murniramli

harakiri

In Serba-Serbi Jepang on Juli 29, 2006 at 6:47 am

Bicara tentang semangat Jepang, pasti kata harakiri tidak asing lagi. Hari ini saya belajar sejarah kata harakiri, yang ternyata sangat unik.

Topik yang kami bahas dalam pelajaran bahasa Jepang level intermediate sangat beragam dengan text book yang full gambar membuat semangat belajar tidak loyo walaupun kanji bertebaran di mana-mana. Hari ini kami belajar tentang syokubunka (kebiasaan makan). Orang Jepang terkenal sangat suka makan dan peduli dengan budaya. Jika ditanya tentang makanan summer, ketika suhu udara mencapai 35 derajat, maka kebanyakan akan menjawab unagi (belut). Unagi kaya dengan vitamin A, makan unagi menjadikan badan yang loyo pada saat panas menyengat, menjadi genki (sehat), bersemangat, seperti halnya unagi yang hidup di sungai-sungai beraliran deras. Demikian filosofinya. Kebiasaan makan unagi di musim panas sudah dikenal sejak jaman Nara (th 700-an), bahkan ada lagu yang tertulis dengan apik tentang unagi. Di masa Edo (th 1600-1868), tatacara membelah unagi berbeda-beda berdasarkan daerah. Orang Kansai (Osaka dan sekitarnya) membelah unagi dari arah perut (hara o saku/hara o kiri), sedangkan orang Kanto (Tokyo dan sekitarnya) membelah unagi dari arah punggung (senaka o saku). Mengapa teknik membelah saja dipermasalahkan ? Ternyata ada story-nya.

Orang Osaka adalah para pebisnis. Membelah dari arah perut, diibaratkan seperti membuka hati, ketika berbicara dengan rekan pebisnis. Artinya pembicaraan menjadi terus terang, kejujuran adalah nomor satu, sehingga jual beli menjadi lancar. Adapun orang Tokyo, karena sebagian besar adalah samurai (bushi), hara o kiri berarti membelah perut sendiri dengan pedang (alias mati). Jadi kata harakiri berasal dari potong memotong belut rupanya. Para samurai sendiri menggunakan istilah seppuku yang artinya sama dengan harakiri. Dalam huruf kanjinya, keduanya menggunakan dua karakter kanji yg sama, hanya berlawanan letak.

Bukan hanya istilah harakiri yang saya dapat dari pelajaran hari ini, tetapi perilaku orang Jepang yang sangat menghargai budayanya. Di bulan-bulan musim summer restoran unagi banyak dijumpai dengan variasi menu dan cara makan yang sangat khas di setiap daerahnya. Sayang sekali sungai-sungai di Jepang yang menghasilkan unagi sudah mulai berkurang karena pembangunan jalan, pengembangan industri yang tidak terbendung, sehingga untuk memenuhi kebiasaan makan unagi bagi warganya, pemerintah mengimpornya dari Cina. Tapi rasanya tidak seenak unagi Jepang, katanya !

  1. ha..ha..
    kirim unagi ke bogor donk pak
    kayaknya enak banget
    http://bagussugiarto.wordpress.com/

  2. oya, sering2 pake bahasa jepang sekaliyan saya belajar
    siapa tau,nanti saya dapat beasiswa ke jepang dari IPB
    http://bloggeripb.wordpress.com/

  3. Dek Bagus, ….
    saya bukan bapak-bapak….
    Unagi di jepang menurut saya kagak enak, enakan belut goreng Indonesia.

  4. Pada dasarnya orang Indonesia juga punya malu, tapi salah menempatkan. Kita selalu malu untuk sebuah terobosan dan kemajuan. Tapi sangat tidak malu untuk curang dalam segala hal termasuk korupsi. Mlahan bangga dengan harta hasil korupsi.

  5. UNAGI=UENAK LAGI…:)

  6. Unagi mah belut yg banyak di kampung saya (padang), si emak sering ngirim tuh, belut goreng pake sambel ijo…wuih hayoo enakan mana sama unagi jepang he..he…!!

  7. kripik unagi dr godean jogja malah enak.lestarikan kuliner indonesia

  8. Smoga sya bsa berbisnis unagi d jpang amien jdi pengusaha gtu

  9. kebocoran Reaktor nuklir di jepang jg akan menggunakan cara harakiri seperti leluhurnya dulu karena sudah tidak ada cara lain lagi,sudah ada 180 petugas sukarelawan yg akan melakukan tugas mulia itu yg dimana semua sudah mendapatkan restu dari keluarganya.. Misi itu dilakukan dimana setiap 15 menit petugas akan masuk bergantian kedalam reaktor untuk mendinginkanya….

  10. artikelnya.9ak.jelas….

  11. Walau sudah lama ditulis, tapi tetap bermakna ketika dibaca. Tulisan Ibu tidak mengenal waktu…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: