<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berguru</title>
	<atom:link href="http://murniramli.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://murniramli.wordpress.com</link>
	<description>Situs Pendidikan di Jepang dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Jan 2010 09:08:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='murniramli.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9ab3aac252c4e30cb44a154b37e6a016?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Berguru</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://murniramli.wordpress.com/osd.xml" title="Berguru" />
		<item>
		<title>Menatap ke depan atau menengok ke belakang ?</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/29/menatap-ke-depan-atau-menengok-ke-belakang/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/29/menatap-ke-depan-atau-menengok-ke-belakang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 09:08:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1282</guid>
		<description><![CDATA[Mahasiswa saya pernah mengikuti lomba pidato, dan isinya menurut saya sangat menarik. Saya kebetulan sempat membaca draft-nya. Dia mencoba membuat asosiasi tentang arti kata &#8220;depan&#8221; dan &#8220;belakang&#8221;. Dalam bahasa Jepang kata &#8220;depan&#8221; diterjemahkan menjadi 前（dibaca mae atau zen) dan kata belakang diterjemahkan menjadi 後atau後ろ(dibaca ushiro, go,ato, nochi).
Jadi, kalau kita ingin mengatakan : di depan rumah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1282&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Mahasiswa saya pernah mengikuti lomba pidato, dan isinya menurut saya sangat menarik. Saya kebetulan sempat membaca draft-nya. Dia mencoba membuat asosiasi tentang arti kata &#8220;depan&#8221; dan &#8220;belakang&#8221;. Dalam bahasa Jepang kata &#8220;depan&#8221; diterjemahkan menjadi 前（dibaca mae atau zen) dan kata belakang diterjemahkan menjadi 後atau後ろ(dibaca ushiro, go,ato, nochi).<span id="more-1282"></span></p>
<p>Jadi, kalau kita ingin mengatakan : di depan rumah saya, maka kalimatnya menjadi 私の家の前に(watashi no ie no mae ni). Tetapi penggunaan yang menarik adalah karakter 前 dalam bahasa Jepang dipergunakan juga untuk makna sesuatu yang sudah lewat/lalu. Misalnya minggu lalu (前週-zensyuu）、bulan lalu （前月-zengetsu）, tahun lalu diterjemahkan menjadi 前年(zennen), atau 去年（dibaca kyonen). Sebaliknya minggu depan diterjemahkan menjadi 来週（raisyuu) yang dalam bahasa Indonesia dapat pula kita terjemahkan menjadi &#8220;minggu yang akan datang&#8221;.</p>
<p>Selain itu, karakter 前　dipakai pula untuk menyatakan &#8220;sebelum&#8221;. Misalnya, &#8220;sebelum makan&#8221; (食べる前＝taberumae). Dan sebaliknya kata 後 dipergunakan untuk menyatakan &#8220;sesudah&#8221;. Contohnya, sesudah makan (食べた後=tabetaato).</p>
<p>Karena perbedaan penggunaan seperti itu mahasiswa saya sering terbolak-balik ketika mengartikan kata minggu depan sebagai 前週 (zensyuu). Untuk memudahkannya mengingat istilah ini, dia mengasosiasikan kata &#8220;depan&#8221; sebagai berikut. Kata &#8220;depan&#8221; katanya dapat diasosiasikan dengan istilah 前向き(maemuki) yang artinya berpikiran positif, atau berpikiran ke depan, yang dianalogkannya dengan badan yang menghadap ke depan.</p>
<p>Lalu dari pengasosiasian yang dia buat, mahasiswa saya kemudian mengembangkan cerita bahwa dari penjelasan saya di dalam kelas (saya sering bercerita tentang masalah politik), dia mengambil kesimpulan bahwa politikus Indonesia senantiasa melihat ke depan, sebaliknya politikus di Jepang selalu menengok ke belakang (barangkali mahasiswa saya sedang membayangkan kebiasaan PM Koizumi yang selalu berkunjung ke Yasukuni Shrine, ketika dia menyampaikan hal ini dalam pidatonya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />   ), makanya dunia politik Jepang berjalan lambat sekali.</p>
<p>Saya tersenyum-senyum saja, sebab saya sebenarnya termasuk orang yang gemar belajar sejarah, dan menurut saya kehidupan masa lalu harus dipahami dengan baik supaya yang buruk tidak diulangi lagi.</p>
<p>Menatap ke depan dengan penuh optimisme memang sangat diperlukan untuk mencapai sebuah kemajuan, tetapi orang yang terlalu lempeng berjalan ke depan dan tidak menengok-nengok ke belakang, biasanya akan tersandung. Banyak orang yang selalu menasihatkan : &#8220;lupakan masa lalu&#8221;. Saya pikir kalimat itu dimaksudkan untuk melupakan hal-hal yang buruk, sebab kadang-kadang terlalu banyak memikirkan hal yang buruk atau kegagalan di masa lampau membuat orang tidak mau mencoba lagi sesuatu, atau menjadi trauma.</p>
<p>Kegagalan masa lalu bukan untuk dilupakan tetapi untuk dikaji penyebab kegagalan, dan bagaimana penyelesaiannya agar tidak gagal lagi. Orang-orang yang senantiasa cermat mempelajari masa lalunya untuk kebaikan masa depannya, menurut saya itulah orang yang bisa disebut sebagai &#8220;maemuki&#8221;.</p>
<p>Seperti kata Nabi Muhammad SAW: Janganlah engkau terperosok ke lubang biawak dua kali. Maka semestinya langkah-langkah ketika kita terperosok ke dalam lubang biawak kali pertama harus dipelajari dengan baik agar tak terulang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1282&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/29/menatap-ke-depan-atau-menengok-ke-belakang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana mengasah jiwa meneliti</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/23/bagaimana-mengasah-jiwa-meneliti/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/23/bagaimana-mengasah-jiwa-meneliti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 11:19:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1277</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin sore, saya dipanggil dua sensei terkait dengan masalah disertasi dan rencana kelulusan saya. Kedua sensei sudah sangat baik kepada saya selama ini, selalu dengan sabar memberikan bimbingan dan mengharapkan yang terbaik untuk masa depan saya. Sekitar setengah sampai satu jam kami bertiga berdiskusi dan akhirnya saya bisa memahami keinginan mereka berdua, yang sebenarnya tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1277&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Kemarin sore, saya dipanggil dua sensei terkait dengan masalah disertasi dan rencana kelulusan saya. Kedua sensei sudah sangat baik kepada saya selama ini, selalu dengan sabar memberikan bimbingan dan mengharapkan yang terbaik untuk masa depan saya. Sekitar setengah sampai satu jam kami bertiga berdiskusi dan akhirnya saya bisa memahami keinginan mereka berdua, yang sebenarnya tak jauh beda dengan keinginan saya.<span id="more-1277"></span></p>
<p>Setelah seorang sensei pamit pulang pembicaraan selanjutnya berlangsung antara saya dengan ibu dosen yang juga banyak membagi ilmunya kepada saya. Kami memulai diskusi dengan masalah penelitian mahasiswa S2 dan S3 yang menurut sensei kurang memuaskan. Sensei menginginkan peningkatan kualitas, tapi tampaknya beliau juga tidak tahu apa yang harus ditempuh.</p>
<p>Sebagaimana universitas yang lain di Jepang, sejak pemberlakuan houjinka (Badan Hukum Universitas), banyak universitas yang mengurangi kadar persyaratan masuk ujian masuk mahasiswa S2. Sensei katakan ini sebagai sekedar mencari uang, tapi akibatnya menurunkan kualitas penelitian.</p>
<p>Beberapa hari yang lalu beberapa mahasiswa S2 menuntaskan thesis mereka dan beberapa di antaranya yang merupakan junior saya, sempat saya bantu mengoreksi dan memperbaiki thesis mereka. Saya agak sedih dengan kondisi thesis yang mereka tulis, baik dari segi isi maupun cara penulisan.Bukan masalah bahasa Jepang yang mereka tidak kuasai (saya pun tak menguasai bahasa Jepang dengan baik) tapi cara mereka menyampaikan pikiran ilmiah. Seorang mahasiswa hanya menerjemahkan laporan dari negaranya, menyajikan tabel-tabel tanpa ada uraian dan kajian kritis. Saya katakan kepadanya, bahwa tabel perlu disajikan untuk menunjang logika berfikir yang kita pakai. Tapi dia tampaknya tak mengerti. Karena waktunya sudah sangat mepet, tidak mungkin merombak thesis yang sudah ditulisnya. Hal lain adalah tata cara penulisan thesis, penjajian tabel, gambar masih kurang memadai atau boleh dikatakan buruk. Saya tunjukkan kepadanya fasilitas yang ada dalam MS Office 2007, tetapi tetap saja sulit untuk mengubah semua tabel dan memperbaikinya.</p>
<p>Saya ceritakan kepada sensei bahwa mata kuliah penulisan ilmiah mestinya mereka dapatkan di S1. Dan setiap mahasiswa yang masuk S2 seharusnya sudah harus memiliki perangkat atau kemampuan meneliti.</p>
<p>Saya pribadi merasakan kesulitan yang sangat besar saat mulai meneliti bidang sosial. Ketika kuliah S1 dan S2 di IPB dulu, saya merasakan beratnya melakukan eksperimen dan tidak merasakan kesulitan berarti dalam menulis, sebab skripsi dan thesis bidang sains selalu ada polanya : Latar belakang, Tinjauan Pustaka,Tujuan, Hipotesis, Tempat, Metode, Hasil, Pembahasan, Kesimpulan dan Saran. Sementara menulis thesis di bidang sosial di Jepang, tidak ada yang mengikuti urutan kaku seperti itu. Tetapi berkali-kali menulis, dan membaca jurnal sosial dalam bahasa Jepang, saya bisa menemukan benang merah teknik penulisan mereka.</p>
<p>Dulu, saya sering menulis paper yang terlalu banyak pandangan saya pribadi. Belakangan paper-paper saya mulai agak cerdas, karena saya mulai paham bahwa pandangan dan pemikiran pribadi itu harus didasarkan pada fakta nyata di lapang, baik dalam bentuk data angka, gambar, cerita, dll.Saya katakan kepada Sensei, bahwa dulu saya senang sekali mengkritik kebijakan pemerintah dalam paper saya, sebagai sebuah yang tidak bagus, tanpa ulasan dan bukti nyata yang terkait. Tapi saya memahami sekarang, bahwa kalau saya berani mengatakan APK besar, itu berarti harus ada pembandingnya dalam bentuk angka sehingga nyata bisa dikatakan besar. Dengan kata lain, di dalam bidang sains biasanya dipergunakan ANOVA untuk melihat signifikansi.</p>
<p>Sensei mengeluhkan bahwa banyak mahasiswa M yang kurang membaca. Dalam kelas seminar yang diadakannya, mahasiswa kurang kritis menanggapi artikel yang dibahas. Saya terus terang mengaku kepada Sensei, bahwa saya sibuk bekerja sambilan sehingga punya  sedikit waktu untuk menekuni bacaan. Tapi hal-hal yang menarik minat saya, akan saya baca tuntas di kereta dalam perjalanan bekerja.</p>
<p>Sensei juga mengatakan bahwa mahasiswa malas membaca artikel selain bahasa ibunya. Saya akui ini karena banyak mahasiswa master yang hanya menguasai satu bahasa.</p>
<p>Saya ceritakan bahwa dulu di IPB, sewaktu saya Master, ada mata kuliah yang sangat saya sukai. Kami tidak belajar tentang ilmu biologi molekuler dari prinsip atau teori dasarnya, tapi kami mempresentasikan jurnal. Dengan terus diasah membaca jurnal, saya jadi paham teknik menulis dan mengkritik tulisan orang lain. Barangkali kegiatan membaca jurnal harus diwajibkan di kelas-kelas seminar.</p>
<p>Saya kemudian seperti biasa selalu bicara ngacau dengan ide-ide yang kadang-kadang muncul mendadak. Ada beberapa poin yang saya usulkan kepada sensei untuk mengasah jiwa meneliti mahasiswa master :</p>
<p>1. Dosen harus menanyai/mencecer mahasiswa Master 1 di semester satu tentang tema penelitian. Kalau ada mahasiswa yang masih belum pasti, dosen dapat menawarkan atau memaksakan satu tema yang adalah bagian dari penelitian dosen. Karena banyak sekali yang ingin diteliti dosen, tapi apa daya dia tak punya waktu.<br />
(Sensei mengomentari ini mungkin sebagai bentuk pemaksaan dan pendidikan yang kurang demokratis). Saya katakan pelatihan dan pembentukan jiwa di manapun tak ada yang demokratis. Apalagi dengan mahasiswa yang masih plin-plan. Tak ada yang tahu sampai kapan dia bisa menemukan judul yang tepat untuknya. Lebih baik mengambil tindakan mengarahkan dan menuntun, khususnya untuk tema penelitian.</p>
<p>2. Terkait dengan penelitiannya, mahasiswa harus mempresentasikan paling tidak 5 artikel ilmiah sebagai sumber referensi utama penelitiannya di semester 1 dan 2. Banyak membaca, banyak mengkritisi, banyak berfikir apa yang kurang dari sebuah paper adalah latihan yang sangat baik.</p>
<p>3. Membagi mahasiswa menjadi dua kelompok, yaitu yang akan akan melanjutkan program Doktor dan yang akan bekerja. Kalau melanjutkan ke program doktor, maka harus harus melakukan penelitian yang terkait dengan argumentasi teori dan diperketat pemeriksaan dan penilaian terhadap hasil penelitiannya. Sementara mahasiswa yang tidak akan melanjutkan ke program doktor, dapat memilih tidak melakukan penelitian yang berbau ronsou (argumentasi teori) tetapi thesisnya dapat berupa laporan praktek/internship. (Lulusan S1 dan S2 di Jepang saat ini dihargai sama oleh perusahaan, sehingga hampir tak ada maknanya mempunyai gelar Master atau Sarjana).</p>
<p>4. Seleksi mahasiswa Master diperketat. Tahun ini ujian translasi bahasa Inggris ke bahasa Jepang atau sebaliknya, dihapuskan, dan ujian hanya berupa bahasa Jepang saja. Saya katakan kepada Sensei, bahwa mahasiswa master wajib paham bahasa Inggris. Bukan sebagai bahasa percakapan, tetapi memahaminya sebagai bahasa tulis. Penelitian berkembang dalam bahasa Inggris, dan informasi baru bisa didapatkan dengan memahami bacaan-bacaan dalam bahasa ini.</p>
<p>Dalam banyak kasus di program kami, mahasiswa Master baru mulai berfikir tentang penelitiannya ketika dia duduk di tingkat akhir. Beberapa hari yang lalu seorang mahasiswa Cina datang ke meja saya dan minta waktu untuk bicara. Lalu meluncurlah keluhan dan kebingungannya tentang tema penelitian. Dia ingin meneliti A, tetapi senseinya memintanya melakukan penelitian B. Menimbang kedua tema, saya setuju dengan pilihan senseinya, sebab lebih banyak curiosity dan akan banyak manfaatnya. Si mahasiswa kebingungan harus meneliti dari mana. Dia menunjukkan tulisannya, dan saya katakan perbaiki bahasa Jepangnya dengan minta bantuan mahasiswa Jepang native atau mahasiswa Cina yang fasih bahasa Jepang. Lalu, dalam tulisan tersebut tidak jelas apa yang akan ditelitinya, dan bagaimana cara melakukannya. Lalu dia mengeluhkan pendidikan sarjananya dulu, yg dosennya lebih banyak berbicara di kelas, dan mereka kurang dilatih untuk menulis dan meneliti. Saya katakan mungkin bukan salah dosen juga. Ketika kita memutuskan untuk masuk program Master, bukankah kita sudah memahami benar bahwa kita akan masuk dalam dunia penelitian. Jadi semestinya ini dipersiapkan sejak S1. Saya tidak yakin pendidikan di Cina buruk, sebab banyak orang pintar di sana.</p>
<p>Saya katakan bahwa kalimat : &#8220;pendidikan di Cina jelek, atau tidak bagus&#8221; adalah pendapat subyektif, yang harus didukung oleh data penunjang, sehingga bisa menjadi pendapat obyektif. Jadi, jangan mengatakan ini jelek, tanpa ada penjelasan tambahan mengenai sudut pandang yang dipakai. Dalam bidang sosial, saya pikir tidak bisa menilai sesuatu dengan sangat sederhana.</p>
<p>Si mahasiswa masih kebingungan setelah saya uraikan panjang lebar,poin-poin menarik yang bisa saya temukan dalam tema penelitian yang diberikan senseinya. Tapi dia masih tak mengerti. Saya kembali teringat demikianlah kondisi saya dulu saat di tahun pertama teacher training dan tahun pertama doktor. Sensei mengatakan: ini menarik !, sementara saya tak bisa menemukan di mana kemenarikannya ?</p>
<p>Menemukan sesuatu sebagai hal menarik untuk diteliti adalah hal yang sulit dilatihkan atau diajarkan, saya katakan itu kepada sensei. Sensei yang sudah punya jiwa peneliti, barangkali dengan mudah menemukan sekian banyak tema di antara sekian banyak fakta yang didapatinya. Tapi, kami yang baru belajar meneliti, kadang-kadang sulit menarik kesimpulan bahwa sesuatu menarik.</p>
<p>Mungkin perlu juga diberikan tulisan/bacaan kepada mahasiswa tentang kondisi sebuah etnis misalnya, yang memaparkan mulai dari kehidupan masyarakat, pendidikan, prinsip dan kebiasaanya. Dari bacaan pendek tersebut, apa yang menurut mahasiswa menarik untuk diteliti. Atau gampangnya berikan mahasiswa gambar sebuah ruang kelas modern dan berikan juga gambar ruang kelas kuno, lalu persilahkan mahasiswa untuk mencari hal menarik dari kedua hal itu.</p>
<p>Ah, saya terlalu berkhayal&#8230;</p>
<p>Jam menunjukkan pukul 9 malam, dan kami sudah berdiskusi selama hampir dua jam. Saya sudah kehabisan ide, dan sensei kelihatannya sudah capek mendengar ocehan saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pembicaraan dengan Sensei kembali menyadarkan saya tentang status mahasiswa S3. Dan sebelum meninggalkan ruangan sensei, saya ulang kembali keinginan saya di awal, saya bersedia tinggal lebih lama di Jepang supaya sensei-sensei bisa memeriksa dan mendiskusikan disertasi saya bab demi bab agar benar-benar memenuhi persyaratan sebagai layak diakui.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1277&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/23/bagaimana-mengasah-jiwa-meneliti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merencanakan masa depan : mahasiswa pun tak paham</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/18/meraih-masa-depan-mahasiswa-pun-tak-paham/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/18/meraih-masa-depan-mahasiswa-pun-tak-paham/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 12:05:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1274</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini adalah kuliah terakhir di semester musim gugur, dan materi percakapan dan bacaan yang kami bahas di kelas Bahasa Indonesia tingkat II adalah tentang cita-cita atau rencana masa depan. Seperti biasa sebelum memulai pelajaran saya selalu menuliskan tema dan tujuan pembelajaran hari ini, kemudian berlanjut pada pengenalan beberapa kosakata terkait, dan beberapa ungkapan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1274&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Hari ini adalah kuliah terakhir di semester musim gugur, dan materi percakapan dan bacaan yang kami bahas di kelas Bahasa Indonesia tingkat II adalah tentang cita-cita atau rencana masa depan. Seperti biasa sebelum memulai pelajaran saya selalu menuliskan tema dan tujuan pembelajaran hari ini, kemudian berlanjut pada pengenalan beberapa kosakata terkait, dan beberapa ungkapan yang akan dijumpai dalam percakapan dan bacaan. Selanjutnya saya mulai menanyai mahasiswa saya satu per satu apa rencana mereka setelah lulus.<span id="more-1274"></span></p>
<p>Jawabannya kebanyakan ingin bekerja di perusahaan. Saya tidak puas dengan jawaban pendek, jadi biasanya akan saya kejar dengan pertanyaan susulan, perusahaan apa, dan di bagian apa atau bekerja sebagai apa. Sama halnya seorang mahasiswa yang ingin menjadi guru, saya tanya lagi guru apa dan di mana.</p>
<p>Hampir semua mahasiswa menjawab : perusahaan apa saja, ketika saya tanya jenis perusahaan. Dan mahasiswa yang ingin menjadi guru, mengatakan akan mengajar di SMA, tapi tidak menjelaskan detil mata pelajaran apa yang akan diasuhnya.</p>
<p>Saya tertegun dan menyadari bahwa mahasiswa saya agak terlambat dimotivasi tentang masa depan dan bagaimana meraihnya.</p>
<p>Saya kemudian menjelaskan apa itu cita-cita dan bagaimana merencanakan agar semuanya tercapai. Saya ambilkan contoh menjadi guru. Dengan membuat sistem seperti pohon bercabang, saya gambarkan bahwa guru ada di pucuk pohon. Sebelum menjadi guru, proses yang harus ditempuh adalah ikut ujian guru dan mendapatkan sertifikat (kyouin menkyo).  Untuk ikut ujian guru dan proses sertifikasi, kandidat harus mengumpulkan kredit mata kuliah pendidikan dalam jumlah tertentu, yang kalau tidak ada di universitasnya, dia harus mengambilnya di universitas yang lain. Jadi kalau sekarang mahasiswa saya di Program Studi Bahasa dan Sastra, maka dia perlu mengambil mata pelajaran pedagogy di fakultas pendidikan. Sembari dia mengambil kuliah pendidikan, dia juga harus mulai memupuk minat pada sekolah. Kunjungan ke sekolah, melihat cara guru mengajar memang agak sulit dilakukan di Jepang, tapi banyak video dan siaran di TV yang mengangkat tema pembelajaran di kelas. Lalu saya minta mahasiswa saya membuat poin lain yang perlu dipersiapkan untuk menjadi guru, melengkapi cabang-cabang pohon yang saya buat.</p>
<p>Mahasiswa saya termangu, dan hanya ber-ooh-ooh.</p>
<p>Jika ingin bekerja di perusahaan, maka sejak dini sudah harus memastikan perusahaan apa. Setelah jelas jenis perusahaannya, mulailah mempelajari bagian-bagian atau jenis pekerjaan yang ada di dalamnya dan skill apa yang dibutuhkan untuk menguasai pekerjaan. Seorang mahasiswa saya ingin bekerja di maskapai penerbangan, tapi dia juga tak mampu menjelaskan pekerjaan apa yang akan dilakukannya. Maka saya katakan padanya untuk mencari informasi lebih dalam tentang pekerjaan-pekerjaan di sebuah maskapai.</p>
<p>Dengan mengetahui gambaran pekerjaan yang diinginkan, seseorang akan paham pula dengan skill yang dibutuhkan. Setelah paham dengan skill yang diperlukan, bukankah dia akan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh ? Dia tidak hanya bersungguh-sungguh kuliah, tapi juga akan terpacu mencari informasi tentang pekerjaan yang akan digelutinya, dan dengan kesadaran penuh mempelajari ilmu-ilmu baru, atau keterampilan yang terkait dengan pekerjaannya kelak.</p>
<p>Mahasiswa saya manggut-manggut, dan saya tersenyum sambil mengatakan, &#8220;masih ada waktu. Kalian masih tingkat 2. Mulai dari sekarang bergegaslah menentukan mau jadi apa kalian nanti.</p>
<p>Jam pelajaran berakhir, dan saya selalu merasa kekurangan waktu ketika mengajar bahasa Indonesia, sebab saya terlalu sering bercerita di kelas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1274&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/18/meraih-masa-depan-mahasiswa-pun-tak-paham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan proses atau pendidikan hasil ?</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/17/pendidikan-proses-atau-pendidikan-hasil/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/17/pendidikan-proses-atau-pendidikan-hasil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 10:21:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[SD di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Kanak-Kanak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1272</guid>
		<description><![CDATA[Pernah saya tanyakan kepada ponakan yang masih SD, mau jadi apa kelak ? Jawabannya : dokter. Kenapa ? Karena uangnya banyak.
Saya dan ponakan saya sama saja. Ketika seusianya, cita-cita saya hanya satu : jadi dokter. Alasannya pun sama : kaya. Entah pendidikan atau entah karena tidak ada yang lebih keren daripada dokter   maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1272&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Pernah saya tanyakan kepada ponakan yang masih SD, mau jadi apa kelak ? Jawabannya : dokter. Kenapa ? Karena uangnya banyak.<span id="more-1272"></span></p>
<p>Saya dan ponakan saya sama saja. Ketika seusianya, cita-cita saya hanya satu : jadi dokter. Alasannya pun sama : kaya. Entah pendidikan atau entah karena tidak ada yang lebih keren daripada dokter <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  maka kami memilih cita-cita itu. Tapi, saya pikir kita telah dibawa pada pemikiran yang salah tentang cita-cita yang top. Barangkali tidak ada anak yang ingin menjadi guru, polisi di masa kecil karena kedua profesi ini tak bisa mengeruk uang.</p>
<p>Uang menjadi tolok ukur kesuksesan. Setiap kali diajak ke dokter sewaktu kecil dulu, saya selalu menganggap pekerjaan dokter nyaman sekali : tinggal coret-coret kertas resep puluhan ribu masuk kantong. Sementara bapak saya sering pulang pagi dan lembur dari jam 2 pagi, tapi bapak tidak bisa beli mobil <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau diteruskan pertanyaannya : kalau sudah banyak uang, apakah masih perlu bekerja keras ? Saya kira anak-anak akan menjawab : tidak. sehingga Seperti bos perusahaan, yang hanya teken-teken saja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya tak tahu apakah semua anak berpandangan sama, tapi ketika SD dulu, saya punya imej bahwa menjadi bos sangat enak. Sebab tidak perlu mengerjakan pekerjaan remeh, seperti melap kaca, membersihkan toilet, mengepel lantai. Karena telunjuk bos sangat berkuasa. Pekerjaan utama dan yang paling disukainya adalah menyuruh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mungkin saya salah mencerna penjelasan guru, sehingga salah kaprah mengartikan bos, dokter,artis = uang banyak. Yang kedua, saya salah menyimpulkan bahwa uang banyak = hidup nyaman.</p>
<p>Satu yang terlupakan adalah saya lupa belajar atau diajari tentang arti sebuah &#8220;proses&#8221;.</p>
<p>Sebagaimana sistem ujian nasional, anak-anak beranggapan bahwa yang baik adalah yang nilainya bagus. Kalau sudah belajar dengan giat tapi ternyata hasilnya jelek, mereka menyimpulkan itu tidak bagus. Sebab mereka pun dinilai oleh sistem berdasarkan hasil akhir semata.</p>
<p>Pendidikan kita tidak mengarah pada pendidikan yang berorientasi proses, tapi cenderung melihat pada hasil. Anak-anak tidak diajari arti bekerja keras, tapi hanya ditunjukkan dogma bahwa yang penting hasil akhirnya bagus.</p>
<p>Lalu bagaimana mengajarkan pendidikan proses ?</p>
<p>Saya kira kita harus mengubah proses belajar dari sekedar menjejalkan fakta sebagai hafalan menjadi pemahaman yang muncul karena pengalaman. Dewey dalam bukunya School and Society, Child and Curriculum (pp.20-21) memberikan contoh yang sangat menarik tentang bagaimana anak-anak memahami mengapa kain wol lebih banyak dipakai daripada kain katun.Anak-anak mempraktekkan bagaimana melepaskan kapas dari bijinya. Sejumlah anak dalam satu kelompok mengelupas serat kapas dalam 30 menit dan hanya menghasilkan kurang dari 1 ons. Dengan fakta tersebut mereka memahami bahwa membuat kain katun dari sekumpulan serat kapas sangat sulit. Lalu, anak-anak juga mencukur bulu domba dan membandingkan antara serat kapas dan serat wol. Anak-anak juga menemukan fakta bahwa serat kapas halus dan tidak saling terkait, sedangkan serat wol agak kasar dan menghasilkan serat yang lebih tebal. Anak-anak membandingkan dan menemukan fakta tersebut di bawah arahan gurunya. Lalu melalui praktek tersebut, anak-anak kemudian diperkenalkan dengan sejarah tekstil dan kemajuan yang dicapai umat manusia melalui tekstil. Anak-anak dengan mudah dapat memahami mengapa nenek moyang mereka dahulu lebih banyak memproduksi kain wol daripada kain katun.</p>
<p>Oleh karena itu, sebelum memilih untuk menjadi dokter atau bos, sekali-sekali anak-anak perlu diajak untuk mengenal atau ikut melihat pekerjaan dokter, diajak berkunjung ke rumah sakit, atau perlu juga dijelaskan proses hingga seseorang bisa menjadi dokter. Sama halnya dengan profesi seorang bos. Memberikan sarana latihan untuk anak tentang rumitnya pekerjaan seorang bos dapat diajarkan misalnya dengan meminta mereka untuk latihan mengelola usaha. Ini pernah saya tuliskan di sini :</p>
<p><a href="http://murniramli.wordpress.com/2007/08/07/siapa-yang-ingin-jadi-bos-alternatif-liburan-musim-panas-untuk-sd/">http://murniramli.wordpress.com/2007/08/07/siapa-yang-ingin-jadi-bos-alternatif-liburan-musim-panas-untuk-sd/</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1272/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1272&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/17/pendidikan-proses-atau-pendidikan-hasil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berterima kasih kepada panci</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/15/berterima-kasih-kepada-panci/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/15/berterima-kasih-kepada-panci/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 14:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamologi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1269</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak salah menuliskan judul di atas, dan kata &#8220;panci&#8221;, adalah &#8220;panci&#8221;, alat untuk memasak, bukan &#8220;banci&#8221;  
Adalah seorang nenek yang mengalami gempa besar Kobe 1995, dia tinggal dengan suaminya yang divonis dokter tinggal 2 bulan lagi, karena penyakit kanker yang menggerogotinya. Pada masa mudanya nenek kakek mengelola sebuah restoran. Karena kakek terkena kanker, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1269&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Saya tidak salah menuliskan judul di atas, dan kata &#8220;panci&#8221;, adalah &#8220;panci&#8221;, alat untuk memasak, bukan &#8220;banci&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> <span id="more-1269"></span></p>
<p>Adalah seorang nenek yang mengalami gempa besar Kobe 1995, dia tinggal dengan suaminya yang divonis dokter tinggal 2 bulan lagi, karena penyakit kanker yang menggerogotinya. Pada masa mudanya nenek kakek mengelola sebuah restoran. Karena kakek terkena kanker, maka dia tak dapat lagi membantu pekerjaan di restoran, dan tinggallah nenek seorang diri sehari-harinya menyiapkan sebanyak 100 kotak makan siang, kemudian mengantarkannya kepada pelanggan. Nenek tak pernah mengeluh, sekalipun dalam saat bersamaan ketika sedang sibuk-sibuknya di restoran, dia harus menelepon ke rumah, menanyakan kalau-kalau suaminya memerlukan bantuan.</p>
<p>Setiap kali menuntaskan jualan hari itu, semua peralatan masak di cuci dan ditaruh pada tempatnya, lantai sudah dipel demikian pula meja-meja telah dilap bersih, maka biasanya nenek akan menghadap panci-pancinya, sambil mengatakan, &#8220;kyou yoku gambarimashita, arigatou gozaimashita. Ashita mo yoroshiku onegaishimasu&#8221; (hari ini kamu sudah bekerja keras, terima kasih banyak. Besok pun mohon bantuannya), yang diucapkannya sambil tak lupa membungkuk.</p>
<p>Sepintas memang aneh.Karena percaya bahwa pada semua barang dan makhluk ada &#8220;kamisama&#8221; (tuhan), maka sebenarnya nenek berterima kasih kepada &#8220;Sesuatu&#8221; yang menyebabkan semua barang itu berfungsi dengan baik. Bagi seorang pemilik restoran, apatah yang lebih penting daripada sebuah panci ?</p>
<p>Mengungkapkan terima kasih kepada benda-benda penting tersebut secara otomatis menimbulkan rasa sayang padanya, dan pada akhirnya muncul keinginan menjaganya dengan baik.</p>
<p>Bagi saya pribadi, barang yang paling berharga saat ini adalah laptop saya. Keyboardnya sudah agak lecek, karena setiap hari dipencet. Bagian kirinya mengelupas mungkin karena pengaruh tangan saya yang selalu berkeringat. Laptop itu bahkan kadang tertiduri, sebab kadang-kadang saya tidak bisa menahan diri untuk menulis sebelum tidur. Kadang pula dia <em>on</em> tiga malam berturut-turut karena harus menemani saya lembur.</p>
<p>Tapi saya tak sedalam nenek tadi menghargai pancinya.</p>
<p>Memang beda.Saya memilih berdoa kepada Allah ketika pagi ini saya kebingungan harus memperbaiki beberapa dokumen terkait disertasi yang harus disubmit, sementara beberapa menit lagi saya harus lari mengejar kereta untuk pergi bekerja. Saya tidak mengelus-elus laptop saya atau memuji-mujinya, sebab hari ini dia memang  bekerja normal saja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dengan membungkuk pada panci sambil berucap, &#8220;ashita mo yoroshiku onegaishimasu&#8221;,  telah membawa nenek pada sebuah kesadaran untuk bekerja keras besok, besok, dan besok&#8230;..</p>
<p>Saya, sekalipun setiap hari meminta kepada Allah, berterima kasih kepada Allah, tetapi setelah mensubmit disertasi, kembali saya dibuai untuk berleha&#8230;.</p>
<p>Saya belum benar-benar berterima kasih kepada Allah rupanya&#8230;..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1269&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/15/berterima-kasih-kepada-panci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prinsip pebisnis Jepang :Tidak ada barang yang tidak ada</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/01/prinsip-pebisnis-jepang-tidak-ada-barang-yang-tidak-ada/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/01/prinsip-pebisnis-jepang-tidak-ada-barang-yang-tidak-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 13:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1265</guid>
		<description><![CDATA[Prinsip pebisnis di Jepang ditampilkan pada acara akhir tahun berupa sajian beberapa usaha yang mengalami lonjakan penjualan di tahun 2009. Berikut ini saya tuliskan beberapa yang saya ingat dari tayangan tersebut. 
1. &#8220;Nai mono ga nai&#8221; (Tidak ada barang yang tidak ada). Itu adalah semboyan yang disampaikan oleh boss Home man, sebuah home center di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1265&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Prinsip pebisnis di Jepang ditampilkan pada acara akhir tahun berupa sajian beberapa usaha yang mengalami lonjakan penjualan di tahun 2009. Berikut ini saya tuliskan beberapa yang saya ingat dari tayangan tersebut. <span id="more-1265"></span></p>
<p>1. &#8220;Nai mono ga nai&#8221; (Tidak ada barang yang tidak ada). Itu adalah semboyan yang disampaikan oleh boss Home man, sebuah home center di Jepang yang disiarkan beberapa waktu lalu di sebuah channel TV. Semboyan itu menggambarkan bahwa Home Man menjual apa saja. Home man memang tidak ada di Nagoya, tapi ada dua home center besar, yaitu Kahma dan Cainz Home. Keduanya menyediakan barang-barang keperluan rumah tangga, bahan-bahan membangun rumah, keperluan untuk hewan ternak, hobby dll. Berbelanja ke sana memerlukan waktu berjam-jam dan perlu energi.  Selain menjual barang, Homeman juga melayani reparasi peralatan RT. Di tampilan siaran TV yang saya lihat, Home man bahkan melayani seorang pelanggan yang hendak mengganti pegangan tengah tutup pancinya. Boss Homeman mengatakan bahwa dalam setahun ada barang yang penjualannya zero, seperti tali laso, penanda parkir, dll. Tapi mereka tidak menarik barang-barang tersebut dari rak toko. Kenapa ? Homeman berusaha menanamkan imej kepada pembeli bahwa apa saja ada di toko mereka. Dengan demikian akan tertanam dalam benak pembeli jika mereka hendak mencari sesuatu mereka akan mendatangi homeman. Dalam setiap kunjungan pembeli, bisa dipastikan mereka akan berbelanja di luar yang diperlukannya.  </p>
<p>2. &#8220;Dekinai to wa ienai&#8221; (Tidak ada yang tidak bisa). Semboyan ini disampaikan oleh seorang pengusaha tatami. Perusahaannya bekerja melayani pelanggan selama 24 jam. Pelanggannya diantaranya adalah para pemilik restoran, hotel atau rumah-rumah yang masih menggunakan tatami. Pelayanan yang diberikan tidak saja berupa penggantian tatami baru, tapi memperbaiki kerusakan tatami, misalnya cacat karena rokok, ujungnya sobek, atau papan penyangganya yang lapuk. Perusahaan ini memperkejakan seorang pekerja yang sudah berusia 70 tahun, tapi mempunyai keterampilan yang tertinggi. Dalam tayangan disajikan bahwa bos menyetujui sebuah order yang mengharuskan mereka mengganti tatami dengan kain kimono yang biasa dipakai penari kabuki. Saat menyatakan orderan tersebut, ahlinya yang sudah tua memprotes habis-habisan, dan mengatakan bahwa bos selalu menyetujui order sulit tanpa persetujuan terlebih dahulu dari mereka. Bos hanya tersenyum dan tidak menyanggahnya. Tetapi tidak ada yang tidak bisa menurut bos kalau tidak dicoba. Maka Pak tua tidak pernah mengatakan tidak bisa juga, dia dan seorang stafnya yang lebih muda mencoba dan ternyata mereka bisa melakukannya. Perusahaan ini menjadi sangat pesat perkembangannya dengan pelayanan 24 jam dan pelayanan serba bisanya.</p>
<p>3. &#8220;tanoshii no wa okyasan to no komunikesyon&#8221; (Yang menyenangkan adalah komunikasi dengan pembeli). Ini prinsip yang dipegang oleh pusat penjualan JA (Japan Agriculture). JA mempunyai pusat penjualan yang penjualnya adalah para petani sendiri. Mereka datang pagi-pagi buta, menata sendiri jualannya, memasang harga dan menjualnya langsung. Sayur mayur, buah-buahan, dan produk laut dan daging yang dijual di sana memang tergolong murah, para penjual juga bebas berkomunikasi dan memperkenalkan produk-produk baru mereka kepada pembeli. Sebelum toko dibuka, sudah berjejer antrian panjang di luar. Kalau ingin menemukan produk pertanian aneh di Jepang, pusat belanja JA bisa didatangi.</p>
<p>4. &#8220;yasui yori tanoshii&#8221; (Ketimbang murah, lebih baik menyenangkan). Ini prinsip yang dipegang oleh bos sebuah department store. Sambil berbelanja, para pembeli selalu disajikan dengan teh hangat dan makanan-makanan gratis. Jadi, ketika mereka capek, mereka bisa duduk-duduk di tempat duduk yang disediakan sambil menikmati cemilan yang disediakan.</p>
<p>5. &#8220;jibun ga yoi mono to wa okyakusan mo yoi to omou&#8221; (apa yang bagus menurut diri sendiri itu berarti bagus juga untuk pembeli). Prinsip ini diterapkan oleh bos sebuah perusahaan osechi ryouri, yaitu makanan khas yang dinikmati saat akhir tahun. Biasanya dalam satu kotak terdapat aneka macam makanan laut, sayur, kacang-kacangan, daging, yang dikemas dalam kemasan yang apik seperti ini :</p>
<p><a href="http://thumbnail.image.rakuten.co.jp/@0_mall/biwadonya/cabinet/n-rms-ss/o-ose01-item3.jpg"><img class="alignnone" src="http://thumbnail.image.rakuten.co.jp/@0_mall/biwadonya/cabinet/n-rms-ss/o-ose01-item3.jpg" alt="" width="125" height="115" /></a>   </p>
<p>Sumber : plaza rakuten</p>
<p>Saat istirahat, para pegawai diberi kesempatan untuk menikmati semua jenis lauk, dan memberikan penilaian terhadap makanan yang diberikan. Kalau menurut mereka makanan itu enak, maka para pembeli akan berfikir sama. Jadi, bos mengembangkan model-model osechi melalui komentar para pegawainya.</p>
<p>6. Yang terakhir saya lupa semboyannya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   Adalah sebuah perusahaan plastik kemasan. Kalau belanja di supermarket, maka hampir semua produk dikemas dalam plastik, termasuk makanan jadi. Misalnya seperti kotak-kotak osechi, kotak sushi dll. Dulu kemasan yang dipakai adalah kemasan putih steroform yg kemudian dibungkus dengan plastik pembungkus tipis. Tapi ada perubahan baru yang dilakukan oleh bos pengusaha plastik, yaitu dengan memberikan warna dasar berupa motif-motif khas Jepang. Ada yang berwarna biru, hitam, seperti gambar di bawah ini, sehingga membuat makanan yang kita beli menjadi lebih cantik penampilannya.</p>
<p><a href="http://japan.busytrade.com/upload/images/2009-03/1236240117.jpg"><img class="alignnone" src="http://japan.busytrade.com/upload/images/2009-03/1236240117.jpg" alt="" width="209" height="149" /></a></p>
<p>sumber : busytrade</p>
<p>Kalau kita membeli makanan basah, maka biasanya akan keluar tetesan air jika kotak makanan dimiringkan. Bos perusahaan plastik tersebut meminta karyawannya untuk membuat desain kotak plastik yang kalau dimiringkan tetesan air tidak tumpah. Satu lagi yang didesainnya yang akan dijual per Januari tahun baru ini adalah, plastik kotak khusus untuk sushi. Kalau membeli sushi, sering kali kita dibuat mangkel dengan penampilannya yang penyot-penyot akibat kotak sushinya kita letakkan miring di dalam tas misalnya. Perusahaan ini mendesain kotak sushi yang sekalipun dimiringkan sushinya tidak bergerak atau saling bertumpukan. Saya masih ingat apa yang diucapkan bos, &#8220;sushi wa orimono ja nai&#8221; (sushi itu bukan barang yang dilipat) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Banyak hal yang bisa dipelajari dari para pengusaha Jepang, yang umumnya berusia di atas 60 tahunan tersebut. Mereka masih memegang tradisi pelayanan yang terbaik.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1265&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2010/01/01/prinsip-pebisnis-jepang-tidak-ada-barang-yang-tidak-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thumbnail.image.rakuten.co.jp/@0_mall/biwadonya/cabinet/n-rms-ss/o-ose01-item3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://japan.busytrade.com/upload/images/2009-03/1236240117.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Belajar yang menyenangkan</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2009/12/31/belajar-yang-menyenangkan/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2009/12/31/belajar-yang-menyenangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 14:22:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Kepada Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[SD di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Kanak-Kanak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1262</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang tahun baru semua orang Jepang pasti sedang sibuk berangkat ke gunung untuk menyambut matahari terbit besok (hatsumode)    Tak ada yang melembur di kampus malam-malam begini. Tadi sore salju turun sebentar, udara menjadi dingin sekali. Daripada bekerja di rumah, saya memilih mengedit disertasi saya di kampus.
Hari Selasa lalu, setelah berdiskusi dengan Sensei, banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1262&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Menjelang tahun baru semua orang Jepang pasti sedang sibuk berangkat ke gunung untuk menyambut matahari terbit besok (hatsumode) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />   Tak ada yang melembur di kampus malam-malam begini. Tadi sore salju turun sebentar, udara menjadi dingin sekali. Daripada bekerja di rumah, saya memilih mengedit disertasi saya di kampus.</p>
<p>Hari Selasa lalu, setelah berdiskusi dengan Sensei, banyak masukan yang saya pikir perlu dikembangkan dan ini menjadikan saya selama dua hari ini keasyikan menganalisa hasil penelitian. Sekalipun terasa sangat berat menuliskan argumentasi2 dalam bahasa Jepang, tetapi membuat pertanyaan terhadap sebuah fakta, atau menemukan fakta yang saling terkait, yang pada akhirnya membawa pada sebuah kepahaman, sungguh melegakan dan menyenangkan.<span id="more-1262"></span></p>
<p>Kesenangan mengutak-atik data penelitian dan berandai-andai terhadap sebuah situasi, atau menduga-duga penyebab sebuah fenomena sejarah, adalah hal yang saya rasakan belakangan ini sejak sering berdiskusi dengan Nishino sensei. Beliau, dengan segudang pengalaman penelitian tentang Indonesia sering mengajukan pertanyaan yang tidak saya duga, dan kadang-kadang memaksa saya berfikir ulang, mengapa sebuah statement perlu saya masukkan dalam disertasi. Melalui pembelajaran seperti ini saya menjadi rajin memberi tanda tanya besar  terhadap fakta tulisan sejarah yang dibuat oleh para penulis dan peneliti sebelumnya.</p>
<p>Saya tidak termasuk orang yang produktif menulis hasil penelitian, dan juga bukan penulis disertasi yang cepat -karenanya saya belum lulus juga <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' />   Tetapi saya merasakan menulis hasil penelitian  sebagai sebuah kerja yang menyenangkan, seperti menjawab sebuah puzzle.</p>
<p>Kesenangan yang saya rasakan dalam proses belajar ini, barangkali sama seperti yang dirasakan oleh anak kecil yang saya jumpai beberapa hari lalu di dalam stasiun bawah tanah Motoyama. Saya sedang berjalan santai menuju platform, sedangkan dia sedang melompat-lompat senang sambil memegang tangan neneknya. Umurnya kira-kira baru 6 tahun. Sambil menuruni tangga mulutnya terus berceloteh tentang jam berangkat kereta dan jam tibanya.</p>
<p>&#8220;Kalau kita naik kereta jam 13.31 kita akan sampai di Sakae jam 13.45, kan ? Dari sini ke Sakae kan sekitar 14 menit&#8221;. Tapi kalau kita naik kereta jam 13.37 kita akan sampai jam 13.51, ya kan ?&#8221; &#8220;Anata, erai ne&#8221; (kamu pinter banget !) neneknya yang sedari tadi hanya berhm..hm..hm saja,tertawa memuji cucunya. Si cucu tersenyum senang, dan kemudian kembali sibuk dengan hitung-menghitungnya.</p>
<p>Saya tersenyum-senyum di belakangnya. Saya termasuk paling lemah dalam hitung-menghitung, makanya saya tidak pernah menghitung penerimaan dan pengeluaran saya setiap bulan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />    Kadang-kadang saya beralasan kepada teman, bahwa menghitung-hitung uang akan membuat kita selalu merasa kekurangan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Banyak cara menjadikan belajar menyenangkan. Termasuk si anak tadi. Dia menemukan keasyikan belajar angka melalui table time kereta. Keponakan saya menyenangi matematika melalui hitung menghitung belanjaan, karena sering diajak ibunya ke pasar.Di TK Jepang ada pelajaran menyambungkan potongan suku kata, misalnya anak A menyebutkan &#8220;yuugata&#8221;, anak B harus mencari kata dengan suku kata terdepan ta, misalnya &#8220;tabemono&#8221;. Saya paling suka menemani anak-anak kecil bermain kata-kata seperti ini, sebab satu, secara otomatis saya belajar kosa kata bahasa Jepang dan kedua saya gemar mengibuli anak-anak dengan kata-kata yang aneh yang tidak ada dalam kamus <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya tidak tahu apakah anak-anak yang banyak bermain dengan DS atau game elektronik mendapatkan kemajuan berarti dalam belajarnya. Barangkali respon motoriknya sangat berkembang, tetapi saya selalu membayangkan dan bertanya-tanya apakah mata mereka, pinggang, punggung, tangan tidak sakit selama berjam-jam melakukan itu ? Sebab saya sendiri merasakan penat dan langsung tertidur sehabis mengetik berjam-jam.</p>
<p>Barangkali karena saya termasuk produk lama <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  saya lebih menyenangi belajar sambil kaki bergerak, dan di alam terbuka. Menghitung buah mangga di pohon, menghitung berapa langkah kaki berjalan ke warung, atau menghitung jumlah sandal di masjid&#8230;.. sepertinya lebih menyenangkan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apapun itu, mari menemukan trik belajar yang mengasyikkan&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1262&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2009/12/31/belajar-yang-menyenangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Youkoso Senpai : Tidak ada karya yang gagal</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2009/12/27/youkoso-senpai-mengajarkan-kecintaan-pada-bangunan/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2009/12/27/youkoso-senpai-mengajarkan-kecintaan-pada-bangunan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 08:34:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Kepada Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[SD di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1258</guid>
		<description><![CDATA[Kalau pada tulisan sebelumnya saya memaparkan tentang upaya mengkritisi bangunan yang tak bermanfaat di Jepang, maka kali ini sebaliknya saya ditunjukkan sudut pandang yang lain terhadap bangunan-bangunan artistik yang juga banyak dijumpai di setiap kota di Jepang.
Sudah lama sekali saya tak melihat acara Youkoso Senpai (Selamat datang Kakak Kelas) yang disiarkan NHK setiap hari Minggu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1258&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Kalau pada tulisan sebelumnya saya memaparkan tentang upaya mengkritisi bangunan yang tak bermanfaat di Jepang, maka kali ini sebaliknya saya ditunjukkan sudut pandang yang lain terhadap bangunan-bangunan artistik yang juga banyak dijumpai di setiap kota di Jepang.<span id="more-1258"></span></p>
<p>Sudah lama sekali saya tak melihat acara Youkoso Senpai (Selamat datang Kakak Kelas) yang disiarkan NHK setiap hari Minggu pagi. Hari ini, sambil bersiap-siap untuk berangkat bekerja, saya menyempatkan menontonnya. Dan edisi kali ini menampilkan seorang designer grafis terkenal Jepang yang bernama Pak Takenobu Igarashi (namanya dalam tulisan kanji rumit sekali&#8230;五十嵐威暢). Beliau kelahiran kota Takigawa, Hokkaido, 65 tahun yang lalu. Karyanya bertebaran di berbagai museum di seluruh dunia dan tentu saja di negeri kelahirannya, Jepang.</p>
<p>Hari itu Pak Igarashi berkunjung ke SD-nya dulu, SD Takigawa Hokkaido dan bermaksud mengajarkan anak-anak untuk berkreasi merancang apa saja yang ingin mereka buat. Sebelum mulai melakukan prakarya, anak-anak diajak mengunjungi sebuah taman yang di dalamnya terdapat bangunan berketinggian 21 meter, dan bentuknya seperti spiral yang disusun dari potongan daun kedelai. Di bawahnya terdapat kursi-kursi bulat dan sebagian lagi berupa setengah bulatan. Anak-anak diminta meraba dan mengamati, kemudian mengapresiasi bangunan tsb. Pak Igarashi menceritakan sedikit tentang sejarah bangunan tsb, yang ternyata dibangun saat memasuki abad 21, sehingga ketinggiannya dibuat 21 meter.</p>
<p>Setelah itu anak-anak kembali ke sekolah dan langsung digiring ke aula sekolah. Di sana sudah ada beberapa helai triplek yang di atasnya terdapat  perlengkapan untuk membuat kreasi bangunan terdiri dari kardus, gunting, alat perekat, tali, pisau, dll. Anak-anak kemudian dibagi per kelompok dan masing-masing keompok diminta memanfaatkan kardus-kardus tersebut untuk membuat apa saja dalam waktu 30 menit.</p>
<p>Hasilnya kurang memuaskan, ada yang bermaksud membuat kotak tapi setengah jadi, ada yang membuat kepala manusia berikut mata, alis dan hidungnya, tapi belum sempurna, dan banyak sekali potongan kardus yang tak termanfaatkan. Pak Igarashi mendapatkan ide untuk merangkai hasil karya anak-anak ketika anak-anak tengah menikmati makan siang. Rangkaian yang dibuat Pak Igarashi memang sangat artistik, dengan menempel-nempelkan bagian-bagian tersebut jadilah sebuah bentuk yang menyerupai makhluk atau bangunan yang biasa dibawa oleh para lelaki Takigawa saat ada festival di musim gugur.</p>
<p>Anak-anak terpesona, tak mengira hasil kerja mereka yang tak berbentuk bisa menjadi sebuah karya yang memukau. Pak Igarashi kemudian meminta setiap kelompok merancang usungan yang akan dibawa dalam Festival musim gugur. Setelah rancangan selesai, mereka diberi waktu untuk mempresentasikan rencananya dan memaparkan maksud dan latar belakang memilih model tersebut. Anak-anak SD di Jepang seperti biasa sangat kreatif dan pandai dalam berpresentasi. Banyak ide yang muncul, ada yang mempunyai ide untuk membuat usungan yang menggambarkan anak-anak was-was menunggu kedatangan sinterklas (musim gugur berdekatan dengan natal), ada juga kelompok yang mengusung tema musim gugur dengan tambahan makanan khas pada musim itu. Anak-anak diberi waktu lebih lama untuk berkreasi (biasanya 2 atau 3 jam pelajaran) dan hasil akhirnya memang sangat unik.</p>
<p>Pak Igarashi terus memuji dan mengatakan tak pernah melihat kreativitas seperti itu. Anak-anak menjadi senang dan pada mereka bergantian berfoto di depan hasil karyanya.</p>
<p>Festival musim gugur di Takigawa hampir tidak pernah lagi diadakan. Karenanya Pak Igarashi mengusulkan anak-anak untuk mengusung hasil karyanya  berkeliling kota dan mengadakan Festival Musim Gugur sendiri. Anak-anak bersorak dan berteriak dengan semangat sambil mengusung hasil karya tersebut melintasi jalan-jalan kota Takigawa yang kecil. Orang-orang tua dan orang-orang muda, penduduk Takigawa keluar dari rumah menyaksikan keramaian tersebut, tersenyum dan tertawa senang. Mereka bertepuk tangan menyemangati anak-anak.</p>
<p>Saya terkesan dengan Pak Igarashi. Beliau menyenangi desain sebagai sebuah mainan. Ayahnya menyediakan untuknya taman kecil di depan rumahnya untuk berkreasi membuat apa saja. Sejak kecil beliau menikmati potong-memotong kayu, merangkai bebatuan, merangkai cabang-cabang pohon dan menciptakan karya-karya unik. Kata beliau, tidak ada yang gagal dalam membuat desain. Kalau misalnya apa yang dibuat tak sesuai rencana, maka hasil akhirnya akan menjadi karya yang baru dan unik. Makanya beliau menyadari betul bahwa apa yang dibuat anak-anak SD Takigawa sebenarnya tak sesuai dengan rencana awal mereka. Tetapi mereka telah membuat hasil karya yang dirangkai berdasarkan kebebasan berpikir dan suasana bermain. Itulah yang menurut beliau keunikan sebuah karya.</p>
<p>Dulu ketika masih banyak waktu untuk pergi memotret, saya termasuk maniak bangunan aneh. Banyak tugu-tugu aneh di tengah kota Nagoya yang mencerminkan kecerdasan desainernya. Bangunan-bangunan itu memang kadang-kadang tak bermanfaat jika dinilai dari segi fungsionalnya, tetapi ada sebuah manfaat yang terkadang dilupakan, yaitu kepuasan batiniah. Saya termasuk orang yang terhibur dengan menyaksikan karya-karya unik tersebut, dan barangkali banyak orang lainnya.</p>
<p>Anak-anak pun sama, dengan menyaksikan apa yang dibuat oleh generasi pendahulunya maka mereka belajar untuk menjadi lebih kreatif. Di satu sisi, seperti yang saya tuliskan sebelumnya, pemerintah menganggap hal-hal seperti ini hanya buang-buang uang saja.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1258/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1258&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2009/12/27/youkoso-senpai-mengajarkan-kecintaan-pada-bangunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengajak anak-anak mengkritisi pembangunan</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2009/12/23/mengajak-anak-anak-mengkritisi-pembangunan/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2009/12/23/mengajak-anak-anak-mengkritisi-pembangunan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 10:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[SD di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1256</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali mengikuti kegiatan home stay saya selalu diajak mengunjungi beberapa museum atau taman oleh host family. Saya kira museum apa saja ada di Jepang dan di setiap kelurahan pasti ada taman bermain atau taman yang berfungsi sebagai tempat rekreasi sekaligus untuk belajar. Di antara museum dan taman tersebut ada yang hanya dikunjungi oleh kurang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1256&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Setiap kali mengikuti kegiatan home stay saya selalu diajak mengunjungi beberapa museum atau taman oleh host family. Saya kira museum apa saja ada di Jepang dan di setiap kelurahan pasti ada taman bermain atau taman yang berfungsi sebagai tempat rekreasi sekaligus untuk belajar. Di antara museum dan taman tersebut ada yang hanya dikunjungi oleh kurang dari 5 orang pengunjung setiap harinya.<span id="more-1256"></span>Baru-baru ini Kabinet PM Hatoyama khususnya bagian perencanaan anggaran melakukan apa yang disebut 行政刷新会議の事業仕分け（baca : gyouseisasshinkaigi no jigyou shiwake) yang kira-kira artinya Penyortiran Kegiatan Pembangunan. Kegiatan ini dilakukan beberapa hari berturut-turut yang dipimpin oleh seorang politikus wanita anggota Partai Demokrat yang dalam kabinet Hatoyama menjadi anggota Sangiinkai (The House of Councillors), Murata Renhou.</p>
<p>Murata dan timnya memangkas semua anggaran yang dianggapnya kurnag fungsional, seperti pembangunan gedung wanita, pembangunan museum, pembangunan pusat pelatihan, dll. Seperti saya utarakan di atas, pemerintah daerah telah menghabiskan banyak dana untuk membangun fasilitas-fasilitas yang sebenarnya tidak termanfaatkan dengan baik oleh rakyat.</p>
<p>Fuji TV mempunyai acara unik yang meniru proses shiwake Murata dkk. Channel TV ini mengundang pemirsa bahkan di sebuah prefektur mengajak anak-anak untuk mencari taman-taman yang tidak berfungsi. Setelah dikumpulkan ternyata banyak sekali taman,gedung,museum yang minim pengunjung bahkan urgensinya tak diakui masyarakat.</p>
<p>Sebuah museum batu di Gifu yang dari jauh berbentuk seperti pesawat terbang hanya dikunjungi oleh 3 orang pengunjung dalam sepekan, padahal biaya masuknya hanya 300 yen. Ada lagi taman yang isinya adalah miniatur bangunan2 dari berbagai negara, yang juga tak terawat sehingga cat-cat miniatur gedungnya mengelupas. Kemudian ditemukan pula sebuah taman yang mencerminkan ciri-ciri khas kota dan tempat di Jepang, Taman Pulau (shima koen) misalnya daerah Aomori karena merupakan penghasil apel, maka digambarkan dengan bangku-bangku yang berbentuk apel.</p>
<p>Taman dan museum ini menelan biaya milyaran dan semuanya menjadi beban pemerintah daerah yang tentu saja sebagiannya diambilkan dari pajak masyarakat. Pihak TV juga menyelenggarakan survei tentang keberadaan museum atau taman, dan hampir semua mengatakan tidak perlu atau tidak berguna.</p>
<p>Adalah menarik ketika pihak TV mengundang anak-anak untuk berpartisipasi mengkritisi pembangunan di daerahnya walaupun hanya sebagai responden dalam survey perlu tidaknya sebuah fasilitas dibangun untuk mereka. Memang anak-anak akan mengatakan : tidak berguna, jika dia secara langsung tak menikmati fasilitas tersebut.Tetapi bentuk partisipasi tersebut adalah bentuk sederhana melatih empati anak terhadap lingkungan sekitarnya atau tentang daerahnya.</p>
<p>Namun saya melihat ada hal positif yang kemungkinan akan terjadi dengan disiarkannya beberapa tempat yang menurut masyarakat tidak bermanfaat. Kemungkinan akan terjadi penggusuran atau justru ini adalah bentuk promosi tempat bersangkutan. Anak-anak misalnya mulai tertarik mengenal tempat-tempat khas di Jepang yang ada di Taman Pulau, atau tertarik mendatangi museum batu dan kelak bercita-cita menjadi ahli bebatuan.</p>
<p>Lain di Jepang, lain pula di Hawai. Pagi ini disiarkan di Honolulu, sekolah-sekolah hanya dilangsungkan sampai hari Kamis, dengan alasan minimnya anggaran. Orang tua protes karena mereka bertambah repot untuk mengurusi anak-anak pada hari Jumat dan Sabtu. Tetapi pemerintah tidak bisa berbuat menopang gaji guru dan biaya operasional sekolah. Orang tua dan guru-guru kemudian mengajak anak-anak untuk berdemo, membawa spanduk yang bertuliskan keinginan mereka untuk tetap sekolah seminggu penuh. Ajakan berdemonstrasi juga termasuk bentuk melatih anak kritis terhadap kebijakan pemerintah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tetapi apakah ini baik, terutama dari kejiwaan anak ?<br />
Anak-anak sebenarnya belum mengerti apa-apa, yang mereka pentingkan hanya agar bisa bermain bebas, bercanda dengan teman setiap hari&#8230;.:-)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1256&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2009/12/23/mengajak-anak-anak-mengkritisi-pembangunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perlukah mengajari anak-anak tentang proses kelahiran bayi ?</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2009/12/23/perlukah-mengajari-anak-anak-tentang-proses-kelahiran-bayi/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2009/12/23/perlukah-mengajari-anak-anak-tentang-proses-kelahiran-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 09:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[SD di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[SMP Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1254</guid>
		<description><![CDATA[Apakah pelajaran tentang kelahiran bayi perlu diajarkan kepada anak-anak seumuran SD ?
Pertanyaan ini mungkin akan ditanggapi secara negatif oleh guru-guru di negara muslim dan akan ditanggapi secara positif oleh guru-guru di negara liberal. Saya kira saya baru mendapatkan ilmu tentang proses melahirkan ketika belajar Biologi di SMA. Pelajaran yang membuat kami murid-murid perempuan agak kikuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1254&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p>Apakah pelajaran tentang kelahiran bayi perlu diajarkan kepada anak-anak seumuran SD ?<span id="more-1254"></span></p>
<p>Pertanyaan ini mungkin akan ditanggapi secara negatif oleh guru-guru di negara muslim dan akan ditanggapi secara positif oleh guru-guru di negara liberal. Saya kira saya baru mendapatkan ilmu tentang proses melahirkan ketika belajar Biologi di SMA. Pelajaran yang membuat kami murid-murid perempuan agak kikuk ketika harus melihat organ genital laki-laki dan wanita. Seharusnya dilakukan pemisahan kelas antara laki-laki dan perempuan ketika membahas hal ini.</p>
<p>Saya pernah secara sekilas melihat buku IPA anak-anak SD dan SMP di Jepang, dan dalam buku text book secara jelas digambarkan tentang proses reproduksi manusia.Saya terbengong-bengong karena materi ini ternyata sudah diajarkan kepada siswa-siswa SD.</p>
<p>Jika proses kelahiran hendak diajarkan kepada anak-anak SD saya cenderung untuk mengikuti metode yang dilakukan oleh Ibu Terada (nama lengkapnya saya lupa), seorang bidan yang mencoba memperkenalkan kepada anak-anak dan orang tua tentang pentingnya jiwa manusia (dalam bahasa Jepang disebut inochiー 命）.</p>
<p>Ibu Terada bekerja sebagai bidan yang sering dipanggil oleh ibu-ibu yang enggan melahirkan di rumah sakit atau bapak-bapak yang ingin melihat proses kelahiran bayinya. Selama bertahun-tahun dia menggeluti pekerjaannya yang membawanya pada pemaknaan mendalam tentang kehidupan seorang bayi. Ibu Terada sudah kenyang menghadapi proses kelahiran yang berhasil dan menyaksikan air mata ibu-ibu yang menciumi anaknya yang masih berlumuran darah ketika dilahirkan. Beliau juga sudah kenyang menyaksikan bayi-bayi yang tidak berhasil menghirup udara dunia.</p>
<p>Suatu kali Ibu Terada membaca sebuah berita di koran tentang pembunuhan yang dilakukan oleh seorang anak SD terhadap temannya. Berita itu membuatnya tersadar untuk melakukan sesuatu bagi anak-anak Jepang. Maka mulailah dia berfikir untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang betapa pentingnya makhluk hidup, betapa berharganya jiwa manusia, melalui seminar tentang proses kelahiran.</p>
<p>Ibu Terada menghadirkan anak-anak dan ibunya di dalam seminar yang dia adakan. Dalam salah satu episode yang saya saksikan di sebuah channel TV dua hari lalu, beliau membuat sebuah drama pendek tentang ibu hamil (pura-pura hamil) yang kesakitan sebab sudah tiba masa melahirkannya. Anak-anak tampak bingung dan cemas. Ibu Terada memanggil anak-anak itu untuk mendekat sambil meminta ibu yang kesakitan untuk tidur menelungkup, lalu sambil meminta seorang anak yang merupakan anak ibu hamil untuk memegang tangan ibunya, dan dengan perlahan nongollah kepala bayi (boneka) dari bagian belakang si ibu hamil. Akhirnya lahir&#8230;anak-anak bertepuk tangan senang dan lega.</p>
<p>Dalam sesi berikutnya, Ibu Terada meminta para ibu untuk duduk berhadapan dengan anaknya kemudian meminta mereka untuk memeluk anaknya. Lalu, meminta anak-anak untuk menghadap ke belakang dan ibu-ibu memijit-mijit punggung anaknya. Ibu Terada kemudian menggiring ibu2 untuk memikirkan bahwa bayi lembut yang keluar dari badannya kini sudah bertambah besar. Punggunya sudah semakin keras dan lebar, wajahnya sudah semakin cantik dan tampan, dan tubuhnya sudah semakin besar. Barangkali sebagian ibu sudah lupa tentang anak-anaknya yang tumbuh dewasa. Barangkali sebagian ibu sudah lupa bahwa mereka sangat suka cita saat menyambut kelahiran anaknya, tapi kemudian melupakannya setelah mereka beranjak dewasa. Dengan penuh sayang dan tetesan air mata ibu-ibu memeluk anaknya sambil berucap : &#8220;umarete kurete, arigatoo&#8221; (terima kasih sudah lahir ke dunia, Nak). Dan anak-anak menangis terisak sambil berkata : &#8220;Unda shite kurete, arigatoo&#8221; (terima kasih sudah melahirkan saya, Bu).</p>
<p>Ibu Terada sudah mengajarkan kepada anak-anak tentang pentingnya &#8220;seorang jiwa&#8221; melalui proses kelahiran. Dia tidak menjelaskan genital pria wanita, tetapi misinya adalah agar anak menghargai jiwa orang lain dan menghargai diri sendiri. Beliau telah menanamkan kepada anak-anak tentang sebuah nilai yang lebih berharga daripada proses reproduksi yang harus dihapalkan anak-anak untuk menjawab soal ujian.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1254&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2009/12/23/perlukah-mengajari-anak-anak-tentang-proses-kelahiran-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>