murniramli

Sampah (1)

In Serba-Serbi Jepang on Januari 3, 2007 at 2:04 pm

Ada satu hal yang membuat saya kelimpungan saat pertama kali datang ke Jepang. Bukan bahasa, tapi berkaitan dengan sesuatu yang saya tidak bisa hindari sehari-hari.

Ketika saya masuk dormitori untuk pertama kali, penjelasan yang paling awal saya dengar adalah ttg sampah.

Bagaimana sampah dikelola di Jepang ?

Setiap kota memiliki sistem yang berbeda. Nagoya, tempat saya tinggal sekarang ini terkenal sebagai kota yang paling `kibishii` (strict, ketat) dalam peraturan persampahannya. Jika di lain kota jenis sampah hanya dibedakan menjadi 3 jenis, Nagoya membaginya menjadi 7 jenis.

Sampah apa saja itu ?

Pada prinsipnya pengelolaan sampah di Nagoya didasarkan pada konsep `Memilah, membuang di hari dan tempat yang tertentu`. Memilah artinya sampah harus dikelompokkan menjadi 7 kelompok dalam plastik yang sudah ditentukan warnanya. Membuang dilakukan di hari yang sudah terjadwal dan di tempat yang sudah ditentukan pula.

Pengelompokannya sebagai berikut :

Pada dasarnya terdapat 2 kategori, yaitu :

Klasifikasi

Contoh

Cara Pengumpulan

Ket

Sampah yg dapat dibakar

Sampah dapur, daun, ranting, rumput dan yg sejenis. Kain/baju, kertas bekas, kertas pembalut, dll.

Dua kali seminggu

Setiap rumah memasukkan sampah tsb ke dalam kantung plastik merah dan meletakkannya di depan rumah.

Sampah tak terbakar

Barang berukuran lebih kecil dari 30x30x30 cm, misalnya :kotak plastic, plastic pembungkus, produk karet, steroform, keramik, barang yg terbuat dari logam, kaleng spray, kaleng gas, dll.

Satu kali seminggu.

Setiap rumah memasukkannya ke dalam kantung plastik tertentu dan meletakkannya di depan rumah

Pembuangan kaleng spray, dan kaleng gas secara terpisah.

Sampah tak terbakar dipisahkan lagi karena dapat didaur ulang dengan pengelompokkan sebagai berikut :

Klasifikasi

Contoh

Cara Pengumpulan

Ket

Botol

Botol gelas kosong (produk minuman atau makanan)

Satu kali seminggu

Dibuang di tempat pembuangan tertentu.

Masukkan sampah dalam plastic biru

Tutup botol harus dibuka, botol harus bersih, termasuk dari label, yang harus dibuang terpisah

Kaleng

Kaleng minuman dan makanan

Satu kali sepekan di tempat pembuangan (Berbeda untuk setiap distrik)

Kaleng harus kosong dan dicuci dengan air.

Wadah dan kemasan plastik

Botol, gelas plastic, kemasan makanan plastic, termasuk jejaring pembungkus buah, dll

Satu kali seminggu di tempat pembuangan, dimasukkan ke dalam plastic biru

Bersihkan wadah dari kotoran, jika kotoran tidak bisa dibersihkan maka harus dibuang sebagai sampah terbakar. Contohnya plastic wadah rendang atau gulai

Wadah dan Kemasan kertas

Wadah karton, wadah kertas, gelas dan piring kertas, tas kertas, wadah minuman yang dilapisi alumunium di bagian dalamnya

Satu kali sepekan di tempat pembuangan. Masukkan dalam plastic berwarna biru.

Bersihkan dari kotoran yang melekat, jika tidak dapat dibersihkan, buang sebagai sampah terbakar.

Botol plastic berlabel PET

Botol plastic dengan kode PET pada labelnya

Satu kali seminggu di tempat pembuangan, masukkan dalam plastic sakmpah berwarna biru.

Lepaskan tutup botolnya, dan buang secara terpisah, bersihkan botol plus label kemasan.

Kertas karton

Wadah minuman yang tidak dilapisi alumunium foil bagian dalamnya, misalnya kotak susu atau jus.

Masukkan dalam plastic berwarna biru atau di beberapa tempat tersedia keranjang khusus.

Cuci bagian dalam, keringkan dan gunting bagian tepinya sehingga berbentuk lembaran

Barang bekas berukuran lebih dari 30x30x30

Sepeda, selimut, kompor gas, vacuum cleaner dll

Satu kali sebulan, harus menghubungi `Large-sized Waste Center`, lokasi di depan rumah

Dikenai biaya 500 yen untuk sepeda, furniture, kompor gas, Dikenai biaya 250 yen untuk karpet, selimut, vacuum cleaner, dll

Barang-barang seperti TV, kulkas, mesin cuci, barang-barang besar lainnya harus diloakkan ke toko recycle, karena pihak pemerintah kota tidak menanggung pembuangannya.

Di hari-hari libur yang agak panjang, misalnya tahun baru (selama sepekan), pembuangan sampah pun libur, sampah harus diletakkan di rumah untuk sementara waktu, menunggu hingga hari pembuangan tiba.

Kotak-kotak pembuangan sampah yang terpisah tersedia di tempat umum manapun, di sekolah, di stasiun, di pertokoan, perkantoran, dll. Hingga pelosok kampung yang pedalaman sekalipun sistem pembuangan sampah berlaku sama.

Bagi foreign student yang datang pertama kali ke Jepang tentunya akan merasa sedikit shock, dan enggan untuk memilah-milah, tetapi lama kelamaan kebiasaan baru ini akan terbentuk dengan sendirinya. Sayangnya beberapa mahasiswa asing yang tinggal satu dormitori dengan saya masih juga enggan melakukan kebiasaan yang memang agak merepotkan ini, termasuk beberapa mahasiswa Indonesia.

Iklan
  1. Numpang nimbrung nih Mbak…
    Terus sangsinya apa kalau tidak mengikuti aturan (maksutnya: tidak memilah sampah berdasarkan kategori yang sesuai)? Bukannya tidak mungkin memeriksa satu-satu sampah orang se-RT?
    .
    Kok kalo saya lihat di filmnya doraemon, sampah-sampah di tepi jalan juga banyak ya?
    .
    Botol berlabel PET artinya paan sih?

  2. Biasanya kalau tdk dipilah, sampahnya ga akan diangkut oleh petugas. Jadi dibiarkan menumpuk di depan rumah kita.
    Mobil yang datang ngangkutin sampah adlh mobil yg langsung bisa me-recycle, jadi mau tdk mau sampah sdh hrs terpisah sebelum digiling.
    Memang ada juga yg bandel. Di dormitory saya krn mhsw asing terkenal rada cuek, mk Pak Satpam hrs repot2 milahin sampah.

    Ya, di beberp bagian kota memang ada yang tdk bersih juga.

  3. nyambung lagi ….
    Botol PET ada di blog ini juga :
    Baca `Sampah (2)`

  4. wah jadi poenya bahan perbandingan kuliah sampah nih ; penyajiannya gamblang ora neko-neko
    di jepun ada toko recycle, di indonesia ada tukang rombeng keliling… dihargai kiloan, berarti lebih kreatif & dinamis wong indonesia…ya.. hehehehe, lha baru dibidang ini wong indonesia bisa kalahkan orang jepang! hahahaha….
    walhasil, tak lama lagi toko recycle akan segera dibuka di sini…. Gembong Mall City {GMC}

    menawi anak turun kulo {mhs} ajeng buka toko recycle, ibu mau mbantu kan…. matur nuwun/ terima kasih sebelumnya ya bu murni….

    murni : semua bisa di recycle di Jepang, Pak. sampe baju seragam kerja saya pun dibuat dari plastik yg direcycle jd benang.
    Bukannya bisnis recycle sdh banyak di Indonesia, Pak ? Itu…factory outlet pakaian (^_~)
    Toko recycle mungkin susah perkembangannya di Indonesia, la wong Indo ne ra sering blonjo, dhadi nganggone kuwi2 to sampe ancur baru tuku sing anyar, sayang duite (^_^)

  5. wah, jepang negara yang hemat ya…. kapan indonesia bisa ya… djogja dulu deh… kapan ya….. rumahku sudah sih, tapi percuma aja, dicampur sama tukang sampah nya šŸ˜¦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: