murniramli

Archive for the ‘Penelitian Pendidikan’ Category

Setelah Mengamati, Menanya (Pendekatan Saintifik 2)

In Kurikulum, Pembelajaran, Pendidikan Biologi, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Menengah, Pendidikan Sains, Pendidikan Tinggi, Penelitian Pendidikan, SMA on April 1, 2014 at 11:19 pm

Langkah kedua yang harus dilakukan siswa dalam kerangka berlatih menjadi penyelidik atau peneliti adalah menanya, atau mengajukan pertanyaan. Setelah mengamati obyek, fakta, kasus, dan fenomena, maka dia akan menemukan hubungan dan keterkaitan juga kejanggalan. Penemuan ini memunculkan ketertarikan pada diri siswa untuk mengetahui lebih jauh. Caranya? Ya, dia harus dibimbing menyusun pertanyaan-pertanyaan terkait dengan hal itu. Baca entri selengkapnya »

Anak SD harus belajar apa?

In Administrasi Pendidikan, Kurikulum, Manajemen Pendidikan, Manajemen Sekolah, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Sains, Penelitian Pendidikan, Sains on Januari 14, 2014 at 2:46 am

Dengan penerapan kurikulum 2013, ada perubahan berarti dalam apa yang harus dipelajari oleh anak SD di Indonesia. Mapel di SD berubah menjadi Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya, Penjaskes Olahraga, sementara IPA dan IPS diajarkan secara terpadu dan tematik.  Baca entri selengkapnya »

Menggabungkan Pengetahuan Sains dan Sikap Ilmiah di SD Nanzan

In Pendidikan Biologi, Pendidikan Dasar, Pendidikan Jepang, Pendidikan Sains, Penelitian Pendidikan, Sains, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang on Agustus 11, 2013 at 6:34 am

Salah satu sekolah yang sempat saya kunjungi ketika pergi ke Jepang Juni dan Juli lalu adalah SD Nanzan, yang merupakan sekolah privat terkenal di kota Nagoya. Beruntung kami diijinkan melihat aktivitas siswa sejak masuk sekolah hingga jam sekolah berakhir. Dan lebih beruntung lagi karena saya sempat melihat bagaimana sains diajarkan di SD tersebut.  Baca entri selengkapnya »

Target SD Taisanji : Membaca 10.000 buku setahun!

In Pendidikan Dasar, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang on Agustus 11, 2013 at 3:58 am

Membaca semestinya menjadi kebutuhan utama mahasiswa, tetapi sampai berbusa mulut mengingatkan mereka untuk rajin-rajin membaca buku, tampaknya nihil hasilnya. Kebanyakan mahasiswa kami lebih suka mengecek status dan berita di jejaring sosial, dan dengan alasan banyaknya tugas di kampus, tak sempat mereka nongkrong di perpustakaan. Bangunan besar yang ada di tengah-tengah kampus itu, kelihatannya hanya didatangi ketika masa-masa menulis skripsi. Sebenarnya di prodi kami juga ada ruang baca yang sekaligus berfungsi sebagai perpustakaan prodi, namun itupun kurang maksimal dipakai sebagai tempat membaca, karena kadang-kadang beralih fungsi sebagai ruang kuliah dan ruang rapat. Baca entri selengkapnya »

Desa Makmur, Pendidikan Tertinggal

In Administrasi Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Pendidikan Biologi, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Sains, Pendidikan Tinggi, Penelitian Pendidikan on April 12, 2013 at 8:56 pm

Baru-baru ini saya berkesempatan mengunjungi beberapa sekolah di Pulau Lombok, dan bertemu dengan guru dan siswa di sana. Saya sudah sering mendengar keelokan pulau ini, pun membaca berita dan kabar bahwa turis  sekarang mulai beralih ke Lombok ketimbang Bali. Baca entri selengkapnya »

Persiapan Penelitian Pendidikan

In Pendidikan Biologi, Pendidikan Sains, Pendidikan Tinggi, Penelitian Pendidikan on April 7, 2013 at 8:39 pm

Kesalahan jamak pada kegiatan riset pemula yang dilakukan oleh mahasiswa S1, dan S2 adalah persiapan yang kurang matang. Persiapan tersebut, termasuk kurangnya membaca fakta, memahami obyek penelitian sampai pada menyusun instrumen penelitan. Baca entri selengkapnya »

Membandingkan Buku Sains SD di Indonesia dan Jepang

In Pendidikan Biologi, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, Sains, SD di Jepang on Januari 12, 2013 at 12:37 am

Materi terakhir dalam MK Telaah Kurikulum yang saya ampu adalah menganalisis buku ajar Biologi yang dipakai di SMA. Saya kebetulan tahun lalu melakukan riset analisa buku ajar Biologi SMA dari tahun 1951 hingga 2010, khususnya terkait dengan substansi indigenous knowledge, jadi bahan kuliah sebagian saya ambilkan dari hasil riset tsb, namun untuk menambah wawasan mahasiswa, saya menambahkan pula materi tentang prinsip menganalisa buku ajar, dan bagaimana menyusun buku ajar yang mengedepankan literasi sains.  Baca entri selengkapnya »

Jika Tanaman Menguning

In Belajar Kepada Alam, Manajemen Pendidikan, Manajemen Sekolah, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Islam, Pendidikan Menengah, Pendidikan Tinggi, Penelitian Pendidikan, SMA on September 29, 2012 at 1:05 pm

Dalam MK Hortikultura, seorang mahasiswa saya bertanya, jika tanaman bayam berada pada habitat yang terkena full sinar matahari, dan daunnya menguning atau hijau pucat, apakah itu karena kelebihan cahaya?  Baca entri selengkapnya »

Sekolah dan Masyarakatnya

In Manajemen Pendidikan, Manajemen Sekolah, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Menengah, Penelitian Pendidikan, SMA on September 29, 2012 at 12:42 pm

Dalam konsep Manajemen Berbasis Sekolah dan dalam era desentralisasi daerah, maka sekolah harus dikembangkan berdasarkan potensi masyarakat. Potensi dalam tanda kutip dipahami atau diarahkan sebagai “uang”-nya masyarakat. Lalu, siapakah masyarakat itu? Inipun disimpulkan sebagai orang tua dari siswa-siswa di sekolah itu. Definisiya sedikit berkembang pada pengusaha di kota tersebut. Tetapi bukankah lagi-lagi yang dimaksud adalah “si pemilik uang”? Baca entri selengkapnya »

Sistem Pemantauan Siswa di Sekolah

In Manajemen Pendidikan, Manajemen Sekolah, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Menengah, Penelitian Pendidikan, Serba-Serbi Jepang, SMA on September 27, 2012 at 10:57 am

Ketika jumlah siswa per kelas hanya 10 orang, maka tidaklah sulit bagi guru untuk melakukan pemantauan kemampuan, sikap, dan perilaku satu per satu siswa. Tetapi ketika satu kelas berjumlah lebih dari 20 atau 30, maka hanya guru-guru yang memiliki daya ingat yang kuat yang dapat menghafal satu per satu anak. Oleh karenanya, sistem pemantauan anak tidak bisa dikerjakan oleh satu orang guru, tetapi melibatkan staf sekolah secara keseluruhan. Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 169 pengikut lainnya.