murniramli

Jika Orang Baik Pergi

In Islamologi, Serba-Serbi Jepang on Februari 14, 2007 at 7:00 am

Beberapa hari ini, acara TV di Jepang dipenuhi dengan siaran berkabungnya orang Jepang atas meninggalnya seorang polisi bersahaja, Kunihiko Miyamoto. Beliau wafat setelah berusaha mencegah seorang wanita berusia 39 tahun yang ingin bunuh diri dengan menabrakkan diri dengan kereta. Sersan Miyamoto (53 th) yang bertugas di sekitar Tokiwadai station di Tokyo berlari mencegah wanita tersebut, tapi naas, beliau akhirnya yang tertabrak kereta, dan meninggal setelah mengalami koma di rumah sakit.

Tak kurang PM Abe menyatakan rasa berdukanya atas meninggalnya Sersan Miyamoto. Bagi banyak orang, mungkin kasus ini terlalu dibesar-besarkan. Atau ada pula yang mungkin berfikir buat apa sih terlalu serius memikirkan perginya seorang polisi yang pangkatnya hanya sersan ? bukan orang terkenal, bukan artis…toh sudah banyak polisi yang meninggal ketika bertugas.

Miyamoto san berbeda. Dia seorang polisi yang dikenal baik oleh orang sekitar tempatnya bertugas. Orang-orang tidak memanggilnya お回りさん(omawari san= Pak Polisi), tetapi banyak yang memanggilnya `Miyamoto san, Otousan (ayah), Ojisan, Ojichan (Paman). Anak-anak kecil melihatnya setiap hari dan senantiasa mendengar ucapannya salamnya, sapaannya yang hangat, dan perlindungannya yang membawa rasa aman. Remaja yang kadang masih nongkrong larut malam akrab dengan tegurannya yang penuh rasa `kebapakan`, pasangan suami istri yang bertengkar masih terkenang bagaimana Miyamoto mendamaikannya.

Banyak orang yang datang ke pos polisi tempatnya bertugas, sekedar untuk mengantarkan kepergiannya. Linangan air mata dari orang-orang yang mungkin tidak dia kenalnya satu-satu turut mengantar kotak peristirahatannya yang terakhir. Ribuan komentar tertulis di buku tamu kepolisian, menyatakan ucapan terima kasih, rasa kehilangan, dll. Seorang anak SD perempuan dengan sedihnya mengatakan : `Ojichan naku nattara, sabishii, kanashii` (Karena paman pergi, hidup ini jadi sepi, sediih ). Seorang anak laki-laki dengan lucunya berpesan : `Seperti halnya di dunia, tolong jaga keamanan surga`.

Begitulah….jika orang baik pergi. Banyak orang yang kehilangan. Banyak orang yang mengingat kebaikannya dan tidak ada orang yang mengingat keburukannya. Kalaupun ada keburukannya, maka semuanya terhapus dengan segunung kebaikannya.

Anak-anak TK datang berbondong-bondong memegang karangan bunga di tangan, memberikan salam terakhir kepada sang pahlawan, sang ayah yang baik. Saya jadi teringat puisi tentang tertembaknya Arif Rahman Hakim, mahasiswa UI yang tertembak di tahun 1966 ketika menyuarakan Amanat Penderitaan Rakyat (AMPERA).

Tiga anak kecil dalam langkah malu-malu

datang ke Salemba sore itu

Ini dari kami berdua : Pita hitam pada karangan bunga

Untuk kakak yang tertembak pagi tadi

Setiap menit banyak orang baik yang pergi dari dunia fana ini. Banyak pula orang jahat. Allah mengerti betul bagaimana mengatur keseimbangan populasi manusia di bumi-Nya. Barangkali oleh sebab itulah manusia tidak perlu khawatir bahwa bumi ini akan penuh sesak jika populasi tidak ditekan.

Saya pun ingin menjadi orang baik yang akan dikenang di dunia dan dikenali di akhirat sebagai penyeru kebaikan.

Amin…..

Iklan
  1. Nah Bu Murni saya teringat kalimat ini, kalau bisa diteruskan Ya…
    Macan Mati meninggalkan belang,
    Gajah Mati meninggalkan gading,
    Manusia mati meninggalkan ……

  2. @ Pak Deni: Manusia mati meninggalkan dunia 🙂

  3. Ada hal-hal yang kadang kita berpikir itu, tidak layak, tapi bagi sebagian orang itu adalah yang paling layak. Intinya kita saling menghargai..benar ngak bu??

  4. Salam kenal aja dulu, kali-kali klik juga saya

  5. Yang penting bisa berprestasi, tapi harus “dihargai” komentar lain nanti, saya sedang diperjalanan menuju kerja. kali-kali klik juga saya ya ?

  6. mengapa orang Jepang yang sekuler lebih mempunyai hati nurani? mengapa orang Indonesia yang notabenenya sebagai negeri Sejuta tempat ibadah tidak (belum) mempunyai hati nurani yang peka? (terbukti dengan banyaknya orang yang bisa mengambil keuntungan dari pernderitaan orang lain)?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: