murniramli

Tahun Baru di Jepang

In Serba-Serbi Jepang on Januari 1, 2007 at 8:34 am

sunrise

Apa hubungannya antara tahun baru dan matahari terbit ?

Jawabannya ada di Jepang.

Jepang memiliki nama asli nihon atau nippon. Dalam karakter kanji ditulis 日本, huruf pertama berarti matahari, huruf kedua berarti pokok, sumber atau asal. Jadi berdasarkan namanya Jepang disebut Negeri Matahari Terbit. Saya baru tahun kalau ada negara di Afrika yang juga digelari `The Land of Sun Rising`, yaitu Biafra.

Lalu apa hubungannya dengan tahun baru ?

Tahun baru di Jepang dirayakan dengan beberapa ritual yang sudah terasa gaungnya di Bulan Desember. Pada bulan ini ada tradisi membuat `mochi` (お餅), makanan khas terbuat dari tepung beras yang ditumbuk dengan alu. Beberapa sekolah juga menjadikan kegiatan `Mochi zukuri` sebagai event sekolah. Mochi yang dibuat beragam jenis adalah makanan khas akhir tahun. Pada tanggal 31, orang Jepang juga makan soba、mie khas Jepang.

Pada pertengahan bulan Desember, orang Jepang pergi makan-makan dan minum-minum dalam rangka `bounennkai` (忘年会), yaitu suatu pesta untuk melupakanhal-hal buruk di tahun sebelumnya. Kanji pertama bermakna adalah kanji untuk `wasureru`, yang berarti lupa.

Di hari-hari terakhir bulan Desember, setiap orang mengucapkan `yoi o toshi wo`(良いお年を) yang artinya semoga tahun depan adalah tahun yang baik. Sedangkan pada tanggal 1, ucapan yang disampaikan adalah`akemashite omedetou gozaimasu` (明けましおめでとうございます), yang artinya selamat tahun baru.

Tanggal 31 malam, orang Jepang pergi ke `jinja` (shrine) untuk berdoa memohon kebaikan dan keberhasilan di tahun baru. Di Nagoya, Atsuta Jinja adalah shrine yang paling ramai didatangi. Tahun ini pengunjung sekitar 2 juta orang. Biasanya mereka datang dengan kimono (untuk perempuan) dan hakama (untuk laki-2). Tapi saat ini kebiasaan ini sudah ditinggalkan, sebagian orang muda Jepang lebih suka menggunakan fashion yang modis. Sebelum berdoa, tepat jam 12 semuanya berkumpul di depan sebuah kotak besar, yang sebelum berdoa setiap orang melemparkan uang ke dlam kotak tersebut.

Menjelang pagi, mereka bergegas pergi ke arah gunung atau laut untuk menyambut terbitnya matahari tahun baru. Gunung Fuji menjadi salah satu tempat yang diminati banak orang. Menunggu matahari terbit pada suhu mendekati nol derajat, benar-benar beku ! Tapi bagi orang Jepang suatu kebahagiaan jika dapat melihat matahari terbit, lalu mereka berdoa kepada Dewa Matahari.

Begitulah, Jepang sangat erat hubungannya dengan matahari terbit.

Iklan
  1. Sori ini bukan komentar tapi OOT dari pos-posan sampean itu.
    Mbak kalau belajar bahasa jepang itu bagaimana, apa harus hafal semua huruf/tulisan jepang itu yah? Huruf yg dipakai itu bukan tulisan kanji khan?!
    Kalo boleh tahu sampean bisa bahasa Jepang belajar selama berapa tahun atau sejak kapan?

  2. Pak Urip,

    Ada 3 macam karakter yang dipakai dalam bahasa Jepang, yaitu hiragana, katakana, dan kanji.
    kebanyakan pakai kanji. Hiragana hanya untuk kata-kata yang memang asli bahasa Jepang, bukan dari bahasa Cina. Kalo diserap dari bahasa Cina mk pasti ditulis dalam kanji, dan jumlahnya ada kurang lebih 10.000 karakter. Katakana adalah untuk menulis kata-kata serapan dari bahasa Inggris atau asing lainnya.

    Menghafal 10 000 kanji kayaknya mustahil bagi saya, Pak. Tp krn membaca bacaan berbahasa Jepang setiap hari, lama2 perbendaharaan kanji saya meningkat. Btw, belajar kanji itu lama-lama menyenangkan lo, Pak. Yg susah bagi saya adalah menulis, alhamdulillah di komputer semua karakter kanji sdh terdaftar. Membaca juga sebenarnya agak susah, krn satu kata bisa memiliki lebih dari 1 cara membaca. kalo saya baca buku, kadang2 sy ngerti artinya tp tdk tahu cara membacanya.

    Saya pernah belajar bhs Jepang di Indo, th 95, wkt masih kuliah di IPB, kira2 3 bulan. Lupa semua ! Pas mau brgkt ke Jepang, selama sebulan ngapalin kembali bebrp kata.
    Kmd di Nagoya University sembari menjalani program TT , saya belajar bhs, selama 1,5 tahun (sampai level Intermediate). Shrsnya sdh Advance, tp ga lulus krn kebanyakan bolos. Insya Allah tahun depan mau belajar lg.

  3. saya ini siswa sma yang ingin belajar bahasa jepang tapi kesulitan krn banyaknya huruf kanji tolong dong di beritau cara efektif belajar bahasa jepang serta buku apa yang seharusnya di jadikan pedoman bwt saya, arigato!!!!

  4. Saya suka banget mempelajari budaya asing terutama Jepang, menurut saya mereka itu adalah orang2 yang dinamis. Saya juga pengen banget bisa belajar bahasa Jepang, kalo selama ini saya baru ortodidak. Jadi saya minta bantuannya ya …… Terimakasih

  5. hi mba…
    amy puengen buanget ke nippon, kapan y mb…

    amy dah janjian m kakak angkatanku (yang ngebet juga tinggal di sana) nanti bakal tetanggaan,,

    hehehe,,
    kacau banget ye,,,

    kenalin amy m orang-orang jepang muslim dung,
    mba punya friendster? kalo da add amy, yach..

    sukses m kerjaannya…

    en

    “jadilah manusia yang disayang m ALLAH SWT

    🙂

    -amy-eendra_poetree@yahoo.com

  6. yang aku suka dari jepang wanita yanggg cantikk and putihh,kapan aku bisa ke jepang yaaaaa indonesia vs japan 3-0.tapi sayang bekas penjajah indonesia,kata engkong w lebih baik di jajah belanda dibandingin jepang

    murni : lebih baik ngga dijajah dooong

  7. hai mba’
    aku suka bgt ma jepang. negaranya, musiknya, budayanya, masyarakatnya, makanannya, bahasanya apalagi…
    tapi susah bgt belajar bahasanya, apalagi kalo belajar otodidak…
    menghapal huruf2 kata dan hira aja susah bgt, apalagi kanji…
    huh…
    sekarang seh masi tetep semangat berusaha, tapi karena susahnya takut semangatnya kendor nih…
    kasi saran dunk mba’…

    arigato gozaimasu…

    murni : kalau dihafalin satu2 ga akan kuat. Lebih baik sering dipraktekkan dg tiga kata kunci :
    bicara-baca-tulis. Bicara, dg sering2 mendengar orag Jepang ngomong (banyak drama bisa diakses di youtube atau situs lain yg menyediakan), membaca juga bisa dilakukan dg membaca komik berbahasa Jepang atau bacaan2 ringan di internet. Menulis, bisa dg korespondensi dg orang Jepang.

    Semoga sukses.

    btw, saya juga ngga bisa2 ngapalin kanji, tp bisa baca dg sendirinya sejak keseringan liat di buku

  8. Tadinya saya tidak suka dengan Jepang, tapi setelah belajar Aikido (salah satu budaya & seni beladiri asal Jepang)..saya jadi ingin sekali ke Jepang dan belajar bahasa Jepang.

  9. Permisi pak, sy ingin membuat kimono u/ suatu keperluan. Tapi kalo hanya melihat foto/gambar, penjahit disini kurang memahami. Apakah bpk punya pola dari kimono tsb? yah sp tw bpk pernah liat2 di majalah jepang..

    arigatou gozaimasu… ^^

    murni : silahkan lihat di sini

    http://sewing.patternreview.com/cgi-bin/patterns/sewingpatterns.pl?patternid=3638

  10. i want to know more about this culture.
    jepang negara impian sebagai tujuan
    bushido
    harakiri
    tindakan yang hebat dalam peningkatan semangat
    tidak seperti negara indonesia
    sama negara asia
    tapi paling rendah perkembangannya
    dan sayala yang akan merubahnya

    see you

    Devil Bats…………………………..

  11. mail ku teguhcahya@yahoo.co.id kunjungi atau kirim kabar seadanya tentang jepang oke

    arigato gozaimasu…….

  12. Ada hal yang kurang dari tulisan diatas. Saya tambahin, kalo salah mohon di perbaiki.

    1. Tahun baru di jepang sebelum tahun 1873 menggunakan tahun baru china. Setelah restorasi, pemerintah meiji memberlakukan tahun baru menurut kalender gregorian.

    2. Bounenkai memang digunakan untuk melupakan hal2 sulit ditahun lalu. Tapi masih ada Sinnenkai, untuk menjalin silaturrahmi (biasanya boss2 dikunjungi karyawannya dgn memanfaatkan sinnenkai)

    3. Kalimat lengkap yoi otoshi wo adalah yoi otoshi wo mukatte kudasai (sekedar mengingatkan orang non jepang spy gampang mengartikannya, sebab kalo disingkat arti kalimatnya membingungkan)

    4. Jangan lupa dengan othosi dama (angpao orang jepang). Walaupun perayaan kalender china sudah tidak dilaksanakan, budaya ngasih angpao tidak berubah dan masih terus berlangsung.

    5. Mengenai doa pada dewa matahari, sebenarnya itu hanya masalah budaya, bukan kepercayaan. Kebanyakan orang jepang sama sekali tidak percaya tuhan dan dewa (Atheis), tapi mereka sulit meninggalkan budaya yang sudah terbentuk sejak lama. Jadi kata berdoa mungkin lebih tepat dikatakan berharap dan bertekad (pada diri sendiri, bukan pada dewa).

    Yoroshiku…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: