<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berguru</title>
	<atom:link href="http://murniramli.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://murniramli.wordpress.com</link>
	<description>Situs Pendidikan di Jepang dan Indonesia</description>
	<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 07:33:19 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Merasa terasing di konferensi negara muslim</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/07/20/merasa-terasing-di-konferensi-negara-muslim/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2008/07/20/merasa-terasing-di-konferensi-negara-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 07:28:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Penelitian Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[Selama 14 Juli hingga 16 Juli 2008, saya berkesempatan mengikuti International Conference on Teacher Education in the Moslem World, yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Antar Bangsa Kuala Lumpur. Sekitar 112 presenter hadir dari berbagai negara membawakan hasil penelitiannya tentang pendidikan dan permasalahan guru di negara-negara muslim.
Hampir 2 bulan saya mengupayakan untuk bisa lolos dalam konferensi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selama 14 Juli hingga 16 Juli 2008, saya berkesempatan mengikuti International Conference on Teacher Education in the Moslem World, yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Antar Bangsa Kuala Lumpur. Sekitar 112 presenter hadir dari berbagai negara membawakan hasil penelitiannya tentang pendidikan dan permasalahan guru di negara-negara muslim.<span id="more-395"></span></p>
<p>Hampir 2 bulan saya mengupayakan untuk bisa lolos dalam konferensi ini, karena ingin sekali menshare hasil penelitian saya kepada para orang pandai agar dapat memperoleh masukan berharga. Saya terpaksa lembur dan menyengsarakan tubuh untuk bisa tembus dan sekaligus pada saat bersamaan bisa menerbitkan satu paper dalam jurnal berbahasa Jepang.</p>
<p>Suasana konferensi yang berlangsung di Hotel Crown Princess, KL tergolong mewah.  Dengan fee sebesar 300 US Dollar, fasilitas dan sajian makanan dalam konferensi sungguh mewakili. Tapi saya yang pada awal konferensi dilaunch sudah meminta keringanan biaya sebagai student, namun tidak mendapat tanggapan dari panitia, merasakan kemubaziran makanan yang melimpah, sebab sebenarnya perut manusia tidak bisa diisi melebihi kapasitasnya. Selezat dan sebanyak apapun makanan yang tersaji, jika kita sudah makan sepiring maka cukuplah itu. Belakangan sesaat setelah konferensi usai, seorang panitia memberitahu saya bahwa case keringanan yang saya ajukan sebenarnya telah dibicarakan dalam kepanitiaan dan saya mendapatkan keringanan itu, tetapi tidak ada notification resmi dari panitia hingga saya berangkat.</p>
<p>Saya tidak mau mempersoalkan masalah itu, karena ada banyak hikmah yang saya peroleh dengan hadir dalam konferensi dunia.</p>
<p>Sekalipun berada dalam orang-orang serumpun, saya merasa terasing karena hanya saya orang Indonesia yang ikut presentasi dalam konferensi tersebut. Coba saya baca nama-nama presenter, ada beberapa nama berbau Indonesia, tetapi ternyata orang Malaysia. Beberapa orang Malaysia yang menanyai asal saya, menyemangati dengan menceritakan bahwa nenek moyangnya juga berasal dari Indonesia. Dan dia punya banyak sanak saudara di Indonesia.</p>
<p>Tanggal 15 Juli, saya presentasi di bagian awal panel session.  Ruangan yang diberikan untuk presentasi adalah ruangan terbesar yang dipakai dalam konferensi tersebut, Grand Ballroom.  Saya berdiri gemetar seperti biasa dan audiens yang semula saya duga hanya 10 orang seperti hari sebelumnya, ternyata hari ini ada sekitar 50 orang yang menghadiri presentasi saya.  Di bagian depan duduk para professor dari beberapa negara timur tengah.  Di bagian tengah dan belakang sederet muslimah melayu, sebagian adalah yang berjanji hadir untuk mensupport saya setelah kami berkenalan di hari sebelumnya.</p>
<p>Seusai presentasi, saya turun dari panggung besar yang menelan tubuh saya yang kecil. Beberapa orang menghadang saya sebelum duduk dan menanyai dengan beberapa pertanyaan.  Seorang Prof dari Florida Univ memberikan pujian terhadap presentasi yang runut dan data yang akurat, serta menyebutkan bahwa dia juga sedang mengerjakan proyek di Medan.  Belakangan dia mengenalkan seorang lagi rekan prof yang lain, yang juga meneliti tentang Indonesia.  Seorang prof dari Pakistan memuji kualitas penelitian saya serta mengucapkan sebuah kalimat yang membuat saya memerah : kamu akan sukses ! Beberapa professor dari negara Timur Tengah mendatangi dan menanyai saya kenapa bisa sampai ke Jepang.</p>
<p>Saya juga merasa terharu dengan beberapa mahasiswa UIA yang datang menghampiri dan mengucapkan selamat.  Saya merasa tidak sendiri dengan kedatangan mereka. Ya, mungkin ada di antara hadirin pemerhati pendidikan Indonesia yang hadir pada saat itu, semoga apa yang  saya  hasilkan bisa menjadi masukan untuk diskusi lebih lanjut  untuk kemajuan pendidikan Indonesia.</p>
<p>Bulan ini, saya membuat sebuah terobosan berharga dalam hidup yang sekarang sudah memasuki usia 37 tahun pada tanggal 14 Juli kemarin.  Alhamdulillah, segala syukur kepadaNya. Keinginan pergi ke menara Petronas pada hari tsb, tidak berhasil karena saya harus terhimpit di tengah rakyat Malaysia yang mengendarai kendaraan rakyat, kommuter dan LRT.</p>
<p>Transit di Hongkong, 20 Juli 2008</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/murniramli.wordpress.com/395/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/murniramli.wordpress.com/395/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/395/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=395&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2008/07/20/merasa-terasing-di-konferensi-negara-muslim/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/murniramli-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asalkan negara mau membayar mereka lebih bijak</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/07/18/asalkan-negara-mau-membayar-mereka-lebih-bijak/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2008/07/18/asalkan-negara-mau-membayar-mereka-lebih-bijak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 08:48:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Sudah seminggu saya berada di KL, dan seperti biasa kebiasaan jalan dan melihat-lihat tak pernah bisa ditahan. Tempat-tempat yang saya kunjungi mengingatkan saya pada Indonesia. Banyak percakapan logat Indonesia, logat Jawa yang kental dari mahasiswa dan para penyapu jalanan.  Petugas kebersihan di UKM yang saya jumpai pun orang Indonesia.
Dari kawan saya dengar, bahwa orang Melayu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sudah seminggu saya berada di KL, dan seperti biasa kebiasaan jalan dan melihat-lihat tak pernah bisa ditahan. Tempat-tempat yang saya kunjungi mengingatkan saya pada Indonesia. Banyak percakapan logat Indonesia, logat Jawa yang kental dari mahasiswa dan para penyapu jalanan.  Petugas kebersihan di UKM yang saya jumpai pun orang Indonesia.<span id="more-393"></span></p>
<p>Dari kawan saya dengar, bahwa orang Melayu tidak mau bekerja kasar, mereka hanya ingin mengerjakan pekerjaan yang bersih dan berderajat.  jadilah, orang Indonesia dan orang India memenuhi pasar-pasar kerja kelas bawah. Tapi orang Melayu sangat suka dengan pekerja dari Indonesia karena mereka ulet dan rapih, dan mungkin hampir tidak pernah memprotes masalah gaji yang memang sudah mencukupi.</p>
<p>Teman-teman mahasiswa yang saya jumpai lebih senang dengan bersekolah di Malaysia yang biaya perkuliahannya relatif rendah dan banyak di antara mereka menikmati beasiswa atau sebagai peneliti lab dengan gaji yang memuaskan.</p>
<p>Saya tepekur melihat kerajinan mereka. saya terharu melihat keuletan mereka. Andaikan itu dilakukan di Indonesia, alangkah beruntungnya negeri kita.  Orang-orang yang ulet dan tak kenal putus asa semacam mereka adalah aset yang tinggal diasah sedikit untuk dapat mempelajari sesuatu ilmu maka makin berkilatlah mereka dengan kecerdasan akal dan budi.</p>
<p>Sayang pemerintah Indonesia tidak mau berpusing-pusing memikirkan untuk memakmurkan mereka dengan biaya yang layak.  Yang memungkinkan mereka untuk menyekolahkan anak dengan tarikan nafas kelegaan karena tidak harus berfikir tentang SPP yang melangit.  Yang juga melempangkan langkah mereka untuk membeli ini dan itu, semata untuk keperluan hidup sehari, yang menyamankan mereka di sebuah rumah sederhana namun mencukupi. Mereka sangat berhak untuk itu semua dengan kerja keras yang mereka lakukan.</p>
<p>Sayang perputaran uang sudah diatur oleh manusia agar terpusat kepada orang-orang kaya saja. Dan tinggalah si miskin menjadi penonton sambil harus mengelus dada, menahan emosi, membujuk anak-anaknya agar senantiasa sabar. Orang sabar disayang Allah, Nak !</p>
<p>Kapan negara akan berpihak kepada mereka ? Kapan anggota dewan dan petinggi negara bersedia dikurangi gajinya agar dapat dibagi untuk kelayakan hidup si miskin ? Kapan kita berfikir untuk mengefisienkan semua pengeluaran yang tak berguna ? Kapan kita menutupi lubang-lubang kebocoran ? Kapan orang tidak lagi menjadi hamba uang ?</p>
<p>wallahu a&#8217;lam bishshawab.</p>
<p>Kemarin, saya melewati seorang Ibu yang sedang mengepel tangga perpustakaan UKM.<br />
&#8220;Permisi, Bu. Maaf, saya sudah mengotori lantai ini&#8221;, ucap saya pelan. &#8220;Ah, tidak apa-apa, silahkan !<br />
Lagi-lagi suara Indonesia.  Keringat rakyat yang telah diteteskan untuk mengkilatkan lantai negeri jiran !</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/murniramli.wordpress.com/393/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/murniramli.wordpress.com/393/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/393/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=393&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2008/07/18/asalkan-negara-mau-membayar-mereka-lebih-bijak/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/murniramli-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di KL, kenapa minim salam ?</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/07/17/di-kl-kenapa-minim-salam/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2008/07/17/di-kl-kenapa-minim-salam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 09:27:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Assalamu alaikum&#8221; adalah kalimat yang membedakan muslim dengan non muslim, di manapun itu selagi kita kenali dia adalah muslim melalui ciri-ciri lawan bicara atau yang paling jelas dari pakaiannya, maka kalimat salam adalah ucapan yang secara otomatis muncul. Saya yang merasa gembira ketika berjumpa sesama wanita muslim di Jepang, selalu saja menyunggingkan senyum dan mengucapkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Assalamu alaikum&#8221; adalah kalimat yang membedakan muslim dengan non muslim, di manapun itu selagi kita kenali dia adalah muslim melalui ciri-ciri lawan bicara atau yang paling jelas dari pakaiannya, maka kalimat salam adalah ucapan yang secara otomatis muncul. Saya yang merasa gembira ketika berjumpa sesama wanita muslim di Jepang, selalu saja menyunggingkan senyum dan mengucapkan sepotong salam. Tapi saya tak mendapatinya di Kuala Lumpur.<span id="more-391"></span></p>
<p>Hampir semua wanita atau mahasiswi muslim di KL mengenakan baju kurung dengan atau tanpa kudung. Dan mereka terlihat lebih perkasa dan gesit dibandingkan pria KL (maaf).  Saat menghadiri konferensi, saya tebak 70% peserta adalah muslimah. Sebuah movement baru wanita di KL. Sayangnya muslimah yang saya jumpai di jalan, di dalam kereta kommuter dan LRT yang saya tumpangi untuk hilir mudik ke arena konferensi, miskin menyampaikan ucapan salam, dan saya pun terbawa. Salam hanya diucapkan oleh beberapa brother dari negara middle east yang tertarik dengan paper yang saya presentasikan dan bertanya ini itu setelah acara konferensi.</p>
<p>Hari ini, waktu saya habiskan di UKM agar bisa terkoneksi internet. Ketika kebingungan mencari surau, seorang muslimah tersenyum dan menyapa saya &#8220;assalamu alaikum&#8221;. Wah, saya senang sekali. Beberapa hari yang lalu tatkala kesulitan menghidupkan HP dan tidak dapat menghubungi adik teman yang akan menjemput, seorang muslimah dengan kebaikannya memberikan pinjaman HP dan kepingan sen-nya. Dan menasihati, hati-hati, Kak. Di sini berbahaye!  Alangkah baiknya dia !</p>
<p>Fenomena salam adalah fenomena yang menarik. Saat pertama kali gerakan berjilbab tumbuh di Indonesia, th 80-an, dan saat saya pertama kali mengenakannya di tahun 1990, saya ingat semua muslimah ramai mengucapkan dan berbalas salam.  Saat saya pulang ke Indonesia di tahun 2007 dan 2008, saya juga masih merasakan ini. Dan selama berada di Jepang, kami lebih bersemangat mengamalkannya.</p>
<p>Tapi apa yang saya jumpai di KL, barangkali terjadi juga di kota-kota besar di Indonesia saat ini. Fenomena ini sama saja dengan di Jepang atau di negara lain, yaitu orang tidak terbiasa mengucapkan &#8220;ohayou gozaimasu&#8221; atau &#8220;good morning&#8221; kepada orang yang tidak dikenal. Tapi semestinya assalamu alaikum bermakna khas, sebab kalimat ini adalah pengikat antar muslim, sekalipun kita tidak saling mengenal, tapi adalah hal biasa mengucapkannya.</p>
<p>Jadi kenapa tidak mengucapkan salam saat berpapasan ?</p>
<p>Saya juga tidak tahu apa alasan pastinya, selain mengemukakan argumentasi &#8220;barangkali&#8221; karena kita mayoritas. Ketika sesuatu dalam kondisi mayoritas, maka dia biasanya terlupa akan perlunya menunjukkan identitas yang simple, sebab semua sudah sepaham. Bisa diartikan, tanpa diucapkan pun kita sudah saling mendoakan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Benarkah ?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/murniramli.wordpress.com/391/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/murniramli.wordpress.com/391/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/391/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=391&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2008/07/17/di-kl-kenapa-minim-salam/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/murniramli-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidak ada cara lain kecuali berusaha keras !</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/07/11/tidak-ada-cara-lain-kecuali-berusaha-keras/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2008/07/11/tidak-ada-cara-lain-kecuali-berusaha-keras/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 13:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[Besok terbang ke Malaysia untuk sebuah konferensi tentang pendidikan guru di negara muslim.  Saya belum sempat membenahi power point untuk presentasi tanggal 15 Juli. Karena berhari-hari saya harus memeras otak dan mengurangi jam tidur yang sudah minim, untuk membaca, menulis, bongkar pasang paper untuk sebuah jurnal berbahasa Jepang.
Professor saya yang saya paksa untuk menyediakan jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Besok terbang ke Malaysia untuk sebuah konferensi tentang pendidikan guru di negara muslim.  Saya belum sempat membenahi power point untuk presentasi tanggal 15 Juli. Karena berhari-hari saya harus memeras otak dan mengurangi jam tidur yang sudah minim, untuk membaca, menulis, bongkar pasang paper untuk sebuah jurnal berbahasa Jepang.<span id="more-390"></span></p>
<p>Professor saya yang saya paksa untuk menyediakan jam konsultasi sebulan sekali, sampai menyediakan waktu dua hari untuk membantu saya mengoreksi bagian-bagian penting dalam paper. Tapi seperti biasa di jurusan saya &#8216;kyouiku keiei&#8217;, yang terkenal sangat strict dalam penggunaan istilah, maka paper yang saya buat pun mental untuk beberapa pengistilahan.  Sayangnya, Sensei juga tidak menunjukkan jalan keluar yang jelas selain memaksa saya untuk berfikir lagi mencari kata-kata yang tepat.</p>
<p>Tadi malam, hari paling telat saya lembur di kampus selama berada di Jepang. Karena pulang dengan naik sepeda, maka saya tenang saja menulis, tidak terasa sudah jam 1.30. Waktunya mengistirahatkan badan. Janji mengirimkan perbaikan paper malam hari kepada sensei untuk diperiksa hari ini, tidak bisa terpenuhi. Terpaksa pagi-pagi baru sempat dikirimkan, dan untungnya sensei berbaik hati memberikan coretan-coretan lagi. Tapi kali ini, kertasnya agak mulus.</p>
<p>Saya sangat bersyukur dengan kelancaran menulis hingga saat ini. Sekalipun mental beberapa kali karena tidak sukses merangkai kata yang bagus untuk thesis sekelas orang Jepang, saya sempat mau mundur. Kalau saja, sensei tidak mengatakan &#8216;omoshiroi&#8217;, saya mungkin akan kehabisan energi menulis paper. Saya terpompa betul dengan ucapan sensei dua hari yang lalu : &#8220;Penelitian dan opini yang diajukan sangat menarik. Tinggal menyusun bahasanya agar orang Jepang tidak salah interpretasi ketika membacanya&#8221;.</p>
<p>Keketatan menggunakan istilah membuat saya putus asa dan hari ini sempat terlontar kata : Sensei, kono ronbun wo dasu no wa jishin ga nai desu (Sensei, saya tidak percaya diri mensubmit paper ini ). Tapi saya sangat terharu dengan ucapan sensei :  Murni san sudah berusaha sampai sejauh ini, mundur tidak boleh. Masalah istilah yang tidak sempurna, orang Jepang juga tidak bisa menulis sempurna. Jishin o motte, ganbatte kudasai ! (Percaya diri ! Dan lebih keras berusaha !)</p>
<p>Sashuga nihon jin !</p>
<p>Saya teringat sebuah buku tentang sejarah pendidikan peralihan Belanda ke Jepang, dan pendidikan di zaman Jepang. Di dalamnya dilukiskan bagaimana orang Indonesia yang sudah terjajah selama 3,5 abad dididik oleh tentara Jepang untuk punya percaya diri memerangi Belanda, bahkan pementasan budaya rakyat diaktifkan di sekolah-sekolah supaya rasa kebangsaan tumbuh secara tidak langsung.</p>
<p>Ya, langkah saya sekalipun agak loyo karena kurang tidur, tapi semangat dan kata-kata sensei teringat terus. Di tengah jalan berpapasan dengan seorang teman Jepang yang selalu saya ajak bercanda, lalu seperti biasa komentarnya, kenapa tidak pernah cuti jadi kuncen di kampus ? :D    Sambil ngobrol ngalur ngidul tentang thesis dan kerja, mengeluh ini itu, kami seperti biasa mengakhiri obrolan dengan : Ganbarou shikanai wa !  (Tidak ada cara lain selain bekerja keras ! )</p>
<p>Besok, saya akan ke Malaysia. Malam ini saya sempat mengintip para presenter di konferensi. Kembali nyali saya menciut&#8230;ah, semuanya orang-orang top. Tapi, saya sudah membayar fee dan tiket sudah di koper&#8230;.<br />
Ganbarou shikanai wa !</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/murniramli.wordpress.com/390/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/murniramli.wordpress.com/390/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=390&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2008/07/11/tidak-ada-cara-lain-kecuali-berusaha-keras/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/murniramli-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepekaan bertutur</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/07/07/kepekaan-bertutur/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2008/07/07/kepekaan-bertutur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 05:32:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa anak harus diajari Bahasa Indonesia yang baik dan benar, kalau pada akhirnya mereka akan bercakap dengan sebayanya dengan menggunakan bahasa ABG  
Dari semua materi pelajaran Bahasa Indonesia yang saya dapatkan dari SD hingga SMA, saya sebenarnya menyenangi semua bagian, apalagi tentang peribahasa dan sastra. Sayang, saya hanya menerimanya sebagai bahan hafalan.
Saya bahkan lupa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kenapa anak harus diajari Bahasa Indonesia yang baik dan benar, kalau pada akhirnya mereka akan bercakap dengan sebayanya dengan menggunakan bahasa ABG <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-389"></span></p>
<p>Dari semua materi pelajaran Bahasa Indonesia yang saya dapatkan dari SD hingga SMA, saya sebenarnya menyenangi semua bagian, apalagi tentang peribahasa dan sastra. Sayang, saya hanya menerimanya sebagai bahan hafalan.</p>
<p>Saya bahkan lupa apakah pernah belajar perbedaan antara kata saya dan aku, atau anda dan kamu, atau anda dan saudara, atau anda dan Bapak A atau Ibu A. Rentetan kata yang sederhana, tetapi mengandung makna yang mendalam ketika digunakan.</p>
<p>Beberapa waktu lalu, saya mendapat telepon dari seorang murid Bahasa Indonesia yang pernah saya ajari, dalam sebuah kalimatnya dia mengatakan : &#8220;Saya tunggu anda datang ke rumah saya&#8221;.<br />
Di masa yang lain, seorang teman menjawab email yang saya kirim dengan kalimat seperti ini : &#8220;Saya akan membalas email anda secepatnya&#8221;</p>
<p>Dari kedua contoh di atas sebenarnya tidak ada kalimat yang salah.  Tetapi barangkali karena saya dilahirkan dengan sensitivitas yang terlalu berlebihan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  maka saya agak terkejut mendengar dan membaca itu.</p>
<p>Ketika belajar Bahasa Jepang di kampus dan saat berkonsultasi dengan Academic Advisor ataupun dosen lain di Nagoya University, saya belum pernah dipanggil dengan kata &#8216;anata&#8217; (=anda/kamu), tetapi selalu dipanggil dengan nama : Murni san. Beberapa kali saya dipanggil `anata` oleh orang Jepang yang tidak kenal dengan saya, saat bertanya tentang jalan misalnya.</p>
<p>Bagi saya pribadi, memanggil orang yang sudah saya ketahui namanya dengan panggilan `anda` atau &#8216;kamu&#8217; rasanya tidak sopan (ini lagi-lagi karena sensitivitas yang berlebih).  Lebih baik memanggilnya dengan sebutan Bapak/Ibu A, atau Mas/Mbak A, atau Dik atau panggil namanya saja. Ketika seseorang memanggil seseorang dengan anda, maka kita memposisikan diri sebagai orang yang punya jarak dengan lawan bicara dan agak sulit untuk menjadi teman. Tetapi ketika seseorang dipanggil Bapak/Ibu, maka si pemanggil bermaksud menghormatinya.  Lalu ketika seorang anak kita panggil dengan Mas/Mbak atau namanya, maka kita menganggapnya bagian dari keluarga.</p>
<p>Kehalusan dan kesopanan dalam bertutur mungkin tidak diajarkan sebagai salah satu bentuk keahlian berbahasa di sekolah-sekolah.  Tetapi menurut saya, kehalusan dan kesopanan inilah yang akan membedakan tingkat kehalusan budi pekerti orang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tidak hanya dalam memanggil nama seseorang, banyak  kosa kata yang mesti dipertimbangkan kelayakan  pengucapannya agar tidak menyinggung perasaan lawan bicara, dan tentu saja  tetap dapat dimengerti.</p>
<p>Tapi bagaimanapun, beruntung sekali Bahasa Indonesia tidak mengenal tingkatan bahasa seperti Bahasa Jepang atau Jawa. Sebab kalau ada, keterbukaan mungkin akan semakin sulit terwujud.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/murniramli.wordpress.com/389/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/murniramli.wordpress.com/389/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/389/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=389&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2008/07/07/kepekaan-bertutur/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/murniramli-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa harus ada SMP dan SMA ?</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/26/mengapa-harus-ada-smp-dan-sma/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/26/mengapa-harus-ada-smp-dan-sma/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 10:59:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan Jepang]]></category>

		<category><![CDATA[Penelitian Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=387</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan saya yang lalu membahas tentang  perubahan makna pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam sistem pendidikan di Indonesia.  Kali ini saya akan menyampaikan sebuah pendapat mengapa pendidikan menengah harus dipisahkan menjadi SMP dan SMA.  Bagian ini juga menjadi salah satu poin yang saya angkat dalam disertasi.  Untuk pembahasan kali ini, saya menggunakan literatur berbahasa Jepang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tulisan saya yang lalu membahas tentang  perubahan makna pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam sistem pendidikan di Indonesia.  Kali ini saya akan menyampaikan sebuah pendapat mengapa pendidikan menengah harus dipisahkan menjadi SMP dan SMA.  Bagian ini juga menjadi salah satu poin yang saya angkat dalam disertasi.  Untuk pembahasan kali ini, saya menggunakan literatur berbahasa Jepang tentang reformasi SMA di Jepang yang ditulis secara bersama oleh dosen-dosen di Fak. Pendidikan, Nagoya University pada tahun 1998, sebagai acuan.<span id="more-387"></span></p>
<p>Banyak pendapat dari pakar psikologi yang mengatakan bahwa usia anak didik mempengaruhi daya tangkap dan kemampuan belajarnya.  Usia SMP berkisar antara 11 th-14 th, dan usia SMA berkisar antara 15 th-18 th. Pada usia SMP, anak-anak memasuki usia remaja, yang mengubah kondisi fisik dan mentalnya dari alam kanak-kanak menjadi alam remaja. Pada tahap ini anak mulai mencari jati dirinya, siapa dia, dari mana dia berasal, ke mana dia akan menuju (cita-cita). Dan tentu saja jawaban itu tak bisa didapatnya dalam pendidikan di SMP. Oleh karena itu pendidikan di masa SMP hendaknya menyediakan peluang/pilihan ilmu, keahlian yang banyak kepada para siswa.</p>
<p>Adapun anak-anak usia SMA, mereka mulai menyadari eksistensinya, dan mulai membentuk diri dan karakternya.  Anak-anak mulai mantap cita-citanya dan sudah melatih diri untuk menjadi sesuai yang dicita-citakan.  Misalnya anak-anak yang bercita-cita menjadi olah ragawan, mulai latihan menggembungkan otot.  Anak-anak yang ingin bekerja di bidang sains mulai menyukai dan melatih diri di bidang ini. Karenanya pendidikan di masa SMA harus dibuat dengan pilihan yang menyempit dan mendalam.</p>
<p>Secara garis besar kurikulum SMP harus bersifat : banyak, luas, tidak mendalam/general, pendek, dan ringan.  Sedangkan kurikulum SMA harus bersifat sedikit, sempit, mendalam, panjang, dan berat dari segi muatannya.</p>
<p>Di Jepang, kurikulum SMP terdiri dari mapel wajib dan mapel pilihan yang diberikan di kelas 2 dan 3.  Jumlah mapel pilihan hanya 2 atau 3 saja.  Sedangkan di SMA, melalui penjurusan, mapel pilihan lebih banyak daripada mapel wajib. Selain pelajaran yang termuat dalam intrakurikuler, minat dan keinginan siswa juga dikembangkan melalui ekstrakurikuler yang biasa disebut `bukatsudo`.</p>
<p>Di Indonesia tampaknya pembinaan ekstrakurikuler masih belum optimal, dan hanya dianggap sebagai pelengkap kurikulum intra.  Oleh karenanya kita agak sulit menghasilkan olahragawan atau seniman berprestasi dari jalur sekolah.  Berbeda halnya dengan di Jepang, karena ekskul menjadi salah satu rute untuk menjadi `orang` di masa depan, maka tidak mengherankan jika banyak atlet yang terlahir dari kegiatan ekskul sekolah.</p>
<p>Landasan berfikir di atas, yaitu bahwa usia SMP dan SMA memiliki dampak pada daya tangkap dan nalar siswa, menjadikan kita mudah memahami pemisahan jenjang ini.</p>
<p>Tetapi apakah sisi psikologis ini secara umum akan senantiasa demikian adanya dengan kemajuan IT dan informasi yang menyebabkan anak SMP mungkin lebih cepat berkembang secara psikis (mental) daripada fisiknya ? Atau pertanyaan lain, globalisasi yang menuntut kompetisi di semua bidang menyebabkan anak-anak SMP harus diajarkan materi SMA agar dapat mengejar kemampuan anak-anak di negara maju ?</p>
<p>Saya belum tahu jawabannya.  Tapi saya pikir akan menarik jika dibuat analisa terhadap content pelajaran di Indonesia dengan negara lain untuk melihat apakah anak-anak SMP di Indonesia sudah belajar selayaknya yang harus dia dapat atau justru dia belajar pelajaran/ilmu yang semestinya dia dapat di SMA di negara lain.</p>
<p><em>Ditulis ketika sedang suntuk menyiapkan bahan presentasi di Tohoku Univ (&gt;_&#038;lt <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/murniramli.wordpress.com/387/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/murniramli.wordpress.com/387/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/387/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=387&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/26/mengapa-harus-ada-smp-dan-sma/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/murniramli-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan dasar dan pendidikan menengah</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/23/pendidikan-dasar-dan-pendidikan-menengah/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/23/pendidikan-dasar-dan-pendidikan-menengah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 10:25:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Manajemen Sekolah]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Penelitian Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Saya tengah menulis disertasi tentang pendidikan menengah di Indonesia. Pada bab 2 saya mencoba membuat studi komparasi antara pengertian, perkembangan/perubahan pendidikan menengah selama masa penjajahan Belanda, Jepang, masa kemerdekaan, Repelita, dan reformasi.  Objek kebijakan yang saya kaji adalah UU Sisdiknas dari tahun 1950, 1989 dan 2003, beserta PP, Permen, Kepmen lain yang terkait.
Untuk menganalisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya tengah menulis disertasi tentang pendidikan menengah di Indonesia. Pada bab 2 saya mencoba membuat studi komparasi antara pengertian, perkembangan/perubahan pendidikan menengah selama masa penjajahan Belanda, Jepang, masa kemerdekaan, Repelita, dan reformasi.  Objek kebijakan yang saya kaji adalah UU Sisdiknas dari tahun 1950, 1989 dan 2003, beserta PP, Permen, Kepmen lain yang terkait.<span id="more-386"></span></p>
<p>Untuk menganalisa topik itu saya secara umum menggunakan referensi dari dua buku utama yaitu 50 tahun Pembangunan Pendidikan Nasional 1945-1995 karangan Bapak H.A. R Tilaar (1995) dan buku 50 tahun Pendidikan di Indonesia yang dibuat pada jaman Mendikbud Wardiman Djoyodiningrat (1996). Selain itu beberapa literatur supplement dari jurnal.</p>
<p>Kedua buku menguraikan secara rinci sejarah pendidikan di Indonesia.  Definisi tentang pendidikan dasar dan pendidikan menengah juga disebutkan dengan jelas dalam UU no 4 tahun 50, tetapi wording menjadi unclear dalam UU no 2 tahun 1989 dan UU no 20 tahun 2003.</p>
<p>Sayangnya saya tidak bisa mengakses online karya-karya di IKIP/UP di Indonesia, sehingga saya tidak mendapatkan apakah sudah ada yang menganalisa perubahan ini dengan detil.  Saya minta tolong kepada Pak Dedi Dwitagama, karena saya tahu beliau punya relasi yang luas di dunia pendidikan.</p>
<p>Untuk membandingkan ketiga UU secara komprehensive, saya menggunakan metode/aspek/dimensi yang digunakan R Murray Thomas dalam sebuah papernya ketika menganalisa maturity UU no 20/1989.</p>
<p>Jika menyoroti pengertian pendidikan dasar dalam UU 50 yang disebut dengan pendidikan rendah, definisinya sangat jelas, bahwa level ini adalah level untuk menumbuhkan minat, mengasah kemampuan pikir, olah tubuh dan naluri. Sedangkan pendidikan menengah adalah pendidikan yang lebih mengarah kepada persiapan kerja dan lanjut ke PT. Berikut ini uraiannya,</p>
<blockquote><p><span style="color:#ff0000;">Pendidikan dan pengadjaran rendah bermaksud menuntun tumbuhnya rohani dan jasmani kanak-kanak, memberikan kesempatan kepadanya guna mengembangkan bakat dan kesukaannya masing-masing, dan memberikan dasar-dasar pengetahuannnya, kecakapan dan ketangkasan, baik lahir maupun bathin.</span></p>
<p>Pendidikan dan pengadjaran menengah (umum dan vak) bermaksud melanjutkan dan meluaskan pendidikan dan pengajaran jang diberikan di sekolah rendah untuk mengembangkan cita-cita hidup serta membimbing kesanggupan murid sebagai anggota masyarakat, mendidik tenaga-tenaga ahli dalam berbagai lapangan khusus sesuai dengan bakat masing-masing dan kebutuhan masyarakat dan/atau mempersiapkannya bagi pendidikan dan pengadjaran tinggi.</p></blockquote>
<p>Definisi ini menjadi disederhanakan dalam UU no 2/1989.</p>
<p>Seperti berikut ini :</p>
<blockquote><p><em>Pendidikan dasar diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan    serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk    hidup dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi    persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah.</em></p>
<ol>
<li><em>Pendidikan menengah diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan    pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat    yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan    sosial, budaya dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih    lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi. </em></li>
</ol>
</blockquote>
<p>Adapun UU no 20 tahun 2003 menyebutkan seperti ini :</p>
<blockquote><p><em>(1)Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah.<br />
(2) Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.</em></p>
<p><em>(1)Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar.<br />
(2) Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan.<br />
(3) Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA), madrasah aliyah (MA), sekolah Menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.</em></p></blockquote>
<p>UU 1989 dan 2003 memang dilengkapi dengan ayat bahwa hal-hal yang belum jelas akan dirincikan dalam PP, namun PP terakhir tentang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah yang saya ketahui adalah PP no 28 tahun 1990 tentang pendidikan dasar, dan saya belum menemukan PP tentang pendidikan menengah.</p>
<p>Tapi dari pendefinisian yang termaktub dalam UU di atas, secara objektif kita dapat mengatakan bahwa definisi UU 50 lebih rasional dan lebih menyentuh esensi pendidikan, yaitu pendidikan tiga dimensi, tubuh, jiwa, dan otak. Bakat dan kesukaan sebagai sebuah hal yang mulai diabaikan saat ini karena semua anak harus digiring menuju arena kompetisi, tidak disebutkan dengan jelas pembinaannya dalam UU selanjutnya.  UU 1989 dan 2003 memberikan beban lebih kepada anak yang belajar di level pendidikan dasar untuk siap menjadi anggota masyarakat, yang sama sekali tidak disebutkan dalam UU 1950.</p>
<p>Pendidikan menengah pda ketiga UU tidak mengalami perubahan yang berarti dalam pemaknaan. Tetapi terjadi perubahan dalam kategori sekolah pada jenjang pendidikan. Yaitu, dalam UU 1950, pendidikan dasar adalah SD.  Sedangkan dalam UU 1989 dan 2003 pendidikan dasar adalah SD dan SMP serta sekolah yang sederajat. Pendidikan menengah adalah SMA, yang semula pada UU 1950, terdiri dari SMP dan SMA.</p>
<p>Perubahan itu barangkali terjadi karena program wajib belajar 9 tahun. Program wajar dalam UU terbaru disebutkan sebagai program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun. Penggolongan baru ini menimbulkan beberapa pertanyaan : apakah pendidikan di level SMP dapat dikatakan sebagai materi pendidikan dasar ? Jika ya, maka mengapa penamaan sebagai sekolah menengah masih dipakai ? Jika ini dimaksudkan untuk mensukseskan wajib belajar, maka seharusnya SD dan SMP digabungkan, sehingga masalah yang muncul  dalam transisi SD ke SMP dapat teratasi (penelitian McClean, 2002 tentang kondisi di Eropa). Konsekuensi lain dalam penggabungan adalah perlu dilakukan perubahan dalam proses penerimaan siswa setelah lulus SD.  Yaitu, tidak perlu ada rayonisasi atau seleksi sekolah, tetapi harus dibuat lokalisasi SD dan SMP. Sebagai contoh siswa SD di kecamatan/kelurahan A hanya boleh mendaftar di SMP kecamatan/kelurahan A, dengan tanpa dipungut uang masuk dan SPP.</p>
<p>Proses lokalisasi akan menghemat pengeluaran penduduk untuk biaya pendidikan dan menjamin semua anak lulusan pendidikan formal, non formal dan informal level SD dapat diterima di SMP di lokasinya.</p>
<p>Saya masih belum menemukan alasan yang tepat tentang perubahan penggolongan pendidikan dasar dan menengah selain alasan penyuksesan program wajar, barangkali di antara pembaca ada yang punya analisa lain ?</p>
<blockquote></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/murniramli.wordpress.com/386/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/murniramli.wordpress.com/386/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/386/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=386&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/23/pendidikan-dasar-dan-pendidikan-menengah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/murniramli-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mamak tidak pernah berhenti berdoa, Nak</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/22/mamak-tidak-pernah-berhenti-berdoa-nak/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/22/mamak-tidak-pernah-berhenti-berdoa-nak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 09:15:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islamologi]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini setiap kali menelepon ke rumah selalu saja yang saya cari adikku, Yusuf. Karena tengah menulis disertasi, dia sangat kuperlukan untuk membantu mencari data-data tercecer di Indonesia. Jarang sekali sempat bicara dengan mamak.
Kemarin, agaknya suasana di rumah mulai tenang karena Bapak mulai sehat setelah berhari-hari tidak bisa bangun dari tempat tidur karena penyakit komplikasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Belakangan ini setiap kali menelepon ke rumah selalu saja yang saya cari adikku, Yusuf. Karena tengah menulis disertasi, dia sangat kuperlukan untuk membantu mencari data-data tercecer di Indonesia. Jarang sekali sempat bicara dengan mamak.<span id="more-384"></span></p>
<p>Kemarin, agaknya suasana di rumah mulai tenang karena Bapak mulai sehat setelah berhari-hari tidak bisa bangun dari tempat tidur karena penyakit komplikasi yang dideritanya.  Seperti biasa kakak dan adik saya, karena tidak ingin membebani pikiran saya, biasanya hanya bercerita hal-hal biasa tentang penyakit Bapak. Tapi saya tahu bagaimana sakit dan penderitaan Bapak. Penyakit yang mungkin tidak ada obatnya kecuali agak terkurangi penderitaannya hanya dengan kepasrahan kepadaNya.</p>
<p>Kemarin, saya sempat bicara dengan Mamak. Sambil bicara saya teringat elusannya di kepala saat saya terbaring tak berdaya selama hampir 1 bulan 4 tahun yang lalu. Seperti biasa pertanyaan pertama selalu tentang kesehatan masing-masing.  Mamak selalu memanggil saya dengan kata, Nak. Panggilan yang menunjukkan betapa kasihnya beliau. Dipanggil nama atau dipanggil &#8216;Mbak&#8217; barangkali bagi sebagian orang akan lebih nyaman, tapi bagi saya panggilan &#8216;Nak&#8217; adalah panggilan yang paling indah dari seorang ibu kepada anaknya.</p>
<p>Tidak biasanya Mamak menanyakan kapan saya selesai dan pulang. Tidak biasanya pula saya bercerita bahwa saya akan begini begitu, apalagi tentang studi saya.  Tapi karena Mamak bertanya, maka saya bercerita juga.  Panjang juga cerita saya dan seperti biasa diakhiri dengan, &#8216;Mak doain ya !&#8217;  Di ujung telepon terdengar suara lembut Mamak: Mamak ndak pernah berhenti berdoa, Nak.</p>
<p>Ah, saya, yang kadang alpa berdoa khusyuk untuk Mamak dan Bapak.</p>
<p>Teringat lagu kecil dulu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em>Kasih Ibu<br />
Kepada beta<br />
Tak terhingga<br />
sepanjang masa<br />
Hanya memberi<br />
Tak harap kembali<br />
Bagai sang surya<br />
menyinari dunia</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">Anak-anak ketika dia kecil, rajin sekali guru menuntunnya untuk melafadzkan doa untuk ayah ibu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em>Rabbighfirlii wa li walidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shogiiroo</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">sehingga secara otomatis sehabis sholat dia akan berdoa itu, atau bahkan kadang-kadang saking banyaknya doa yang harus dihafalkan, doa itu terbaca saat mau belajar :-)  atau saat mau makan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">Tapi ketika dia dewasa, doa itu terlupa.  Karena sibuk, doanya terputus pada doa paten selamat dunia akhirat.</p>
<p style="text-align:left;">Doa adalah pengaduan yang tidak mengenal batasan waktu. Allah yang mendengarnya pun tidak pernah mengeluh untuk dijadikan tempat mengadu. Kita saja yang terkadang &#8216;terpaksa&#8217; buru-buru mengakhiri perjumpaan denganNya melalui sholat, karena kerja duniawi sudah menunggu.</p>
<p style="text-align:left;">Karena Yang menjadi Tempat Mengadu juga tidak putus asa mendengar keluhan, maka seharusnya hambaNya pun tak boleh berputus asa memohon kepadaNya. Seperti Mamak yang tidak pernah berputus harapan kepadaNya, maka seharusnya saya yang lebih punya energi, pun tidak.</p>
<p style="text-align:left;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/murniramli.wordpress.com/384/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/murniramli.wordpress.com/384/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/384/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=384&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/22/mamak-tidak-pernah-berhenti-berdoa-nak/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/murniramli-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi guru tidak gampang, tapi menyenangkan</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/15/menjadi-guru-tidak-gampang-tapi-menyenangkan/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/15/menjadi-guru-tidak-gampang-tapi-menyenangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 05:30:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan Jepang]]></category>

		<category><![CDATA[Penelitian Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[SD di Jepang]]></category>

		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hampir 5 bulan kegiatan SD Bhinneka berjalan. Tidak terasa.  Barangkali karena kami sibuk, sehingga tidak terasa bahwa saya dan teman-teman sedang mengelola sebuah sekolah kecil  
Saya tidak pernah menghitung berapa murid kami, tapi saya hanya senang meraka rajin datang ke sekolah. Karena sedikit jumlahnya, tentu saja saya hafal nama-nama mereka sekalipun mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sudah hampir 5 bulan kegiatan SD Bhinneka berjalan. Tidak terasa.  Barangkali karena kami sibuk, sehingga tidak terasa bahwa saya dan teman-teman sedang mengelola sebuah sekolah kecil <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-383"></span></p>
<p>Saya tidak pernah menghitung berapa murid kami, tapi saya hanya senang meraka rajin datang ke sekolah. Karena sedikit jumlahnya, tentu saja saya hafal nama-nama mereka sekalipun mereka tidak tahu saya adalah kepala sekolah.  Fira chan sampai berteriak : Ee, Kouchou sensei na no ? (= Hah, kepala sekolah ???) sewaktu ibunya memberitahu.  Ah, saya memang tidak mirip kepala sekolah, dan ini lebih baik.  Mereka lebih kenal saya sebagai guru. Tapi belakangan, Fira chan mulai memanggil saya Koucho sensei, padahal sebelumnya dia dan teman-temannya memanggil : Tante Murni, karena saya memang teman ibu-ibu mereka. Dipanggil yang mana saja, tidak ada masalah, karena saya pasti menengok <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kemarin, setelah hampir 6 bulan berjalan kami mengadakan Rapat Guru untuk mengevaluasi apa yang sudah kami kerjakan. Setiap guru kelas menyampaikan laporan berupa materi, cara mengajar, kendala, usulan perbaikan. Mendengarkan Ibu guru yang sekaligus sebagian adalah orang tua murid berbicara membuat saya termenung, sebab apa yang mereka suarakan adalah suara murni seorang pengajar, dan sekaligus barangkali berbaur dengan suara orang tua yang menginginkan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya.</p>
<p>Anak-anak kami adalah anak-anak yang sebenarnya sangat berat menghadapi kenyataan bahwa mereka harus hidup dan berkembang dalam budaya yang berbeda dengan budaya ibunya. Lalu kami &#8217;sedikit memaksa&#8217; mereka untuk memahami dan mampu menggunakan bahasa ibunya, Bahasa Indonesia dengan baik. Sebagian anak tidak mengerti dengan apa yang kami jelaskan dalam Bahasa Indonesia, padahal apa yang kami jelaskan adalah materi kelas SD di Indonesia yang sama dengan tingkatan mereka.</p>
<p>Bahasa Indonesia yang dipergunakan dalam buku-buku pelajaran yang kami datangkan dari Indonesia, sungguh sulit bagi anak-anak kami.  Mereka yang terbiasa dengan penjelasan mudah dari guru-guru di sekolah Jepangnya hanya berteriak `wakannai` (ngga tahu) sewaktu kami mulai menjelaskan materi IPA dan IPS.</p>
<p>Hampir semua anak menyenangi sains dan matematika, karena tidak perlu banyak kata. Sains digemari karena selalu berkaitan dengan eksperimen yang pernah diajarkan di sekolah dan kehidupan nyata sehari-hari barangkali.  Math disukai karena semua anak suka berkompetisi dalam berhitung <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi anak-anak mulai kewalahan ketika kami membuat soal-soal math dalam bentuk soal cerita, dan menjelaskan IPA atau IPS dengan bahasa yang sulit.</p>
<p>Suasana sekolah kami tidak seperti sekolah Indonesia yang sunyi senyap dengan anak-anak yang tertunduk, tekun mengerjakan dan mencatat.  Anak-anak kami senang bercanda dan sangat merasa terpaksa dengan tugas mencatat.  Mereka lebih suka mendengar dan mengomentari.</p>
<p>Barangkali kuno, tapi saya menganut konsep belajar yang diajarkan dalam kitab Ta&#8217;limul Muta&#8217;allim  di pesantren dulu.  Bahwa ilmu itu tidak bermakna apa-apa jika hanya dibaca, didengarkan, dibicarakan, tanpa ditulis. Tetapi ditulis tanpa dipahami juga tidak bermakna apa-apa. Maka kadang-kadang saya agak sedikit memaksa mereka dengan perintah : tulis !</p>
<p>Karena beragamnya anak di setiap kelas, maka tugas guru menjadi sangat berat.  Sebenarnya tidak berat jika kami sekedar menerangkan.  Tetapi karena kami ingin semua anak medapatkan pengajaran dan pemahaman yang paling tidak sama, maka tugas itu menjadi berat. Prinsip mengajar di sekolah kami adalah pelajaran diberikan dengan materi yang sama kepada semua anak, dan bagi anak yang berkemampuan lebih, guru akan memberinya drill lebih daripada teman-temannya.</p>
<p>Sekarang bagaimana dengan kemampuan berbahasa yang kelihatannya tidak mengalami kemajuan ? Kami akhirnya bersepakat untuk memberikan PR menghafal kosa kata dengan asumsi bahwa pembelajar bahasa tidak akan bisa bicara/menulis apabila dia tidak memiliki kekayaan kosa kata.</p>
<p>Karena tujuan awal dari sekolah kami adalah agar anak-anak tidak lupa dengan bahasa ibunya, sekaligus mencoba memberikan suasana belajar seperti di Indonesia berupa materi pelajaran yang sama dengan teman-temannya di Indonesia, maka kami sepakat memperbaiki materi mengajar.</p>
<p>Jam Bahasa Indonesia kami sepakati untuk menekankan dan melatih kemampuan tata bahasa dan menulis.  Jam IPA dan IPS kami gunakan untuk memperdalam Bahasa Indonesia dengan tema sains dan sosial dengan penekanan membaca, mendengar, memahami dan berbicara/berpendapat. Pelajaran matematika adalah untuk memahami &#8216;angka dan perhitungan&#8217; dalam tema belajar bahasa.  Mengajari mereka berhitung tidak ada gunanya, karena guru-guru matematika di sekolah Jepang lebih jago daripada kami.</p>
<p>Begitulah. Saya dan barangkali ibu guru yang lain mulai mengerjakan ini dengan tenaga, hati dan pikiran kami.  Yang semula kami anggap hanya sekolah-sekolahan akhirnya menuntut kami untuk lebih serius.  Bukan saja karena mereka membayar SPP (btw, SPP bulan depan akan diturunkan..horeee!!!), tapi saya pikir saya bersemangat karena mereka (siswa dan orang tua) pun bersemangat.</p>
<p>Semangat ini ditunjukkan dengan kesetiaan orang tua mengantar anak-anaknya setiap Sabtu.  Jika anak-anak asyik belajar di lantai 2 di gedung yang kami pinjam, maka orang tua lebih ramai lagi berdiskusi di lantai 1.  Ya, walaupun hanya sekali seminggu, semoga SD kami menjadi jembatan penghubung tali silaturahmi antara kami, orang Indonesia di negeri orang.</p>
<p>Pekan depan kami akan mulai menjajaki kegiatan eskul angklung dan IQRO/baca Al-Quran.  Anak-anak mungkin lebih suka bermain game atau berlarian-larian seusai jam sekolah, tapi kami, orang tua/orang dewasa, sekali lagi mengharapkan mereka mendapat ilmu sebanyak-banyaknya di masa mereka muda.  Jadi, kami lagi-lagi akan &#8216;memaksa&#8217; mereka untuk berhenti berlari dan bermain game, dan mulai menekuni satu bahasa baru lagi, bahasa Arab/bahasa Al-Quran.</p>
<p>Jangan protes, Nak. Barangkali karena kami sudah lebih banyak makan garam, Nak. Jadi kami sedikit lebih tahu daripadamu tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Jadi, ayo belajar bersama !</p>
<p>Menjadi guru untuk anak-anak yang seaktif mereka memang tidak gampang, tetapi sungguh menyenangkan ketika setiap hari kami menemukan hal-hal baru di antara murid-murid kami. Saya berterima kasih kepada mereka karena mengajarkan hal baru itu.  Saya pikir ini adalah sumber penyemangat yang terus mendorong kami untuk mengajar, sekalipun tugas studi di kampus terus saja memberati setiap hari langkah kami.  Ucapan terima kasih dari orang tua terkadang membawa keharuan tersendiri, tapi kehadiran beliau-beliau adalah ucapan terima kasih yang terbesar bagi saya pribadi.</p>
<p>Panjang harapan dan doa kami, semoga guru, murid, orang tua senantiasa selalu dilindungi dan diberi kekuatan dan semangat untuk menjadi orang yang lebih alim dan bertakwa.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/murniramli.wordpress.com/383/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/murniramli.wordpress.com/383/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=383&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/15/menjadi-guru-tidak-gampang-tapi-menyenangkan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/murniramli-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karena kita tidak kuat di ilmu dasar</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/08/karena-kita-tidak-kuat-di-ilmu-dasar/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/08/karena-kita-tidak-kuat-di-ilmu-dasar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 08:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Lama saya tidak bisa menulis di blog ini karena kesibukan menulis yang lain  
Tapi hari ini agak melegakan karena saya sudah menuntaskan tiga tugas berat yang berkaitan dengan disertasi saya, mengirim salah satu artikel ke jurnal berbahasa Inggris, menyelesaikan artikel berbahasa Jepang untuk jurnal di kampus, mengirim full paper untuk sebuah konferensi internasional, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Lama saya tidak bisa menulis di blog ini karena kesibukan menulis yang lain <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi hari ini agak melegakan karena saya sudah menuntaskan tiga tugas berat yang berkaitan dengan disertasi saya, mengirim salah satu artikel ke jurnal berbahasa Inggris, menyelesaikan artikel berbahasa Jepang untuk jurnal di kampus, mengirim full paper untuk sebuah konferensi internasional, dan menyelesaikan tugas editor Inovasi Online.<span id="more-381"></span></p>
<p>Hari ini saya mendapat telepon dari seorang teman Jepang yang mereview penulisan artikel berbahasa Jepang saya. Beliau seorang penulis di beberapa surat kabar mengenai masalah per-IT-an. Tetapi beliau sangat tertarik dengan masalah pendidikan di negara Asia, terutama Indonesia, yang karenanya sekalipun kalimat yang saya tulis dalam paper masih belepotan, tapi beliau bisa menangkap maknanya dan menikmati isinya.</p>
<p>Hari ini beliau bercerita tentang kunjungannya ke beberapa sekolah di Taiwan dalam rangka bantuan IT Jepang ke China (saya agak kurang jelas). Tapi dalam pembicaraan beliau menyebutkan betapa lemahnya pemahaman dasar siswa dan mahasiswa terhadap ilmu-ilmu basic.  Beliau bercerita juga tentang seorang mahasiswa universitas swasta di Jakarta yang belajar IT yang ditemuinya saat berkunjung ke Indonesia, dan sangat prihatin dengan pemahamannya yang kata beliau sama dengan orang biasa yang tidak pernah mendalami IT.  Memang tidak beliau jelaskan apakah anak yang ditemuinya mahasiswa fresh atau tidak.  Tapi dari hasil obrolannya saya bisa menangkap bahwa pendidikan di Indonesia bagi seorang Jepang, masih sangat jauh.</p>
<p>Saya tidak menganggap ini sebagai bentuk perendahan kemampuan anak bangsa, tetapi saya terpekur karena memang kita sangat lemah dalam ilmu dasar.  Saya termasuk yang di dalamnya.  Pemahaman saya tentang bahasa Indonesia baru benar-benar muncul saat saya mulai mengajar bahasa. Pemahaman saya tentang biologi, fisika dan kimia barangkali seperti yang diungkap teman Jepang saya, hanya sebatas pada teks book yang diajarkan guru di kelas.  Beliau mengungkapkan kelemahan itu ada pada kurangnya praktik, dan dorongan untuk menganalisa masalah lebih dalam di kalangan siswa di Indonesia. Rasa ingin tahu kita tidak diasah, sehingga kita hanya bisa memberikan jawaban standar pada soal-soal yang standar.  Soal yang di luar text book agak sulit untuk kita pahami, karena kurangnya pembiasaan dan pemahaman yang mendasar terhadap masalah.</p>
<p>Hari ini pun saya berhadapan dengan murid kecil saya di SD Bhinneka yang kemampuan berhitungnya di atas rata-rata menurut saya.  Dia bersekolah di SD Jepang sejak kelas 1 dan sekarang sudah kelas 3. Pelajaran berhitung dasar di Jepang dan di Indonesia disampaikan dalam metode yang berbeda (saya belum detil mengamati ini), tetapi kecepatan si anak menghitung tampaknya dipengaruhi oleh metode mengajar guru, dan bagaimana dia dengan cepat memahami persoalan. Perlu ditanyakan kepada orang tua Azka kun <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Belajar ilmu2 dasar dengan tidak membuat anak menjadi stress, tampaknya gampang diteorikan tetapi sulit diwujudkan.  Saya pikir apa yang kami berikan kepada murid-murid kecil kami di SD Bhinneka barangkali juga belum berhasil melahirkan kenikmatan belajar bagi mereka.</p>
<p>Saya kembali miris, ketika teman Jepang tersebut menyebut-nyebut sekolah berstandar internasional yang sedang ramai di Indonesia. Apakah sekolah berstandar nasional itu akan membawa anak kepada pemahaman yang kuat terhadap ilmu-ilmu dasar ? Atau sekedar mencetak mereka untuk bisa memahami soal dalam bahasa Inggris ?</p>
<p>Jika cara belajar dan cara mengajar guru tidak berubah, dan kurikulum masih juga ditekankan hanya kepada ujian, maka tak akan ada yang berubah dalam kemampuan dasar anak-anak kita.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/murniramli.wordpress.com/381/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/murniramli.wordpress.com/381/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=381&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2008/06/08/karena-kita-tidak-kuat-di-ilmu-dasar/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/murniramli-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>