murniramli

Ume Matsuri

In Serba-Serbi Jepang on Desember 23, 2006 at 5:09 am

Friday, May 26, 2006
Ume Matsuri (Tulisan di blog `Belajar dari Alam`)

Ume 1
ume2
Pohon plum di Jepang bermekaran hampir bersamaan dengan sakura (cherry).
Plum atau `ume` biasanya mekar lebih awal. Bentuk dan warna bunganya hampir sama dengan sakura, tapi jika diperhatikan terdapat perbedaan pada bunganya, warna dan benang sarinya.
Ume ada beragam varietas, namanya sih saya tidak hafal. Tapi dari warna bunganya dapat dilihat keragaman varietasnya, ada yg putih, pink, dan merah.

Bulan Maret yang lalu saya sempat mengunjungi Festival Plum (Ume matsuri) di Nagoya Agriculture Center di daerah Hirabari. Lahan yang ditanami kurang lebih 700 ume menjadi tempat rekreasi menarik. Saat bermekaran kelihatan cantik sekali dengan pemandangan bernuansa pink dan putih.

Di sisi lain terdapat restoran yang menyediakan makanan yang terbuat dari ume. Sebagaimana layaknya tempat rekreasi yang lain di Jepang, penjual makanan tidak tersebar acak tapi terpusat dan tertata rapih, bersih di mana-mana.

Ume matsuri adalah salah satu festival di antara banyak festival yg dilestarikan dg baik di Jepang. Pemerintah kota dan daerah di Jepang sepertinya berhasil mendidik warganya untuk mencintai alam dan budayanya. Tampak dg wajah cerah ceria orang Jepang yg datang hari itu. Bahkan beberapa di antaranya datang dari kota2 lain….

Sudah saatnya pemerintah kota di Indonesia pun mengajak warganya untuk mencintai apa yang mereka miliki….

posted by uni ramli @ 8:10 PM

Iklan
  1. Nanti kalau sampean dah di Indonesia… kasih teladan bagaimana mencintai apa yg kita miliki itu, jangan sampai miliki kita diakui milik orang/negeri lain, seperti tempe dan batik itu. hehehe gak nyambung khan…

  2. Nyambung kok, Pak…maksudnya hrs dipaksain nyambung hehehe….
    Kalau tempe, sewaktu di Indonesia dulu, saya sudah makan tempe sejak pindah ke Jawa dan setiap pagi sarapan tempe pas kuliah di IPB. Hehehe….ini menu wajib u mhsw; murah meriah, bergizi tinggi. Plus kami juga membuat tempe sendiri di Pesantren Pertanian Darul Fallah, Bogor.
    Kalo batik…wah, saya belon punya baju batik satupun waktu itu, selain krn mahal, juga jarang dateng ke acara resmi yg mewajibkan pakai batik 😀
    Ketika mau brgkt ke Jepang, sy terpaksa meminta dg sangat kpd kakak u dibuatin baju batik satu biji.
    Tp, insya Allah kalo pulang saya mau memperdalam cara membatik….(ini baru yg gak nyambung).
    Btw, saya ngajar Bhs Indonesia sbg part time job di Jepang, dan kepada semua murid2, saya selalu bilang jangan lupa beli batik kalau ke Indonesia, bahkan ta` kenalke merk-merknya segala lho…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: