Coba ambil beberapa botol plastik minuman yang masih baru, dan perhatikan bentuk tutupnya. Apakah anda menemukan hal yang menarik ? Mungkin tidak ada bedanya. Tutup botol minuman biasanya terdiri dari dua bagian, satu bagian yang menempel di leher botol dan satu lagi yang bisa dilepaskan dari botolnya. Read the rest of this entry »
Archive for the ‘Belajar Kepada Alam’ Category
Tutup botol dan aging society di Jepang
In Belajar Kepada Alam, Serba-Serbi Jepang on November 1, 2009 at 1:23 pmWasureta koto : Hal-hal yang terlupakan
In Belajar Kepada Alam, Renungan, Serba-Serbi Jepang, Serba-serbi Indonesia on Oktober 20, 2009 at 1:46 amKemarin siang saya mengajar bahasa Indonesia di sebuah universitas swasta. Dalam bahan percakapan yang kami baca ada sebuah sesi menarik tentang kerumunan orang-orang di sekeliling penjual obat. Mahasiswa-mahasiswa Jepang tidak akan tahu fenomena ini jika tak diceritakan. Maka saya mulai bercerita sambil membayangkan asyiknya menonton penjual obat yang berbusa-busa mulutnya menawarkan obatnya yang mujarab. Menonton penjual obat tidak terlalu sering saya lakukan dulu di masa kanak, tetapi kalau diajak ke pasar dan ada penjual obat, maka saya kadang-kadang ikut berkerumun. Read the rest of this entry »
Bersahabat dengan bencana
In Belajar Kepada Alam, Serba-Serbi Jepang on Oktober 8, 2009 at 8:10 amTidak ada yang mengharapkan bencana, tetapi tidak ada pula yang bisa menolaknya. sejak tanggal 7 Oktober, taifun nomor 18 mendatangi daratan Jepang dan menumbangkan pepohonan, merobohkan jembatan, menggelindingkan truk. Taifun yang merupakan taifun terbesar sejak 10 tahun terakhir ini mulai mendarat di wilayah Aichi perfektur dan selanjutnya bergerak perlahan di sepanjang daratan Jepang. Read the rest of this entry »
Gempa dan Rumah Tahan Gempa
In Belajar Kepada Alam, Serba-Serbi Jepang, Serba-serbi Indonesia on Oktober 5, 2009 at 1:25 amPeristiwa gempa yang terjadi di Padang disiarkan setiap hari di NHK dalam berita pagi, siang, malam. Kami yang berada di Jepang tak bisa berkata apa-apa melihat kehancuran yang teramat parah. Read the rest of this entry »
Melawan Nyamuk
In Belajar Kepada Alam, Sains, Serba-Serbi Jepang, Serba-serbi Indonesia on Agustus 14, 2009 at 3:36 amBagi yang sering bangun pagi dan menyempatkan menonton berita NHK jam 5 pagi, pasti akan sempat melihat acara “machikado” (街角= sudut kota). Acara ini selalu menampilkan penemuan-penemuan baru yang menarik di Jepang. Read the rest of this entry »
Doktor yang berjiwa doktor
In Belajar Kepada Alam, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, Renungan on Januari 9, 2009 at 11:30 amPak Tuswadi peserta TT di Aichi Kyouiku Daigaku tanpa sadar telah memberikan saya pelajaran yang berharga kemarin tentang sesuatu yang sangat dalam. Saat saya berbincang dengan seorang kawan yang hendak masuk program doktor, Pak Tuswadi tekun mendengarkan dan mencatat di buku kecilnya apa-apa yang kami diskusikan. Saya kemudian bercanda, kenapa menulis semuanya seperti wartawan yang menginterview saya ? ![]()
“Ya, supaya saya juga bisa belajar”, katanya. Lalu, kalimat selanjutnya, “Benar kata ibu saya : kamu itu meskipun S2 tapi pikiranmu masih S1, meskipun S3 tapi pikiranmu masih S1, ngga ada gunanya !”, begitu kira-kira yang saya ingat. Read the rest of this entry »
Padi, Beras, Nasi
In Belajar Kepada Alam, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang on Desember 1, 2008 at 11:11 amKetika petinju Kameda dikirim ke Mexico untuk berlatih secara terpisah dari ayahnya yang semula menjadi pelatihnya, beberapa bulan sesudahnya seorang wartawan mewawancarainya, apa yang paling ingin dimakannya saat ini ? Dengan polosnya dia menjawab, “gohan”, nihon no gohan. Read the rest of this entry »
Memotret dan Stress
In Belajar Kepada Alam, Serba-Serbi Jepang on November 15, 2008 at 1:04 pmMinggu depan teman-teman PPI Nagoya akan jalan-jalan ke Kouranken, Seito, sebuah tempat paling menarik untuk menyaksikan musim gugur di Jepang. Acara tersebut diikuti oleh sekitar 49 orang peserta (termasuk bayi), dengan tema utama kegiatan untuk mengasah kepandaian memotret. Read the rest of this entry »
Menghargai penganan tradisional
In Belajar Kepada Alam, Serba-Serbi Jepang on Oktober 27, 2008 at 4:02 amSetiap bangsa memiliki kekhasan dalam makanannya. Bahkan dalam skala yang lebih kecil, setiap suku memiliki makanan tradisional. Daerah kelahiran saya, Bone terkenal dengan “barobbo, baje utti, bolu peca, lawa’, pallumarang, barongko,tumpi-tumpi”. Makanan ini ada yang menjadi makanan khas pada saat kendurian ataupun ada yang menjadi makanan kecil di acara minum teh di sore hari. Read the rest of this entry »
Belajar di kebun buah
In Belajar Kepada Alam, Pendidikan Jepang, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang on Oktober 16, 2008 at 11:37 amKemarin di mail box saya temukan koran kota Nagoya yang biasanya langsung saya buang karena informasinya melulu iklan. Tapi kali ini saya iseng melihat halaman belakang yang kadang-kadang isinya tentang kreasi baru orang Nagoya. Halaman belakang penuh dengan foto-foto anak-anak yang sedang memegang buah. Read the rest of this entry »
Lihat lagi !
In Belajar Kepada Alam, Pendidikan Jepang, SD di Jepang on Oktober 6, 2008 at 11:11 amMusim panas yang lalu saya menangkap seekor semi (cicadas) atau tonggeret yang getaran timbals, sebuah struktur yang ada di dekat perutnya menimbulkan bunyi sangat berisik di musim panas.
Semi itu rencananya akan saya jadikan bahan belajar Sekolah Bhinneka. Read the rest of this entry »
Berhentilah makan sebelum kenyang
In Belajar Kepada Alam, Renungan on Agustus 23, 2008 at 7:17 amKira-kira seminggu lagi orang-orang Islam harus mengerem tabiat makannya. Teman-teman asing saya sudah mulai bertanya-tanya apakah tidak akan mati jika tidak makan separuh hari ? Saya seperti biasa selalu menjawab : orang yang makan tiga kali sehari saja mati !
Read the rest of this entry »
Jangan cuma mengatakan jangan !
In Belajar Kepada Alam, Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang on Juli 28, 2008 at 2:42 pmTulisan kali ini lagi-lagi cerita tentang pendidikan anak TK di Jepang yang kemarin saya saksikan di TV.
Tiga hari yang lalu, sekitar jam 12 malam saya tiba di rumah, badan rasanya penat sekali. Seperti biasa mandi air hangat dan minum susu akan menyenyakkan tidur. Tapi tidak kali ini, karena udara gerah Nagoya. Saya tidak bisa tidur hingga pukul 1.00 dinihari. Untuk melawan mata yang masih melek, saya setel TV dan ada acara siaran ulang diskusi pendidikan TK di sebuah channel TV. Read the rest of this entry »
Definisi kata cerdas- Memaksa untuk mencintai belajar (part 2.)
In Belajar Kepada Alam, Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Juli 21, 2008 at 11:33 amDalam tulisan sebelumnya saya telah kemukakan tentang pengonsepan ulang kata cerdas dalam ranah tujuan pendidikan dan pengajaran. Bagaimana bentuk aplikasinya, berikut ini akan saya paparkan yang sekarang terlintas di kepala
Artinya, konsep ini sangat mungkin untuk ditolak dan ditambahi. Read the rest of this entry »
Murid bukan kuda, tetapi sapi
In Belajar Kepada Alam, Renungan on Maret 17, 2008 at 1:15 pmSaya bersyukur setiap hari mendapat pelajaran berharga dari apa saja yang saya temui. Termasuk kalimat di atas. Kalimat itu bukan untuk membinatangkan murid, tetapi saya ingin mengisahkan bagaimana filsafat pendidikan yang saya pelajari hari ini. Read the rest of this entry »
Indian summer dan Koharu biyori
In Belajar Kepada Alam, Renungan on November 27, 2007 at 5:41 amSelama 2 hari ini udara di Nagoya mendadak menghangat. Suhu yang pekan lalu drop hingga 10 derajat di siang hari dan mendekati 5 derajat di pagi hari, akhir-akhir ini naik menjadi 17 derajat di siang hari dan 9 derajat di malam hari. Suhu yang mendadak naik dan menimbulkan kehangatan sejenak ini disebut koharu biyori (小春日和). Kalau melihat kanjinya, 小=ko berarti kecil, 春=haru berarti musim semi, 日=bi berarti hari, 和=yori berarti nyaman, jadi artinya musim semi yang nyaman dan singkat. Berlangsung sekitar 2-3 hari di musim gugur、biasanya bulan Oktober atau November. Read the rest of this entry »
Kampanye makan buah
In Belajar Kepada Alam, Pendidikan Indonesia, Renungan on November 17, 2007 at 12:04 pm
Judul tulisan ini terlalu mengada-ada barangkali, tapi saya terpikir mengkampanyekan acara makan buah di rumah dan di sekolah karena sekarang sedang musim gugur di Jepang dan harga jeruk sedang murah. Jadi, setiap hari saya makan 3-5 butir jeruk. Jeruknya memang kecil-kecil tapi manis. Read the rest of this entry »
Menaklukkan Gunung Fuji
In Belajar Kepada Alam, Serba-Serbi Jepang on September 25, 2007 at 1:19 pmTeman-teman saya di Nagoya ternyata orang-orang hebat yang tak mudah menyerah. Keinginan mendaki gunung fuji dan melakukan sholat tarawih di puncaknya tadinya saya pikir hanya usulan iseng pak ketua kami. Ternyata itu tidak hanya iseng, tapi beliau sudah menelepon pihak MURI dan menanyakan kemungkinan melakukan sholat tarawih tertinggi saat equinox day dan dicatat sebagai rekor di MURI-nya Pak Jaya Suprana !! Read the rest of this entry »
Anak-anak SD turun ke sawah
In Belajar Kepada Alam, Manajemen Sekolah, Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang on April 2, 2007 at 12:59 amKemarin, sembari beres-beres kardus-kardus pindahan, saya sempat menyaksikan program menarik di NHK. Judul programnya : 発見!田んぼのいのち~こどもたちの農漁業体験 (hakken ! tanbo no inochi~kodomotachi no nougyogyoutaiken) yang kalau diterjemahkan kira-kira berarti : Temukan, makhluk hidup di sawah! Praktek bertani untuk anak). Read the rest of this entry »
Pasukan semut pagi-pagi
In Belajar Kepada Alam, Serba-Serbi Jepang on Maret 20, 2007 at 4:52 amDalam perjalanan menuju stasiun Minato Kuyakusho dari dormitori saya, sekitar 2 atau 3 kali seminggu selalu saya jumpai ibu, bapak dan anak dalam kelompok secara tersebar di dekat stasiun.. Dulu saya tidak pernah menemui mereka. Apa yang mereka kerjakan di pagi buta begini ? Read the rest of this entry »
Menjadi nomor satu atau rata-rata ?
In Belajar Kepada Alam on Januari 21, 2007 at 9:34 amSaya paling suka tanaman : bunga, pohon, rumput, semak, sayur….apa saja. Saya tidak tahu apa alasannya saya menggemari tanaman dan bukannya mobil (ga nyambung !). Barangkali karena keluarga besar saya pada dasarnya petani.
Barangkali juga karena tanaman adalah makhluk seperti halnya manusia yang kita bisa belajar banyak darinya.
Setiap berangkat ke kampus atau pergi ke mana saja, mata saya selalu jelalatan memperhatikan tanaman di sepanjang jalan. Kadang bahkan saya perlu jongkok, menunduk sampai bersimpuh di depan rumput berbunga kecil untuk mengamati kenapa dia begitu cantik. HP saya penuh dengan photo bunga. Setiap saya bepergian, kamera saya pasti full dengan photo bunga. Saya bahkan ingat satu per satu dari ribuan photo bunga yang saya miliki, di mana saya memotret bunga tersebut.
Dari dormitori saya menuju ke stasiun bawah tanah terdekat, saya pasti melewati jalan yang dipenuhi perdu berbunga seperti photo di atas. Baunya harum. Kalau saya jalan, saya pasti suka menempel ke batangnya dan hidung saya mengendus-endus membauinya. Setiap musim semi, perdu ini beebunga, dan sebelumnya biasanya batang-batangnya berlomba-lomba tumbuh, saya suka sekali melihat ini. Pada saat batangnya tumbuh tidak beraturan seperti itu, pihak taman kota pasti akan datang dan memangkas habis batang-batang yang tumbuh lebih unggul dari teman-temannya. Lalu tampaklah perdu yang tertata rapih, berbentuk topiari, dengan bunga-bunganya yang kecil-kecil, putih lagi harum. Read the rest of this entry »