Hari ini hawa dingin yang menggigit dan angin kencang yang menerbangkan kertas-kertas dan menarikan sampah-sampah daun dan plastik di udara, tak mematahkan semangat 12 anak yang ikut serta dalam kegiatan PRAMUKA Sekolah Bhinneka.
Kebetulan karena kampus sedang libur musim dingin, maka ruang kelas yang biasa kami pakai untuk belajar tidak bisa dipergunakan, jadilah diputuskan untuk melakukan kegiatan pramuka.
Anak-anak hampir semuanya tidak tahu apa itu Pramuka, sebab mereka juga tidak ikut dalam kegiatan boys scout di sekolah Jepang. Tidak seperti di Indonesia yang mewajibkan kegiatan Pramuka di sekolah sebagai salah satu kegiatan ekstra, kegiatan ini di Jepang menjadi pilihan, dan kadang-kadang bukan bagian dari sekolah, tetapi diselenggarakan oleh lembaga di luar sekolah.
Saya tidak tahu anak-anak SD sekarang di Indonesia, apakah mereka masih ikut serta kegiatan Pramuka Siaga. Tetapi saat saya SD hingga SMA, saya selalu menjadi anggota pramuka aktif. Dan senang sekali bisa mengetahui banyak sandi, gagah rasanya bisa memainkan bendera semaphore, atau meniup peliut sandi morse.
Anak-anak hari ini dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing dibekali sebuah peta, lem, dan alat tulis. Setiap kelompok bebas memberi nama regunya. Namanya lucu-lucu, Regu 1 bernama Regu D (entah apa artinya) anggotanya Jun, Azka dan si kecil Aufa, Regu 2 Dlagen of The Worrier (maksudnya kali The Legend
) anggotanya Rizki, Fikri dan si kecil Alner (tapi Alner kun mengundurkan diri karena kedinginan dan lebih suka dibonceng ayahnya berpatroli hehehe) , Regu 3 bernama Star, anggotanya Shafira, Fariza dan Rayhan, lalu Regu 4 namanya Ichigo (bahasa Jepang strawberry) anggotanya Fira, Alya dan Kirei yang pipinya sampai memerah karena kedinginan tapi tetap setia ikut. Kirei peserta termuda sebab dia masih TK
Ada 5 pos, dan di masing-masing pos, seperti kegiatan pramuka biasanya, anak-anak harus mengerjakan tugas tertentu.Pos 1 adalah sandi morse, pos 2 tentang daya ingat, pos 3 tentang pengetahuan umum dan moral, pos 4 tentang sandi ninja, dan pos 5 tentang tali temali. Saya kebagian menjaga pos 4 dengan tugas memecahkan sandi ninja. Pak Agustan sudah membuat kunci sandinya dan anak-anak dengan menggunakan kemampuan matematika dasar, menjumlah angka sesuai garis sandi kemudian menemukan kalimat yang tertulis, lalu menuliskan jawabannya. Pertanyaannya adalah : Tuliskan nama ayah dan ibumu !
Gampang bukan ? Ya, tapi masih ada anak yang lupa nama ayahnya dan hanya ingat nama ibunya
Anak-anak beberapa tersesat, sebab sebagian besar belum pernah mengitari kampus Nagoya University yang luas sekali, tiba-tiba harus berjalan sesuai peta mencari pos-pos yang dimaksud. Saya agak khawatir dengan beberapa anak kecil, karena angin hari ini kencang sekali, rasa-rasanya bisa menerbangkan mereka
Sesampainya di pos 4 yang saya tunggui, kami minta mereka minum dan makan bekal dulu sebelum menjawab pertanyaan.
Karena tidak tahan lagi dingin yang menusuk, akhir acara kami pindahkan ke dalam ruangan untuk menikmati teh hangat, makanan yang sudah disiapkan ibu-ibu….slurp….lega rasanya
Anak-anak berseru-seru meminta diadakan lagi acara serupa saat kami bagikan bingkisan kecil untuk mereka. Ya, kita tunggu musim semi agar lebih indah pemandangannya dan sejuk hawanya.
Kegiatan pramuka bagi sebagian orang tua mungkin tidak ada gunanya untuk anak, sehingga banyak yang lebih mementingkan untuk mengirimkan anaknya les bahasa atau musik ketimbang ikut pramuka. Tapi, kami orang tua yang mengalami senangnya ikut pramuka dulu sangat ingin anak-anak juga menikmati kesenangan tersebut dan mempunyai pengalaman berpramuka sekalipun tidak seseru di Indonesia





Dulu ikut pramuka jg ni, tp kepaksa karna itu jd kegiatan ekstra yg wajib diikuti klo pengen lulus (apa coba?)…
Tiap ada kegiatan yg judulnya “kemah di luar lingkungan sekolah”, pasti sepanjang acara isinya pingsan all day,
Abisnya, senior2 pade pasang tampang serem tapi ga kliatan serem, plus setel pita suara biar kuenceng kalo treak2 pas di telinga kita, fhew…
makanya si Aci, ga kuat mental
Ho’oh neh…
Waaah, pramuka! Seeng banget! Sampai sekarang, masih hapal dasa darma. bu Murni, hapal gak?
SD di Indonesia udah gak pramuka lagi bu. Mungkin karena udah banyak kegiatan outbond yang lebih kinclong di mata ortu. Entah deh, kalau saya sih mulai sering ngerasa, kita teralu banyak ngekor barat lupa kalau kita sendiri punya kegiatan-kegiatan wokeh. Dokter kecil juga sudah gak kedengeran lagi. Kalau pramuka kayaknya yang masih setia ya MI dan Mts atau pesantren deh…
Di sekolah saya, insya Alah akan dihidupkan lagi. Baru beberapa minggu yang lalu daptar gugus.
horee…hidup PRAMUKA !!
senang PRAMUKAnya dihidupkan lagi,sayang kalo dihapus.
Dasadarma sdh lupa, jd terpaksa kemarin sibuk nyontek di internet, dwidarma untuk siaga: Siaga itu menurut ayah dan ibundanya.
Siaga itu berani dan tidak putus asa
dasa dharma,
Pramuka itu :
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan kesatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil, dan gembira
7. Hemat, cermat, dan bersahaja
8. Disiplin, berani, dan setia
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10.Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
alangkah indahnya deklarasi itu menyatu dalam jiwa
terwujud dalam tindak dan tanduk perbuatan ; adalah
soft skill sudah dilakukan, gak perlu diwacanakan lagi
semoga wahana pendidikan konsep sekaligus praktek berlanjut
menahan gempuran arus gelombang angin barat…
waktu di nz, anak2 pada ikutan pramukanya nz. yang bikin lucu waktu promise, karena salah satu promisenya adalah “To do my duty to my God, to the Queen and my country”…lucu khan ada orang indo disuruh nurut ratu…hehehe
ya…kalo gitu, kita buatkan janji khusus saja u anak2 Indonesia