indahnya berbagi & tata cara makan bersama, ditumbuhkan rasa/empati sayang-menyayangi terhadap sesama makhluk hidup, hormati lebih kakak [dewasa] dan yang kakak [dewasa] menyayangi adiknya, diajarkan di sekolah juga berlaku di rumah [pesan ibu guru, lebih manjur drpd. orang tua sendiri, “kata ibu guru ….” wis tak boleh dibantah siapapun…
    hehehe… jadi inget jaman cilik-2.

    Mengapa ya biaya masuk TK, menjadikan para orang tua padha [jungkir balik] biaya’an?
    Padahal… melihat kurikulumnya, hanya demikian… mempersiapkan anak masuk sekolah [pra SD]. doeloe, entah sekarang ya Pak Urip, spt.nya lebih hebat dari SD?
    [kali apa kebetulan ya, pakai dalil perkembangan optimum otak di usia 1 s/d 6… biasa disebut gold?
    {bener ya, tolong dibetulkan} lantas uang bermain juga dioptimumkan poela? sudah pasrahlah.

    Lantas tugas mengajar guru SD kelas satu… fundamental sekali [belajar membaca/tulis, berhitung tambah kurang/ping-pingan & poro gapit] itu apa?
    [tugasnya diambil alih , ini belum waktunya, anak seusia guru tk.] bisa “matang / kehabisan bensin” sebelum waktunya, karna semua ada phase proses belajar, spt. dikhawatirkan bu Ninoy dan bu Vanesa
    demikian ayas jua punya cerita yang sama, kawan ayas sendiri, di SD, dia memang sangat pintar, jadi kesayangan para guru. Kala itoe [masih coba-2, dinaikkan dari kelas 4 loncat ke kelas 6, sekarang namanya akselerasi], jadi ayas kelas 1 SMP, dia masih di kelas 1 juga, ayas naik kelas 2, dia masih 1,
    ayas naik kelas 3, kawanku diajari guru Psikiatri/psikolog di akhir cerita ayas lulus dengan susah payah, dan kawanku tak.. ketahuan nasibnya…dia menghilang entah kemana?

    Barangkali sebagai orang tua, tanpa disadari menganiaya/merampas kebahagiaan masa kanak-kanak, karena ambisi/bangga pingin pamerkan anaknya kecil-2 sudah pinter berhitung & lancar membaca juga fasih berbahasa asing?
    Larinya…kan siapa dulu dong babe ama emaknya? {kasihan skali itu anak, korban ambisi orang tua}
    Jangan-2 olok-2 pemeo,” masa kecil tidak bahagia” jadi benar adanya?

    Kurikulum TK saat ini, meniru metode belajar dari mana sih, terang bukan lokal pasti oleh-2/omiyage. Kan ada kebanggaan juga bukti sepulang dari LN, pasti ditanya, mana hasilnya & laksanakan apa yang kamu lihat juga rasakan, tanpa akulturasi evaluasi & pikir panjang eksesnya dengan kultur lokal bagaimana?

    Jika keliru, ya kurikuluim dibuang (tanpa evaluasi presentasi gagal/berhasilnya dimana) dan cari lagi metoda baru dari LN…. Kasihan jiwa & mutu & nasib pendidikan orang Indonesia, dijadikan bahan eksperimen percobaan skala lapangan, tanpa skala laboratorium [lebih murah uji coba lewat lapangan, drpd. biaya simulasi uji lab. kah?]

    Beginilah hebatnya wong indonesia ini….
    maunya serba cepat akhirnya khok ya kebat keliwat(an) tenan… jangan permainkan nasib orang lho ya…

  9. secara psikologis anak diajari/didik untuk berpola perilaku baik dan bertanggung jawab secara mandiri, dan berkepribadian bukan diajak berfikir secara logika (saat usia SD).

    ternyata pengenalan terlalu dini atas logika berfikir, tanpa dikenalkan pola asuh didik membedakan antara mana baik & buruk, boleh & tidak, tolong menolong, mengasihi & menyayangi [singkatnya boedi pekerti], mencetak sisi kejiwaan anak didik menjadi kering/hampa/sangar di kemudian hari saat usia remaja/aqil baliq.

    sebenarnya kita semua sudah mengerti jawabnya, namun enggan memulai & menyerahkan kepada orang lain/sesuai bidang garapnya [guru, pen.] guru tergantung kementerian… dst. lantas kapan & oleh siapa perbaikan pola ini akan dimulai?

    kembalikanlah pola didik masa TK anak didik kami, sesuai kejiwaan usianya, jangan jadikan mereka “korban ambisi & emosi” orang tua tak
    seharusnya. perkembangan masa kanak-kanak insan kamil mesti berproses panjang, bukan anak
    makhluk hidup yang berkembang secara instant
    [begitu lahir langsung belajar berdiri & berlari ;
    persamaan anak manusia = telor ayam, butuh 3 minggu dierami s/d menetas mencari induknya]
    andai induk ayam tak peduli/salah urus, kasihan nasib telor…. jadi digoreng jadi telor dadar/ceplok , bukan anak ayam lagi…

    walah jadi ngelindur nang ngendi-ngendi….

  10. wah…ternyata sy br menemukan forum ttg ini ‘TK’ menarik minat sy terutama ttg bagaimana pola pendidikan yg dianut olh jepang,oh iya sy jg guru TK walaupun sy br memiliki predikat ini sy mengjar skrg hampir 3 tahun,waktu awal2 lulus kuliah sy amat sangat idealis dengan ap yg diberikan oleh dosen sy tte bagaimana Tk seharusnya yg ideal,tp……setelah terjun langsung krg lbh hmpr 3 thn ini ternyata kata para ekonom ‘kita harus mengikuti selera pasar’ dan sy ykn para guru-guru yag suda lama terjun pun pasti setuju dengan sya apabila ingin TKnya tidak gulung tikar…..bu murni,selain Guru TK saya juga Japan freak,,sy suka sekali Jepang,oh iya apa situs ini aktif terus ????sy ingin sharing terus nech ….(^_^)

  11. kbetulan sy baru observasi TK buat skripsi sy. bdasar wawancara, katanya, anggaran biaya ideal perbulan skitar 200rb. ktnya lg tmasuk mkn tiap hari, biaya operasional plus gaji guru. sebenarnya “tema” yang dipake buat kegiatan harian tu sederhana (tp mmg rada byak sie mnrt sy), cm mmg tuntutan ortu yang bikin dilema TK. ortu pgnnya stlh TK anaknya dah lancar baca n tulis biar gampang di SD nya (menurut mrk). selain itu kendalanya biasanya ratio p’bandingan guru-murid di TK yang umum (bkn TK yg m’adaptasi program luar) lbh dari 1: 10. ya gmn bisa detail m’perhatikan anaknya. kl d jepang gmn ratio kelas n kegiatan kelasnya? tmasuk evaluasi perkembangan anaknya? thx bu

    murni : sample TK yang saya tulis di atas memiliki rasio guru murid = 1:20 (bahkan ada yang lebih). Kegiatan kelasnya sudah ada dalam tulisan di atas, contihnya menggunting, melipat, mewarnai, menyusun balok, berhitung. Evaluasi anak dilakukan oleh guru kelas.
    Pelajaran musik/senam ritmik ditangani 2 guru, guru kelas dan guru musik/ritmik.

  12. kebetulan lagi googling konsep TK.. iya anaku lagi masuk TK B sekarang, jaman kemarin masih TK A, peraturan sekolah (TK bukan sekolah) tidak seheboh sekarang.. eh dengan adanya penggantian manajemen, peraturan TK udah persis sama peraturan STPDN heueheuheu..
    masuk 10 menit dianggap alpa hehehe, padahal gua di perusahaan aja masih kasih toleransi sampe 15 menit, udah telat, masih dikasih PR dah gitu masih dianggap enggak masuk pula.. aduh!!! rasanya jungkir balik, nyesel deh waktu kuliah dulu orientasinya bukan ke anak tapi sosial..heuheuheu. Bener emang masalahnya, orang tua juga sich yang nuntut macem2, anak tamat TK harus bisa baca dan nulis.. waduh… jadi penasaran Konsep dasar Tk itu seperti apa sich? lintas kultur dan budaya ya jawabannya.. trims ah.
    Bu murni, saya pernah tinggal di jepang meski cuman bentar,, btw tablenya tampilannya enggak bgt keliatan di saya.. thanks.

    murni : wah tabelnya kok jadi kacau. Nanti insya Allah saya perbaiki. Datanya harus saya search dulu.

  13. wah lumayan keren, padahal saya baru baja buku toto chan, dan sekarang lagi mengembangkan konsep tk yang ideal. Sepertinya konsep ini bisa buat masukan nih…thanks ya…

    murni : sama-sama

  14. Seneng deh ngomongin TK. Kebetulan saya pernah selama 3 tahun jadi guru TK “yang mahal”. Duit sekolah “yang mahal” itu (setau saya..karena sebagai guru kita sama sekali gak ngurusin masalah duit kecuali yg berhubungan dengan budget keperluan anak) selain buat kesejahteraan owner juga buat hal-hal lain…
    1. Gaji&kesejahteraan guru&karyawan.
    Gaji kami memang lebih dibanding gaji guru TK (negeri). Walaupun gaji kami masih jauh dibanding gaji karyawan kantoran… (bisa bayangkan gak, gak guru TK yg negeri ada yang 80 ribu sebulan…:'( hikksss ). Tugas kami sih memang lebih kompleks dibanding guru2 TK negeri, khususnya dalam handling anak..termasuk memastikan gak ada peristiwa “bullying”
    2. Fasilitas…karena harganya “mahal” mau gak mau penampakan sekolah harus cantik. Interior warna-warni, bersih, mainan aneka ragam, fasilitas komputer, ruang ber AC, kolam renang, dll.
    Kalo materi pengajaran sebenernya bisa diakalin, gak harus mahal-mahal, yang penting tepat sasaran.Kebetulan karena gak beli kurikulum dari luar, kami para guru yang merancang semua materi pembelajarannya.
    Terusss…setuju banget kalo sebagai salah satu bisnis yang lagi laris, TK pun harus mengikuti selera pasar. Tapi sayang juga kalo harus mengorbankan idealisme. Dulu kami dianggep “sekolah yang weird” karena membebaskan anak, tanpa seragam, guru-guru ngejeans semua, tidak ada penekanan baca tulis, anak boleh protes sama temen atau guru, kadang acara belajar kita bawa ke pinggir kali, anak boleh gak ikut pelajaran asal punya alasan yang kuat, dll…Tapi menurut saya tugas guru bukan hanya “transfer knowledge” kepada anak..tapi juga “transfer knowledge” pada masyarakat tentang konsep pendidikan usia dini. Nah..guru di tempat kami yang jadi ujung tombaknya untuk memberi pemahaman kepada ortu tentang konsep pendidikan yang kami tawarkan. Kalo setuju…yuuuk gabung, kalo gek…banyak kok TK konvensional yang mendidik muridnya ala STPDN (kasiiiaaannnn dehhh…).
    Kebetulan kami sendiri terinspirasi sama cerita Toto Chan, banyak konsep yang kami terapkan..termasuk kebebasan yang ada dalam cerita itu. Diferensikan deh…atau kalo mau baca Summerhill School…

  15. saya cukup tertarik yang ibu sampaikan, walaupun yang saya ketahui sekarang pendidikan TK di Indonesia terus bergerak lebih baik, apalagi dengan program pemerintah saat ini dimulainya pendidikan PAUD (pendidikan anak usia dini) … yang salah satu tujuannya untuk bisa .. mengembangkan pendidikan saat golden age.. tapi jujur saja saya justru pengen banyak tahu informasi tentang bagaimana pendidikan TK atau PAUD di jepang,.. mungkin kalau ibu ridlo kita bisa saling tukar informasi tentang pendidikan anak,… kebetulan disamping saya mengajar di sebuah perguruan tinggi yang mencetak guru pendidikan TK.. saya juga cukup berminat mengembangkan pendidikan anak di indonesia… makasih bu murni.. kalau ibu berkenan membantu .. informasi dan diskusi .. sesuai pengalaman ibu … di jepang… nuhun

    murni : Pak Giri yang baik, saya sebenarnya tidak melakukan penelitian khusus ttg TK dan PAUD di Jepang. Penelitian saya lebih banyak ke SMA.
    Tapi sesekali saja ada undangan berkunjung ke TK, SD dan SMP atau berkenalan dengan guru-gurunya, sehingga saya agak tahu ttg ini. Tapi saya akan coba cari tahu dan insya Allah akan menulis ttg TK dan PAUD di Jepang. Jika ada pertanyaan khusus, silahkan mengirim email ke alamat saya.
    Terima kasih sudah berkunjung

  16. Ni dia yg aku cari….
    emang seru juga kalo ngomongin masalah kurikulum TK, katanya kalo diliat dari psikologinya masa Tk itu belum masanya mendapat stresssing…mengajarkan baca tulis hitung boleh saja asalkan anknya berminat dan betul2 tertarik, tapi kalo dipaksa…..waah jangan deh…jangan kita rampas masa bermain anak….biarkan mereka berbahagia dengan aktivitas yg sebetulnya sangat mudah kita kombinasi dengan asupan yg edukatif…ya intinya tergantung dari ortunya juga seeh….teliti minat bakat anak dari sekarang, kemudian dukung, arahkan dan fsilitasi agar lebih berkembang…cuma itu seeh intinya.
    Tq dah boleh gabung…

  17. saya sangat sedih juga melihat kondisi anak TK, kegiatan baca tulis di TK sudah dijadikan obyek mendapatkan uang tambahan guru-gurunya, anak dipaksa les baca tulis, orang tua di takut-takuti jika anak tidak bisa baca tidak bisa masuk SD, cara lesnyapun tanpa mempedulikan kondisi anak, kebanyakan anak di paksa membaca tulisan yang belum mereka kenal kemudian di suruh mencontoh sampai banyak, yang semestinya bisa dengan cara permainan, akibatnya anak tidak mampu mengembangkan kemampuan berbahasanya dan pengetahuaannya tidak tergali, sungguh menyedihkan……….

  18. Betul Mbak Tutik.. Banyak SD enggak mau nerima anak kalo enggak bisa baca..weleh.
    kemarin tahun lalu anakku harus sekolah di Bandung karena nemenin maminya yang mo melahirkan. wah ternyata masih ada TK n sekolahan yang sekonsep ama saya dan kebetulan sekolahannya punya temen istri. Eh bukan mo iklan lho…
    satu lagi nih di TK nya anaku sekarang di P. Bintan, kalo senin wajib upacara..waduh, waduh..

  19. Aku jg setuju bgt…
    masalahnya ank2 di indonesia kayak nya tuh berat banget buat belajar…
    abs pelajarannya kyknya terlalu8 dalem buat mereka…
    saperti adek aku jg…
    kalo skul kayaknya tuh males bgt,,,
    pas aku tanya knp,ktnya pelajarannya susah bgt…
    hampir2 dd aku setiap hari hampir mau gk masuk gr2 pelajarannya yg berat…

  20. Saya keburu pingin ke toilet komentarnya lain kali aja saja buka lagi.

  21. keberhasilan seseorang juga ditentukan keberhasilan pendidikan di masa usia kanak-kanak

  22. Senang juga akhirnya saya dapatkan yang saya cari-cari……
    Saya baru setahun gabung di pendidikan khususnya TK. Bisa buat referensi saya untuk buat program dan goal sekolah kami.
    Lain kali saya mau sharing di milis ini.
    Tks, Blessings(^_^)

  23. saya guru TK yg sedang stress mikirin pendidikan TK di Indonesia yg bikin anak “hebat” sebelum waktunya. anehnya ibu2 juga ikut2an gengsi klo anak bayinya belum bisa baca. Tulisan sy dan teman2 memerangi hal tsb, tp susah mengubah stigma mereka yg memang g mau ngerti pkembangn anak, mereka g sabar menunggu anak2nya tumbuh normal. Kasian sekali sy liat ana2, comlicated memang, susah dicari siapa yg salah, SD soalnya memberikan tes Calistung utk masuk. Pengawas dan Menteri hrs turun tangan. Orangtua sibuk dengan membuat anak bisa baca sejak dini. 4 bulan dh diajarin!metode Glenn Domen disalahartikan, pdhl dia menemukan metode itu utk anak yg abnormal.what should we do…
    salam kenal

    http://dewisang.wordpress.com

    murni : salam kenal juga.
    Bisakah berbagi cerita tentang kegiatan sehari TK di Indonesia ?
    Saya ingin sekali tahu bagaimana situasi sebenarnya.
    Jika ada kurikulum/kegiatan belajar seminggu, sangat senang jika bisa dishare
    terima kasih

  24. Salam kenal mbak,
    kebetulan saya jg lg nyari data penelitian mengenai TK, mbak punya g data mengenai keefektifan pengajaran antar guru dan muridnya? apa benar 1:10 itu bisa membuat TK tsb kondusif? mohon bantuan ya mbak..

    murni : salam kenal Mbak Yenni,
    Mohon maaf, telat mereply-nya.
    Sayang saya tidak punya bahan yang diminta.
    1:10 maksudnya ratio guru murid ya ?
    Teorinya untuk kelas SD hingga SMA adalah 1:20
    Untuk PAUD saya belum tahu.

  25. yg komentar dah punya anak tk belum? trus teori terbukti gak? bukti nyata dan lihat sendiri. jangan hanya katanya dan hasil seminar aja. buktikan secara nyata. anak tk pintar apa salahnya? tk pinter trus sma dan kuliah kepinteranya dipertanyakan? menurut gue yg dipertanyakan ortunya aja kenapa? tk pinter karena klo belajar dibimbing ortunya. di sd terkadang diabaikan ortu dianggap bisa sendiri (emang bisa anak belajar sendiri?) trus smp dan sma ortu hanya akan menyuruh belajar aja ,kadang gak tau lagi belajar apa tuh anak. kuliah hehe boro2 tanya pelajarannya paling2 tanya masuk jam berapa? nah kalau kasusnya begini gimana hayo? klo sekolah hanya disini senang disana senang ngapain sekolah? dirumah dan main terus seharian dijamin senang deh he he gak cuma anak tk aja semua senang klo disuruh main. share aja anak saya umur 5.6 th tk A udah bisa membaca kalimat sempurna walaupun r nya blm jelas. dikte lancar penjumlahan dan pengurangan sampai 100 baca jam dengan benar. sekarang masuk tk B. kenapa udah bisa? karena saya selalu mendapingi belajar anak saya lagian anak saya maunya belajar terus dan selalu minta dibelikan buku baru(bebas memilih buku yg disukainya)

  26. Saya seorang guru TK.Bapak/Ibu,tidak ada guru yang tidak menginginkan perkembangan sikap perilaku,bahasa,kognisi,fisik motorik maupun seni pada diri anak tidak meningkat.Namun tentu saja sekolah/guru tidak bisa berjalan sendiri, harus ada kerja sama dengan pihak-pihak terutama di keluarga.Kalau ada masalah, sanpaikan langsung pada guru agar dapat segera diambil tindakan yang tepat.

  27. Pertama-tama saya senang bisa nemukan Blog ini, dan bisa sharing masalah Taman Kanak-kanak.

    Saat ini, saya bersama teman mengelola sebuah TK, termasuk di dalamnya Program kelompok Bermain dan juga Sanggar yang berisi kegiatan kursus untuk anak-anak (English, Sempoa, Membaca, Lukis dll) yang sudah berhjalan sekitar 7 tahun.

    Saya sendiri (juga teman saya itu) memang bukan berasal dari SDM dengan latar belakang pendidikan usia dini, atau pedagogi dan semacamnya. Kami menekuni ini karena punya alasan yang sama, senang dengan dunia anak dan ingin berprofesi dengan kegiatan “Rumahan”.

    Pengalaman saya sendiri dengan dunia TK sangat minim, selain saat sekolah TK saya lebih banyak bolos dan tidak mood untuk sekolah juga tidak pernah terbersit sebelumnya kalau karir saya akan berakhir di bidang ini dan menekuninya hingga sekarang. Pengalaman saya yang memungkinkan memasuki dunia Taman Kanak-kanak, hanya dengan bakat, keterampilan SDM dan pengelolaan manajemen keuangan yang baik (menurut saya).

    Konsep saya memulai ini semua, ter-inspirasi dari sebuah buku yang menuliskan, bahwa pembelajaran yang terbaik itu harus menyenangkan, oleh karenanya saya memikirkan bahwa pembelajaran yang dikenal anak untuk pertama kalinya, yaitu di Taman Kanak-kanak, ya harus menyenangkan, karena itu visi dan misi kami meliputi upaya “menghadirkan kembali kegembiraan dalam proses belajar mengajar…”.

    Setiap anak berhak atas pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan dirinya, oleh karenanya dalam program kami banyak pula kegiatan individual, terutama dalam kegiatan yang berbau akademis dan keterampilan khusus, sehingga bagi anak-anak yang belum siap dan belum tertarik misalnya; tidak dipaksakan untuk belajar huruf hingga bisa membaca, namun bagi anak-anak yang sudah siap, tentunya kami dengan senang hati membimbingnya se-optimal mungkin.

    Saya senang mendapat masukan mengenai dunia pendidikan Taman Kanak-kanak di Jepang, sebelumnya saya hanya mengenal dari Buku Toto-chan. Ternyata memang seperti itu, sangat menyenangkan. Seorang teman juga pernah bercerita suasana TK di sana, memang lebih menekankan kegembiraan dan membekali dengan Life Skill.

    Saya ingin terus dapat berkomunikasi, bisakah melalui email ?

  28. Mba Heni, silahkan via email.
    alamat email saya ada di It’s me
    terima kasih

  29. ehem..ehem..nimbrung ya mbak…
    kalo ngomongin masalah pendidikan tk di indonesia memang agak memprihatinkan. saya sebagai guru tk juga jadi ikutan bingung dan serba salah melihat para orang tua yang terlalu ambisius kepengen anaknya cepat pintar baca, nulis, menghitung. selain itu, orang tua juga takut anak-anaknya gak bisa masuk SD yang berkualitas gara-gara di SD pakai acara tes bisa baca, nulis dan menghitung. padahal menurut saya yang perlu diajarkan pada anak usia dini adalah bagaimana menjalankan pembiasaan dalam kehidupan sehari-harinya yang baik dan benar, misalnya bagaimana buang air kecil dan besar yang benar, bagaimana beradaptasi dengan lingkungannya, bagaimana caranya bersikap sopan pada orang tua, dll kayak di jepang gitchu kali yee

    murni : memang sistemnya sangat berbeda antara Indonesia dan Jepang.

  30. ibu artikel nya bagus, aku minta ijin untuk masukkan kilasan dan membuat link di website sekolah kami yah

    murni : silahkan…

  31. salam kenal ya mbak….boleh ikutan via e-mail ngga?:)

  32. Salam kenal untuk mbak Murni,

    mbak saya guru plus kepala sekolah dan pemilik sekolah, saya bersyukur sekali ketemu blog-nya, mbak, bisa men-share yang sudah ada ber”cokol” di otak saya sekian lama. Boleh khan , mbak? Bagaimana me-manajemen yang baik antara jabatan saya di atas itu, secara sekolah baru gitu lho mba. Mungkin, kalau boleh intens berbagi, bisa via japri mba. Terima kasih, semoga tidak lama di reply nya ya bu?

    Yang menunggu,
    sekolah TK

    murni : salam kenal juga.
    Bgm memanage yg baik antara ketiganya ? Saya kesulitan menjawabnya kalau Ibu tdk menjelaskan apa masalah yg Ibu hadapi.
    Ibaratnya seorang dokter kalau cuma ditanya bagaimana menjaga kesehatan agar senantiasa fit, maka dia akan menjelasakan jagalah keseimbangan antara waktu tidur, makan, bekerja dan bersantai, jangan merokok dan minuman beralkohol, dll yg semua orang juga sudah tahu :D
    Saya pun akan menjelaskan hal yg sama jika Ibu menanyakan bgm memanage ketiganya dg baik.
    Dan saya yakin jawaban saya akan terasa basi sebab sudah banyak ditulis di buku2 oleh para pakar :D

    Jadi, silahkan menuliskan masalahnya apa, berikan gambaran ttg apa yg sudah Ibu kerjakan, kesulitannya di mana, dan hal2 lain yg menurut Ibu belum terpecahkan, secara jelas. Saya akan bantu Ibu untuk menganalisanya.
    Email japri, silahkan. Alamat email ada di page It’s me

    Selamat berkarya

  33. Salam kenal, kebetulan saya juga seorang guru tk dan playgroup. sy senang sekali membaca berbagai ulasan mengenai tk di situs ini, krn kebetulan sy juga menggeluti bidang yg sama. moga2 saya bisa mendapat banyak masukan dari komentar2 yang ada. saya ingin sekali sharing dengan mbak murni. sy mengajar di sekolah (islamic preschool and kindergarten) yang menerima siswa dari usia 6 bulan sampai 6 thn. apa mbak murni bisa bantu saya, karena saya tertarik untuk mengetahui lebih jauh lagi kegiatan yang dilakukan di tk-tk lain sebagai bahan perbandingan.terima kasih

  34. salam kenal sebelumnya…saya isi blog anda dgn beragam ide jenius ttg pendidikan di indonesia terutama tk…saya ber angan2 tinggi bahwa anak itu dpt berpikiran realistis jg…semacam ini…ibu guru pernah melihat bintang jth…apa ya arti cinta itu ibu guru…pernahkah terpikir anak tk memberi pertanyaan yang rumit itu…jawabannya adalah benar adanya..pengalaman pribadi bahkan…lalu saya jwb hanya dengan senyuman…saya tau anak ini tak puas hanya dgn senyuman…lain hari saya mamilih tema tentang kesehatan…melulu kesehatan…karna basic saya kuranglebih dikesehatan jg…itulah sedikit gambaran nyata anak tk jmn sekarang…lebih kritis daripada umurnya…

  35. TK di indonesia kacau, masa baru TK A aja PR nya lumayan banyak..(PR menulis)seminggu bisa 2-3x dikasih PR..blom dikelas belajar menulis pula ampe 10 baris..kapan mainnya..??? Giliran udah ngerjain PR ehhh tulisan dikomentari dengan ‘sadis’ Boleh dilihat di blog saya http://lussac2000.multiply.com/journal/item/519 pokoknya sekolah TK di indoensia kebablasan deh bikin pegel hati orang tua murid ..udah bayarnya mahal, guru2nya gak bermutu alias bukan lulusan PGTK dan gak punya lisensi buat mengajar (AKTA IV)…sebel!!!

  36. Saya sebagai guru TK juga memang prihatin dengan kondisi TK di kita, anak2 belajar calistung terlalu berlebihan. Tapi di Indonesia ini memang sulit, guru dihadapkan pada dilema ketika anak2 masuk SD, dituntut untuk bisa membaca. Hal itu saya temui di sekolah negri ternama di bandung dan sekolah swasta di bandung. malah gurunya sendiri mengetes untuk mendikte murid ketika akan masuk ke SD tersebut. hal ini saya alami sendiri. Jadi tolong, sebetulnya di indonesia itu siapa yg salah ? mungkin sistem kependidikannya yang harus diperbaiki. Maaf saya juga melihat guru2 yang sudah memiliki akta IV, banyak juga yg berbuat begitu, bahkan yg lulusan Univ negri kependidikan pun melakukan hal itu. Jadi tolong perbaikilah dulu sistemnya …

  37. Tk merupakan tempat belajar. saya pernah membuat artikel menggunakan salah satu metode berbasis permainan untruk mengembangkan kemampuan calistung anak TK, tapi ma dosen suruh ganti karena anak Tk belum waktunya belajar calistung. kalo kenyataannya seperti itu kenapa sebagian besar SD mengadakan ujian masuk untuk siswa baru? nah loh

    murni : kalo ndak salah ada Perda yg melarang sistem ujian untuk masuk SD. Saya meneliti daerah Madiun, dan ini diatur di PErda

  38. ijin kami bookmark blog ini, agar bisa saling berbagi di sini,

  39. Perkenalkan saya guru sebuah tk swasta di yogyakarta selama lebih kurang 7 tahun saya berpendidkan s1 pendidikan bahasa inggris dan sedang melanjutkan s2/master of pre school education di salah sebuah universitas negeri di kuala lumpur. Ketika pertama bertemu dengan sesama pelajar Indonesia di kuala lumpur, ada yang bertanya walah cuma bu guru tk kok nerusin s2 tapi ada juga yang kagum dengan semangat saya. Tetapi bukan itu yang akan saya bagikan pada forum ini, misi saya belajar lagi karena saya merasa bahwa pengetahuan saya tentang pendidikan pra sekolah sangat kurang dan saya ingin mengetahui dengan pasti bagaimana pendidikan pra sekolah itu dan karena saya mengajar anak-anak saya percaya dimana ada anak-anak disitulah surga berada, maka saya memutuskan kalau saya ingin menjadi guru tk yang baik maka saya harus belajar tentang pendiidkan taman kanak-kanak. Kurikulum tk di Indonesia menurut saya sudah bagus, tetapi bagaimana menjalankan kurikulum di kelas(pembelajaran) itu yang menjadi pertanyaan. Menurut standar kompetensi tk 2004 adalah (kurikulum tk) Fungsi pendidikan Taman Kanak-kanak dan Raudatul Athfal adalah:
    a. Mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak.
    b. Mengenalkan anak dengan dunia sekitar.
    c. Menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik.
    d. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi.
    e. Mengembangkan keterampilan, kreativitas dan kemampuan
    yang dimiliki anak.
    f. Menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar.
    2. Tujuan
    Membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis
    dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional,
    kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap
    memasuki pendidikan dasar.
    D. Ruang Lingkup
    Ruang lingkup Kurikulum TK dan RA meliputi aspek perkembangan:
    1. Moral dan Nilai-nilai Agama.
    2. Sosial, Emosional dan Kemandirian.
    3. Kemampuan Berbahasa.
    4. Kognitif.
    5. Fisik/motorik, dan
    6. Seni.
    Jadi tidak ada kata membaca dan menulis. Tulisan saya sudah terlalu panjang besok sambung lagi. Ini baru permulaan Salam

  40. seandainya aja ortu tk-qu jg mngerti, huhh…speechless ni, so complicated, pdhl da sring kuajak sminar parenting n kubagi info ttg anak, tp tetep aja ‘obsesi’ agar anaknya pinter calistung, pdhl masi tk A, bahkan PG. lho…ko jd curhat, sorry… Jd pgn ngundang psikolog. tanx bgt u infonya ya, serasa punya teman sependapat:)

  41. sekarang ini para dosen pendidikan anak usia sedang mengasumsikan pengajar untuk anak usia dini adalah setingklat profesor…. karena sangat krusial dan fundamentalnya pendidikan anak untuk usia dini…. mudah2an kalo jadi landing aturan itu pas saya jadi profesor..hehehe (i’M a kindergarten teacher..)

  42. makasih dah berbagi masalah TK, anak saya baru mau masuk TK A, dan besok kita akan rapat kurikulum dengan pihak sekolah. Bisa menjaadi bahan diskusi.

  43. Saya sangat setuju dg tulisanini.Saya kepala sekolah di sebuah TK di Cimahi,yang pernah tinggal di Jepang (tepatnya Shizuoka lalu pindah ke Kyoto) selama kurang lebih 7 tahun. Berdasarkan pengalaman saya, saya ingin membuat anak2 TK saya tidak merasa sedang belajar dTKnya, tapi bermain. Sehingga mereka akan merasa sekolah&belajar itu adalah sesuatu yg menyenangkan…. Padalah kegiatan bermain mereka sebernarnya memuat pelajaran2.. Sambil bermain mereka belajar mengenal angka, sambil bermain mereka belajar mengenal huruf,sambil bermain mereka belajar berteman, sambil bermain mereka belajar mengenal Allah, Rosul, doa2 dan seterusnya…
    Hingga kalau di tanya orang tuanya dirumah, “tadi belajar apa di sekolah?” biasanya mereka menjawab “gak belajar kok, cuma main!!”(^^).Tapi mereka tahu loker milik mereka dengan membaca namanya….

  44. saya Nira, Guru TK,,
    senang sekali membaca tulisan ini, bisa menjadi ilmu tambahan untuk saya mengajar,
    hMm.. yang sangat disayangkan sekali itu, memang banyak TK di Indonesia sekarang yang memasukan CALISTUNG (Baca Tulis Hitung) dalam pembelajaran sehari2, yang seharusnya itu semua baru boleh didapatkan pada saat anak berada di SD, tapi kebanyakan Guru2 dan Kepala Sekolah di TK bingung karna sekarang setiap anak yang akan masuk SD harus bisa CALISTUNG, (wong masuk SD saja Tes nya sudah pakai CAlISTUNG) kalau tidak bisa otomatis anak tersebut tidak akan bisa masuk SD,, karna Guru SD kelas satu sekarang kebanyakan sudah tidak mau lagi Mengajarkan CALISTUNG dasar kepada murid2nya,
    itu yang masih menjadi pertanyaan saya sampai saat ini, bagaimana cara mengatasinya?????????
    bukannya TK itu Taman kanak-kanak,, yang dikurikulumnya sendiri pun tidak tercantum yang namanya CALISTUNG..

  45. assalamu’alaikum…
    salam kenal ya bu..saya senang sekali lho baca artikel2 ibu…
    do’akan saya bisa jadi seperti ibu

  46. oh ya bu…kira2 kapan balik ke indonesia ? jadi pengen ketemu orangnya langsung nih..pengen nimba ilmu dari ibu lebih banyak lagi…

  47. @Kinanti : wa alaikum salam warahmatullah
    Slaam kenal juga, Mbak

  48. sebelumnya salam kenal,
    senang sekali sdh membaca artikel ini. Saya bukan dari praktisi pendidikan, cuma orang tua yang stress kalau memikirkan sdh semakin dekatnya anak saya menuju usia sekolah. Ini karena pengalaman yang dialami oleh keponakan saya, dulu waktu dia TK sepupu saya stress menghadapi ponakan saya yang setiap pagi selalu mencari2 alasan atau bikin ulah yang aneh2 supaya dia akhirnya nggak berangkat sekolah.pada satu kesempatan saya ajak ponakan saya bermain dan saya tanya pelan2 kenapa nggak mau sekolah (padahal dulu anak ini sendiri yang merengek2 minta disekolahkan) ternyata jawabannya apa? “Aka capek sekolah PRnya banyak betul, aka jadi nggak bisa maen!” ternyata memang disekolahnya murid2 di TK itu (TK B) sudah harus mengikuti pelajaran membaca, menulis dan berhitung. Nggak tanggung2 menulisnya pun selain dengan huruf cetak juga menulis dengan huruf sambung di buku bergaris tiga! setiap hari murid diberikan PR hitungan atau menulis sambung hingga berlembar2. Alasannya karena untuk masuk SD seorang anak harus bisa membaca,menulis dan berhitung!Saya nggak habis pikir mau dijadikan apa anak2 kita ini. kejenuhan yang dialami anak2 bisa berdampak sangat luas terhadap pshycology anak. si anak bisa jadi sangat tempramen (mudah marah), tidak sabaran, cenderung berbohong,malas dan secara tidak kita sadari mungkin membunuh semangat dan keingintahuan mereka untuk belajar lebih banyak karena kata “belajar” sendiri telah menjadi momok yang menakutkan bagi mereka. Memang harusnya sistem pendidikan di negeri kita ini secepatnya dibenahi kalau nggak mau menghasilkan SDM yang kaku dan loyo pada saat dimana seharusnya menjadi masa produktif mereka. Gimana ya caranya menekan pemerintah supaya mau bergerak :-p karena overlap yang terjadi antara TK ke SD itu sangat bisa membunuh karakter seorang anak. Overlap yang saya maksud disini adalah sistem penerimaan masuk SD yang menggunakan tes CALISTUNG. Pihak TK mungkin jg nggak mau menekan anak2 tapi mereka juga nggak berdaya kalau tidak memasukan program calistung itu kedalam kurikulumnya, karena taruhannya adalah kredibilitas dari TK itu sendiri juga pengajar2 yang ada didalamnya yang akan dianggap jelek dan tidak mampu meloloskan lulusannya untuk masuk SD. Sepupu saya pernah nanya ke salah satu guru di SD tempat ponakan saya mengikuti tes calistung. kenapa mesti ada tes seperti itu. jawabannya cukup simpel “kalau nggak bisa calistung kan susah ngajarinnya bu.” hah bingung saya dengernya nggak tau mesti bereaksi apa. Bukankah tugas tugas seorang guru untuk membimbing dan mengajar dengan sabar, that’s why we called them pelita harapan, pahlawan tanpa tanda jasa. memang akan sulit sekali mengajar anak2 yang belum bisa apa2 tapi saya yakin sekarang pola pikir masyarakat kita juga sdh berkembang kita tdk lagi menganggap bahwa pendidikan formal anak sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru.Kita sebagai orangtua juga akan proaktif untuk mengajar anak2 kita dan untuk ini kuncinya cuma 1 jalinan komunikasi yang baik antara guru dan orangtua murid. Saya yakin orangtua yang menyayangi anaknya akan lebih memilih untuk meluangkan waktunya agar bisa lebih aktif membantu pertumbuhan anak2nya agar dapat berkembang dengan baik dalam pola pikir dan mentalnya dibanding harus mengorbankan masa2 yang seharusnya indah buat anak2 kita, juga dampak2 negatif yang sangat mungkin timbul kepermukaan dan merusak mental anak2 kita kelak. Dan PR yang harus segera dikerjakan pemerintah adalah secepatnya membenahi semua masalah yang ada kalau ingin membentuk generasi yang lebih tangguh dan bermental positif. karna semuanya kembali ke peraturan pendidikan yang ada toh, which is pemerintah yang harus membuatnya. Kalau bisa dibuat oleh perorangan mungkin saya akan minta mbak Murni untuk merumuskan kurikulum yang lebih baik dan lebih sehat untuk pendidikan di negara kita tercinta ini.

    Wah saya jadinya curhat nih hehehe… maaf ya mbak habis sdh diubun2 akhirnya keluar juga, legaaa rasanya…

  49. Mba Murni, saya, sampai saat ini punya amanah sebagai Ketua Divisi Pendidikan Anak Usia Dini, pada sebuah organisasi yaitu Jaringan Sekolah Islam Terpadu, yang mengkoordinir kurang lebih 500 TK Islam Terpadu di Indonesia. Jadi, mudah2an bisa efektif diskusi kita tentang kebaikan yang bisa di share untuk pendidikan anak usia dini. Saya tunggu ya….

  50. @Ibu Yanthi : Salam kenal.
    Silahkan mengirimkan email kepada saya.Saya tidak secara khusus mendalami PAUD, tp mungkin bisa memberikan informasi yg Ibu inginkan.

  51. Saya juga guru TK. Yang jelas pengalaman saya sangat menyenangkan….bergaul dengan anak-anak TK bikin awet muda.
    Saya agree dengan misi sekolah TK di sono (Jepang), seandainya di sini juga bisa begitu! Kadang-kadang yang buat kita capek malahan urusan administrasi (kurikulum) yang bejibun.
    Bu Murni, menurut pengalaman saja, saya mengamati anak-anak yang kreatif biasanya memiliki orang tua yang kreatif juga.

  52. info yang menarik, karena saya pun mengajar TK,,pingin banyak tahu perbandingan cara mengajar TK di berbagai negara,,
    salam kenal.. :D

  53. @ Mba Lucia : dan gurunya kreatif juga :-)

    @ Mba greenyzzahra : salam kenal juga

  54. TK di indonesiakan hebat trus anak2nya juga hebat, tp kalo mo TK d indonesia disamakan dengan TK di luar negeri bagus juga tuh…
    biar guru SD nya kalang kabut, he..,he…

  55. menurut ali bin abu thalib r.a. anak umur 0-7 hrs diajak bermain sama ortu; krn itu sy mo bikin tk model jepang seperti yg diinformasikan oleh mbak; membuat anak2 kreatif, mandiri, disiplin, dan berbudi pekerti tanpa kehilangan masa bermain mereka; tapi dengan cita rasa khas indonesia tentunya. eh, gimana klo kita bikin cause di fb hapuskan ujian masuk sd (baca-tulis n calistung)?

    • setuju banget tuwh….mas….

      gmna anak2 bisa bhgia di TK kalo mw msuk SD aj hrs pke tes ky gt?
      tp klo TK kita bwt spt y ad di blog…
      sma juga boong kalo di SD tep ada tes ga pntg itu…huft…
      eh, pntg sie tapi untuk anak umur 8 minimal..
      hehe…
      mkasie…

  56. Wowww
    artikel yang sangat menarik…
    Setuju sekali ttg pendidikan TK di Jepang
    kebetulan saya exchange student selama 1 thn dsini, n saya juga belajar ttg TK di Jepang,tp dhubungkan dngan psikologi anak di sini dan pengaruhnya ke arsitektur bangunan pendidikan anak2 di sini.
    Saya juga sudah mengunjungi beberapa TK di Jepang,dan memang sistem mereka sangat menarik. Singkat kata : mereka membangun spirit dan great personality di masa dini,yg nantinya dipercaya bekal itu bisa bergunan di pendidikan selanjutnya. Jadi masa2 TK ya mengajarkan hal2 sangat umum,bermain,mengetahui lingkungan, bersosialisasi,dan setelah hal itu sudah terbentuk kukuh di anak2,pendidikan selanjutnya pasti akan mudah dialami untuk anak dan pemuda di Jepang.

    Memang Indonesia mengajarkan calistung (baca,tulis dan berhitung) di TK,hal tersebut membuat mereka stres dan hal itu malah menghambat mereka untuk mempunyai semangat belajar,bukannya malah menambah kepintaran. Juga sedihnya,dengan sudah diajarkan calistung,pastinya akan muncul kelas-kelas,maksudnya tingkatan antara anak yg pintar,sedang dan kurang. Yang dianggap pintar,yang bisa cepat berhitung,membaca,dll. Dengan adanya anggapan itu,betapa sedihnya anak2 bangsa mengerti bahwa mereka harus berkompetisi dengan umur sedini itu dan mereka secara tidak langsung sudah diajarkan harus bersaing.
    Ada beberapa penelitian psikologi anak,menganggap hal itu akan semakin membuat anak menjadi minder,putus asa,dll. Jadi persaingan yang sangat dini sebaiknya dihindarkan. Di Jepang,semua anak TK dianggap sama dan mereka setiap hari berangkat ke sekolah dengan senang hati tanpa ada perasaan tidaknyaman.
    Untuk artikel lebih lengkapnya saya sudah menulisnya di blog saya,monggo dilihat :

    http://fanitra.wordpress.com/2010/02/12/long-range-strategy-education-in-japans-kindergarten-n-nursery-school/

  57. Jazakumullah atas pencerahan dan komentar-komentarnya yang mencerahkan, saya seseorang yang sedang mempersiapkan diri menjadi pendidik yang baik….terima kasih

  58. saya sangat senang dapat mengetahui tk di jepang,alhamdulillah kerangka berfikir dan kajian berpusat pada anak sudah banyak difahami oleh banyak pendidik tk terutama yang lulusan PG-PAUD.kami sedang berkampanye agar pendidik tk kembali kefitrahnya yaitu bermainnya anak adalah belajar. tidak lagi ada kali-kalian 10×10 namun apabila hal itu lahir dari keinginan anak maka orang dewasa wajib memfasilitasi dengan benda yang konkrit sesuai tahapan anak.

  59. saya seorang guru tk di salah satu tk di palembang saya sangat prihatin dengan nasib anak-anak usia pra sekolah sekarang ini mereka dituntut oleh orang tua untuk bisa lebih pintar (secara akdemik) padahal pada usia seperti itu anak-anak harus lebih banyak mendapatkan pelatihan untuk motorik halus dan kasar serta pengembangan bagi jiwa seni mereka bahkan sistem BBCT pun dianggap tidak efektif karena terlalu banyak main dan anak-anak tidak menunjukkan perkembangan secara akademik….

  60. […] Taman Kanak-Kanak di Jepang Category: Uncategorized You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site. Leave a Reply » Register / Log in […]

  61. tk diindonesia mengajarkan baca, tulis & berhitung yg menyebabkan kerusakan otak pada anak & banyak orang tua yg tidak menyadarinya.

    yg harus dilakukan guru2 tk adalah menggali potensi anak2 bukan mengajarkan calistung & kalau diajarkan spt sekolah dijepang tsb apalagi ditambah dengan pelajaran agama (sebagai aturan hidup)dipastikan akan muncul generasi pemimpin (sholeh, cerdas, sehat & peduli ummat.

  62. wah senang sekali bisa share d sini, memang tk di indonesia hebat2 tapi ada jg yg menyesuaikan dengan tingkat perkmbangan anak, jadi anak di ajak untuk melatih segala potensi yang ada melalui lagu, permainan, kegiatan melipat mewarnai bermain pasir dan banyak lg.
    namun kebanyakn tuntutan orang tua wali lah yang membuat guru cenderung sedikit memaksakan anak didiknya untuk bisa calistung sderhana, padahal tidak semua anak mampu berkembang dengan pesat, ada yang membutuhkan bimbingan yang intensif dan ada juga yang mampu memahami dengan cepat

  63. Alhamdulillah, …
    Semoga Anda mbak Murni Ramli, sahabat kami yang pernah tinggal di Bogor.
    Saya suka tulisan ini, semoga kita dapat belajar banyak dan mampu menerapkannya dengan lebih baik plus nuansa ke-Islam-an dan ke-Indonesia-an. Sehingga pendidikan benar-benar menjadi ‘Garansi’ peradaban yang lebih baik. dan bukan ‘Garasi’ manusia yang rusak.

  64. Artikel yang bermanfaat..
    Blognya juga sangat menarik..
    Saya juga punya blog yang berisi pendidikan anak-anak..
    Ada:
    1. Lagu anak
    2. Artikel parenting (cara mendidik buah hati).
    3. Artikel pendidikan kreatif..
    4. Dongeng anak moral
    Kalau mau berkunjung ada di

    http://lagu2anak.blogspot.com

    Salam kenal..
    Mari bertukar link… (kak zepe)

  65. @Kak Zepe : Terima kasih sudah berkunjung,
    saya sudah tengok blognya. Sangat bagus dan kreatif menciptakan lagu anak.
    Saya termasuk penggemar lagu-lagu anak tempo dulu, baik di Indonesia maupun di Jepang. Salah satu lagu anak Jepang pernah saya posting di artikel Haru ga kita. Dalam perkuliahan pun saya sering memperdengarkan dan mengajari mahasiswa bahasa Jepang melalui lagu anak di Jepang

    • Punya comment soal Multiple Intelligence dan Holisting Learning ?
      Secara pribadi saya khawatir, kedua konsep ini hanya menjadi ‘Pelarian’ dari serius-nya belajar / sekolah. Terakhir sepertinya penganut kedua madhab ini sedang gencar mendesak pemerintah untuk meniadakan Ujian nasional. Bagaimana pendapat tentang hal ini ?

  66. Baca beberapa baris kegiatan di TK jepang, olala..saya terhenyak….”enak banget, asyik hore, menyenangkan…”
    Sementara di Indonesia, jgnkan TK di beberapa play group mungkin beban kurikulum terlalu berat. Selain itu,seperti di sekolah sekeliling saya yang mempunyai predikat plus2 di mata masyarakat, namanya hehe (off the record), biaya cukup melangit, ortu pun ikut gali lubang masuk lubang haha, hanya untuk menyekolahkan anaknya di TK atawa play grup.

    Lalu di ajarin apa saja…? hwuaah, untunglah saia sdh lulus TK jadul yang masih memberikan banyak ruang bebas untuk masa kanak2. Kalo skrg mah kasihan, anak-anak kecil itu, hmmm..pagi..di sekolah…udah ada materi pagi (Fyuuh…serius amat), malah di sekolah TK negeri yg saia tengok, materi pagi bahkan sangat ‘berat’ untuk ukuran anak segitu. Hiks, kasihan…

    Belon lagi, sekarang dituntut bisa baca . Yah emang di peraturan g ada, tapi aplikasinya..jaoh beda. Para guru SD bakal nuding-nuding ke TK, kalo misalnya ada murid yang bacanya g becus. Walhasil, setelah pulang sekolah TK, anak-anak kecil itu bertebaran memenuhi bimbel. Ada yg les baca, sempoa, dll. Waktu bermain sirna sudah. Cuapeeek puol…! Belom lagi malemnya yg masih hrs ngerjain pe-er. Hehe, TK ada pe-er nulis sebuku penuh, kali-kalian, tambah-tambahan, dan makin kompleks saja.

    En satu lagi, tuntutan ortu yang kdg g memperhatikan kndisi anak. Mereka tuh suka masuk ke lingkaran perbandingan, pengen yg instant.

    Parahnya ada di Indonesia ini, yg untuk masuk ke TK ajah pake tes kayak masuk perguruan tinggi. Kagak tahu tesnya kayak apa..? Kasihan betul si anak jika mengalami penolakan, apalagi ortu yang udah deg-deg , bakalan terus de-deg sampai anak itu dewasa. Soalnya yg nyamper pengumuman kan si ortu..hehe

    indonesia…indonesia…

  67. TK Katalonia gratis di manggarai…. belajar perkalian, pengurangan, membaca… kami buat tipa sabtu bimbel membaca dan bahasa inggris…. kami mohon dukungan Doa biar anak TK Katalonia biar gratis kami tetap memberi yg terbaik bagi tunas bangsa ini.

  68. untung saya buka web bu muniramli, jepang negara yg sangat kreatif. dan kelak anak yang mampu bersaing di era global adalah anak yang kreatif. untuk mencapai ini jepang dalam menciptakan SDM yang handal di mulai dari usia dini. terimkasih bu ramli pendidikan PAUD di jepang yang ibu tulis ini bisa sebagai referensi. kami tunggu postingan berikutnya. PAUD Indonesia sungguh butuh bagaimana aplikasi pembelajaran di PAUD di negara maju seperti jepang, tidak hanya teori.

  69. As. Wr. Mbak Murni, boleh dong share lebih jauh foto2 dokumenter atau bahkan film / video aktivitas seharian dari TK di Jepang. Kebetulan saya sedang menerima amanat buat me-manage TK yang mau -nya ngga’ kaku kaya’ di TK Indonesia saat ini. Syukrom
    Boleh langsung ke email saya : mistertgh@yahoo.com atau mistertgh@gmail.com

  70. Berita Politik

    Taman Kanak-Kanak di Jepang | Berguru

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 171 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: