murniramli

Makalah Kurikulum dan Kompetensi Guru di Jepang (2)

In Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on April 16, 2010 at 11:54 am

3.  Reformasi Kurikulum di Jepang

Kurikulum sekolah di Jepang disusun oleh bagian perencanaan kurikulum yang terdapat dalam Kementrian Pendidikan (MEXT). Panduan kurikulum di sekolah disebut Gakushū shidōyōryō (GS) yang diakui secara hukum, sehingga pelanggaran terhadapnya akan dikenai sanksi hukum. GS merupakan panduan kurikulum untuk SD (shōgakkō), SMP (chūgakkō), SMP-SMA satu atap (chūtōkyōikugakkō), SMA (kōtōgakkō), dan SLB (tokubetsushiengakkō). Sedangkan untuk panduan kurikulum Taman Kanak-Kanak (yōchien) disebut yōchienkyouikuyōryō[1].

Panduan kurikulum yang pernah berlaku di Jepang adalah GS 1947, GS 1951, GS 1961, GS 1971, GS 1980, GS 1992, dan GS 2002. Penamaan tersebut berdasarkan tahun penerapannya di level SD. Sebagai contoh, kurikulum 1947 adalah kurikulum yang disusun dua atau tiga tahun sebelumnya, dan diterapkan secara tuntas di level SD pada tahun 1947. Pengecualian untuk kurikulum SMA yang mengalami pembaharuan juga pada tahun 1956.

Kurikulum yang rencananya akan diterapkan pada dekade selanjutnya adalah GS 2011. Penyusunan dan publikasi kurikulum ini dilakukan tiga tahun sebelum diterapkan. Misalnya untuk reformasi kurikulum SD yang direncanakan akan diterapkan pada tahun 2011 dan SMP yang akan diterapkan tahun 2012, telah terselesaikan penyusunannya pada 28 Maret 2008. Sementara itu kurikulum untuk SMA dan SLB yang akan diterapkan tahun 2013 telah diselesaikan penyusunannya dan diumumkan ke publik untuk mendapatkan masukan pada 9 Maret 2009.

Kurikulum pertama, GS 1947 adalah kurikulum yang banyak dipengaruhi oleh reformasi pendidikan pasca perang (Tabel 1). Beberapa mata pelajaran pada jaman sebelum perang seperti shūshin (mental/spirit education), geografi (chiri) dan sejarah (rekishi) dihapus di level SD[2], dan mapel baru diperkenalkan yaitu IPS dan Jiyūkenkyū (penelitian bebas), serta pelajaran keterampilan (homemaking) diberikan tanpa membedakan jenis kelamin siswa (co-education)[3].

Tabel 1 Gakushūshidōyōryō 1947


Ket : 1 jam pelajaran di SD setara dengan 45 menit, dan di SMP dan SMA setara dengan 50 menit.

Perubahan kurikulum selanjutnya secara ringkas adalah sbb :

a. 1951 :

SD : Total jam 5780 jam, jiyuukenkyuu dihapus,

SMP : Total jam 3045,kaligrafi diganti dg Kokugoka (ilmu bahasa), sejarah nasional digabung dengan IPS, pendidikan olahraga diubah menjadi pendidikan kesehatan (hoikukyouiku), mapel kejuruan diganti mjd kejuruan dan keterampilan (syokugyouka dan kateika)

SMA : bhs Indonesia, IPS umum, pendidikan kesehatan dan OR adalah pelajaran wajib.Mapel dalam kelompok Social studies (IPS), Math, dan IPA, harus dipilih salah satu.

b. 1956 :

SMA : tokubetsukyouiku katsudou (kegiatan pendidikan khusus) dilakukan 3 jam dalam seminggu.

Bhs Jepang I, IPS, Math I, OR, dan pendd.kesehatan adalah mapel wajib.

2 mapel masing-masing dalam kelompok IPS dan IPA adalah mapel wajib.

Bhs Jepang dipecah menjadi bhs Jepang I dan II, literatur kuno.

Matematika dipecah menjadi Math I, Math II, Math III, dan Math Aplikasi.

Kesenian terbagi atas Musik, Seni, craft, kaligrafi.

Mapel bhs asing terdiri atas bhs asing I dan bhs asing II.

 

c. 1961 (Kurikulum Sistematis)

SD : Pendidikan moral ditambahkan sebagai bagian dari eskul. Jumlah total jam belajar adalah 5821 jam/tahun. Jam belajar bhs Jepang, berhitung, IPA dan IPS adlh 3941 jam.

SMP : Total jam belajar 3360 jam/tahun. Pelajaran kejuruan & PKK diubah menjadi pelajaran keterampilan & homemaking. Bhs Jepang, IPS, Math, IPA, Musik, Art, Penddk.Kesehatan, Keterampilan/homemaking adalah mapel wajib. Sedangkan bahasa asing, pertanian, teknik, bisnis, perikanan, homemaking, math, musik, dan art adalah mapel pilihan. Pendidikan bhs asing terdiri dari bhs Inggris, bhs Jerman, dan bhs Perancis.Salah satu di antaranya harus menjadi mapel wajib dari kelas I. Pendidikan moral, seitokaikatsudou (OSIS), club activity, class activity diperkenalkan sebagai eskul.

SMA : Bhs Jepang dibagi menjadi Bhs Jepang modern, Literatur klasik A, Literatur klasik B1, dan Literatur klasik B2 (salah satunya hrs dijadikan mapel wajib).

IPS terdiri dari Logical social, Pemerintahan/ekonomi, sejarah Jepang, Sejarah Dunia A, Sejarah Dunia B, Geografi A, Geografi B.

IPA terdiri atas Fisika A, Fisika B, Kimia A, Kimia B, Biologi, Ilmu Bumi.

Pendidikan Seni terdiri atas, Musik I, Musik II, Art I, Art II, Craft I, Craft II, Kaligrafi I, dan Kaligrafi II.

Pendidikan bhs Asing : Bhs Inggris A, Bhs Inggris B, Bhs Jerman, Bhs Perancis, Mapel terkait bhs asing lainnya.

Homemaking disederhanakan menjadi general homemaking saja, dan diwajibkan untuk siswi. Penjurusan dibagi dua yaitu, General course dan vocational/ music/ art course.

d. 1971 (Kurikulum Modern)

SD : Tdk ada perubahan. Total jam belajar 5821

SMP : Total jam belajar 3535 (meningkat dibandingkan sebelumnya)

SMA : Bhs Jepang : Bhs Jepang modern, Literatur klasik I.1, literatur klasik I.2, Literatur klasik II.

Mapel IPS : logical social studies, pemerintahan/ekonomi, sejarah jepang, sejarah dunia, Geo A dan Geo B.

Math : General Math, Math I, Math IIA, Math IIB, Math III, Math Aplikasi.

IPA : IPA dasar, Fisika I, Fisika II, Kimia I, Kimia II, Biologi I, Biologi II, Ilmu Bumi I, Ilmu Bumi II.

Seni : Musik I, II, dan III, Art I, II,  dan III, Craft I, II dan Craft III, Kaligrafi I, II, dan III.

e. 1980 (Kurikulum Yutorikyouiku)

Yutorikyouiku : Mengurangi konten pembelajaran

SD : Mapel tidak ada perubahan. Kegiatan non mapel : pendidikan moral, kegiatan kesiswaan, club aktivitas, aktivitas kelas. Total jam belajar berkurang menjadi 5785 jam/tahun

SMP : Mapel tidak berubah. Total jam belajar berkurang menjadi 3150 jam/tahun

SMA : Kelompok bahasa Jepang : Bhs Jepang I,Bhs Jepang II,Ekspresi bhs Jepang, Literatur modern,Literatur Klasik.

IPS : Masyarakat Modern, Sejarah Jepang, Sejarah Dunia, Geografi,Ronri (logic)、Pemerintahan/Ekonomi.

Matematika : MathI,Math II, Aljabar/Geometri,Analisa Dasar, Kalkulus/integral kalkulus, probabilitas statistic.

IPA : IPA I,IPA II,Fisika,Kimia, Biologi, Ilmu Bumi.

Kesenian : Musik I,Musik II,Musik III,Art I,Art II,Art III,Craft I,Craft II,Craft III,Kaligrafi I,Kaligrafi II,Kaligrafi III.

Bahasa Asing : Bhs Inggris I, Bhs Inggris II, Bhs Inggris IIA (Oral Communication),Bhs Inggris IIB (Reading),Bhs Inggris IIC (Writing),Bhs Jerman,Bhs Perancis,dan Mapel terkait bhs asing.

Diperkenalkan istilah futsuukyouiku ni kansuru kamoku (mapel terkait general education), dan senmon ni kansuru kamoku (mapel terkait dengan jurusan).

f. 1992

SD : Total jam belajar 5785, IPA dan IPS dihapus di kelas 1 dan 2, dan diganti menjadi Seikatsuka (Kehidupan sehari-hari).

SMP : Total jam belajar 3150

SMA : Penggolongan mapel baru yaitu Chiri rekishika (Geografi sejarah), dan kouminka (Kewarganegaraan) yang keduanya merupakan pemecahan mapel IPS.

g. 2002

Diperkenalkannya Sōgōtekina gakushū jikan (jam integrated course) dan istilah ikiru chikara (kemampuan hidup). Penerapan 5 hari sekolah.

SD : Total jam belajar per tahun 5367 jam,

SMP : Total jam belajar per tahun 2940 jam. Bhs Inggris menjadi mapel wajib.

SMA : Mapel IT

Tabel 2 Kurikulum SD tahun 2002

Tabel 3 Kurikulum SMP 2002

Tabel 4 Kurikulum SMA 2002

[1] TK di Jepang lebih cenderung merupakan lembaga pengembangan dan pelatihan kebiasaan sehari-hari, oleh karena itu pendidikan di level TK bukanlah pengajaran (gakushū), tetapi lebih tepat disebut kyōiku (pendidikan)

[2] Mapel ini diberikan pula di Kokumingakkō (Sekolah Rakyat) di Indonesia pada masa pendudukan Jepang.

[3] Homemaking pada masa sebelum PD II diajarkan terpisah, sebagaimana kita ketahui SD, SMP dan SMA pada masa pendudukan Jepang di Indonesia juga menerapkan sistem pemisahan siswa dan siswi.

About these ads
  1. Terima …kasih informasi yang sangat bermanfaat ..ini …mohon izin untuk disimpan …agar dapat dibaca kembali…dengan seksama..

  2. assalamu alaykum
    ibu murni ramli, minta izin saya mengambil beberapa artikel di blog anda. Dalam menjalani tugas sehari-hari, seakan2 tiada habisnya persoalan pendidikan di indonesia. namun pada kesempatan ini saya, ingin banyak mendapat masukan tentang seputar guru di jepang dan sistem pendidikan dan pembinaannya. seperti yang ibu murni ketahui, di indonesia sdh ada UU guru dan dosen. konsekuensi dr UU itu, adalah sertifikasi ; ada 2 model . pertama fortofolio, guru hanya mengumpulkan kertas@ sertfikasi pelatihan2 u/ sertifikasinya. kemudian yang kedua, PLPG , pelatihan 2 pekan-sebulan.

    sekarang sedang dirintis PPG (Pendidikan pprofesi guru) 1 tahun. bisa dikuti lulusan FKIP (dulu IKIP)/ dan non kependidikan. seperti hasilnya, blm jelas.

    barangkali kalau lulusan LPTK negeri masih bisa berharap, krn sekarangpun animo lulusan SMA untuk menjadi guru semakin baik. tapi, lulusan LPTK swasta, entah…. bagaimana kalau mrk tdk bisa masuk PPG, bagaimana kalau terjadi juala beli kursi di PPG, hal ini mungkin terjadi karn biayanya sekitar 10jt – 15 jt.

    saya pengin banyak informasi ttg guru dan sistem pendidikannya di Jepang….

    sementara itu dulu, masih banyak yg ingin share ttg sistem pendidikan di Jepang….

  3. assalamu alaykum,
    ibu murni yang baik,
    kita di indonesia juga sedang menyiapkan RUU perbukuan, mungkin kalau ada waktu untuk memberikan masukan, saya akan sangat berterima kasih. cakupannya tdk hanya buku pelajaran sekolah, tp lebih pada industri perbukuan. bagaiamana jepang mengatur dan memfasilitasi rakyatnya, seputar perbukuan…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 169 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: