<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berguru</title>
	<atom:link href="http://murniramli.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://murniramli.wordpress.com</link>
	<description>Situs Pendidikan di Jepang dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2009 13:29:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='murniramli.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9ab3aac252c4e30cb44a154b37e6a016?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Berguru</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Tutup botol dan aging society di Jepang</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2009/11/01/tutup-botol-dan-aging-society-di-jepang/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2009/11/01/tutup-botol-dan-aging-society-di-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 13:23:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Kepada Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1210</guid>
		<description><![CDATA[Coba ambil beberapa botol plastik minuman yang masih baru, dan perhatikan bentuk tutupnya. Apakah anda menemukan hal yang menarik ? Mungkin tidak ada bedanya. Tutup botol minuman biasanya terdiri dari dua bagian, satu bagian yang menempel di leher botol dan satu lagi yang bisa dilepaskan dari botolnya.
Tapi coba perhatikan tutup botol berikut ini :
                                                       [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1210&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Coba ambil beberapa botol plastik minuman yang masih baru, dan perhatikan bentuk tutupnya. Apakah anda menemukan hal yang menarik ? Mungkin tidak ada bedanya. Tutup botol minuman biasanya terdiri dari dua bagian, satu bagian yang menempel di leher botol dan satu lagi yang bisa dilepaskan dari botolnya.<span id="more-1210"></span></p>
<p>Tapi coba perhatikan tutup botol berikut ini :</p>
<p><a href="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/11/p1020051.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1211" title="P1020051" src="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/11/p1020051.jpg?w=128&#038;h=150" alt="P1020051" width="128" height="150" /></a>  <a href="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/11/p1020053.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1212" title="P1020053" src="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/11/p1020053.jpg?w=150&#038;h=109" alt="P1020053" width="150" height="109" /></a>                                                     <a href="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/11/p1020054.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1213" title="P1020054" src="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/11/p1020054.jpg?w=144&#038;h=150" alt="P1020054" width="144" height="150" /></a></p>
<p>        A                                                 B                                                  C</p>
<p>Gambar A adalah tutup teh botol, gb. B adalah leher alat semprot, dan gambar C adalah tutup cabe bubuk kemasan botol.</p>
<p>Kira-kira yang mana yang paling gampang dibuka ?</p>
<p>Iseng sekali.<br />
Ya, kalau tidak iseng, maka kita tidak akan maju <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berdasarkan hasil percobaan saya, yang paling gampang dibuka adalah yang tutup B. Tutup A memerlukan lebih banyak tenaga untuk membukanya, tutupr C juga karena agak licin. Perbedaan cara membuka tersebut disebabkan oleh jenis gerigi tutup botol.</p>
<p>Lalu apa hubungannya dengan aging society di Jepang ?</p>
<p>Begitulah saya menonton sebuah acara yang menarik beberapa hari lalu. Sebuah pusat penelitian yang berfokus pada perkembangan masyarakat Jepang yang semakin menua, mengeluarkan sebuah statemen keluhan kepada para pengusaha soft drink dan juga pengusaha makanan/minuman kemasan lainnya. Isi keluhannya : Para produsen tersebut memproduksi barang tanpa memperhatikan semua pemakainya. Mereka menyamaratakan pemakai. Maksudnya semua tutup botol misalnya dirancang dengan bentuk yang sama, dengan gerigi yang rapat seperti gambar A, sehingga menyulitkan nenek dan kakek untuk membukanya.</p>
<p>Wah !!<br />
Saya langsung membuka pintu kulkas dan mengecek semua tutup baverage yang ada, dan benar adanya semuanya hampir sama. Sebenarnya tidak jarang pula saya mengalami kesulitan membuka tutup botol. Dan yang paling mengesalkan adalah tutup botol madu yang bentuknya seperti botol selai yang saya simpan di kulkas. Kalau setiap pagi saya mau sarapan madu (kayak winnie pooh saja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   ), saya pasti berkeringat membukanya. Akhirnya sekarang, tutupnya saya longgarkan, supaya bisa sekali buka dengan satu putaran saja. Saya sudah tua rupanya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apakah perusahaan marah dengan komplen tersebut ? Tidak. Perusahaan Kirin yang selain memproduksi bir juga merajai minuman botol dalam plastik, langsung mengadakan penelitian dan hasilnya mereka memperbaharui model tutup botolnya, yaitu dengan membuat gerigi lebih jarang dengan pola yang tidak seragam. Susah membayangkannya ? Nanti kalau saya beli, saya jepretkan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tidak hanya itu, lembaga peneliti tersebut juga mengkomplen kemasan tahu basah dalam plastik yang kadang dibuka tapi tidak terbuka semua, atau kemasan makanan bubur instan yang hanya perlu dicelupkan ke dalam air mendidih, tapi kemasannya tidak dilengkapi dengan bagian yang aman  dipegang kalau kemasan tersebut sudah siap diangkat.</p>
<p>Kalau kita berbelanja makanan ringan yang dibungkus dalam plastik, pasti ada bagian yang terbelah sedikit atau digambari dengan mulut anime menganga. Itu adalah bagian untuk membuka kemasan. Hampir semua kemasan makanan di Jepang dilengkapi dengan tanda ini. Dan biasanya memang hanya bisa dibuka di bagian tersebut, artinya ada bagian tertentu dari kemasan makanan yang dibuat dengan tekstur berbeda.</p>
<p>Tatkala datang ke Jepang pertama kali dan membeli onigiri, saya putus asa membukanya. Ternyata cara membukanya sudah diajarkan di plastik kemasannya, ada nomor yang harus diikuti seperti gambar di bawah ini :</p>
<p><a href="http://images.pingmag.jp/images/article/thoughtful-design01.jpg"><img class="alignnone" src="http://images.pingmag.jp/images/article/thoughtful-design01.jpg" alt="" width="161" height="110" /></a></p>
<p>Sumber : <a href="http://pingmag.jp/2008/09/25/thoughtful-design/">http://pingmag.jp/2008/09/25/thoughtful-design/</a></p>
<p>Selain onigiri seperti di atas adalah lagi yang sekarang dijual dalam bentuk lonjong seperti lemper, dan lebih gampang cara membukanya, tapi kalau tidak hati-hati, onigirinya bisa terlepas dari kemasan nori (seaweednya), dan jatuh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Demikianlah, masyarakat Jepang tidak bisa menolak gejala penuaan cepat. Ini sudah menjadi sunnatullah. Tetapi mereka mau belajar dan menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi. Bukankah manusia berkembang seperti sekarang ini karena hasil penyesuaiannya terhadap lingkungan ?</p>
<p>Kuncinya terletak pada satu kata saja :  kepedulian.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1210&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2009/11/01/tutup-botol-dan-aging-society-di-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/11/p1020051.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">P1020051</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/11/p1020053.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">P1020053</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/11/p1020054.jpg?w=144" medium="image">
			<media:title type="html">P1020054</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.pingmag.jp/images/article/thoughtful-design01.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sibuk</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/31/sibuk/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/31/sibuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 05:42:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar 1 menit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1204</guid>
		<description><![CDATA[Kalau saya mengatakan sibuk, teman saya selalu membalas : &#8220;Memangnya pernah ngga sibuk ?&#8221; Jadi saya berhenti mengatakan saya sibuk, sebab memang sebenarnya tidak sibuk. Cuma ada banyak pekerjaan yang harus dikerjakan dalam masa bersamaan, makanya saya menjadi terkesan sibuk  
Blog sudah berhari-hari tidak diupdate. Padahal di kepala sudah banyak yang ingin ditulis, sementara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1204&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kalau saya mengatakan sibuk, teman saya selalu membalas : &#8220;Memangnya pernah ngga sibuk ?&#8221; Jadi saya berhenti mengatakan saya sibuk, sebab memang sebenarnya tidak sibuk. Cuma ada banyak pekerjaan yang harus dikerjakan dalam masa bersamaan, makanya saya menjadi terkesan sibuk <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-1204"></span></p>
<p>Blog sudah berhari-hari tidak diupdate. Padahal di kepala sudah banyak yang ingin ditulis, sementara masuk dalam catatan buku kecil dulu, judul-judulnya saja. Komentar di blog juga jarang ditanggapi, mohon maaf kepada para pembaca.</p>
<p>Bukan tidak membacanya, tetap saya baca setiap hari sebab masuk dalam mail box account saya. Hanya saat akan membalasnya, biasanya tiba-tiba saja saya disadarkan bahwa ada &#8220;pekerjaan besar&#8221; yang harus saya dahulukan.</p>
<p>Ya, pekerjaan besar yang menyangkut kehidupan saya sebagai mahasiswa. Seandainya uang kuliah gratis, saya ingin berleha-leha saja. Tetapi Professor saya sudah terlanjur melihat 200 halaman lebih disertasi yang saya tulis, dan palu sudah diketok, saya harus setor disertasi tgl 9 Desember tahun ini.</p>
<p>Sebenarnya menyetorkan disertasi bulan Januari masih dianggap sebagai lulusan tahun 2009, tetapi entah karena alasan apa, Prof mengirimi saya email dan menakut-nakuti dengan keramat&#8221;tahun baru&#8221;. Saya tahu orang Jepang akan mengadakan macam-macam pesta makan dan minum di akhir dan awal tahun.</p>
<p>Tapi saya juga punya alasan mengapa khawatir tidak bisa menyelesaikan disertasi sesuai deadline. Insya Allah saya baru pulang haji tanggal 5 Desember, dan artinya hanya 4 hari memeras otak untuk menitipkan disertasi ke kantor administrasi kampus agar saya diberi gelar di depan nama saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   tahun ini</p>
<p>Saya pikir agak sulit menyelesaikan tugas pada masa-masa pasca haji, maka jadilah waktu saya sekarang habis untuk begadang. Yang lebih menyedihkan lagi, load pekerjaan saya tidak berkurang. Hidup saya seperti segitiga saja, antara kampus-apartemen-tempat kerja.</p>
<p>Untuk mengoreksi disertasi saya yang belepotan bahasa Jepangnya, ada dua orang sensei yang bersedia membantu. Salah satunya sangat &#8220;rajin&#8221; mencoret dan bertanya, dan saya suka sekali ini. Dan salah satu lagi sensei yang menganggap dirinya sebagai &#8220;bapak saya&#8221; setelah tahu bapak saya sudah tidak ada. Orangnya jeli dalam membaca dan menelusuri kalimat yang tidak nyambung dengan konteks. Sensei yang satu ini saking baik hatinya sampai-sampai sering mencari saya di ruangan kalau saya lupa menepati janji berkonsultasi.</p>
<p>Saya pikir adalah hal yang sangat perlu dan menguntungkan hasil penelitian kita dibaca oleh pihak ketiga. Pihak ketiga dalam hal ini sebaiknya adalah orang yang sebidang atau tidak sebidang tetapi mempunyai minat besar terhadap penelitian yang kita kerjakan.</p>
<p>Disertasi saya sudah beberapa kali melewati saringan mata mahasiswa-mahasiswa Master dan Doktor di fakultas. Tetapi karena mereka tidak berminat- sama dengan sensei utama saya- maka tidak ada perbaikan berarti dalam tulisan kecuali hanya mengubah partikel &#8220;ga&#8221; menjadi &#8220;wa&#8221; yang saya masih tulalit menggunakannya.</p>
<p>Jadi,&#8230;&#8230; saya mau menulis apa sebenarnya ? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ya, cuma mau lapor kalau saya tidak berhenti menulis <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1204&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/31/sibuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wasureta koto : Hal-hal yang terlupakan</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/20/wasureta-koto-hal-hal-yang-kita-lupakan/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/20/wasureta-koto-hal-hal-yang-kita-lupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 01:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Kepada Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1199</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin siang saya mengajar bahasa Indonesia di sebuah universitas swasta. Dalam bahan percakapan yang kami baca ada sebuah sesi menarik tentang kerumunan orang-orang di sekeliling penjual obat. Mahasiswa-mahasiswa Jepang tidak akan tahu fenomena ini jika tak diceritakan. Maka saya mulai bercerita sambil membayangkan asyiknya menonton penjual obat yang berbusa-busa mulutnya menawarkan obatnya yang mujarab. Menonton [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1199&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kemarin siang saya mengajar bahasa Indonesia di sebuah universitas swasta. Dalam bahan percakapan yang kami baca ada sebuah sesi menarik tentang kerumunan orang-orang di sekeliling penjual obat. Mahasiswa-mahasiswa Jepang tidak akan tahu fenomena ini jika tak diceritakan. Maka saya mulai bercerita sambil membayangkan asyiknya menonton penjual obat yang berbusa-busa mulutnya menawarkan obatnya yang mujarab. Menonton penjual obat tidak terlalu sering saya lakukan dulu di masa kanak, tetapi kalau diajak ke pasar dan ada penjual obat, maka saya kadang-kadang ikut berkerumun.<span id="more-1199"></span></p>
<p>Selain penjual obat, ada banyak hal-hal yang menurut saya sangat kreatif di kampung tempat saya tinggal dulu. Saya sangat gemar pula menonton pedagang ember, baskom, alat masak dari plastik yang kebanyakan orang Padang. Dengan suaranya yang keras dan bersemangat, si penjual menawarkan dagangannya : &#8220;dipilih&#8230;dipilih&#8230;&#8221; (sambil menekan huruf &#8216;l&#8217;), sambil membanting-banting ember dan baskom yang anehnya &#8230;tidak pecah !</p>
<p>Ada lagi tukang monyet Sarimin yang pandai ke pasar. Saya tak tahu apakah hiburan seperti ini masih bersisa di kota-kota.</p>
<p>Kenangan-kenangan tersebut mengingatkan saya pada sebuah acara di Fuji TV, yang judulnya &#8220;Nihon jin ga wasureta koto&#8221; (Yang dilupakan orang Jepang). Bentuk acaranya adalah para pemirsa seantero Jepang diminta mengirimkan surat yang isinya menceritakan kenangan/barang/pertunjukan yang ingin sekali dilihatnya kembali. Saya menonton beberapa edisi. Salah satunya adalah edisi tentang seorang laki-laki berumur 40 tahun yang ingin sekali bermain tendang kaleng sambil sembunyi. Saya tidak ingat nama permainannya. Tapi pasti kita pernah mengalami kebiasaan sepulang sekolah menendang-nendang kaleng kosong. Sambil menendang biasanya kita berteriak karena kesal dengan guru atau teman di sekolah. Tapi kadang-kadang hanya sekedar iseng saja menendangnya. Ada permainan yang diikuti sekitar 5 orang, satu orang menjadi host yang bertugas menjaga kalengnya, dan salah satu dari 4 orang menendang kaleng kemudian mereka berlarian bersembunyi. Si penjaga kaleng harus berusaha menemukan tempat persembunyian teman-temannya, sambil menjaga jangan sampai salah satu dari mereka menendang kaleng yang dijaganya. Karena ingin memainkannya lagi, maka laki-laki itu kemudian menelepon teman-teman lamanya. Beberapa di antaranya sibuk, tapi akhirnya ada empat orang yang bisa berkumpul. Bermain kembali bersama teman2 kecil di saat usia sudah 40 tahun, bukankah sebuah kenangan yang indah ?</p>
<p>Kemarin teman bercerita tentang kulkas modern di Jepang yang bisa menghasilkan es batu kotak-kotak. Kulkas itu berpintu banyak dan bisa dibuka dari macam-macam arah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   Saya teringat kulkas kecil butut yang dibeli bapak ketika kami masih SD. Merknya National, warna hijau dan hanya satu pintu. Jangankan kotak-kotak, es batunya masih menggumpal di dalam freezernya dan harus dibersihkan setiap dua minggu. Saya membuat es batu dengan menggunakan wadah sabun B-29 atau kadang-kadang dalam plastik, dan menjual es itu kepada tetangga yang belum punya kulkas. Kadang-kadang saya beri saja, sebab begitu mudahnya membuatnya, tetapi tetangga selalu berbaik hati memasukkan sekeping uang sepuluh rupiah dalam celengan kendi saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau tidak bisa tidur malam-malam, kadang-kadang saya suka iseng menonton siaran NHK yang 24 jam. Acara malam-malam biasanya berupa tontonan pengantar tidur, yaitu film dokumenter tanpa narator, jadi hanya musik pelan saja. Saya sudah tiga kali menonton film dokumenter tentang sejarah perkeretaapian di Jepang (sebab siarannya diulang-ulang),tapi saya tak pernah bosan melihat kereta api pertama yang membelah tanah Jepang dengan kepulan asap hitam membumbung di udara hingga shinkansennya yang melejit bagai angin. Kehidupan masyarakat Jepang sangat menarik jika dilihat dari sejarah kereta apinya.</p>
<p>Demikianlah sudah banyak masa-masa sulit dan gemilang yang dilewati oleh manusia. Sekali waktu tatkala kita menyaksikan munculnya alat-alat modern, maka sungguh patutlah berterima kasih kepada para penemunya.</p>
<p>Murid-murid saya di sekolah Bhinneka tak pernah lepas memencet tombol-tombol DS-nya. Sementara saya merindukan permainan mengocok sabun hingga mengental, atau bermain rumah-rumahan, menjual sayur-sayur dari daun-daun yang kami iris-iris, bermain gundu dan gobak sodor, bermain petak umpet, lompat tali&#8230;.. Saya tak pernah puas memainkannya hingga terdengar suara mamak menyuruh pulang karena sudah maghrib.</p>
<p>Ada banyak hal yang akan hilang dalam kehidupan kita.Sangatlah sayang jika tak ada rekaman tentangnya&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1199&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/20/wasureta-koto-hal-hal-yang-kita-lupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kodomo no mikata : Cara pandang anak</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/17/kodomo-no-mikata-cara-pandang-anak/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/17/kodomo-no-mikata-cara-pandang-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 08:08:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[SD di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Kanak-Kanak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1197</guid>
		<description><![CDATA[Setiap hari Sabtu pagi ada acara yang saya sukai di sebuah channel TV di Jepang. Nama acaranya saya tidak tahu sebab saya jarang menonton semuanya, hanya bagian tertentu saja, yaitu kodomo no mikata (cara pandang anak) saja yang sering saya tonton.
Dalam sesi itu digambarkan pihak TV menerima surat dari anak-anak yang isinya tentang rencana/impian mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1197&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setiap hari Sabtu pagi ada acara yang saya sukai di sebuah channel TV di Jepang. Nama acaranya saya tidak tahu sebab saya jarang menonton semuanya, hanya bagian tertentu saja, yaitu kodomo no mikata (cara pandang anak) saja yang sering saya tonton.<span id="more-1197"></span></p>
<p>Dalam sesi itu digambarkan pihak TV menerima surat dari anak-anak yang isinya tentang rencana/impian mereka untuk melakukan sebuah kegiatan/aktivitas/perbuatan baik untuk membahagiakan anggota keluarganya.</p>
<p>Pernah ada anak yang ingin menyemangati kakaknya yang akan ikut ujian dengan melukis kaligrafi di kolam renang, maksudnya dia menggoreskan kuasnya sambil mengapung-apung di air. Kaligrafi yang ingin ditulisnya sekedar mengucapkan kata-kata penyemangat. Bagi kita orang dewasa apa susahnya mengucapkan kata-kata semangat melalui kartu atau mengucapkan langsung kepada orangnya ?Mengapa harus capek-capek melukis sambil terapung? Menurut saya semakin bertambah usia orang semakin berkurang pula  imajinasi dan kreatifitasnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   Maksudnya imajinasi dan kreatifitas yang original.</p>
<p>Lain halnya dengan profil anak laki-laki berumur 9~10 tahun yang ditampilkan pagi ini. Dia mempunyai seorang kakek yang sedang sakit dan sudah 2 kali dioperasi. Si kakek sudah tidak berselera makan. Cucu laki-laki tsb mengetahui bahwa kakeknya sangat suka cumi-cumi mentah. Gampangnya memang cumi-cumi tinggal dibeli di supermarket baik yang masih berbentuk asli atau yang sudah diiris-iris. Tapi begitulah, bagi anak, membeli cumi-cumi kurang seru !</p>
<p>Maka dia keluarkan semua uang tabungannya, kira-kira ada sekitar 4800 yen.Lalu bersama dengan staf dari TV, berangkatlah dia ke toko alat-alat pancing untuk mencari pancingan murah. Misi utamanya adalah memancing cumi-cumi di laut yang akan dibuat sashimi untuk kakek tercinta.</p>
<p>Di toko alat pancing, sayangnya tak ada perlengkapan pancing yang murah, semuanya berharga puluhan ribu. Si anak tampak putus asa, lalu tiba-tiba dia mendapat akal untuk bertanya kepada manajer toko yang kebetulan ada di situ, adakah alat pancing murah untuk anak-anak. Beruntung sekali si anak karena bertemu dengan manajer toko yang baik. Si manajer menelpon atasannya dan menanyakan kemungkinan memberikan potongan harga kepada si anak. Akhirnya dapat !!</p>
<p>Memancing cumi-cumi bukan pekerjaan gampang. Si anak perlu dibimbing pakarnya, oleh karena itu pihak TV telah mengontak 2 orang nelayan dan mereka kemudian bertiga melaut. Hampir 3 jam berada di atas perahu, dan si anak mulai merasa mabuk laut sementara cumi-cumi belum tersangkut satupun.Tugasnya kemudian digantikan oleh nelayan dan staf TV. Tak lama, setelah merasa agak baikan, dan setelah makan siang, si anak kemudian mulai memancing lagi. Sekitar 5 jam menunggu akhirnya seekor cumi-cumi tersangkut. Itu sudah cukup !</p>
<p>Memotong tipis-tipis cumi-cumi mentah agar enak dimakan sebagai sashimi tidak bisa dikerjakan anak-anak, maka perlu bantuan ibu dan neneknya. Seperti biasa ibu-ibu di Jepang selalu menyajikan makanan dengan penampilan yang menawan. Makanan sudah siap, maka dipanggilnya kakeknya untuk turun makan.</p>
<p>Bagi yang pernah makan sashimi cumi-cumi yang masih segar pasti akan sependapat dengan kakek ketika cucunya menyuapinya sepotong sashimi, rasanya manis dan segar. Ditambah lagi karena cumi-cumi itu adalah hasil tangkapan cucunya yang sangat menginginkan dia makan banyak, cepat sembuh dan senantiasa tertawa. Sang kakek berlinang air mata sambil memuji-muji dan berterima kasih kepada cucunya.</p>
<p>Saya tiba-tiba saja teringat almarhum bapak. Saya tidak sekreatif anak itu untuk membahagiakan dan membuat bapak saya tertawa selama beliau masih hidup. Tentulah beliau menunggu kejutan-kejutan itu&#8230;.</p>
<p>Anak-anak sangat kaya imajinasi dan impian, yang mereka tidak punya adalah kesempatan dan kerelaan serta kepedulian orang dewasa untuk membantunya mewujudkannya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1197&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/17/kodomo-no-mikata-cara-pandang-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebijakan Bebas Uang SPP untuk SMA di Jepang</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/16/kebijakan-bebas-uang-spp-untuk-sma-di-jepang/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/16/kebijakan-bebas-uang-spp-untuk-sma-di-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 03:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>
		<category><![CDATA[SMA di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1193</guid>
		<description><![CDATA[Berita pagi ini dan tadi malam di TV, dilaporkan bahwa Menteri Pendidikan (Tatsuo Kawabata) dalam Kabinet PM Hatoyama yang berasal dari Partai Demokrat (民主党）,sesuai dengan salah satu kandungan Manifesto Politik yang diusung oleh partainya sebelum memenangkan pemilihan umum baru-baru ini, mengumumkan kebijakan pembebasan SPP untuk SMA yang disebut sebagai kebijakan  高校無償化（Koukoumusyouka) atau penggratisan SMA.
Kebijakan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1193&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berita pagi ini dan tadi malam di TV, dilaporkan bahwa Menteri Pendidikan (Tatsuo Kawabata) dalam Kabinet PM Hatoyama yang berasal dari Partai Demokrat (民主党）,sesuai dengan salah satu kandungan Manifesto Politik yang diusung oleh partainya sebelum memenangkan pemilihan umum baru-baru ini, mengumumkan kebijakan pembebasan SPP untuk SMA yang disebut sebagai kebijakan  高校無償化（Koukoumusyouka) atau penggratisan SMA.<span id="more-1193"></span></p>
<p>Kebijakan ini disambut dengan keragu-raguan oleh sebagian orang tua dan ditentang oleh korps guru. Dalam berita tadi pagi digambarkan seorang Ibu yang sudah ditinggal mati oleh suaminya dan harus membiayai seorang anaknya yang bersekolah di SMA. Sang Ibu menunjukkan bahwa dia sudah mendaftar untuk mendapatkan keringanan biaya SPP SMA (sebelum kebijakan ini berlaku), tetapi ditolak oleh pemerintah kota setempat. Menurutnya pengeluaran terbesar dalam pembiyaan pendidikan anaknya bukanlah dalam bentuk SPP, tetapi justru biaya di luar itu.</p>
<p>Dalam press releasenya, Menteri Kawabata mengumumkan bahwa siswa SMA Negeri akan dibiayai oleh negara sebesar 120,000 yen per tahun, sedangkan siswa SMA swasta disesuaikan dengan penghasilan orang tua dan akan menerima maksimal 240,000 yen per tahun.</p>
<p>Pihak-pihak yang menentang menyampaikan argumen, bahwa pemerintah mengatakan kebanyakan negara telah menggratiskan pendidikan SMA-nya, sehingga Jepang pun tidak salah jika menempuh kebijakan ini. Pendapat ini menurut mereka tidak bisa diterima sebab kebijakan yang berlaku di negara lain alasannya juga lain. Negara-negara tsb bermaksud mendorong APK SMA, (sebagaimana di Indonesia), tetapi di Jepang APK SMA telah mencapai 98%, sehingga penggratisan SPP adalah mubazir.</p>
<p>Argumen lain adalah, 2% anak usia SMA yang tidak melanjutkan ke SMA bukan karena alasan ekonomi, tetapi karena kurikulum dan model pembelajaran yang tidak disukai/kurang cocok dengan siswa. Alasan lain, kebolehan untuk melakukan kerja sambilan yang diberikan kepada siswa SMA turut mendorong mereka untuk lebih memilih bekerja, mendapatkan penghasilan yang cukup, membeli sendiri barang-barang keperluannya, daripada harus duduk diam di kelas.</p>
<p>Pihak pemrotes juga mengatakan bahwa sudah banyak kebijakan bantuan beasiswa yang diberikan kepada siswa-siswa di Jepang. Itu sudah sangat mencukupi, mengapa dalam kondisi keuangan negara yang krisis seperti masa ini pemerintah memaksakan untuk menerapkan isi manifesto ?</p>
<p>Bantuan yang diberikan oleh pemerintah tersebut disalurkan ke sekolah, dan bukan diberikan langsung kepada orang tua siswa. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan tersebut menjadi tanggung jawab sekolah. Tidak jelas, apakah uang tersebut bisa dimanfaatkan untuk memberikan tambahan gaji kepada guru-guru yang menjadi pembina kegiatan ekstra (bukatsudou) yang biasanya hanya menerima uang ala kadarnya (bahkan seorang teman saya mengatakan uang itu tidak layak jumlahnya).</p>
<p>Seorang guru di Tokyo melaporkan bahwa ada beberapa orang tua yang sekalipun mampu membayar/memiliki uang yang cukup, sengaja tidak membayarkan SPP anaknya. Beberapa orang tua pun cuek dengan sekolah anak-anaknya di SMA. Ya, sebagian anak-anak SMA di Jepang memang ada yang dibiarkan untuk hidup mandiri oleh orang tuanya.</p>
<p>Kebijakan penggratisan SMA ini akan diterapkan April tahun depan. Pemerintah menganggarkan 450 milyar yen untuk keperluan ini. Persyaratannya, orang tua harus mendaftar ke kantor pemerintahan setempat. Jika proses ini tidak ditempuh, maka kemungkinan mendapatkan bantuan akan hilang.</p>
<p>Kebijakan menggratiskan SPP SMA juga berlaku di negara kita pada masa OTDA. Beberapa daerah telah menerapkannya. Kebijakan ini tentu saja mudah bagi daerah-daerah dengan pendapatan daerah cukup besar, tetapi bagi daerah-daerah miskin, pengetatan anggaran harus dilakukan di beberapa sektor.</p>
<p>Kebijakan penggratisan pendidikan menengah pada prinsipnya dilakukan untuk mendorong angka partisipasi pendidikan menengah. Ini perlu dilakukan oleh daerah-daerah yang APK-nya masih rendah. Kebijakan semacam ini umumnya hanya diterapkan di level pendidikan menengah umum, sebagaimana di Jepang kebijakan bebas SPP hanya berlaku bagi siswa SMA. Sebab siswa SMK umumnya mempunyai SPP yang lebih mahal, dan pembiyaan SMK sebagian besar memang sudah ditanggung oleh pemerintah pusat dan daerah.</p>
<p>Yang perlu dikritisi adalah apakah dengan penggratisan tersebut benar-benar membantu siswa. Sekaligus apakah mampu memecahkan permasalahan utama di level pendidikan menengah ?</p>
<p>Di Jepang, permasalahannya bukan pada APK yang rendah, tetapi mutu lulusan SMA, dan kemandirian siswa SMA yang dianggap rendah, serta minat melanjutkan ke Pendidikan Tinggi yang menurun, sementara untuk memasuki dunia kerja mereka tidak memiliki keterampilan yang cukup. Alhasil banyak lulusan SMA yang hanya melakukan pekerjaan sambilan.</p>
<p>Kebijakan pembebasan uang SPP ini masih harus menunggu pelaksanaannya dan kondisi keuangan pemerintah Jepang di masa mendatang.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1193&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/16/kebijakan-bebas-uang-spp-untuk-sma-di-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mahalnya Biaya Pendidikan dan Subsidi Pendidikan di Jepang</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/15/mahalnya-biaya-pendidikan-dan-subsidi-pendidikan-di-jepang/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/15/mahalnya-biaya-pendidikan-dan-subsidi-pendidikan-di-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 08:03:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[SD di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[SMA di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[SMP Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Kanak-Kanak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1184</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anak SD di Jepang selama ini sangat menikmati subsidi pendidikan dari pemerintah. Sejak tahun 2008 pemerintah  menetapkan bahwa keluarga yang memiliki anak yang akan masuk SD mendapatkan subsidi sebesar 36,000 yen per tahun. Subsidi itu tidak hanya untuk warga negara Jepang, tetapi termasuk orang asing yang tinggal di Jepang. Anak-anak yang dilahirkan pada tanggal 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1184&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Anak-anak SD di Jepang selama ini sangat menikmati subsidi pendidikan dari pemerintah. Sejak tahun 2008 pemerintah  menetapkan bahwa keluarga yang memiliki anak yang akan masuk SD mendapatkan subsidi sebesar 36,000 yen per tahun. Subsidi itu tidak hanya untuk warga negara Jepang, tetapi termasuk orang asing yang tinggal di Jepang. Anak-anak yang dilahirkan pada tanggal 2 April 2002 sampai dengan anak yang dilahirkan tanggal 2 April 2005 berhak mendapatkan subsidi tersebut. Tetapi berita tadi pagi menyebutkan bahwa subsidi tersebut akan dihapus.<span id="more-1184"></span></p>
<p>Biaya pendidikan boleh dikatakan tidak gratis di Jepang. Untuk SD dan SMP, SPP memang gratis, tetapi orang tua masih perlu mengeluarkan biaya baju sekolah dan perlengkapan sekolah, uang PTA (semacam kegiatan Orang Tua Guru), dan biaya makan siang yang separuhnya disubsidi pemerintah kota.</p>
<p>Sebenarnya berapa besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua untuk mengirim anaknya ke sekolah ? Kementrian Pendidikan Jepang melakukan survey pada tahun 2006 dan hasilnya adalah sbb:</p>
<p><a href="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/10/biaya.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1189" title="biaya" src="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/10/biaya.jpg?w=366&#038;h=494" alt="biaya" width="366" height="494" /></a></p>
<p>Sumber : <a href="http://www.mext.go.jp/b_menu/toukei/001/006/07120312/002.htm">MEXT, 子供の学習費調査平成１８年</a></p>
<p>Biaya pendidikan (学習費）yang dimaksud oleh MEXT adalah biaya sekolah (学校教育費）,makan siang (総食費）,kegiatan di luar sekolah (学校外活動）. Sedangkan yang termasuk dalam biaya sekolah adalah SPP (授業料）, trip sekolah (修学旅行・遠足・見学費)、uang retribusi ( 学校納付金等)、uang buku dan praktek (図書・学用品・実習材料費等)、biaya ekstra kurikuler (教科外活動費)、biaya transportasi (通学関係費),dll.</p>
<p>Sedangkan biaya kegiatan di luar sekolah adalah biaya belajar di rumah (家庭内学習費), guru privat (家庭教師)、les privat (学習塾費)、ikut serta kegiatan di masyarakat seperti berkunjung ke kebun petani, ikut serta kegiatan budaya, olahraga, dll (体験・地域活動、芸術文化活動、スポーツレクリエーション活動、教養).</p>
<p>Subsidi pemerintah diterapkan pada biaya SPP, biaya operasional sekolah dan biaya makan siang yang hanya berlaku untuk SD saja.Adapun SMP dan SMA tergantung kebijakan masing-masing daerah.</p>
<p>Terlihat dalam tabel di atas bahwa biaya untuk pendidikan SD paling besar dibandingkan semua jenjang pendidikan. Lalu, pendidikan swasta di level TK dua kali lebih besar daripada TK negeri, SD swasta 4 kali lebih besar, SMP swasta 2.5 kali dan SMA swasta 2 kali lebih besar daripada sekolah negeri.</p>
<p>Bisa dibayangkan jika orang tua di Jepang tidak punya penghasilan tetap atau hanya bekerja part time saja dan dengan gaji minimal 130,000 yen per bulan yang sudah wajib kena pajak penghasilan akan pontang-panting membiayai pendidikan putra-putrinya. Belum lagi biaya asuransi kesehatan, pensiun dan segala macam biaya hidup yang lumayan tinggi apabila tinggal di perkotaan.</p>
<p>Pernah dilaporkan bahwa keluarga Jepang dianggap miskin jika berpenghasilan di bawah 250,000 yen per bulan. Saya termasuk orang miskin, dan para penerima beasiswa Monbusho baik program undergraduate maupun graduate adalah kelompok miskin.</p>
<p>Pada masa pemerintahan PM Aso, setiap kepala mendapatkan tunjangan sebesar 12,000 yen (bagi yang single) dan bertambah besar bagi keluarga yang memiliki anak. Sumbangan tersebut juga dikelompokkan dalam kategori seikastsu sien atau kosodate sien (bantuan hidup dan pendidikan anak). Sumbangan ini tidak hanya diterima oleh kelompok miskin, tetapi diterima secara merata oleh semua warga, termasuk dosen saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pemerintahan PM Hatoyama tampaknya akan menghapus subsidi tersebut sebab ekonomi dan keuangan pemerintah sedang memburuk. Tidak hanya subsidi dalam bidang pendidikan yang akan dihapus, tetapi beberapa proyek mubazir seperti pembangunan waduk yang menelan biaya besar juga dihentikan.</p>
<p> Kemungkinan akan semakin bertambah keluarga-keluarga Jepang yang tidak mengirim anaknya ke sekolah jika kebijakan subsidi pendidikan dihentikan. Barangkali perlu dipikirkan sistem subsidi yang lebih selektif dan tidak menghamburkan uang kepada semua warga.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1184&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/15/mahalnya-biaya-pendidikan-dan-subsidi-pendidikan-di-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/10/biaya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">biaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersahabat dengan bencana</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/08/bersahabat-dengan-bencana/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/08/bersahabat-dengan-bencana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 08:10:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Kepada Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1182</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada yang mengharapkan bencana, tetapi tidak ada pula yang bisa menolaknya. sejak tanggal 7 Oktober, taifun nomor 18 mendatangi daratan Jepang dan menumbangkan pepohonan, merobohkan jembatan, menggelindingkan truk. Taifun yang merupakan taifun terbesar sejak 10 tahun terakhir ini mulai mendarat di wilayah Aichi perfektur dan selanjutnya bergerak perlahan di sepanjang daratan Jepang.
Bulan Oktober adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1182&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tidak ada yang mengharapkan bencana, tetapi tidak ada pula yang bisa menolaknya. sejak tanggal 7 Oktober, taifun nomor 18 mendatangi daratan Jepang dan menumbangkan pepohonan, merobohkan jembatan, menggelindingkan truk. Taifun yang merupakan taifun terbesar sejak 10 tahun terakhir ini mulai mendarat di wilayah Aichi perfektur dan selanjutnya bergerak perlahan di sepanjang daratan Jepang.<span id="more-1182"></span></p>
<p>Bulan Oktober adalah bulan yang seharusnya menyenangkan karena biasanya daun-daun musim gugur mulai memerah dan menguning, mempercantik alam negeri sakura. Tetapi bulan ini juga selalu ditandai dengan kedatangan angin topan besar yang kadang-kadang hanya melewati lautan tetapi sering pula melewati daratan.</p>
<p>Jika gempa tak bisa diprediksi kedatangannya, maka angin topan sudah bisa diprediksi kemunculan dan pergerakannnya sekitar tiga hari sebelum datangnya. Dan sekita tiga hari yang lalu Badan Meteorologi dan Geofisika Jepang telah mengeluarkan pengumuman tentang angin topan dahsyat yang akan datang dan menyinggahi seluruh daratan Jepang.</p>
<p>Sejak dua hari lalu, siaran TV di Jepang selalu menyiarkan pergerakan angin topan dan mengumumkan kewaspadaan warga. Angin topan biasanya disertai dengan hujan dan kadang-kadang banjir.</p>
<p>Sesuai dengan perkiraan, angin topan mulai memasuki daerah Nagoya sejak pukul 5 dini hari tadi (8 Sept), dan sebagaimana dipesankan di siaran TV agar semua orang berdiam diri di rumah, mengunci rapat-rapat jendela, meletakkan barang-barang yang mudah diterbangkan ke dalam rumah, dan peringatan untuk segera pulang ke rumah karena kemungkinan jalur angkutan umum semuanya akan terhenti.</p>
<p>Angin topan 18 tidak menimbulkan kerusakan yang berarti di dekat tempat tinggal saya, tetapi sebagaimana dilaporkan di TV, daerah-daerah lain mengalami kerusakan parah. Pemerintah kota juga mengumumkan melalui siaran TV tentang libur semua sekolah di Nagoya. Adapun kampus saya hanya memberikan pengumuman untuk tetap berada di rumah jika angin masih bertiup kencang, dan jika sudah reda diperbolehkan ke kampus dan kegiatan perkuliahan berjalan seperti biasa.</p>
<p>Tidak hanya angin topan 18, tetapi sebentar lagi pasti akan datang angin topan 19 dan bencana lainnya. Dari berbagai macam bencana yang melanda negeri ini, pemerintah dan penduduknya telah belajar banyak untuk menghadapinya. Anak-anak sejak kecil telah kenal dan diperkenalkan dengan bencana dan kesiapan untuk menghadapinya senantiasa dilatihkan di sekolah.</p>
<p>Bencana yang sering melanda Jepang tidak hanya mengasah kepekaan warga Jepang, tetapi telah melahirkan ratusan ilmuwan yang mempelajari dan meneliti misteri alam. Menjelang kedatangan angin topan 18, sebuah TV menyiarkan tentang bagaimana kita memahami kekuatan air. Ketika air masih berkentinggian 10 cm, maka pintu masih dapat dibuka, tetapi ketika sudah berketinggian 30 cm atau 40 cm, kekuatan seorang laki-laki pun tak mampu membukanya. Melalui pemahaman ini masyarakat belajar untuk tidak berusaha melawan bencana, tetapi berusaha bersifat arif kepada alam agar tak menimbulkan bencana.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1182&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/08/bersahabat-dengan-bencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Festival Jamur dan Soba di Jepang</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/06/festival-jamur-dan-soba-di-jepang/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/06/festival-jamur-dan-soba-di-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 06:06:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1179</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari saya berada di Kaida, Nagano. Tidak seperti Nagoya yang penuh bangunan, wilayah Kaida sangat hijau dan sejuk. Dikelilingi oleh deretan pegunungan, hutan yang masih alami dan air terjun yang tercurah di sela-selanya. Sungainya sangat bersih dan jernih, tempat beranak pinak ikan iwana yang sangat lezat.
Rencana berangkat ke Kaida cukup mendadak. Teman saya dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1179&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dua hari saya berada di Kaida, Nagano. Tidak seperti Nagoya yang penuh bangunan, wilayah Kaida sangat hijau dan sejuk. Dikelilingi oleh deretan pegunungan, hutan yang masih alami dan air terjun yang tercurah di sela-selanya. Sungainya sangat bersih dan jernih, tempat beranak pinak ikan iwana yang sangat lezat.<span id="more-1179"></span></p>
<p>Rencana berangkat ke Kaida cukup mendadak. Teman saya dari Tokyo memberitahu bahwa dia akan konsultasi disertasinya dengan sensei, lalu karena sendirian, dia mengajak saya. Segera saya atur ulang jadwal mengajar, dan mempersiapkan juga bahan disertasi sebab rencananya akan berdiskusi dengan sensei. Karena Jumat malam saya masih harus mengajar, maka untuk mencapai stasiun Kisofukushima yang merupakan stasiun terdekat dari Kaida, tidak memungkinkan. Saya terpaksa naik kereta terakhir ke Nakatsugawa, dan di sana sensei sudah menunggu dengan putrinya dan seorang mahasiswa dari China. Lalu, teman yang dari Tokyo naik kereta dan tiba di stasiun Nagiso, kira-kira 20 menit perjalanan dengan mobil dari Nakatsugawa. Bersama kami pergi ke rumah sensei di Kaida.</p>
<p>Di stasiun Nagiso, sempat melihat-lihat pamflet wisata yang banyak sekali dan tersedia gratis. Ada beberapa festival menjelang musim gugur dan selama musim gugur. Salah satunya adalah &#8220;Kinoko Matsuri&#8221; atau festival jamur. Sebenarnya bukan berupa arakan karnaval atau pawai, tetapi kegiatan utamanya adalah menelusuri wilayah hutan dan pegunungan di sekitar kisofukushima sejauh 13.3 km selama kurang lebih 3 jam. Tentu saja selama di perjalanan ada beberapa jamur yang harus ditemukan dan diidentifikasi dan terakhir diakhiri dengan sajian masakan jamur.</p>
<p>Saya tertarik sekali dengan acara itu, dan sensei menawarkan kalau mau ikut serta, sensei akan mengantar dengan mobil ke tempat start. Tapi karena perkiraan cuaca kurang baik pada hari Sabtu (hujan) maka saya tidak jadi pergi. Sebagai gantinya setelah belajar setengah hari di hari Sabtu, sorenya sensei mengajak putar-putar mengunjungi daerah pedesaan, menghirup udara yang segar sekali. Keesokan harinya pun setelah malam harinya kami berdebat panjang tentang paper teman saya, pagi-pagi kami mendatangi air terjun dan kembali jalan-jalan di hutan. Seperti biasa, saya sangat menyukai lumut, pakis-pakisan, dan aneka jamur.</p>
<p>Selain festival jamur, di Kisofukushima diselenggarakan juga Soba Matsuri (Festival Soba), yang merupakan makanan sejenis mie tapi terbuat dari tepung sob, berwarna abu-abu. Ada dua jenis mie yang digemari di Jepang, yaitu udon (bentuknya besar2) dan soba (seperti mie biasa, tapi berwarna abu-abu). Saya lebih suka soba daripada udon. Ramai sekali orang-orang dari dalam dan luar kota berdatangan, sampai-sampai tempat parkir yang luas tak mencukupi. Kegiatan festival berupa pembuatan soba, lomba makan soba, dan aneka makanan khas lainnya, serta tentu saja mengunjungi pusat pemeliharaan kuda poni yang ada di dekat areal festival.</p>
<p>Daerah Kisofukushima terkenal dengan kuda poninya yang pendek kekar, sobanya yang lezat, air terjunnya, jagung manis, dan sayur mayurnya terutama sawi raksasa. Daerah ini terpilih sebagai daerah terindah di Jepang beberapa waktu lalu. Salah satu yang menyebabkan terpilihnya daerah ini adalah adanya blog yang ditulis oleh seorang ibu yang bekerja di kantor desa. Ibu ini sebenarnya lebih banyak bercerita tentang Kota Kaida yang termasuk dalam wilayah Kisofukushima. Setiap hari dia melaporkan cuaca, kegiatan, festival dan aktivitas masyarakat setempat.</p>
<p>Kaida, Kisofukushima dapat dikatakan telah berhasil menerapkan apa yang disebut desentralisasi daerah. Penduduknya punya kebanggaan terhadap desanya, dan mereka paham betul seluk beluknya. Saya benar-benar iri. Sebab desa tempat kelahiran atau tempat kami tinggal sekarang di Indonesia, blognya selalu lawas dan tak ada informasi baru tentang kota kami.</p>
<p>Foto-foto silahkan melihatnya <a href="http://murniramliphoto.blogspot.com/2009_10_01_archive.html">di sini </a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1179&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/06/festival-jamur-dan-soba-di-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gempa dan Rumah Tahan Gempa</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/05/gempa-dan-rumah-tahan-gempa/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/05/gempa-dan-rumah-tahan-gempa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 01:25:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Kepada Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1174</guid>
		<description><![CDATA[Peristiwa gempa yang terjadi di Padang disiarkan setiap hari di NHK dalam berita pagi, siang, malam. Kami yang berada di Jepang tak bisa berkata apa-apa melihat kehancuran yang teramat parah.
Gempa berskala 7.8 di Indonesia itu kira-kira sama dengan gempa berskala 5 di Jepang, kata teman saya. Perlu diketahui bahwa skala pengukuran gempa di Jepang dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1174&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Peristiwa gempa yang terjadi di Padang disiarkan setiap hari di NHK dalam berita pagi, siang, malam. Kami yang berada di Jepang tak bisa berkata apa-apa melihat kehancuran yang teramat parah.<span id="more-1174"></span></p>
<p>Gempa berskala 7.8 di Indonesia itu kira-kira sama dengan gempa berskala 5 di Jepang, kata teman saya. Perlu diketahui bahwa skala pengukuran gempa di Jepang dan di Indonesia berbeda. Di Indonesia menggunakan skala Richter.</p>
<p>Gempa yang terjadi di Jepang diukur berdasarkan intensitas gejala dan kerusakan yang timbul, sedangkan di Indonesia diukur berdasarkan energi yang muncul akibat gempa.</p>
<p>Secara garis besar ada dua jenis pengukuran gempa, yaitu berdasarkan magnitudo dan intensitasnya. Pengukuran berdasarkan magnitudo biasanya dilakukan dengan menggunakan skala richter. Menurut skala ini gempa bumi tidak akan mencapai skala 9.5M. Gempa di Aceh yang diikuti tsunami tahun 2004 sebesar 9.3 M.</p>
<p>Adapun pengukuran berdasarkan intensitas dikenalkan oleh banyak ilmuwan di antaranya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Skala_Mercalli">Giuseppe Mercalli</a> (Mercalli scale), Fusakichi Omori (Omori scale), Rossi-Forrel scale, dll. Perbandingan antara masing-masing skala berdasarkan intensitasnya bisa dilihat <a href="http://geology.about.com/library/bl/blmagtable.htm?once=true&amp;">di sini</a>.</p>
<p>Pengukuran gempa di Jepang menggunakan Omori scale, yang terdiri dari 7 tingkatan.Pengukuran gempa dengan skala Omori disebut Shindo (震度）. Skala 1 ada gempa kecil yang hanya dirasakan oleh orang yang berada dalam keadaan diam. Skala 2 hingga 4 juga tidak menyebabkan kerusakan yang berarti. Skala 5 biasanya barang-barang mulai berjatuhan, dan gejala yang agak parah, bangunan retak atau roboh adalah skala 6 dan skala 7.</p>
<p>Sehingga gempa yang terjadi di Padang baru-baru ini dilihat dari gejalanya sebenarnya termasuk shindo 7, tetapi pengukuran Omori itu hanya bisa dipakai untuk gejala gempa yang terjadi di Jepang dengan asumsi bangunan yang sudah dibuat tahan gempa semua. Oleh karena itu gempa yang terjadi di Padang jika disejajarkan dengan skala Omori kemungkinan setara dengan shindo 5. Namun jika disejajarkan dengan gempa Kobe yang berskala 7.3 M, maka gempa di Padang barangkali sama dengan gempa Kobe.</p>
<p>Kemarin saya dan dua orang teman pergi ke Nagano dalam rangka belajar bersama. Kebetulan kami menginap di rumah Sensei yang berstruktur kayu. Lalu, sambil menyaksikan kejadian gempa di tanah air melalui layar TV, kami membahas tentang rumah-rumah di Jepang.</p>
<p><a href="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/10/p1010843.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1176" title="P1010843" src="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/10/p1010843.jpg?w=150&#038;h=112" alt="P1010843" width="150" height="112" /></a></p>
<p><a href="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/10/p1010841.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1177" title="P1010841" src="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/10/p1010841.jpg?w=150&#038;h=112" alt="P1010841" width="150" height="112" /></a></p>
<p>Kalau diperhatikan sebagian rumah-rumah tradisional Jepang berstruktur kayu dan umumnya satu tingkat. Rumah-rumah modern saat ini kebanyakan berstruktur batu/semen. Apabila bermaksud menyewa kamar/apartemen di Jepang, maka biasanya ada 3 kriteria, yaitu mansion, apato (apartemen) dan kobo. Mansion biasanya berstruktur bangunan batu/semen dan wajib memenuhi standar pendirian bangunan tahan gempa. Apartemen ada dua jenis, yang berstruktur batu/semen, atau campuran. Ada yang tahan gempa ada yang tidak. Sedangkan kobo biasanya berstruktur campuran dan umumnya kurang kuat. Tentu saja harga sewa tergantung dari jenis bangunan.</p>
<p>Peraturan tentang bangunan-bangunan berstandar (tahan gempa) dikeluarkan tahun 1971 dan direvisi tahun 1980. Tetapi seperti dilaporkan <a href="http://www.georesources.co.uk/kobehigh.htm">di sini </a>banyak bangunan yang tetap tidak kuat menghadapi goncangan sebesar 7 skala richter. Peraturan tentang bangunan standar sangat diperketat untuk bangunan yang berupa fasilitas umum, seperti sekolah, rumah sakit, hotel, pusat perbelanjaan, perkantoran, dll.</p>
<p>Baru-baru ini di sebuah kota di Aichi (saya lupa namanya) , pemerintah kota melakukan pengecekan ulang rumah-rumah penduduk, terutama rumah-rumah tua, dan menghimbau rakyat untuk membangun kembali sesuai dengan standar ketahanan terhadap gempa. Tampaknya ini sulit sekali sebab biaya membangun rumah bukan hal yang murah.</p>
<p>Rumah-rumah berstruktur kayu diakui tahan gempa dan tidak hanya itu, model dan posisi bangunan juga termasuk hal yang perlu diperhatikan. Ilmu tentang ini mungkin perlu disebarluaskan oleh ahli gempa dan arsitektur kita. Sekalipun berat dan akan memakan biaya besar, pemerintah Indonesia harus mulai membantu rakyat untuk membangun pemukiman yang sekalipun sederhana tetapi memenuhi kriteria tahan gempa.</p>
<p>Kami sempat membahas juga tentang rumah-rumah kayu di kepulauan Sulawesi dan Sumatera yang terkenal kokoh (terutama yang dibangun dengan kayu besi). Rumah-rumah tradisional seperti itu kelihatannya mulai menghilang di perkotaan di Indonesia, dan ada kecenderungan orang-orang kalangan atas membangun rumah dengan gaya Eropa. Sedangkan di Jepang, ciri khas tradisional biasanya masih dipertahankan di setiap rumah. Sekalipun mungkin bukan menjadi hal yang fundamental dalam pembangunan rumah tahan gempa, tetapi barangkali perlu tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional dalam pembangunan perumahan di tanah air.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1174&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2009/10/05/gempa-dan-rumah-tahan-gempa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/10/p1010843.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">P1010843</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/10/p1010841.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">P1010841</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengajarkan kecintaan pada makanan tradisional di Jepang</title>
		<link>http://murniramli.wordpress.com/2009/09/27/mengajarkan-kecintaan-pada-makanan-tradisional-di-jepang/</link>
		<comments>http://murniramli.wordpress.com/2009/09/27/mengajarkan-kecintaan-pada-makanan-tradisional-di-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 05:23:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>murniramli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[SD di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murniramli.wordpress.com/?p=1169</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa, kalau sedang tidak mood dengan masakan sendiri, saya biasanya (atau lebih sering) membeli makanan jadi di supermarket dekat rumah. Akhir-akhir ini sudah banyak makanan musim gugur yang dijual, dan hiasan-hiasan daun momiji (maple) diletakkan untuk mempercantik etalase penjualan.
Hari ini saya membeli menu makanan kesukaan saya, seperti di bawah ini :
 
Yang sebelah kanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1169&subd=murniramli&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seperti biasa, kalau sedang tidak mood dengan masakan sendiri, saya biasanya (atau lebih sering) membeli makanan jadi di supermarket dekat rumah. Akhir-akhir ini sudah banyak makanan musim gugur yang dijual, dan hiasan-hiasan daun momiji (maple) diletakkan untuk mempercantik etalase penjualan.<span id="more-1169"></span></p>
<p>Hari ini saya membeli menu makanan kesukaan saya, seperti di bawah ini :</p>
<p><a href="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/09/p1010721.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1170" title="P1010721" src="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/09/p1010721.jpg?w=150&#038;h=112" alt="P1010721" width="150" height="112" /></a> <a href="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/09/p1010724.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1171" title="P1010724" src="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/09/p1010724.jpg?w=150&#038;h=112" alt="P1010724" width="150" height="112" /></a></p>
<p>Yang sebelah kanan adalah nasi yang ditaburi dengan wijen hitam dan ditambahi umbi amarilis (berwarna kuning), lalu dilengkapi juga dengan irisan lobak yang sudah diberi pewarna kuning, rasanya agak getir. Sedangkan di sebelah kiri adalah menu musim gugur, terdiri dari, aneka macam makanan dengwan variasi warna dan rasa, dan tentu saja seimbang gizinya. Tak lupa disisipkan pula jamur yang menjadi makanan khas musim gugur.</p>
<p>Makanan bagi orang Jepang adalah seni dan budaya. Saya sering bertanya-tanya mengapa banyak sekali restoran di Jepang, dan mengapa mereka selalu mengatakan enak semua makanan yang ditelannya. Tapi kalau kita perhatikan acara-acara kuliner di TV, sebenarnya kita bisa memahami bagaimana bangsa ini menanamkan kecintaan pada makanan kepada warganya.</p>
<p>Acara kuliner di TV-TV tidak saja menyodorkan makanan yang sudah siap dimakan, tetapi biasanya penonton akan diajak untuk menelusuri bahan utama makanan. Misalnya pagi ini, di NHK, seorang penyiarnya mendatangi tempat penangkapan kerang, lalu menjelaskan tata cara penangkapan, hingga proses masak yang benar, dan penyajiannya.</p>
<p>Beberapa acara piknik di musim gugur juga menawarkan kepada keluarga-keluarga dan anak-anak untuk pergi berwisata ke kebun-kebun buah sambil menikmati ranumnya buah-buah musim gugur.</p>
<p>Di blog ini pernah pula saya tuliskan tentang anak-anak SD di Jepang yang diajak menanam padi di sawah, hingga panen dan membuat penganan onigiri dari hasil panennya.</p>
<p>Dengan memahami proses dan sulitnya menghasilkan sebuah penganan menjadi bentuk yang siap disantap tersebut, menyebabkan orang-orang Jepang sangat menghargai makanan tradisionalnya, dan makanan-makanan yang semakin sulit ditemukan menjadi komoditi yang bisa mengangkat nama daerah.</p>
<p>Sewaktu saya membeli makan siang saya tadi, seorang anak dengan gembiranya menjelaskan kepada adiknya tentang makanan musim semi yang dipajang di etalase toko, &#8220;kore wa aki ni natta kara, momiji dayoo&#8221; (karena sudah masuk musim gugur, maka ada momijinya lho).</p>
<p>Saya tidak tahu apakah pelajaran tentang makanan tradisional atau makanan saja diajarkan dengan cukup baik di sekolah-sekolah di Indonesia. Sehingga anak-anak masih tahu yang mana onde-onde dan yang mana kue lapis <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   Atau bisa membedakan tepung beras dan tepung terigu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murniramli.wordpress.com/1169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murniramli.wordpress.com/1169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murniramli.wordpress.com/1169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murniramli.wordpress.com/1169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murniramli.wordpress.com/1169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murniramli.wordpress.com/1169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murniramli.wordpress.com/1169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murniramli.wordpress.com/1169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murniramli.wordpress.com/1169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murniramli.wordpress.com/1169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murniramli.wordpress.com&blog=315797&post=1169&subd=murniramli&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murniramli.wordpress.com/2009/09/27/mengajarkan-kecintaan-pada-makanan-tradisional-di-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30bc491c355db9248b0374e77bbcbfd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murniramli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/09/p1010721.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">P1010721</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://murniramli.files.wordpress.com/2009/09/p1010724.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">P1010724</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>