murniramli

Transportasi murah, nyaman, tepat waktu ala Jepang

In Serba-Serbi Jepang on Desember 28, 2006 at 4:39 am

Transportasi di Jepang boleh dikatakan sebagai transportasi yang paling aman, nyaman dan tepat waktu di dunia. Nagoya adalah salah satu kota pertama yang menerapkan sistem kereta bawah tanah (chikatetsu) di Jepang. Juga termasuk sebagai kota dg ongkos bepergian tertinggi di Jepang. Tetapi banyak fasilitas kemudahan yang diperoleh warga Nagoya.

Hari-hari biasa sebagai mahasiswa, saya menggunakan kereta bawah tanah untuk pp ke kampus. Tiket yang saya pakai disebut `teikeken`, dengan harga langganan 6,150 yen per bulan, yang dengannya saya dapat berhenti (keluar masuk) stasiun manapun, sesuai dengan rute yang saya pilih. Dengan kata lain, praktis transportasi saya sebulan hanya menghabiskan 6150 yen. Teikeken berlaku untuk pelajar, mahasiswa, pekerja dengan harga yang berbeda-beda. Pelajar SMA (5,380 yen), SD dan SMP (3,080 yen), pekerja (11,520 yen). Masih ada lagi kategori orang cacat, berkursi roda, dan anak TK , yang kesemuanya tidak bisa pergi sendirian dan harus ditemani pengasuhnya, maka ada harga khusus pemakaian untuk berdua.

Ada 3 perusahaan perkeretaapian terbesar di Nagoya yaitu JR (Japan Railway), Meitetsu dan Kintetsu. Ketiga perusahaan ini sudah menyepakati jalur masing-masing sehingga tidak ada bentrok jadwal atau rute. Chikatetsu dikendalikan oleh Meitetsu. JR mengelola perkeretaan di kota-kota kecil, pelosok Jepang, Kintetsu melayani daerah yang tidak dilayani kedua perusahaan tsb.

Bepergian dg chikatesu boleh dikatakan selalu tepat waktu. Jadwal pemberangkatan dapat kita peroleh informasinya di setiap stasiun, atau di banner berjalan yang senantiasa tersedia. Atau minta saja brosurnya dari kantor stasiun. Jarak tempuh pun sudah tercatat, sehingga tidak ada alasan terlambat karena kereta telat. Yang ada, kitalah yang telat berangkat, sehingga tidak bisa mengikuti jadwal kereta. Kereta bawah tanah melaju dengan sangat cepat, hingga jarak antara 2 stasiun dapat ditempuh dalam waktu 1-2 menit. Kereta di atas tanah pun sama tepatnya, tetapi kecepatannya agak lambat dibandingkan dengan kereta bawah tanah. Keterlambatan kereta hanya terjadi jika ada gempa, angin taufan, hujan deras, atau ada yang melompat ke rel (kasus bunuh diri- yang ini cukup tinggi kasusnya di Jepang).

Liburan pun sangat menyenangkan bepergian dengan kereta.

Libur panjang dan agak panjang di Jepang ada 3 macam, yaitu libur musim dingin (2 minggu, Desember akhir-Januari awal), libur musim semi (1 minggu, April) dan libur musim panas (2 bulan, Agustus-September).

Sudah 3 kali musim dingin saya lewati di Jepang. Setiap kali liburan musim dingin, saya biasanya memanfaatkan hari libur berkeliling Jepang dengan tiket murah 18 seishun kippu. Tahun ini sepertinya tidak ada libur bagi saya, karena jadwal kerja dan submit paper yang sangat ketat.

Tiket 18 seishin kippu (juu hachi kippu) adalah tiket yang ditawarkan perusahaan kereta Japan Railway (JR) selama masa liburan. Harga tiket sebesar 11,500 yen yang bisa dipergunakan hingga lima kali bepergian ke seantero Jepang.

2 tahun yang lalu saya memakai tiket ini untuk jalan-jalan ke Tokyo, Saitama, dan Fukui. Tahun kemarin saya bepergian ke Ehime dan Kouchi yang terletak di Shikoku Island. Walaupun tiket tsb hanya berlaku untuk kereta lokal (bukan ekspress, super exspress, semi exspress, apalagi shinkansen), tetapi perjalanan tetap nyaman dan menyenangkan. Kereta lokal di Jepang semuanya dilengkapi dengan fasilitas AC dan penghangat. Jadi di dalam kereta tidak perlu memakai jaket tebal jika bepergian di musim dingin, karena selain gerbong, kursi yang kita duduki pun terasa hangat bahkan kadang agak panas.

Kelemahannya hanyalah, kereta lokal berhenti di setiap stasiun, yang membuat perjalanan terasa lama sekali. Contohnya saja, pergi ke Tokyo dengan shinkansen memakan waktu 2 jam, tapi dengan kereta lokal makan waktu 7 jam. Tapi dengan menggunakan 18 seishin kippu kita bisa berhenti di setiap stasiun, jalan-jalan keliling kota sebentar, potret sana-potret sini, kemudian melanjutkan perjalanan dengan tiket yang sama.

Penggunaan tiket dihitung 1 kali dengan batasan perjalanan kita melewati jam 12 malam. Selama seharian perjalanan tsb, kita dapat mampir ke mana saja, yang penting tidak kelelahan.

Tiket ini juga bisa dipakai secara bersama, 2-5 orang, dengan perhitungan pemakaian yang sama, 5 kali. Artinya kalau dipakai berlima, maka pemakaian tiket hanya 1 kali. Jika dipakai berdua, maka satu orang dapat menggunakannya 3 kali, dan seorang yang lain dapat menggunakannya 2 kali.

Tahun pertama di Jepang saya belum bisa membaca huruf kanji, maka setiap kali akan bepergian saya selalu mensearch di internet rute perjalanan, di mana harus transfer, berapa menit waktu yang dibutuhkan dan platform nomor berapa harus menunggu kereta selanjutnya. Nama-nama yang tertulis dengan huruf kanji saya tuliskan cara membacanya dalam huruf hiragana. Kalau tidak sebelum naik sebuah kereta, saya pasti minta kepastian dengan bahasa Jepang yang sederhana kepada masinis tentang benar-tidaknya rute kereta. Alhamdulillah belum pernah nyasar. Belakangan saya baru `ngeh` kalau jadwal kereta, platform menunggu semuanya diumumkan dalam kereta. Sayangnya infonya semua dalam bahasa Jepang, jadi pantas saya tidak tahu di awal-awal. Sekarang saya sudah bisa paham sepenuhnya info dalam kereta.

Perjalanan yang paling menyiksa adalah ketika saya menggunakan 18 seishin kippu untuk pergi ke Ehime, Shikoku island. Selama 13 jam lebih saya di dalam kereta, dan terjadi keterlambatan karena ada badai di Okayama, kota terakhir sebelum menyeberang ke shikoku island. Perjalanan menuju ehime masih 3 jam ketika saya sampai di stasiun Kotohira, sudah larut malam dan tidak ada kereta lokal yang menuju ke Ehime selarut itu. Maka terpaksa saya naik kereta express dengan membayar biaya tambahan sebesar 3000 yen. Apesnya lagi uang di dompet pas banget ada 3000 yen plus receh2nya. Saya lupa menggesek ATM sebelum berangkat. Untungnya teman menjemput di stasiun.

Liburan tidak saja menyenangkan di luar kota, di dalam kota pun berbagai fasilitas disediakan oleh pemerintah kota Nagoya. Di kota yang terkenal dengan perekonomiannya yang sangat pesat, karena perusahaan Toyota ada di sini, pemerintah kota menawarkan transportasi murah menggunakan bus dan kereta bawah tanah (chikatetsu) setiap hari Sabtu- Minggu, tanggal 8 (HUT Nagoya tanggal 8) dan di akhir tahun selama sepekan. Harga tiket yang biasanya 740 yen untuk orang dewasa dan separuhnya untuk anak-anak (TK dan SD), pada hari-hari tersebut harganya menjadi 600 yen u dewasa dan 300 yen untuk anak-anak, yang bisa dipakai untuk bus dan chikatetsu.

Pelayanan lain transportasi di Jepang adalah disediakannya `priority seat`, kursi khusus untuk orang tua, ibu hamil, wanita menyusui, orang cacat, anak-anak. Di Nagoya bahkan diperuntukkan juga bagi wanita yang sedang patah hati. Di kota ini pun terdapat gerbong khusus untuk wanita selama rush hour. Karena tingginya angka wanita bekerja di Jepang, membawa dampak tingginya angka sexual harrasement. Oleh karenanya pihak Meitetsu menyediakan gerbong khusus untuk wanita. Gerbong ini hanya berlaku pada hari-hari kerja. Saya selalu saja masuk gerbong laki-laki krn masih terbawa sifat keIndonesiaan yang sering lari dan melompat masuk ke kereta, jadi tidak pakai mikir lagi, gerbong bapak2 atau ibu2…yang penting naik ! Untungnya gerbong laki2 boleh untuk wanita !

Kalau tertidur dikereta, jangan khawatir, kita tidak akan salah turun, sebab informasi selalu terdengar menyebutkan nama stasiun, pintu keluar dan tempat-tempat penting (misal sekolah, RS, dll) di sekitar stasiun bersangkutan. Asal jangan tidur nyenyak, sampai tak mendengar apa2. Karena kecapekan bekerja atau belajar, saya agak sering juga salah turun. Selama memasuki program Phd, waktu tidur saya di rumah rata-rata hanya 2 – 3 jam (pulang jam 12 malam, baru bisa tidur jam 01, bangun jam 03.30). Jadi kalau masih mengantuk saya lanjutkan di kereta kira-kira 20-30 menit. Sekalipun tidur nyenyak seperti bayi, jangan khawatir ada yang akan mencopet. Tidak ada pencopet di kereta ! Penumpang yang lain juga tidur atau membaca. Hampir tidak ada yang mengobrol, kecuali nenek-nenek yang memang gemar ngobrol atau anak2 SMP, SMA, atau bapak2 yang habis minum sake, mabuk berat, pasti ngoceh. Tapi anehnya walaupun mabuk, tidak ada yang mengganggu atau mencelakakan orang lain. Saya sering ketemu laki2 Jepang terkapar di jalan, di bangku-bangku taman dengan bau sake yang menusuk hidung. Kalau ada yang iseng, paling dompetnya yang hilang !

Begitulah….

Bepergian kemana pun di Jepang sangat menyenangkan bagi saya : D

About these ads
  1. Di Jepang manajemen transportasi udah bagus, di Indonesia masih kacau balau, mencari kesejajaran tidak akan bisa.
    Semoga selalu bisa menikmati proses hidup di Negeri mantan penjajah negeri kita, Selamat sampai tujuan. :)

  2. yup … sy sangat menikmati naik sub way hari sabtu di Tokyo … sepiiiiiiii

  3. Kalau di Nagoya malah ruamee banget, Pak.
    Nagoya ga ada sepinye….

  4. Numpang nimbrung nih Mbak…
    Keterlambatan kereta hanya terjadi jika ada gempa, angin taufan, hujan deras, atau ada yang melompat ke rel (kasus bunuh diri- yang ini cukup tinggi kasusnya di Jepang)
    .
    Kereeen….!
    Kalo di Indonesia, mau berapa tahun lagi sampe ga ada besi beruap atau berlistrik dengan roda besi berjalan di atas rel yang tidak lagi terlambat?
    .
    Katanya kalau ada kasus bunuh diri (melompat ke atas rel waktu kereta lewat), orang Jepang bukannya “kasihan banget sih tuh orang…” tapi malah “huh, bikin repot orang aja, gue bisa telat nyampe kantor nih..”. Bener ga sih?

  5. Pramur : Bener n ga bener (^_~)

  6. Numpang nimbrung nih Mbak…
    Kalo ga salah pernah lihat di DDS (Dan Detective School, anime), pembunuhan dengan memanfaatkan ketepatan kereta api.
    .
    Tapi, ada satu pertanyaan yg dari dulu masih belum tahu jawabannya. Apakah di Jepang semua jam (baik yg dipasang di tempat umum, maupun yg dipakai orang Jepang) tepat sama persis baik jam, menit, dan detiknya??
    .
    Kalo kita kan, kadang ada orang yang patokannya stasiun TV, ada yg patokannya 113 ( tanya waktu ke TELKOM dari telpon rumah )

  7. sama persis jam, menit n detiknya !

  8. konnichiwa…… farid desu. yoroshiku onegaishimasu :>
    bersyukur sekali bisa nemuin ini……
    kebetulan sekali saya mendapatkan tugas presentasi tentang trasportasi jepang dikelas nihinjijo….:)
    o iya mbak apa dijepang ada mikrolet? :” kayaknya gak ada ya…^^? tapi untuk perjalanan yang agak lumayan dekat mereka masa tetap pakai bus/kereta… onegaishimasu

  9. konnichiwa,
    mbak murni, kira-kira kapan Indonesia bisa kaya’ Jepang dalam hal transportasi?
    atau pertanyaan tepatnya, kira-kira bisa ga’ Indonesia terutama Jakarta punya sistem dan kenyamanan dalam hal transportasi seperti Jepang?

    jawabnya sekalian mampir dong di blog saya, ditunggu ya!!

  10. Kami ingin berbagi informasi tentang wisata ke Jepang yang ada di blog kami. Semoga berkenan.
    Di blog kami ada review tempat wisata di jepang, hotel murah di (tokyo) jepang dan informasi berguna lainnya untuk membantu wisata anda menjadi lebih nyaman di Jepang.

  11. Kalo boleh saran, tulisannya akan lebih indah jika dilengkapi dengan gambar..
    Agar saya yang belum pernah ke Jepang kan juga bisa membayangkan bagaimana bentuk dan suasana di dalam kereta yang dimaksud…
    hehehe… :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 154 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: