Selama lebih dari tiga tahun berada di Jepang, saya sudah punya sepeda tiga kali. Semuanya pemberian orang. Sepeda pertama saya pakai meluncur dari International Residence (IR), dormitory untuk mahasiswa asing di Nagoya University, saya dapatkan dari teman. Lupa, siapa yang ngasih, tapi walaupun sudah agak berkarat, remnya masih tajam untuk dipakai meluncuri turunan dari residen ke kampus. Sepeda ini saya tinggalkan di residen ketika pindah ke dormitory yang agak jauh dari kampus. Dan karena supermarket ada di belakang dormitory, saya tak membutuhkan sepeda. Read the rest of this entry »