<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Menjadi guru tidak gampang, tapi menyenangkan</title>
	<atom:link href="http://murniramli.wordpress.com/2008/06/15/menjadi-guru-tidak-gampang-tapi-menyenangkan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/15/menjadi-guru-tidak-gampang-tapi-menyenangkan/</link>
	<description>Situs Pendidikan di Jepang dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Jan 2010 09:44:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: alifia</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/15/menjadi-guru-tidak-gampang-tapi-menyenangkan/#comment-3278</link>
		<dc:creator>alifia</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 01:02:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=383#comment-3278</guid>
		<description>ibu murni:
Barangkali kuno, tapi saya menganut konsep belajar yang diajarkan dalam kitab Ta’limul Muta’allim di pesantren dulu. Bahwa ilmu itu tidak bermakna apa-apa jika hanya dibaca, didengarkan, dibicarakan, tanpa ditulis. Tetapi ditulis tanpa dipahami juga tidak bermakna apa-apa. Maka kadang-kadang saya agak sedikit memaksa mereka dengan perintah : tulis !

Ya bu, saya jadi ingat salah satu mahfudhzot yang diajarkan waktu pesantren dulu: Ilmu adalah buruan dan pena adalah penangkapnya.

&lt;em&gt;murni : 

&lt;blockquote&gt;ilmu adalah buruan dan pena adalah penangkapnya&lt;/blockquote&gt;

mahfudhzot orang-orang alim dulu kenapa begitu bagus ya ?
kata-katanya indah, jitu, membacanya berulang2 pun tak pernah membosankan,
bahkan menimbulkan kesan yg dalam sekali.
Makasih, mba Alifia
&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ibu murni:<br />
Barangkali kuno, tapi saya menganut konsep belajar yang diajarkan dalam kitab Ta’limul Muta’allim di pesantren dulu. Bahwa ilmu itu tidak bermakna apa-apa jika hanya dibaca, didengarkan, dibicarakan, tanpa ditulis. Tetapi ditulis tanpa dipahami juga tidak bermakna apa-apa. Maka kadang-kadang saya agak sedikit memaksa mereka dengan perintah : tulis !</p>
<p>Ya bu, saya jadi ingat salah satu mahfudhzot yang diajarkan waktu pesantren dulu: Ilmu adalah buruan dan pena adalah penangkapnya.</p>
<p><em>murni : </p>
<blockquote><p>ilmu adalah buruan dan pena adalah penangkapnya</p></blockquote>
<p>mahfudhzot orang-orang alim dulu kenapa begitu bagus ya ?<br />
kata-katanya indah, jitu, membacanya berulang2 pun tak pernah membosankan,<br />
bahkan menimbulkan kesan yg dalam sekali.<br />
Makasih, mba Alifia<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: santhi</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/15/menjadi-guru-tidak-gampang-tapi-menyenangkan/#comment-3241</link>
		<dc:creator>santhi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 12:55:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=383#comment-3241</guid>
		<description>aq adalah seorang guru SMA aq juga pernah menjadi guru SMK d sebuah sekolah swasta, bagi aq mengajar adalah salah catu cara agar aq dapat mengembangkan diri qu, juga mengembangkan ilmu yg aq dapat dari bangku kuliah dulu, aq termasuk guru yang tidak begitu pintah, hehhehe..... tapi bagi aq berapapun ilmu yang aq punya dan seberapa kemampuan aq untuk menyampaikan ilmu itu aq sampaikan dengan perasaan bahagia dan mendorong mereka agar mereka merasa mampu untuk pelajaran yang aq sampaiakan, karna menurut aq sepintarnya seorang guru namun bila disampaikan dengan kesombongan hati maka jangan berharap ilmu yang kita sampaikan  akan berbekas dihati dan otak mereka, ......... yah karna mungkin aq seorang guru yang tak pintar tapi punya keinginan agar ilmu yang sedikit aq punya bisa bermanfaat bagi mereka kelak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aq adalah seorang guru SMA aq juga pernah menjadi guru SMK d sebuah sekolah swasta, bagi aq mengajar adalah salah catu cara agar aq dapat mengembangkan diri qu, juga mengembangkan ilmu yg aq dapat dari bangku kuliah dulu, aq termasuk guru yang tidak begitu pintah, hehhehe&#8230;.. tapi bagi aq berapapun ilmu yang aq punya dan seberapa kemampuan aq untuk menyampaikan ilmu itu aq sampaikan dengan perasaan bahagia dan mendorong mereka agar mereka merasa mampu untuk pelajaran yang aq sampaiakan, karna menurut aq sepintarnya seorang guru namun bila disampaikan dengan kesombongan hati maka jangan berharap ilmu yang kita sampaikan  akan berbekas dihati dan otak mereka, &#8230;&#8230;&#8230; yah karna mungkin aq seorang guru yang tak pintar tapi punya keinginan agar ilmu yang sedikit aq punya bisa bermanfaat bagi mereka kelak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Teh Noi</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/15/menjadi-guru-tidak-gampang-tapi-menyenangkan/#comment-3227</link>
		<dc:creator>Teh Noi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 03:32:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=383#comment-3227</guid>
		<description>Assalamu alaikum, wr wb.
Bila guru sudah berpendapat bahwa mengajar itu menyenangkan  artinya sudah terbangun sebuah surga pengetahuan bagi murid-muridnya.

Namun menjadikannya menyenangkan memerlukan energi ekstra, terutama bagi rekan yang masih berjuang untuk mendapat panggilan hati menjadi pendidik seutuhnya.

Menyelami dengan sungguh-sungguh tahapan perubahan perilaku, hal-hal yang dibutuhkan dan disenangi anak dihadapkan pada breakdown dari content kurikulum akan sangat membantu kita lebih dekat, lebih ringan dan lebih terbuka pada dinamika perilaku anak.  

Jadi kalimat &quot;Jangan protes, Nak. Barangkali karena kami sudah lebih banyak makan garam, Nak. Jadi kami sedikit lebih tahu daripadamu tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Jadi, ayo belajar bersama” tidak akan ditafsirkan arogan 
oleh murid.

Jadi sekarang si teteh  membayangkan seorang kandidat doctor sedang bernyanyi atau bermain tepuk bersama murid-muridnya yang baru saja selesai bermain warna dan bentuk ....

Semoga semakin menyenangkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu alaikum, wr wb.<br />
Bila guru sudah berpendapat bahwa mengajar itu menyenangkan  artinya sudah terbangun sebuah surga pengetahuan bagi murid-muridnya.</p>
<p>Namun menjadikannya menyenangkan memerlukan energi ekstra, terutama bagi rekan yang masih berjuang untuk mendapat panggilan hati menjadi pendidik seutuhnya.</p>
<p>Menyelami dengan sungguh-sungguh tahapan perubahan perilaku, hal-hal yang dibutuhkan dan disenangi anak dihadapkan pada breakdown dari content kurikulum akan sangat membantu kita lebih dekat, lebih ringan dan lebih terbuka pada dinamika perilaku anak.  </p>
<p>Jadi kalimat &#8220;Jangan protes, Nak. Barangkali karena kami sudah lebih banyak makan garam, Nak. Jadi kami sedikit lebih tahu daripadamu tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Jadi, ayo belajar bersama” tidak akan ditafsirkan arogan<br />
oleh murid.</p>
<p>Jadi sekarang si teteh  membayangkan seorang kandidat doctor sedang bernyanyi atau bermain tepuk bersama murid-muridnya yang baru saja selesai bermain warna dan bentuk &#8230;.</p>
<p>Semoga semakin menyenangkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lovepassword</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/15/menjadi-guru-tidak-gampang-tapi-menyenangkan/#comment-3193</link>
		<dc:creator>lovepassword</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 22:54:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=383#comment-3193</guid>
		<description>Saya bukan tipe pendukung konsep sekolah. Tetapi saya terharu juga kalau melihat guru-guru yang penuh dedikasi seperti anda dan teman-teman. 

SALAM BU GURU. 

Mudah-mudahan Ibu Guru tidak menjumpai salah eja atau salah ketik dalam komentar saya ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bukan tipe pendukung konsep sekolah. Tetapi saya terharu juga kalau melihat guru-guru yang penuh dedikasi seperti anda dan teman-teman. </p>
<p>SALAM BU GURU. </p>
<p>Mudah-mudahan Ibu Guru tidak menjumpai salah eja atau salah ketik dalam komentar saya ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fithri Aira</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/15/menjadi-guru-tidak-gampang-tapi-menyenangkan/#comment-3191</link>
		<dc:creator>Fithri Aira</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 08:19:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=383#comment-3191</guid>
		<description>Slm lykm.
Pertama2: subhanallah coz ad tho &#039;fenomena mewarnai kembali&#039; gen-gen muda qta dgn celak robbani di tengah kterasingan mereka pd &#039;asal&#039;ñ.sukses ya mbak..pengen ngobrol n tanya2 lebih banyak lg deh sbg sesama guru.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Slm lykm.<br />
Pertama2: subhanallah coz ad tho &#8216;fenomena mewarnai kembali&#8217; gen-gen muda qta dgn celak robbani di tengah kterasingan mereka pd &#8216;asal&#8217;ñ.sukses ya mbak..pengen ngobrol n tanya2 lebih banyak lg deh sbg sesama guru.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zaenal</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/15/menjadi-guru-tidak-gampang-tapi-menyenangkan/#comment-3167</link>
		<dc:creator>zaenal</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 03:33:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=383#comment-3167</guid>
		<description>Ass.Wr.Wb

&quot;Jangan protes, Nak. Barangkali karena kami sudah lebih banyak makan garam, Nak. Jadi kami sedikit lebih tahu daripadamu tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Jadi, ayo belajar bersama&quot;

asamnya kurang mbak... he..he..he..
pengalaman memang guru yang baik, saya dengan anak satu selalu kewalahan untuk membuat anak faham bahwa apa yang dia kerjakan akan lebih baik jika mendapat bimbingan dari orangtuanya, bukan hanya sekedar mengikuti kata teman-temannya atau hanya menuruti kata hatinya.

bagaimanapun juga mengajar itu menyenangkan. senang kalau sudah memberikan apa yang kita tau, lebih senang lagi kalau pelajaran tersampaikan dan diterima dengan baik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.Wr.Wb</p>
<p>&#8220;Jangan protes, Nak. Barangkali karena kami sudah lebih banyak makan garam, Nak. Jadi kami sedikit lebih tahu daripadamu tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Jadi, ayo belajar bersama&#8221;</p>
<p>asamnya kurang mbak&#8230; he..he..he..<br />
pengalaman memang guru yang baik, saya dengan anak satu selalu kewalahan untuk membuat anak faham bahwa apa yang dia kerjakan akan lebih baik jika mendapat bimbingan dari orangtuanya, bukan hanya sekedar mengikuti kata teman-temannya atau hanya menuruti kata hatinya.</p>
<p>bagaimanapun juga mengajar itu menyenangkan. senang kalau sudah memberikan apa yang kita tau, lebih senang lagi kalau pelajaran tersampaikan dan diterima dengan baik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imada</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/15/menjadi-guru-tidak-gampang-tapi-menyenangkan/#comment-3152</link>
		<dc:creator>imada</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 03:49:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=383#comment-3152</guid>
		<description>Assalamu Alaikum,
Salam kenal. Saya Imada. Tahun ini anak saya lulus SMP dan mau daftar Ponpes Pertanian Darul Fallah, Bogor.
Tapi informasi mengenai Darul Fallah kurang sekali,
website-nya pun sekarang expired.
Saya ingin tahu lulusan MAN Darul Fallah diterima di mana saja, IPB? UI? ITB?Dan bagaimana mutunya secara umum. Sebenarnya saya sudah tanya-tanya ke pihak Darul fallah sendiri.
Tapi ingin juga mendengar pendapat dari Ibu Murni. Tolong jawaban ke email address:
imadasep@cbn.net.id

Terimakasih.

Imada</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu Alaikum,<br />
Salam kenal. Saya Imada. Tahun ini anak saya lulus SMP dan mau daftar Ponpes Pertanian Darul Fallah, Bogor.<br />
Tapi informasi mengenai Darul Fallah kurang sekali,<br />
website-nya pun sekarang expired.<br />
Saya ingin tahu lulusan MAN Darul Fallah diterima di mana saja, IPB? UI? ITB?Dan bagaimana mutunya secara umum. Sebenarnya saya sudah tanya-tanya ke pihak Darul fallah sendiri.<br />
Tapi ingin juga mendengar pendapat dari Ibu Murni. Tolong jawaban ke email address:<br />
<a href="mailto:imadasep@cbn.net.id">imadasep@cbn.net.id</a></p>
<p>Terimakasih.</p>
<p>Imada</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dwitagama</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/15/menjadi-guru-tidak-gampang-tapi-menyenangkan/#comment-3147</link>
		<dc:creator>Dwitagama</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 07:44:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=383#comment-3147</guid>
		<description>keep fight</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>keep fight</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yudhistira31</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/15/menjadi-guru-tidak-gampang-tapi-menyenangkan/#comment-3146</link>
		<dc:creator>yudhistira31</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 07:38:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=383#comment-3146</guid>
		<description>guru dan menyenangkan...menarik sekali. memang sangat menyenangkan (mungkin karena sudah fitrah seorang wanita yang mau tidak mau harus bisa menjadi guru, paling tidak buat anak-anak kita...apalagi anak-anak memang banyak memberikan kejutan-kejutan yang sangat luar biasa tanpa diduga...dan tentu saja kita jadi lebih banyak belajar dari anak-anak..salam kenal, saya rajin ngintip di sini..saya tunggu artikel lainnya..
oya, mbak teny itu teny garut-kah?

&lt;em&gt;murni : guru = fitrah wanita ??
wah, ini termasuk berbeda dengan gagasan demitologisasi-nya Pak Tilaar, pakar pendidikan.
beliau berpendapat, bahwa di kalangan kita (Indonesia) ada mitos bahwa yang paling layak menjadi guru adlh perempuan, dan ini lebih disenangi oleh pemerintah karena perempuan bisa digaji berapa saja :D&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>guru dan menyenangkan&#8230;menarik sekali. memang sangat menyenangkan (mungkin karena sudah fitrah seorang wanita yang mau tidak mau harus bisa menjadi guru, paling tidak buat anak-anak kita&#8230;apalagi anak-anak memang banyak memberikan kejutan-kejutan yang sangat luar biasa tanpa diduga&#8230;dan tentu saja kita jadi lebih banyak belajar dari anak-anak..salam kenal, saya rajin ngintip di sini..saya tunggu artikel lainnya..<br />
oya, mbak teny itu teny garut-kah?</p>
<p><em>murni : guru = fitrah wanita ??<br />
wah, ini termasuk berbeda dengan gagasan demitologisasi-nya Pak Tilaar, pakar pendidikan.<br />
beliau berpendapat, bahwa di kalangan kita (Indonesia) ada mitos bahwa yang paling layak menjadi guru adlh perempuan, dan ini lebih disenangi oleh pemerintah karena perempuan bisa digaji berapa saja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dewisang</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/15/menjadi-guru-tidak-gampang-tapi-menyenangkan/#comment-3142</link>
		<dc:creator>dewisang</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 14:55:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=383#comment-3142</guid>
		<description>selamat berjuang di negeri sakura mbk Murni, semangat

&lt;em&gt;murni : matur nuwun&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selamat berjuang di negeri sakura mbk Murni, semangat</p>
<p><em>murni : matur nuwun</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
