murniramli

Dokumen tentang Pendidikan di Masa Pendudukan Jepang

In Penelitian Pendidikan on April 24, 2009 at 4:10 am

Tanggal 21 yang lalu saya mendapat kesempatan untuk mempresentasikan disertasi saya di hadapan anggota Research Meeting Comparative Education Nagoya University. Sekitar 4 orang professor dan 30 orang mahasiswa S2 dan S3 menghadirinya, dan saya diberi waktu cukup panjang untuk menyampaikan presentasi, yaitu sekitar 1 jam plus diskusi yang sebenarnya hanya 30 menit, tetapi diperpanjang hingga 1 jam lagi karena masih banyak pertanyaan.

Disertasi saya tentang sejarah pendidikan menengah, khususnya SMA dan sekolah-sekolah sederajat. Saya tertarik untuk menganalisa perubahan perundangan, dan perubahan model persekolahan dari jaman Belanda hingga perundangan 2003. Sebuah cerita panjang dan pekerjaan yang melelahkan, tapi saya berharap tidak sia-sia mengerjakannya. Saya memfokuskan kajian kepada pengonsepan pendidikan umum dan pendidikan kejuruan melalui kajian definisi dalam peraturan hukum, kurikulum dan perubahan pandangan masyarakat pada masa terkait.

Pertanyaan beragam, dan salah satu professor bertanya atau berharap saya lebih mencari tahu tentang pendidikan menengah di jaman Jepang. Sekalipun saya sudah menjelaskan di awal presentasi bahwa pada era ini saya masih perlu mengkaji literatur yang ada.

Dokumen tentang pendidikan jaman Belanda cukup lengkap dituliskan oleh peneliti2 Indonesia, Belanda, Jepang dan Amerika, dll, tetapi dokumen tentang pendidikan pada era pendudukan Jepang tidak cukup banyak, sebagian hanya berbentuk oral history.

Informasi tentang data sekolah dan pendidikan, nomenklatur sekolah, kurikulum, kebijakan pendidikan pada masa Jepang  cukup sulit ditemukan, sehingga buku-buku tentang pendidikan pada masa itu kebanyakan ditulis singkat. Beberapa buku yang ditulis dalam bahasa Jepang menyampaikan hal yang sama dengan yang dituliskan oleh penulis asing ataupun penulis Indonesia. Banyak yang sekedar menukil dari tulisan-tulisan yang ada, dan sebagian besar sama isinya, tentang pendidikan untuk kemenangan perang Asia.

Pengkajian model pendidikan menengah dari jaman Belanda hingga jaman desentralisasi menjadi terputus saat saya kesulitan mendapatkan benang merah antara era Belanda dan era kemerdekaan. Model pendidikan menengah pasca kemerdekaan pada dasarnya mengadopsi model Belanda. Jadi, pertanyaannya adalah : Apakah model pendidikan menengah pada masa Jepang sama dengan masa Belanda atau sama dengan masa kemerdekaan?

Dilaporkan oleh banyak peneliti bahwa sekitar 90% sekolah menengah Belanda dihapuskan oleh Jepang, yang mengakibatkan hanya ada sekitar 20 sekolah SMA pada masa itu. Pernyataan ini kebenarannya perlu dipertanyakan dan dibuktikan.

Beberapa buku yang saya pinjam dari sensei, juga beberapa literatur yang dikutip peneliti lain, saya coba cari di toko buku tua online. Beberapa di antaranya menjelaskan sedikit informasi tentang pendidikan pada masa itu.Saya tidak mengira bahwa tulisan tentang Indonesia pada masa pendudukan Jepang sangat banyak , tetapi hanya sedikit yang menceritakan tentang pendidikan, apalagi tentang sistem pendidikan dan kebijakan terkait.

Sungguh senang karena saya menemukan sebuah buku dokumentasi penting tentang pendidikan di Indonesia masa pendudukan Jepang yang disusun oleh Prof Aiko Kurasawa. Buku yang saya temukan itu berjudul Jawa ni okeru bunkyou gaikyou (爪哇における文教概況)dalam bahasa Indonesia artinya Kondisi Umum Pendidikan di Jawa. Terbitan 1991. Dokumen asli pemerintah militer Jepang  tahun 1943 yang dibahas oleh Ibu Kurasawa dalam buku ini boleh dikatakan satu-satunya dokumen terlengkap yang menuliskan dan merekam kondisi pendidikan pada tahun itu. Dokumen ini diperolehnya dari seorang sejarahwan di Belanda, Dr. Leonard Blusse pada tahun 1989. Dr. Blusse menerima dokumen tersebut dari seorang tentara Belanda yang melawan orang Indonesia pada era perang kemerdekaan (1945-1949).

Dokumen tersebut menjadi informasi yang sangat berharga bagi saya pribadi, dan juga tentunya peneliti yang bergerak di bidang sejarah pendidikan di Indonesia pada masa Jepang. Sayang sekali karena tertulis dalam Bahasa Jepang dengan kanji lama, banyak bagian yang sulit saya baca.

About these ads
  1. [...] Dokumen tentang Pendidikan di Masa Pendudukan Jepang [...]

  2. Saya rasa ini Jawa ni okeru bunkyou gaikyou ini satu-satunya dokumen resmi yang bisa dipakai. Kanjinya memang kanji lama, sehingga itu juga yang membuat saya stop tidak melanjutkan ke S3. Saya juga memakai buku itu sebagai dokumen utama saya, tapi saya berfokus pada pengajaran bahasa Indonesia pada jaman pendudukan Jepang.

    Hakase rombun gambattekudasai.

  3. salam kenal Mba Imelda.
    Ya, kanjinya kanji lama, dan cetakannya tdk sejelas cetakan yg sekarang. Jadi kadang2 ada kanji yg saya tdk bisa cari di kamus.
    Sementara penulisan bab ttg pendidikan menengah jaman jepang sy pending sementara, puyeng…
    Btw, Mba Imel di Osaka daigaku kah ? (sdh saya intip blognya)

    • Saya sudah tidak “meneliti” lagi, hanya sebagai ibu RT dan dosen honorer di Tokyo. Tapi penelitian saya di Yokohama Kokudai tentang pengajaran bahasa Indonesia dalam pendudukan Jepang. Saya sarankan beli kamus kecil yang memuat list kanji lama dengan kanji barunya (duh saya lupa judulnya, barusan saya cari tapi ngga ada di rak buku saya). Mbak Murni punya buku aslinya kan? Agak mahal memang 14.000 yen dari penerbit Ryukeishousha.Kalau pendidikan menengah di buku itu, saya tidak bahas memang, atau sudah lupa …maklum 12 tahun yang lalu sih (mulai baca buku itu th 1994 di program master YNU). hehehhe.懐かしいな。

  4. @Mba Imel :
    Wah, sudah lama sekali ya. Buku itu terbit th 91. Buku yg sekarang sedang sy baca adalah punya Sensei, dipinjemin, rencananya mo beli. Sdh nyari di amazon, ato situs penjualan buku lama. Di amazon sdh ngga ada, di situs lain sy ketemu harganya 14 rebuan, mahal juga, nabung dulu, tp insya Allah beli.
    Sebab kalo punya sensei ngga bisa dicoret-coret, padahal saya sudah gatel pengen nyoret.
    Mba, kamus yg dimaksud judulnya apa ya ? Kalo sdh nemu tulung dikabari ya. Sementara itu saya akan coba tanya-tanya temen Jepang juga. Makasih infonya ya, Mba Imel.

  5. Beberapa waktu lalu sy melihat rakaman video indonesia masa penjajahan Jepang yang diputar di Museum Mandiri. Saya sempat melihat permainan tradisional yang dimainkan anak-anak pribumi tampak sangat menarik. Saya ingin sekali memiliki cuplikan video tersebut, sayang sekali pihak museum tak mengijinkan saya mengkopinya. Andainya ada yang memiliki mohon bisa di bagi pada saya, trims.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 164 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: