murniramli

Archive for Juli, 2006|Monthly archive page

harakiri

In Serba-Serbi Jepang on Juli 29, 2006 at 6:47 am

Bicara tentang semangat Jepang, pasti kata harakiri tidak asing lagi. Hari ini saya belajar sejarah kata harakiri, yang ternyata sangat unik. Baca entri selengkapnya »

Saving energy

In Serba-Serbi Jepang on Juli 29, 2006 at 6:46 am

Menghemat energi adalah salah satu proyek yg sedang ramai dikampanyekan di Jepang akhir2 ini. Beberapa bulan yg lalu, di musim panas PM Koizumi melalui kementrian environment menganjurkan limit pemakaian AC di perkantoran, bisnis, sekolah, dll, dg men-set-up suhu hingga 28 derajat. Dan menganjurkan pemakaian cool bizz, yaitu menanggalkan jas dan dasi yg sdh menjadi keseharian pekantor di Jepang (salary man). Akibatnya perusahaan jas dan dasi pun protes….tp program ini cukup berhasil. Baca entri selengkapnya »

Bukatsudou

In Pendidikan Jepang on Juli 29, 2006 at 6:45 am

Saya sedang menulis report akhir program teacher training yg sy ikuti, sekaligus menyusun proposal untuk masuk ke program Master di Nagoya Univ. Berhubung harus pakai bahasa Jepang, it takes time and energy. Beberpa kali terasa, kepala dan badan shaked, kayak ada jishin/gempa….tp setlh dicek ternyata hanya krn kelamaan di depan komputer, jd kelelahan…. Baca entri selengkapnya »

SMA Tatsuno, Nagano

In Pendidikan Jepang on Juli 29, 2006 at 6:44 am

Setiap hari Selasa malam, dari jam 6 hingga jam 8.30 waktu Nagoya, saya mengikuti kelas khusus untuk Syakai jin (org yg sdh kerja). Kelasnya sebenarnya berupa seminar kecil yg diikuti para guru SMA yg sedang mengikuti in-service training di Meidai, pun diikuti oleh mahasiswa program Master. Tema yg dibicarakan dlm course ini sgt menarik, krn membahas realita sekolah2 di Jepang. Baca entri selengkapnya »

Belajar dari Wakkanai

In Pendidikan Jepang on Juli 29, 2006 at 6:40 am

Tulisan ini sebenarnya sudah lama ingin saya buat tp biasalah alasan klise `sibuk` yg membuatnya kelamaan berada di kepala. Pengalaman gakkai di Wakkanai, Souya, salah satu wilayah paling Utara Hokkaido, terbayang kembali ketika suatu hari dalam salah satu seminar `kyoudou` (seminar yg modelnya spt kolokium di IPB- presentasi rencana penelitian) yg diadakan setiap hari Rabu pagi, seorang mhswa, Sayaka Sato san mengangkat topik `kosodatte undou` (children raising). Baca entri selengkapnya »

Parent come to school…

In Pendidikan Jepang on Juli 29, 2006 at 6:38 am

Jugyou sanka

As a parent, have you ever thought what teacher do to your children in the class ? how they teach them ? or have you ever considered your children behaviour at school ? Baca entri selengkapnya »

Sekolah di Countryside

In Pendidikan Jepang on Juli 29, 2006 at 6:36 am

kamiyahagi

Anak belajar dari rutinitas hidupnya. Anak belajar menghargai teman dari apa yang dibiasakan kepadanya. Kedisiplinan siswa2 di jepang tidak diajarkan melalui teori moral tetapi ditanamkan melalui latihan dan praktek sehari2 di rumah, sekolah dan lingkungannya. Tulisan ini adalah re-write artikel yang ada di homepage : http://www.geocities.com/moernier/tulisanku/kamiyahagi.html Baca entri selengkapnya »

Jugyou Kenkyuu

In Pendidikan Jepang on Juli 29, 2006 at 6:34 am

jugyou kenkyuu

Ketika guru mengajar, apakah dia mengetahui metodenya tepat ? pengajarannya efektif ? penggunaan waktunya efisien ? murid merespon dg baik ?
Guru tidak bisa menilai dirinya sendiri. Dia harus dinilai oleh guru yang lain, dan berlapang dada menerima kritikan, ide, masukan membangun dari sesama guru. Itulah `jugyou kenkyuu` /lesson study (rewrite artikel di home page http://www.geocities.com/moernier/tulisanku/jugyoukenkyuu.html

Professor Masami Matoba , seorang pakar yg mendalami jugyou kenkyuu di Nagoya University mengajak saya untuk mengunjungi salah satu sekolah di daerah Aichi prefecture, sebuah sekolah yg menjadi tempat pelaksanaan program jugyou kenkyuu.Fukushima chuugakkou (SMP) yg kami datangi adalah sebuah sekolah tua, didirikan 100 th yang lalu di daerah Tokai. Melihat apa yang ada di dalam sekolah, jejeran piala yang menyambut tamu di bagian depan sekolah, membuktikan bahwa sekolah ini layak dijadikan sebagai tempat belajar bagi para educator, principal, pegawai diknas, mahasiswa, dll.

Program yang ingin kami amati adalah ‘jugyou kenkyuu’ , suatu program lama sebenarnya tetapi akhir-akhir ini menjadi terkenal di dunia, untuk meningkatkan mutu pengajaran di kelas, pun sekaligus memberikan appraisal kepada guru. Ada 2 kelas yang diamati, yaitu kelas science dan social study. Kelas science berlangsung di laboratorium, dengan materi fisika. Ketika guru fisika mulai mengajar, guru2 yang lain berdiri di dalam lab mengamati jalannya pembelajaran, memberikan catatan pada point-point tertentu yang sudah ditetapkan bersama, misalnya berapa lama introduction, runut pemberian materi, interaksi dengan siswa, respon siswa, teknik menjelaskan materi, hingga kegiatan akhri/pernutup pelajaran. Proses ini pun direkam oleh seorang guru dengan video kamera.

Hari itu kepala sekolah dan beberapa aparat dari Kyouikuiinkai (kanwil pendidikan) Tokai city dan dari daerah lain pun duduk di belakang ikut mengamati. Mereka pun ingin melihat implementasi program ini di lapang.Kejadian yang sama berlangsung di kelas social study. Guru menerangkan tentang profil seorang pemain baseball terkenal di Jepang dan mengajak siswa untuk mendiskusikan rencana masa depannya. Kursi-kursiĀ  disusun membentuk setengah lingkaran. Guru berada di tengah depan dengan peralatan slide projector yang menampilkan slide si pemain baseball.

Setelah sekolah berakhir dan semua murid pulang, para guru berkumpul untuk membahas hasil observasi mereka. Pembahasan dilakukan dalam dua kelompok, yaitu kelas science dan social.

Saya mengamati diskusi kelas science. Dinding depan ruang pertemuan ditempeli dengan kertas putih besar berisi copy-an point-point pengamatan para guru, di antaranya : efektivitas waktu, kecepatan guru berbicara, respon siswa (ada yg mengantuk atau justru menyimak dg serius) respon guru thd pertanyaan siswa, praktek, alur pembelajaran, content yg disampaikan guru, dll.Satu persatu guru pengamat maju ke depan menyampaikan kritik dan penilaiannya, menempelkan kertas berwarna-warni berisikan komentar dan penilain mereka di lembaran kertas putih besar tadi. Wakil kepala sekolah, aparat pemerintah juga hadir, demikian pula guru fisika, tetapi dia tidak boleh memberikan komentar dulu. Setelah itu dibentuk kelompok diskusi yang lebih kecil, 3 kelompok untuk membahas lebih detil. Guru fisika berkeliling untuk mencatat content diskusi dan sesekali dimintai komentar tentang materi yang dia ajarkan. Selanjutnya hasil diskusi setiap kelompok kembali didiskusikan dalam kelompok besar.Acara terakhir berupa forum pertemuan besar yang dihadiri semua guru, principal, aparat pemerintah, dosen dan mahasiwa pengamat untuk menyampaikan kesan ttg program ini.

Saya sangat tersanjung karena pada sesi ini principal memberikan tempat duduk khusus di samping beliau. Mereka tidak mengelompokkan saya sebagai kelompok mahasiswa pengamat, tetapi menganggap saya sebagai tamu sekolah.

Kunjungan ini sangat bermakna bagi saya pribadi. Saya tidak tahu apakah ini sudah berjalan di Indonesia atau belum tetapi saya pikir perlu kita cobakan untuk meningkatkan profesionalisme guru di Indonesia.

Moral Education di Jepang

In Pendidikan Jepang on Juli 29, 2006 at 6:32 am

pendidikan moral

Pelajaran moral kadang2 membosankan karena guru hanya menjelaskan dengan uraian panjang lebar, yang membuat anak dibuai dan dengan mata berat terpaksa mengikuti pelajaran. Selanjutnya untuk ujian mereka menghafal uraian guru hingga titik komanya. Di Jepang pendidikan moral, fenomenanya berbeda….(rewrite artikel di http://www.geocities.com/moernier/tulisanku/moraled.html ) Baca entri selengkapnya »

Membenahi Pesantren

In Pendidikan Indonesia on Juli 29, 2006 at 6:30 am

Kalau Al-Quran sudah kita akui sebagai pedoman hidup, maka sebagai muslim sepantasnya kita tidak sekedar membacanya tapi mempelajari kandungan isinya dan berusaha mengamalkan isinya. Di Pesantren kami belajar dan mengajarkan ini, tapi masih banyak yang harus dibenahi….(rewrite artikel di homepage : http://www.geocities.com/moernier/tulisanku/pesantren1.html ) Baca entri selengkapnya »