Halaman ini berisi tulisan yang sudah saya buat sejak bikin blog di wordpress pertama kali.
Juli, 2006 :
Kepala Sekolah dan Sekolahnya, PTA di Souya, Penelitian yang mubazir, Apa yang salah dengan sekolah kita, . Menilai mutu pendidikan, Membenahi pesantren, Moral Education di Jepang, Jugyou Kenyuu, Sekolah di countryside, Parent come to school, Belajar dari Wakkanai, SMA Tatsuno, Nagano, Bukatsudou, Saving Energy, Harakiri
Mendidik Guru di Jepang, Guru adalah Peneliti, Sadar hukum di Jepang, Pelangi & Bon Odori, Kecil tapi Indah, Batuk, Hanami, Haru ga kita (Musim Semi tiba), Aging Society, Ume Matsuri, Batuk sehat batuk sakit, Suka Duka Teacher Training Program di Jepang, Transportasi murah, nyaman, tepat waktu di Jepang, Belajar dari dunia bisnis Jepang, Naik Haji
Januari, 2007 :
Tahun Baru di Jepang, SMA Pertanian Anjo Norin, TV Pendidikan NHK Jepang, Sampah (1), Sampah (2), Mengapa Anak Indonesia gampang beradaptasi di sekolah Jepang ?, Setuju pasal 19 UU Guru dan Dosen 14/2005, Youkoso Senpai, Apakah Saya Cinta Indonesia ?, Konsumen adalah Raja, Kokoro no no-to, buku pendidikan moral di Jepang, Selamat Tahun Baru Hijriah (?), Menjadi nomor satu atau rata-rata, Ikhlas itu seperti…, Forum OSIS-nya SMA Jepang, Saya tak akan lupa : Dibonceng Bapak, Berislam di Nagoya University, Bila Guru, Siswa, Orang Tua berkolaborasi,
Februari,2007
Merger Sekolah di Nagano, Kojin Jouhou-sistem pengamanan informasi pribadi, SMA Chikuma, Matsumoto-sekolah untuk orang yang bekerja, Mesjid dan Orang Jepang, Kenapa Anak tidak doyan sayur ?, Survey Iseng : Kalau besar mau jadi apa, Nak ?, Sudah ditentukan rezekinya, Pertandingan olah raga antar bangsa, Jika Orang Baik Pergi, Gaji guru di Jepang, Belajar menjadi guru adalah siklus yang tak berujung, Survey Sekolah, Pohon tanpa daun, Membangun pendidikan di sebuah kota, Mengetuk pintu, Ayo sarapan
Kemudahan itu datangnya sesudah kesulitan, Orang Jepang suka mikir njlimet, Siapa yang memelihara orang tuamu ?, Kebiasaan mengobrol orang Indonesia, Gender ? Laki-laki harus lebih mengerti perempuan, Pindah Rumah, Topik Ngobrol dengan remaja putri Jepang, Mobil masa depan, Menolong itu gampang, Tiga prinsip `mendidik` di sekolah Jepang, Taman Kanak-kanak di Jepang, Survey Gigi di sekolah-sekolah Jepang, Pasukan Semut pagi-pagi, Berapa persen guru yang tidak layak mengajar ?, Sakura bermekaran lagi …., Orang-orang brilian pulang, Menghargai Sejarah dan Orang, Orang tua Jepang dan orang tua Indonesia
April, 2007
Anak-anak SD turun ke sawah, Mesin Pintar, Membuat KTP di Jepang : Beres dalam sekejap, Museum dan Orang Jepang, Rainbow Plan, reformasi pendidikan di Jepang, Pokoknya jangan sampai kalah !, Orang-orang di desa memang ramah, Nama saya dalam kanji sungguh indah, Orang berilmu bagaikan laut, Hubungan antar jenjang pendidikan, Kurikulum SMA di Jepang, Neraka bagi siswa SMA di Jepang : UMPTN, Minta maaf ala Jepang, Link penelitian SMA dan PT, Welcome to Nagoya !, Pulang, Pintu Gerbang Negara.
Mei, 2007
Pesantrenku sayang, Pulang berguru di Bogor-sekolah berubah, UAN serius UAS nyantai, Kendaraan Rakyat, Jakarta dan kebijakan pendidikannya, Jawa Tengah dan PGRI-nya, Kenapa guru menolak sertifikasi ulang di Jepang, Perusahaan seharusnya menjadi pusat belajar masyarakat, Sejarah sertifikasi guru di Jepang, Sertifikasi guru di Jepang sekarang ini, Bersenandung itu penting untuk hidup, School moderator-partisipasi guru dalam pengembangan sekolah, Mereka juga ingin menikmati naik kereta…, Daripada berkeluh kesah lebih baik menikmatinya
Juni, 2007
Menulis paper dengan indah, Sekereta dengan rombongan anak SD, Sekolah nasional bertaraf internasional, Kepala-kepala sekolah yang mengagumkan, Memotret pesantren, Jatuh : Malu atau sakit ?, Pelajaran mengarang di SD Jepang, Menciptakan Atmosfer Penelitian, Belajar arti kata internasional di SD Shima
Juli,2007
WC bagi orang Jepang, Seragam sekolah sailor di Jepang, Mari menjadi matahari, Berpikir positif dan optimisme, Terima kasih dan maaf, Kunjungan ke SD Nishi-Inuyama, SMP Kawaragi : belajar dari gempa Kobe, Saya dan orang Perancis, Arti kemampuan akademik bagi siswa SD di Jepang, Belajar dari New Zealand tentang Higher Education, Politik, Bekerja sama atau bekerja bersama-sama, Konsultan sekolah di Takahama shi, Menginterview guru sejarah Jepang, Ingat PM Koi, Natsu bate dan bete
Agustus, 2007
Kalau tidak bisa jadi dokter, jadilah pemain baseball, Melibatkan masyarakat dalam reformasi sekolah, Pisang, mamak dan bapak, Usul : jam tidur siang di sekolah, Siapa yang ingin jadi bos ? Alternatif liburan musim panas untuk SD, Anak gemuk bukan salah dia, Karena jari tangan saya lima, Masih perlukah identitas di jaman yang mengglobal ?, Arti Upacara 17 Agustus bagi kami di Nagoya, Jika hari itu tiba, Kebijakan pendidikan yang lahir dari sekolah, Pendidikan guru yang semakin tak mengarah kepada keguruan, Sudah 16th PPI Jepang berKongres dan berTemu Ilmiah
September, 2007
Sekolah di rumah sakit (innai gakkou), Bagaimana dengan sertifikasi guru selanjutnya, Ramadhan lagi di Nagoya, Memberi=Menerima, Menjadi manajer di Jepang, Lowongan menjadi PM, Pembimbing Akademik seharusnya…., Siapa yang harus membuang sampahnya ?, Masjid harus bersih, Saya dan bunga, Tak akan kuucapkan lagi, Mengajar matematik dengan kalender, Neo kolonialisasi dalam dunia pendidikan, Menaklukkan gunung Fuji, Teruslah menekuninya-pelajaran moral dari TV Jepang, Berlomba dengan bulan, Penilik yang dekat dengan siswa, Jalan kaki
Oktober, 2007
Ramadhan, umur panjang, dan pola hidup, Kalau anak sering disuguhi jajanan, Dilema dalam pendidikan Jepang, Rindu hari raya di rumah, Anak SMA boleh bekerja di Jepang, Belajar menyusun paper yang baik, Apa bedanya sekolah kota dan sekolah daerah
November, 2007
Gerbong khusus wanita, Menjadi warganegara dunia, Burung-burung pulang bersama, Golongan darah dan konsep mendidik, Kampanye makan buah, Kekuatan orang tua dalam komite sekolah, Pendidikan karier di SD Jepang, Sekolah Unggul vs Perbaikan sekolah untuk rakyat, Indian Summer dan Koharu biyori,
Desember, 2007
Pengembangan pelajaran moral di sekolah, Survey tentang pola hidup siswa, Reformasi The Boardof Education di Jepang, Mengurangi power Menteri Pendidikan ala Jepang, Setiap detik haruslah bermanfaat, Masyarakat Jepang sedang sakit, Kendaraan murah di pedesaan Jepang, Mencari rezeki di pagi hari, Seminar tanpa makan siang dan sertifikat, Peraturan sekolah harus masuk akal, Setetes air sebongkah salju, Liburan akhir tahun sebentar saja
Januari, 2008
Walaupun kecil, pekerjaan apapun berharga, Sepeda juga harus terdaftar di Jepang, Daerah bebas rokok di Nagoya, Hari Kedewasaan dan Kemunduran Jepang, Mengikuti pemilihan dekan, Obsesi Negara dalam kompetisi kepandaian
Februari, 2008
Gagalnya neo liberalisme mengangkat si miskin, Guru dan semangat berseminar, Membaca perlu pendengar yang baik, SD Bhinneka, sekolah supaya tidak lupa Indonesia, Penyusunan kurikulum sekolah di Jepang (1), Kurikulum SD dan SMP di Jepang, Rindu bahasa Arab, Tahun akademik dan sistem kenaikan kelas di Jepang, Apakah atau siapakah yang membuat orang disiplin ?, Berkunjung ke SMK Industrial Arts Nagoya dan SMK Toyohashi, Inuyama dan kebijakan otonomi pendidikannya, Apakah kamu bisa mendengar suara pohon, Dia ingin belajar tentang Islam
Maret 2008
Konsep Tuhannya orang Jepang, Mengapa harus ada sekolah, Sekolah dan ilmu-ilmu dasar hidup, Pernahkah berterima kasih kepada sepatu?, Murid bukan kuda tetapi sapi, Buku bergambar atau buku bertulisan ?, Kenapa bunuh diri ?, Kalau anak menangis
April 2008
Telur adalah kamu, Masa mencari kerja, Silaturahmi atau basa-basi, Mengapa kita tidak maju, Hutan tampak tapi pohon tidak, Pemikir, karya dan sejarahnya
Mei 2008
Wacana tentang team teaching, Wajib sekolah atau wajib belajar ?, Serius, setengah-setengah atau banyak omong ?, Panda dan kepekaan orang Jepang, Jika guru berjiwa reformer dan kepala sekolah pro kemapanan, Kenapa guru no comment ?, Memperkerjakan anak ber-IQ rendah, Kelas Excellent, Karena cita-cita itu setinggi langit
Juni 2008
Karena kita tidak kuat di ilmu dasar, Menjadi guru tidak gampang tetapi menyenangkan, Mamak tidak pernah berhenti berdoa, Nak, Pendidikan dasar dan pendidikan menengah, Mengapa harus ada SMP dan SMA?
Juli 2008
Kepekaan bertutur, Tidak ada cara lain kecuali berusaha keras, Di KL, kenapa minim salam ?, Asalkan negara mau membayar mereka lebih bijak, Merasa terasing di konferensi negara muslim, Definisi kata cerdas-mengonsep ulang tujuan pendidikan (part-1), Definisi kata cerdas-Memaksa untuk mencintai belajar (part-2), Hajimete otsukai-mendidik anak untuk berani, Jangan cuma mengatakan jangan !
Agustus 2008
Belajar dari sistem dan budaya berkereta di Malaysia, Hanya sebuah kartu nama, Menikmati liburan musim panas di Jepang, Olmpiade dan anak-anak Jepang, Sakit telinga dan pemeriksaan telinga di Jepang, Agustus berarti merdeka dan tidak merdeka, Berhentilah makan sebelum kenyang, Pendidikan masyarakat di TV Jepang, Jalan, SMT…SLTA…SMA…SMU…SMA…capek !!, Insting Pedagogy Pak Shin’ichi
September 2008
Tuan berhentilah !, Dengan rizkimu aku berbuka, Hanya segumpal nutfah, Jangan terlalu gembira dan jangan pula terlalu bersedih, Apa tujuanmu ?, Hidayah, Jalan kemudahan, Takut, Siapakah yang takut kepada Allah, Perkataan yang baik adalah pohon yang kuat, Apa yang harus diajarkan kepada anak ?, Boros dan kikir, Mengapa puasa ?, Sayang harta sayang anak, Takaran, Menjadi Penerjemah, Pengadilan dunia, Al-Fatihah, Beban hidup, Kilat, hujan, taifun, Pinjaman kepada Allah, Amalan yang mengalir, Iri, Membuang minyak bekas, Sabar dalam sholat, Kebijakan integrasi SMA dan SMK di Jepang (part.1), Berapa tahunkah kau tinggal di bumi?, Melawan kezaliman, Memberi kelapangan, Dan tidak ada sehelai daun yang gugur, Kartu lebaran dan anak-anak Bhinneka, Yang paling merugi, Perpisahan, Hari Raya : Luaskan pintu maafmu !
Oktober 2008
Kalau hendak belajar di Nagoya, Booklet asuransi kesehatan di Jepang, Lihat lagi!, Belajar di kebun buah, Belanja dengan plastik 5 yen, Penggusuran kebuan anak TK di Osaka, Asalkan banyak uang ‘baka’ juga tidak mengapa, Alokasi anggaran pendidikan Jepang, Diskusi Pendidikan Karir di Jepang, Penjurusan di SMA, Tatemae dan Honne, bukan tabiat orang Jepang saja, Menghargai penganan tradisional,Penelitian itu menyenangkan, Hal-hal kecil, Penjurusan SMA di Jepang
November, 2008
Entaka, jika yen menguat, Pendidikan Rendah dan Pendidikan Dasar, Memotret dan stress, Perlukah membekali anak-anak SMP handphone?, Wanita dan perubahan sosial, Mempromosikan daerah, One Step, program KKN Jepang
Desember, 2008
Padi, beras, nasi, Shinkansen sei 0, Praktikum sederhana tentang apel, Pendidikan tak manusiawi,Jangan pakai HP jangan buka notebook, Sample makanan unik di Jepang, Capeek, Wajah baru, Kebijakan potong gaji Pak Gubernur, Eco Life di Sekolah,Tatami dan tikar, Bahasa Jepang prokem, Aku dan Palestina
Januari, 2009
Hatsumoude dan tahun baru di Jepang, Rindu tanah Bugis, Internasionalisasi Sekolah, Menyiasati Sertifikasi Guru, Televisi yang memihak kepada guru, Manajemen Pendidikan dan Profesionalisme Guru, Cara Jepang kenalkan sains kepada orang muda, Pendidikan moral orang Jepang, Apa yang seharusnya diajarkan kepada anak tentang kota dan transportasi ?, インドネシアにおける住民参加に基づく高等学校の改善に関する研究, Student as a Center of School Reform, Anak-anak Bhinneka BerPRAMUKA, Kebijakan Evaluasi Guru di Jepang, Mari mulai menuliskannya !,Doktor yang berjiwa doktor, Jika berat pergi ke Gaza tegakkanlah qunut nazilah, Kata dan bentukannya, Program sister school ala Indonesia, RSBI vs Sekolah Jepang, Penanganan Administrasi Pendidikan di Daerah Aichi, Anggaran Pendidikan Prefektur Aichi
Februari, 2009
Sistem persekolahan dan statistik pendidikan di Aichi, SMP dan SMA Afiliasi Nagoya University,SMA Nakamura, Diskriminasi orang asing di Jepang, Kurikulum SMP Nishhin, SMK Meinan : Industri mengincar lulusannya,Urusan kutu rambut adalah urusan sekolah di Jepang, Sistem Evaluasi terhadap pengajar, Seminar Islam Indonesia dan kehidupan Islam di Jepang, Terlalu cepat sukses terlalu cepat jatuh
Maret, 2009
Peran konsultan sekolah di Jepang, Perusahaan ramah lingkungan di Jepang, Mencintai pekerjaan adalah sebuah komitmen, Susahnya memahami maksud orang Jepang, Apakah anda termasuk GADEN INSUI?, Amplop, Menulis dengan runut dan bermakna
April, 2009
Wisuda dan Penerimaan siswa baru di Jepang, Tulisan ilmiah sangat perlu direview, Lelang sekolah dan penurunan penduduk muda, Dokumen tentang Pendidikan di masa pendudukan Jepang, Kaisar yang dicintai rakyatnya, Mempertanyakan Lembaga Penitipan Anak di Jepang, Sabun yang aman ditelan, Bukan sekedar mengganti kurikulum, Standardisasi sekolah tidak sama dengan standardisasi industri (bag.1.)
Mei 2009
Standardisasi pendidikan yang memenuhi EEQ dan ES (bag.2)
Juni 2009
Kepanikan influenza babi di Jepang, Linguistic landscape apa padanannya ?, Hari gigi di Jepang, 4 Juni, Menggalakkan kembali senam pagi, Mencuri start di pagi hari
Juli 2009
Bapak sudah pergi, Reuni Kecil SMA 2 Madiun Angk.90, Wajib belajar dan hak memilih sekolah, Harga Penjual harga pembeli, Birokrasi dan keramahan layanan, Masjid selalu menentramkan, Koran bekas, Payung dan orang Jepang
Agustus 2009
Merekam peristiwa bersejarah, Tulisan patung gundam terhapus, perlunya back up, Budaya menulis dan teknik penulisan yang lemah, Bencana : gempa, banjir, dan bunuh diri, Melawan nyamuk, Merdeka dalam berfikir tentang penjajahan, Pecandu ramadhan, Bekerja keras, Orang tua, Mengajarkan Al-Quran, Tidak produktif, Mengartikan amalan sunnah, Menyalahkan setan, Menghidupkan tanah mati, Berdoa, Kejahatan (bag.1), Kejahatan (bag.2)
Sept 2009
Ya, Allah berilah hamba kesabaran, Kemiskinan dan keharusan menjadi terdidik, Sekolah sehat dan siswa sehat, Kehidupan dunia, Menghafal dan memahami Al-Quran, Samudra Al-Fatihah, Cantik, Prasangka buruk dan tabayyun, Melek aksara bagi muslim, Awan, Jangan takabbur, Nak,Pergantian siang malam, Bohong dan tidak mau kalah, Dosa, Lapangnya masjid kami, Menjaga lisan, Buka puasa bersama, I’tikaf dan bantuan Allah, Celakanya mulut adalah bicara, Hilangnya Qiyamul Lail=Perginya Ramadhan, Golden Week, Silver Week, Mengajarkan kecintaan kepada makanan tradisional di Jepang
Oktober 2009
Gempa dan rumah tahan gempa, Festival Jamur dan Soba di Jepang, Bersahabat dengan bencana, Mahalnya biaya pendidikan dan subsidi pendidikan di Jepang, Kebijakan bebas uang SPP untuk SMA di Jepang, Kodomo no mikata : Cara pandang anak, Wasureta koto : Hal-hal yang terlupakan,
ok
blognya sangat2 informatif!
maunya ikut menyedot apa aja yang ada didalamnya, boleh kan?
murni : silahkan. semoga bermanfaat
thanks artikel2 nya sangat menarik, saya kebetulan memang lg nyari info tentang kehidupan d Jepang
assalamualaikum
salam perkenalan, saya yosef budiman guru bid. studi ekonomi-akuntansi di madrasah aliyah negeri di bogor.
Sy minta saran. Sebaiknya kalau saya mendaftar T T 2009 untuk bidang menejemen pendidikan dan ekonomi di kampus mana, mengingat mutu program tersebut bervariatif. Saya betul-betul buta dengan bahasa jepang, apa memungkinkan jika mengikuti perkuliahan setelah belajar 6 bulan bahasa jepang?
Syukran katsiraan
murni :
wa alaikum salam
Saya belum pernah mengecek mana yg paling bagus. Tp sy pikir hampir sama mutunya di semua universitas negeri. Silahkan periksa satu-satu web yg universitas yg menawarkan TT, datanya bisa diperoleh di Kedubes Jepang di Thamrin.
Dg kursus bhs Jepang hanya 6 bulan dari kemampuan nol, mnrt pengalaman saya, sama sekali tdk bisa memahami kuliah.
Kursus 6 bulan hanya u percakapan sehari-hari spy kita bisa survive di Jepang.
Krn itu saran saya, sebaiknya belajar juga di Indonesia sblum brgkat ke Jepang. Lalu, jk hendak mengambil manajemen pendidikan, maka baca-baca dulu ttg manajemen pendidikan di Jepang agar tdk terlalu blank sewaktu kuliah.
Assalamu ‘alaikum ww. Dulu, saya terinspirasi oleh tulisan-tulisan pengalaman Ibu Ani Iwasaki yang dibuat buklet dalam satu majalah wanita. Saya terkesan sekali dengan pemaparan bagaimana orang tua siswa ikut dilibatkan dalam pengelolaan perpustakaan sekolah,dsb. secara bergilir.
Waktu itu,saya baru bisa bermimpi kalau suatu waktu saya ingin punya sekolah yang pengelolaannya seperti apa yang dipaparkan Ibu Ani Iwasaki itu. Sekarang berpuluh tahun kemudian,saya diamanati untuk mengelola sekolah TK yang berada di sebuah kota kabupaten di JABAR yang keadaannya ‘asal jalan’. Semula saya agak enggan mengingat lokasi sekolah dengan tempat tinggal saya berjauhan (saya di Bandung, sekolah di pantura). Tapi, setelah melihat ke lokasi dan antusiasme masyarakat akan kehadiran sarana pendidikan untuk anak-anak mereka yang baik dan terjangkau,nurani saya pun tergerak. Saya pikir mungkin ini realisasi mimpi saya dulu itu(untuk punya sekolah!). Walaupun sekolah itu bukan milik saya pribadi tapi pengelolaannya telah diamanatkan kepada saya, bagi saya sama saja. Saya ingin melakukan yang terbaik yang saya bisa untuk menjadikan sekolah itu lebih baik; apalagi sebentar lagi akhir tahun pelajaran.
Oleh karena itu, saya bersyukur sekali saya bisa menemukan “Berguru” sehingga saya sekarang bisa ‘berguru’ lagi kepada perempuan inspiratif, selain Ibu Ani Iwasaki dulu, yaitu Mbak Murni.Sekiranya, tidak merepotkan Mbak, bolehkah saya meminta gambaran lebih lengkap bagaimana pengelolan TK di kota kecil/ desa Jepang sehingga saya bisa punya ‘bekal’lebih banyak. Terima kasih sebelumnya.
@Ibu Ella : Salam kenal, Bu. Kapan-kapan akan saya tulis administrasi TK kecil di Jepang. Beberapa tulisan ttg TK sudah saya buat di blog, silahkan klik
di bagian artikel atau search dg keyword pendidikan Jepang.
Mureni san e,
kotae o matte itu yo.. honto ni osoi desu ne… heee issogashi desuka. gommen ne, ja matta