murniramli

Bagaimana gambar anak-anak Indonesia di Jepang ?

In PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Jepang, Pendidikan pra sekolah, Penelitian Pendidikan, SD di Jepang, Serba-serbi Indonesia, Serba-Serbi Jepang, Taman Kanak-Kanak on Februari 13, 2011 at 2:52 pm

Sejak minggu lalu, alhamdulillah saya sudah mulai mengerjakan penelitian mandiri tentang kemampuan menggambar anak-anak Indonesia di rantau. Kemarin sambil mengadakan pengajian, saya membawa kertas gambar dan meminta beberapa anak untuk menggambar. Dua orang Ibu dengan semangat membawakan hasil lukisan anak-anaknya. Saya sangat berterima kasih.

Di hoikuen (daycare) di Jepang, para guru pengasuh biasanya akan memberikan bundel lukisan/coretan anak sejak dia masuk lembaga sampai dia lulus. Masing-masing lembaran gambar dilengkapi dengan keterangan usia anak dan penjelasan tentang perkembangan kemampuan menggambarnya. Komentarnya misalnya, si anak belum bisa memegang pensil gambar dengan baik, sehingga gambarnya berupa coretan patah-patah; anak sudah bisa membuat lingkaran-lingkaran, dsb.

Lalu pembicaraan kami sore kemarin juga menyinggung kenapa anak-anak Indonesia dulu dan sekarang mempunyai gambar dengan model  yang sama, dua gunung, matahari nongol di tengahnya, jalan di tengah mengapit dua petak sawah. Burung digambar dengan bentuk seperti huruf M. Mengapa anak-anak se-Indonesia mempunyai cara menggambar yang sama ?

Saya tidak menemukan jawabannya. Tetapi kalau mau ditebak-tebak akar masalahnya mungkin bisa ditelusuri. Satu hal yang mesti diselidiki adalah sejak jaman kapan cara menggambar itu muncul di Indonesia ? Apakah sejak jaman Belanda ? jaman Jepang ? jaman Pak Karno atau jaman Pak Harto ? Bagaimana cara menyelidikinya ? Bisa tanya kakek nenek, ayah ibu, atau cari buku2 menggambar jaman baheula, cek isinya :-)

Yang kedua, wawancarai wali-wali kelas SD dulu (yang sudah sepuh) bagaimana pendidikan menggambar yang beliau tempuh dulu? Perlu dicurigai pendidikan guru SD terutama tentang pelajaran kesenian. Seperti apa kurikulum pendidikan guru, khususnya untuk pelajaran menggambar.

Saya tidak ingat apakah dulu di TK dan SD, guru saya mengajarkan untuk menggambar hal yang sama, sebab saya ingat saya pernah menggambar angsa, bunga, buah, tetapi kebanyakan memang dua gunung :-) Saya tidak pernah menggambar orang di SD, SMP dan SMA, karena tidak PD dan yakin pasti dikomentari jelek oleh guru :-) Pernah sekali saya menggambar orang sedang duduk memancing dari arah punggung, jadi tidak terlalu detil.

Anak-anak usia 0 th hingga 11 th yang saya minta menggambar minggu lalu, tak ada satupun yang menggambar dua gunung, seperti template anak-anak Indonesia. Kebanyakan anak perempuan menggambar anak perempuan tetapi dengan pola yang sama seperti kebanyakan anime di Jepang. Anak laki-laki menggambar anak laki-laki dan tampak lebih kreatif. Berikut ini paparan sementara hasil menggambar anak-anak yang saya lakukan di dua tempat, di masjid Honjin Nagoya dan Sekolah Bhinneka.

Penelitian ini sebenarnya lebih lanjut ingin mempelajari imajinasi menggambar yang diduga disebabkan karena lingkungan,kebiasaan di rumah, dan tentu saja bakat anak. Obyek penelitian adalah anak-anak Indonesia yg tinggal di Jepang berumur 0-6 th. Tapi secara tidak sengaja, hari ini ada peserta siswa Jepang, dan juga anak yg berusia lebih dari 6 th.
Saya agak terkejut dengan pola yg hampir sama yang digambar anak-anak perempuan berusia di atas 6 th (peserta hari ini 11 th, 10 th, 8 th, Salsabila, Izzah, Nisa, Kirei dan Rani).
a. Hampir semuanya menggambar anak perempuan dengan rambut dikepang atau dipita dg pipi kemerahan, dan mata bulat hitam dg bulu mata lentik. Hanya ada satu anak yg tidak menyertakan orang dalam gambarnya (Izzah).Dia menggambar rumah, jalan dan pohon.
Nisa menggambar anak perempuan dengan dada agak membesar seperti payudara. Tentunya Nisa sudah menyadari bahwa anak perempuan akan memiliki perkembangan ukuran dada. Anak yg lain menggambar dada rata :-)
b. Semua anak perempuan digambar dengan memakai rok pendek, dan ada yg bercelana sambil memakai rok.
c. Mereka menyertai gambar dg matahari yang penggambarannya polanya sama, yaitu lingkaran dan sinar-sinar, tetapi warnanya berbeda. Dua anak menggambar matahari dengan warna merah, satu orang dg warna oranye, dan satu lagi kuning. Selain matahari, umumnya ada binatang, pohon, dan anak-anak sudah bisa membedakan ada tanah dan mereka berdiri di atas tanah. Mereka menggambar kaki dan tangan, dan semua anak dalam posisi berdiri. Langit digambarkan berwarna biru dan awan putih atau kuning tipis, sekalipun mataharinya berwarna merah :-) Mungkin anak-anak belum bisa membedakan warna matahari sebenarnya ketika terbit, terbenam atau ketika di siang bolong, dmk pula perubahan warna langit.
Saya mengusulkan sekali-kali anak-anak diajak melihat matahari terbit dan terbenam, serta matahari pas tepat di tengah2 :-)
Tanah umumnya digambar dengan warna coklat, krem dan hitam, dan pohon dengan batang coklat dan daun hijau. Barangkali akan lain gambarnya kalau mereka disuruh menggambar pada musim gugur. Untuk kelompok ini, saya menduga jika tidak ada perlakuan dan pembiasaan khusus, maka jika saya suruh menggambar sebulan atau dua bulan atau setahun lagi, mereka akan tetap menyertakan anak perempuan dalam gambarnya, dengan detil gambar yg mungkin lebih bagus, misalnya kaki ramping, dan sepatu bagus. Oya, Nisa menggambar anak perempuan memakai sepatu boot atau mungkin kaus kaki panjang, dan menulis, ini musim panas. Lalu, Nisa juga menggambar obake (hantu) dan teman-temannya. Ini menarik karena Nisa menggambarkan hantu dalam rupa yang lucu-lucu, dan warna-warna yang dipakainya cerah sekali. Wajah obake yang dibuatnya sama sekali tidak menakutkan, lebih mirip obake dalam komik dan kartun Jepang. Mungkin karena Nisa belum pernah melihat obake :-)
2. Kelompok 4 th ~6 th perempuan (Winda, Aimi, Zahra, dan Chieko)
- Rata-rata menggambar anak perempuan sama seperti kelompok 6 th ke atas. Bedanya hanya mereka belum sempurna menggambar tangan, dan yg menarik mereka menggambar rambut anak panjang dan berpita. Gambar anak perempuan seperti anime (sama seperti kelompok atas), kecuali dua orang anak yg menggambar anak perempuan dg  wajah tertawa riang.
- di dalam gambar ada binatang, tanda bintang-bintang, love, dan pita-pita (Winda)
- di dalam gambar jg ada awan dan matahari. Aimee menggambar awan dg warna biru. Tentunya dia menyamakan awan dan langit. Tetapi Winda menggambar awan dg warna kuning dan ungu.
-Zahra dan Chieko menggambar hal yang sama, seorang anak perempuan yaitu Zahra bilang itu Chieko dan sebaliknya Chieko bilang yang dia gambar adalah Zahra. Lalu ada usagi chan dan kuma chan yang benar-benar sama. Entah siapa yg terpengaruh dan siapa yg berpengaruh, tetapi bisa disimpulkan anak-anak mungkin punya image yg sama ttg usagi (kelinci) dan kuma (beruang).
- Kaki digambar kelihatan di dalam sepatu (sepatunya transparan) (Zahra), dan Chieko menggambar sepatu saja tanpa detil kaki.
-Winda menggambar tangan dalam bentuk bunga berkelopak tiga. Aimee dan Zahra juga menggambar tangan tiga jari. Sementara Chieko 4 jari.
3. Kelompok menjelang 6 th anak laki-laki (Rizky dan Dafa).
-Menggambar anak laki-laki, dengan rambut sedikit di bagian kepala. Semua menggambar rambut dengan pola poni bergerigi.
- Melengkapi gambar dengan mainan bell breedo (ini ejaannya saya tidak tahu) atau bola baseball. Dafa beberapa kali menggunakan penghapus. Ini artinya barangkali sudah muncul ketidakpercayaan diri. Pertama dia menggambarkan dua anak laki-laki (Akira dan Dafa) sedang bermain bell breedo, lalu bell breedo dihapus, diganti dengan baseball, dan ada seperti pemukul baseball yang juga dihapusnya. Pohon digambarnya kecil dan orang dalam ukuran besar. Penggambaran sepatu dan kaki seperti Zahra. Dafa sdh bisa menggambarkan mata melirik atau saling melihat.
Rizki menggambar dirinya dan temannya Ichigo kun (dalam perjalanan ke Bhinneka saya semobil dengan Rizki, dan dia sempat memperkenalkan Ichigo kun. Ketika di masjid dia menggambar pichaccu dan mizumaru, dan beberapa gambar kepala anime yang salah lalu dicoret-coretnya dengan warna hitam. Di Bhinneka, karena mungkin duduknya bersebelahan Akira, dia menggambar dua anak laki-laki,yaitu dia dan temanya., Ichigo kun. Keduanya sedang bermain bell breedo. Tangan digambarkan dengan panjang yang masih belum seimbang proporsinya. Rizky menggambar dirinya dengan wajah seperti marah, dan Ichigo kun tersenyum.
Dafa dan Rizky sudah menambahkan gambar telinga, alis, dan biji mata, juga gigi (ini menunjukkan dia sudah mulai detil memahami struktur wajah). Yg menarik, pada gambar Dafa ada dua bentuk seperti bunga di leher anak yg digambarnya. Saya tdk tahu itu apa.
4. Kelompok 4 th (David, Faiz, Avicen, Akira )
-Semua menggambar anak laki-laki, kecuali Faiz yg menggambar bunga dalam bentuk garis-garis melingkar berwarna biru, merah, kuning, oranye, coklat. Lingkarannya tidak bertemu ujungnya.
Anak laki-laki yg digambar Akira hanya berupa kepala dan mirip kepala yang digambar kakaknya, Dafa. Dafa sedikit memberi bantuan kepada adiknya ketika menggambar mata. Tetapi gambar Akira lebih menunjukkan usianya. Kaki orang digambarnya dengan garis lurus, dan tangan dua yang digambarnya muncul dari kepala bawah. Jari tangan berupa garis-garis sejumlah 4/5 dan 6. Gambarnya banyak terpengaruh gambar kakaknya.
-David menggambar dirinya dengan bentuk yg unik. Kepala dan mata dua, serta tangan yang menjulur dari kepala. Lalu badan lurus memanjang dan kaki berupa garis kecil dua. Dia juga menggambar pesawat terbang yang bentuknya seperti orang melayang.
-Avicen menggambar pohon dengan batang coklat ,daun hijau, dan tanah coklat. Matahari berwarna kuning dan dirinya berupa kepala  dan badan lalu sepatu berupa bulatan lonjong abu-abu, menyerupai gambar anime. Sudah ada mata.
-Anak-anak pada kelompok ini umumnya belum bisa membedakan ada tanah permukaan dan manusia berdiri di atasnya. Seperti gambar David, dirinya dia gambarkan dalam posisi melayang seperti pesawat terbangnya.
5. Kelompok di bawah 2 th ~3 th (Fariz, Irvan, Akira , Aishah deska)
-Anak-anak sudah bisa memegang alat tulis meskipun belum benar.
-Lukisan berupa garis-garis lurus, melengkung.
-Irvan sudah bisa membuat lingkaran tetapi belum bertemu tepat ujungnya. Irvan menggambar 3 kali. Gambarnya di masjid (pertama kali) adalah yang paling mewakili. Lengkungan membentuk huruf e kecil sudah halus, dan kebanyakan berwarna merah, dia juga memasukkan angka 1 dan 4 dalam gambarnya. Garis lengkung-lengkung dengan warna hijau katanya pohon, lalu lengkungan yang berwarna coklat dan hitam dia katakan sebagai jalan dan ada rumah.
Ketika menggambar di Bhinneka, dia masih menggambar hal yang sama, kelihatannya Irvan mulai capek dan bosan.Garis-garis kaku berwarna hijau, biru dan ungu, sedikit pink, dengan penjelasan yg sama :  jalan dan pohon. Irvan sudah bisa berbicara sempurna.
-Fariz mencoret garis-garis patah-patah berwarna merah dengan tekanan kuat, katanya gambar helikopter. Dia mulai menggambar lengkung dan membentuk lingkaran besar, tetapi tak bertemu ujungnya. Dia menggambar dua kali, satu lagi gambar pintu kereta (dia menamakannya kan kan) dg warna coklat dan mulai melengkung gambarnya. Fariz masih belum bisa berbicara sempurna.
-Akira menggambar coretan melengkung yg dicoret berulang2 dua arah. Akira juga menggambar titik-titik dan garis patah. Ini hampir sama dengan gambar Aisha deska. Mereka dengan coretan berulang itu mulai mengisikan warna pada bentuk yg dibuat.
6. Kelompok 1 th ke bawah (Ryuusei dan Aisyah Mba Ulfa)
Gambar Ryuusei juga berupa garis patah-patah, melengkung tetapi bukan coretan berulang seperti gambar Akira dan Aisha deska. Titik-titik juga banyak. Gambar Aishah berupa garis-garis patah dan melengkung dan titik-titik, hampir sama dengan gambar Ryuusei, tetapi coretannya mulai ada yang dua arah (bolak-balik).

Selama menggambar, orang tua dan guru tidak diperkenankan memberikan masukan, komentar atau interupsi apapun. Setelah gambar selesai, saya menanyai masing-masing anak dan mereka bercerita tentang gambarnya.

Karena masih berjalan, saya belum bisa mengambil kesimpulan apa-apa tentang kemampuan gambar anak-anak Indonesia di Jepang. Tetapi paparan di atas menunjukkan anak-anak memiliki pola gambar yang serupa dan imajinasi kebanyakan meniru anime.

Kegiatan menggambar selanjutnya akan dilakukan pasca mengajak mereka bermain di taman. Karena sekarang masih musim dingin, maka acara bermain di luar tidak bisa dilakukan. Perlu menunggu udara agak hangat :-)

About these ads
  1. Sekarang udah gak jaman gunung kembar. Seinget saya, sejak pertama kali ngajar 6 tahun yang lalu baik TK maupun SD gambar anak-anak udah beragam.

  2. ibu, mohon maaf mau tanya. apakah di Jepang ataupun negara “maju” lainnya ada metode seleksi untuk mengetahui bakat sejak dini, sehingga bisa mencetak banyak orang yang ahli di bidang masing-masing yg sesuai bakatnya tersebut? bagaimana mereka melakukannya? terima kasih banyak, saya menilai ini sangat penting

  3. Maksud saya, di sana penjurusan kan beragam. bagaimana cara mereka memilih jurusan sejak dini agar benar-benar sesuai dengan bakatnya? saya penasaran bagaimana mereka bisa memiliki banyak ahli dengan prestasi hebat? Apakah Indonesia bisa begitu juga?
    sekali lagi terima kasih.

    • @Eko ms : Sebenarnya di sekolah negeri tidak ada cara khusus untuk memilih jurusan. Anak-anak dibebaskan memilih jurusan yang diminatinya berdasarkan minat, dan juga nilai-nilai akademiknya. Guru wali kelas biasanya membantu mereka untuk memilih jurusan.
      Banyaknya ahli dengan prestasi hebat, saya kira bukan saja disebabkan karena pemilihan jurusan sejak dini, tetapi karena semangat kerja tinggi dan tidak mudah menyerah. Mereka selalu bekerja dan menghasilkan sebuah karya tanpa mengharapkan adanya penghargaan berupa uang, tapi untuk kepuasan pribadi dan kepuasan konsumen jika karyanya dinikmati orang lain.
      Jadi, ketekunan untuk menguasai sesuatu, suka bekerja itu yg menjadi kunci banyaknya ahli-2 hebat di Jepang

  4. Sebaiknya anak-anak juga diberi pengarahan bahwa kalau sudah dewasa nanti tidak boleh menggambar makhluk hidup lagi, karena hukumnya haram.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 164 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: