murniramli

Samudera Al-Fatihah

In Islamologi, Renungan on September 5, 2009 at 12:43 pm

Surat Al Faatihah berulang-ulang dibaca, pagi, siang, sore, malam…
Tak pernah letih lidah melantunkannya, dan tak pernah pula hilang rasa takjub akan isinya.

Sewaktu membaca awal ayatnya :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Terbayang kasih sayangNya berupa iman dan kesempurnaan fisik, kehidupan yang tenteram…

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji bagi Allah Rabb Penguasa Alam

الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ

Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyang

Pernahkan anda merasakan sebuah kelegaan yang teramat dalam saat membaca ayat ini ? Saya selalu. Seperti halnya manusia pengecut lainnya, saya masih takut menghadapi kematian. Kadang-kadang jika berada sendirian di kamar atau di lab, pikiran buruk sering datang, bagaimana kalau malaikat maut datang ? Karenanya selalu saja perasaan lega membuncah ketika mengucapkan : Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Ya Allah, Engkau masih memberi nikmat hidup hingga detik ini.

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Yang Memiliki Hari Kiamat

Saat membacanya, saya selalu membayangkan jika tiba-tiba langit runtuh dan bumi terbelah, sementara saya belum lagi bersiap-siap dengan bekal.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

KepadaMu kami menyembah dan kepadaMu kami mohon pertolongan

Kalau sedang ada masalah, biasanya saya sangat sentimentil pada bacaan ini. Tak ada tempat mengadu, tak ada tempat meminta pertolongan, tak ada tempat berkeluh kesah kecuali kepadaNya. Sebagaimana ketika saya merasa beban hidup sangat menghimpit, maka Allah seakan mendengar keluhan saya yang teramat pengeluh, dan memang Dia Maha Mendengar.

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Tunjukkan kami ke jalan yang lurus

Keputusasaan menghadapi musibah, kegembiraan menghadapi kesenangan sering menyesatkan. Orang-orang yang tertimpa musibah tidak mengadu kepadaNya, tetapi lebih memilih hambaNya yang dipinjamkan ilmu.Karenanya wajar memohon petunjuk untuk tetap berada di jalan orang-orang yang benar.

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ

Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat

Orang-orang yang telah diberi nikmat merekalah yang dijanjikan baginya kehidupan surga. Maka wajar pula jika kita meminta jalan itu.

غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

Bukan jalan orang-orang yang engkau murkai dan tersesat

Tak ada yang mau memilih kemurkaan Allah seandainya dia tahu bahwa kemurkaan Allah akan membawa kepada kehidupan yang menyiksa kelak. Tapi apalah daya manusia yang lemah, sebab dia diciptakan dalam keadaan lemah dan mudah tergoda, sehingga gampang sekali hati mengikuti orang yang tersesat.

Membaca Al-Fatihah seperti membaca sebuah bacaan yang menggelorakan hati, menyedihkan hati, dan aneka perasaan berkecamuk. Di awalnya kita memuji dengan sepenuh kedalaman hati, di tengahnya kita meyakinkanNya bahwa kita hanya menyembahNya dan mempercayaiNya, dan di akhirnya   kita memohon dengan penuh kerendahan dan ketidaktahuan akan yang benar.

Jika belumlah hati tersentuh dan pikiran takluk dengan bacaan Al-Fatihah, maka bacalah lagi, bacalah lagi, dan bacalah hingga urat syaraf di kepala ikut membacanya.

Renungan hari kelimabelas…..

About these ads
  1. Ass. Punten numpang share. Terimakasih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 171 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: