murniramli

SMA Pertanian Anjo Norin

In Pendidikan Jepang on Januari 1, 2007 at 10:52 am

Beberapa minggu yang lalu saya menemani peserta Teacher Training (TT) Nagoya University mengunjungi SMA Pertanian Anjo Norin yang terletak di Anjo, Aichi prefektur.  Saya diminta menjadi penterjemah, sebab sebagian besar peserta TT belum bisa berbahasa Jepang.

SMA Anjo Norin adalah sekolah pertanian tertua di Jepang, berdiri pada tahun 1901, dan menjadi salah satu institusi pencetak pakar-pakar pertanian Jepang.  SMA ini berlokasi di tengah AIchi prefektur, dengan luas 14 ha yang sebagian besar adalah lahan praktek.

Saya sudah ingin sekali mengunjungi sekolah ini saat mengikuti TT di tahun 2005, dan sudah berulang kali menyampaikan niat ini kepada Academic Advisor juga Koordinator TT, tapi belum sempat juga.  Alhamdulillah niat ini terkabul, dan ternyata ini adalah kunjungan pertama kali mahasiswa dari Fak. Pendidikan, Nagoya University.  SMA Anjo Norin lebih sering berhubungan dengan Fak Pertanian, karena sesuai dengan course yang ditawarkannya.

Kepala Sekolah, Pak Masachika Suzuki dan wakilnya, Pak Fujita menerima kami dengan sangat ramah.   SMA ini menawarkan 6 course yaitu : Agriculture, Horticulture, Biotechnology, Food Processing dan Manufacturing, Animal Science, dan Forest Environment.  Sebagian besar siswa adalah lulusan SMP Pertanian dari daerah Aichi.  Karena sebagian besar siswa tinggal agak jauh dari sekolah maka sekolah mendirikan dormtory.  Sebenarnya ini sejalan dengan keputusan Monbukagakusho yang menekankan agar siswa kelas 1 dapat mengenal lebih jauh kehidupan sehari-hari petani. Sayangnya dormitori itu sekarang hanya ditinggali oleh 5 orang.  Saya tidak sempat bertanya kenapa hal itu terjadi.

Sebagian besar siswa adalah wanita (60%), salah satu alasan para siswi memilih sekolah ini karena mereka menyukai bunga dan binatang. Sepertinya generasi muda di Jepang sama dengan di Indonesia, sedikit sekali yang berminat menekuni pertanian, sebagian besar memilih bisnis, commercial school atau sekolah teknik.  55% lulusan SMA Anjo norin langsung bekerja, dan 45% sisanya melanjutkan ke Perguruan Tinggi.  Tapi sangat disayangkan karena dari 55% lulusan hanya sebagian kecil yang menekuni profesi pertanian, sebagian justru memilih pekerjaan yang lebih bermasa depan cerah, seperti bekerja di Toyota atau industri lainnya.  Industri pertanian di Jepang sebagian besar adalah family industry atau home industry berskala kecil yang tidak mungkin menampung para lulusan.  Kalau membuka usaha sendiri, resiko merugi sangat tinggi di masa sekarang, dan usia SMA belum siap menanggung resiko ini, begitu menurut Pak Suzuki.

Saat kunjungan ke areal praktikum, saya dibuat ternganga, karena apa yang mereka miliki, green house dengan temperatur yang terkontrol untuk mengembangbiakkan anggrek mahal, Cymbidium, hydroponik tomat dengan sistem pemupukan terpusat di satu tanaman, juga tanaman jeruk yang bisa berbuah sepanjang tahun karena ditanam pada tanah yang dikontrol kehangatannya.  Saya yang pernah belajar di IPB juga mengajar di sebuah pesantren pertanian di Bogor merasa iri sekali dengan fasilitas mewah mereka.  Bahkan Fak. Pertanian IPB pun kalah.

Areal husbandry lebih mengesankan lagi karena SMA ini memiliki kuda-kuda pacuan juga areal latihan berkuda.  Beberapa siswanya bahkan pernah menjadi juara dalam beberapa kompetisi.  Sapi-sapi gemuk yang dipelihara di kandang sebagian diperah susunya, atau dijual dalam bentuk daging.  Yang dengan upaya ini, sekolah yang mendapat bantuan dari pemerintah Aichi sebesar 40 juta yen, mampu memenuhi kekurangan biaya operasionalnya.

Laboratorium biotechnology dipenuhi dengan tanaman anggrek bulan hasil kultur jaringan monoklonal.  Ini tidak terlalu membuat saya surprise karena pesantren saya juga mempunyai bisnis ini, dan kami memiliki lab yang lebih luas dengan tanaman yang lebih beragam, seperti jati, pisang, kentang, anggrek, krisan, dll.  Tapi jika dilihat dari statusnya sebagai sekolah, dan bisnis kultur jaringan di pesantren Darul Fallah yang sudah berstatus Badan Usaha (PT Dafa TAMAN), maka apa yang dimiliki SMA Anjo Norin tetaplah mencengangkan.  Lab mereka sudah sanggup menerima tawaran pesanan anggrek dari petani.  Langkah maju bagi sebuah sekolah pertanian.

Kegiatan lain yang menarik adalah adanya kompetisi penelitian di bidang pertanian antar siswa SMA Pertanian se-Jepang (Japan Future Farmer), yang hasilnya dipublikasikan dalam majalah bulanan yang dikelola oleh Organisasi SMA Pertanian se-Jepang.

Sekolah ini juga mengadakan kerjasama dengan sekolah pertanian di luar negeri, saat ini ada 3 partnership yang mereka kembangkan yaitu Pinhal Agricultural High School di Sao Paulo, Brazil; Lyceed`Enseignement General et Technologique Agricole, di Perancis, dan Huaiyin Agricultural School yang ada di provinsi Jiangsu, Cina.

Guru-guru yang mengajar di sekolah ini harus lulusan Fak. Pertanian, terkecuali bagi yang mengajar pelajaran umum seperti matematika, bahasa inggris, bahasa jepang, olah raga, dll.  Selain itu mereka juga mengundang praktisi pertanian pada kelas-kelas umum.

Kunjungan selama 3 jam itu mengingatkan saya masa-masa `mencangkul` di Darul Fallah dulu.

Iklan
  1. Waah bagus nih ceritanya. Sudah lengkap yaa, fasilitas penelitian di Jepang buat anak sekolah pertanian. Ohh…yaa, saya tertarik dengan family dan home industry. Tolong diceritain seputar kegiatan ini. Supaya kami di Indonesia bisa nambah wawasan 🙂

  2. Indonesia terutama wilayah Jawa Sumatra yang tanahnya relatif lebih subur, kenapa sekolah menengah pertaniannya tidak banyak? Paling banter yang ada adalah fakultas pertanian itupun adanya masih sedikit. Kalaupun ada para lulusannya tidak semua mau menekuni pertanian.

    Hasil2 penelitian di kampus-kampus besar yang biayanya tidak sedikit tidakbisa/sulit untuk diterapkan di masyarakat pertanian Indonesia, akibatnya pertanian tetep saja jalan ditempat.

    Dimana salahnya?

  3. Kpd Ooyi :

    Insya Allah nanti saya tulis !

    Pak Urip :
    Benar, Pak. Tampaknya pekerjaan di bidang pertanian tidak begitu menggiurkan bagi banyak anak muda. 64% lulusan sekolah/Univ Pertanian bekerja di luar bisang pertanian (data DIKTI th 90-an). Saya pikir pemerintah daerah lah yg perlu menggenjot ini. Jk sekolah didirikan, mk pemerintah juga hrs memacu pertumbuhan industri pertanian u menampung para lulusan. Tampaknya dunia pertanian kita belum beranjak ke era industralisasi, sementara penelitian di Univ, sdh sampai pd level rekayasa genetik dan full mechanized.

    Saya pernah menulis ttg bagaimana sebaiknya penelitian itu. Silakan baca ` Penelitian Yang Mubazir` di https://murniramli.wordpress.com/2006/07/29/penelitian-yang-mubazir/

  4. Wah, keren banget. Ada SMA Pertanian, harusnya di indonesia juga ada ya 😦

    Yah, gimana anak muda bisa tertarik dengan pertanian kalau tiap hari baca, liat, dengar berita beras mahal tapi di tingkat petani beras dibeli dibawah harga minimal. Padahal harga minimal pun masih kurang memadai. Belum lagi pupuk yang mahal, serangan hama yang mengganas..

    Berita-berita tentang petani yang sukses di indonesia tersapu oleh sinetron-sinetron hedonis. Saya nggak ingat kapan terakhir kali ada acara pertanian yang diputer di TV. Masih adakah klompencapir? Masih aktifkah KUD di desa-desa?

    Petani adalah seorang pengusaha. Jaman sekrang di indonesia, para pemuda di desa lebih tertarik menjadi buruh & orang yang dipekerjakan di kota daripada menjadi pengusaha mandiri di desa 😦

    Ibu, kalau boleh tolong dituliskan juga dong bagaimana cara para petani di jepang memberantas hama.

    Terima kasih sebelumnya ibu..

  5. saya berminat sekali masuk ke dalam industry agribisnis terutama bidang tekhnologi pertanian, apakah ada course2 mengenai hal tersebut…

    coba tanya ke IPB, Pak

  6. Maaf, pak saya adalah kepala sekolah SMK Negeri 1 Wamena di Pedalaman Papua Provinsi tertimur Indonesia. Saya tertarik dengan cerita bapak bahwa dijepang mempunyai fasilitas yang sangat memadai. Apakah bisa dilakukan dinegara kita, padahal daerah kita ini sangat cocok untuk bidang ini. Bagaimana menurut bapak apakah kami kekurangan dana atau lowest knowlege para lulusan dari fakultas pertanian atau sekolah tinggi pertanian.
    Saya minta apakah bisa mengirimkan kurikulum pertanian yang bapak pakai disana. Tips-tips yang bapak ketahui dalam pengembangan pertanian dinegara klami ini.
    Thanks a lot of. God bless you
    Micky Gombo
    Kepala SMKN 1 Wamena
    Jl.Hom-Moay

    murni : Pak Micky, jawaban sudah saya kirim via email

  7. Teman2, bagaimana kalau kita rintis SMA pertanian. Syukur2 bisa diajukan ke depdiknas or dep pertanian. Sy dulu lulusan SMF, dibawah depkes.
    Kenapa enggak, kalo memang ada kemauan, toh kebutuhan untuk meningkatkan kualitas petani Indonesia sudah nyata. Dan kita bisa ciptakan lagi kecintaan anak2 muda utk bertani…kan tak kenal maka tak sayang 🙂

  8. Adalah ide yang sangat cemerlang apabila di Indonesia didirikan sekolah yang fokusnya pada bidang pertanian, mengingat Indonesia merupakan tanah yang memiliki kekayaan yang sangt subur. Dan kita harus meningkatkan kualitas produk pertanian di indonesia.

  9. Thanks atas balasannya.
    Saya sementara ini mengembangkan budi daya tanaman dan pariwisata dengan konsentrasi dibidang akomodasi perhotelan namun apakah bisa tolong saya mengirimkan sedikit tips dan imput berdasarkan experiance yang saudari miliki dan saya merasa bahwa artikel dan informasikan selama ini anda berikan sangat bermanfaat bagi pengembangan di sekolah-sekolah industri dan sekolah-sekolah konsentrasi yang relevan.
    Thanks banget buat saudara disana.
    Dari Kepala SMK Negeri 1 Wamena Papua

    Micky

  10. Saya berharap balaslah surat saya ini sesegra mungkin karena kami sedang menunggu feedbacknya. Thanks a lot of.

  11. Thanks a lot of. I hope you give to me your feedback because i need some information abaut SMK

  12. Pak Micky, sudah saya jawab via email.
    terima kasih

  13. Punten, mau tanya kalo metode pembelajaran yang dipakai seperti apa ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: