murniramli

Survey Sekolah

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on Februari 20, 2007 at 6:30 am

Beberapa waktu lalu Ibu Tuti dari SMA Kebangsaan (di daerah mana ya, Bu ?) menulis komentar di tulisan `SMA Tatsuno`, beliau menanyakan tentang instrumen survey SMA Tatsuno. Kebetulan sekali dokumen-dokumen di sekolah-sekolah Jepang tertulis dalam bahasa Jepang dan hampir tidak ada terjemahan dalam bahasa Inggris, sehingga menyulitkan bagi siapa saja yang ingin belajar tentang pendidikan di Jepang tanpa memahami bahasa Jepang.  Demikian pula saya.

Survey sekolah berkembang sebagai program nasional di Jepang beberapa tahun yang lalu,  sejak ide open school system didengungkan oleh Monbukagakusho (Kementrian Pendidikan Jepang) di tahun 2001, melalui program reformasi Raibow Plan-nya.

Pada dasarnya survey sekolah bukan hal baru di US ataupun di Eropa.  Sebagian negara telah mengebangkannya sebagai salah satu metode melibatkan partisipasi luas masyarakat dalam manajemen sekolah, seduah gagasan yang diemban oleh pengusung ide School Based Management.  Karena sekolah dianggap bukan lagi lembaga milik pemerintah tapi harus dikembangkan sebagai lembaga masyarakat, maka sekolah perlu menunjukkan `posisi`nya melalui laporan yang harus disampaikannya kepada masyarakat.  Salah satu isi laporan tentu saja mengenai angka kelulusan, berapa persen siswa lanjut ke universitas negeri , berapa piala yang berhasil dikoleksi, dan sebagainya.  Tetapi pelaporan semacam ini tidak membawa perbaikan berarti terhadap kualitas sekolah, selain menambah jumlah murid yang mengantri untuk menjadi siswa baru.

Survey sekolah sebaiknya dikembangkan dalam segala aspek dengan tujuan dasar : MEMPERBAIKI MUTU PELAYANAN PENDIDIKAN.  Oleh karenanya survey diadakan bukan untuk menambah jumlah murid, tetapi dengan mutu yang baik, otomatis murid akan bertambah.

Berikut akan saya kutipkan survey tentang pembelajaran di kelas yang disusun oleh SMA Tatsuno, subjek yang disurvey adalah proses belajar mengajar di kelas :

Pertanyaan :

Bagaimana pendapatmu tentang :

1. tulisan di papan tulis ?

2. penjelasan guru ?

3. penggunaan aneka instrumen belajar (video)

4. pemanfaatan perpustakaan oleh guru ?

5. materi pelajaran menarik atau tidak bagi anda ?

6. ulangan, PR,  sudah mencukupi atau perlu tambahan ?

7.  Berikan opini yang lain

Pertanyaan sederhana ini diberlakukan sama untuk semua mata pelajaran dan semua kelas.

Kemudian survey tentang kegiatan dan fasilitas sekolah :

Tuliskan pendapatmu tentang :

1. Heater-pemanas ruangan saat musim dingin (Nagano termasuk daerah yang penuh salju di musim dingin-red).

2. Arbaito (sebagian siswa bekerja part time-red)

3. Jumlah kelas

4. Forum sekolah

5. Seragam sekolah

6. Toko roti (dikelola oleh siswa atas ijin pemilik toko di sekitar sekolah-red)

7. Jalur kereta ke sekolah

Survey tidak hanya dilakukan terhadap siswa, tetapi juga disebarkan ke orang tua dan masyarakat sekitar.  Pertanyaan survey untuk masyarakat adalah :

1.  Seperti apakah SMA Tatsuno yang anda harapkan ?

2. Jelaskan keinginan anda yang belum terpenuhi di SMA Tatsuno !

3. Bagaimana menurut anda forum kolaborasi guru-murid dan orang tua (san sya kyougi kai) ?

4.  Bagaimana menurut anda peraturan sekolah yang sebaiknya diterapkan di SMA Tatsuno ?

5.  Bagaimana menurut anda perilaku siswa SMA Tatsuno

Demikianlah beberapa pertanyaan survey, dan tidak terduga usulan dari masyarakat dan orang tua tentang perbaikan sekolah sangat banyak dan bervariasi, yang dengan berbekal itu, kepala sekolah, guru dan murid SMA Tatsuno membangun image sekolahnya.

Iklan
  1. Hebat benar ya SMA Tatsuno, mau mendengarkan suara murid dan orang tua murid. Trus guru dan sekolahnya pun mau berubah untuk lebih baik.

    Coba di Indonesia… sangat susah sekali untuk mengubah kebiasaan, padahal kebiasaan itu gak baik.

  2. Bu Murni, saya rasa cara- cara itu juga bagus diterapkan di Indonesia deh, oh ya bu, boleh ga saya tanya, klo di Jepang itu biaya pendidikannya u/ org jepang sendiri gimana?termasuk tinggi ato kayak di Indonesia, Sekolah Swasta Favorit tentunya biaya sekolahnya juga tinggi, disana juga bu? trus ada program beasiswa juga ga bu?

  3. Alief :
    Mungkin di Indonesia sudah ada yg melakukan spt itu…

    Evi :
    Biaya pendidikan u orang Jepang sama saja dg orang asing yg sekolah di jepang, mahal. Sekolah sawasta dimana-mana lebih mahal darpd sekolaha negeri.

  4. ooo jadi sama aja ya, trus kira – kira apa orang jepang terbebani dengan biaya sekolah disana?trus pertanyaan yang lom kejawab ada tuh bu?apa disana juga ada program beasiswa u/ siswa ga mampu ga bu?

  5. Evi :
    tergantung keadaan keluarganya: berkecukupan atau tidak

    Ada beasiswa

  6. Mau survey di kampus ah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: