murniramli

Kemudahan itu datangnya sesudah kesulitan

In Islamologi, Renungan on Maret 1, 2007 at 4:26 am

Belakangan ini dada saya sering sakit.  Dulu sewaktu di Indonesia, saya sering merasakan hal yang sama kalau terlalu capek.  Biasanya ada signal-signal tertentu pada tubuh manusia yang membawa pesan supaya lebih memperhatikan kerja tubuhnya.  Selama seminggu saya minta cuti  dari bekerja.  Tapi sebenarnya alasannya selain karena kecapekan juga karena ada 2-3 tugas yang berhubungan dengan kampus yang harus saya selesaikan.  Alhasil badan saya tetap saja tidak rehat.  Tapi saya mulai sarapan lagi dan tidur lebih cepat dikit (^_^)

Seminggu ini ada 2 pekerjaan berat yang harus saya tuntaskan : pertama menyusun aplikasi untuk research grant Fuji Xerox dan kedua menyelesaikan tugas dari Prof Hattori Mina yang menjadi koordinator Teacher Training di Nagoya University, untuk membuat list kosa kata bahasa Jepang yang sering dipakai di bidang pendidikan, disusun terjemahannya dalam bahasa Inggris.  Rencananya list itu akan dimasukkan dalam laporan akhir program teacher training dan akan dibagikan untuk keperluan mahasiswa asing di fakultas kami.  Tugas saya sederhana saja tinggal mengetik.  Yang agak repot adalah karena saya menambahkan list `furigana` (bacaan kanjinya), sehingga bikin kepala nyut-nyut.  Hampir 700 kata yang berhasil saya koleksi. Semoga menjadi amal jariah.

Saya memerlukan dana besar untuk melakukan penelitian di Jepang dan di Indonesia, yang rasanya mustahil saya kerjakan kalau hanya mengandalkan penghasilan saya dari kerja part time.  Karenanya sudah 5 kali saya apply beasiswa dan sekali apply untuk research grant, plus apply keringanan SPP.  Saat ini saya sedang menunggu hasil dua di antaranya.  Mendapatkan beasiswa ternyata bukan pekerjaan yang gampang seperti yang sering saya dengar : “Ah, gampang apply saja beasiswa, kan banyak !”  Ya, tawaran beasiswa memang banyak, tapi yang berminat lebih banyak lagi.

Sewaktu awal bekerja di restoran, sepulangnya saya sering menangis karena kecapekan.  Setiap habis sholat saya cuma bergumam : Allahumma, mata ja`a nashrukum ? (Kapan datangnya pertolonganMu Ya Allah).  Tapi biasanya capek itu cuma sebentar, dan akan segera hilang ketika saya mulai bekerja lagi keesokan harinya.  Dalam keadaan capek, biasanya saya akan mengalihkan pikiran saya untuk membayangkan kerja orang-orang yang lebih berat daripada saya.  Tukang batu, mbok penjual di pasar, tukang parkir, supir angkot, mereka lebih berkeringat, tetapi barangkali saya mendapatkan uang lebih banyak daripada mereka.

Dalam keadaan capek biasanya emosi pun cepat terpicu.  Demikian pula saya.  Ketika bekerja di restoran jika tamu sangat banyak, maka saya akan bekerja sambil terisak, sebab saya ingin berteriak : `Saya Capeeeekkk!`, tetapi tidak bisa.  Semua orang, rekan kerja saya pun capek.  Manajer saya pun capek.  Kalau sudah begitu, biasanya ada saja satu atau dua gelas yang pecah.  Di mister donut pun sama saja.  Yang beda hanya tidak ada paksaan untuk terus bekerja kalau capek, saya bisa minta pulang kalau saya sudah sangat capek.  Hanya jika rush hour, stress meningkat, karena kita diminta bekerja cepat sementara badan sudah melemah.  Saya tidak menangis atau terisak, tapi biasanya saya hanya tertawa.  Mengetawai diri saya yang sudah seperti orang Jepang : amat sangat workaholic !!

Tadi malam saya menonton acara di TV, kisah orang kaya Jepang yang meraih kesuksesan sebagai pebisnis setelah bertahun-tahun hidup dalam kesengsaraan.  Ketika sholat subuh, saya merenung dan bertanya : “Ya, Allah, Engkau sangat mencintai hamba kan ?” Barangkali Allah akan menjawab : “Bagaimana saya harus mencintaimu, sedangkan cintamu pada-Ku hanya seupil ?” Ya, saya memang tidak layak…

Saya tidak tahu seperti apa Allah memandang saya.  Saya hanya yakin bahwa DIA senantiasa menjaga dan mengamankan saya.  Saya hanya percaya bahwa tidak ada yang akan dimudahkan-Nya  sebelum dibiarkan seorang hamba merasakan apa itu susah, apa itu sedih, apa itu tidak punya apa-apa, apa itu kelaparan, apa itu pahit, apa itu penderitaan ?

Dalam keadaan capek, saya hanya meminta agar badan ini tidak jatuh di belantara manusia yang tidak peduli sesama.  Sayangnya saya tak bisa memilih selain berharap pertolongan-Nya.  Di antara kesulitan-kesulitan yang sekarang saya harus hadapi, saya hanya berharap Allah mendatangkan kemudahan.

Allah Maha Tahu.  Selalu saja kemudahan diberikan-Nya pada saat yang tepat ketika saya sangat membutuhkannya.  Bulan ini saya harus mendapatkan tempat tinggal yang baru karena dormitori yang lama akan direnovasi.  Dengan harga sewa dormitori sekitar 35 rb-60rb yen per bulan plus uang garansi, sepertinya saya harus menambah jam kerja, bukannya menguranginya karena alasan kecapekan.  Tapi Allah memang Adil.  Sabtu lalu saya dikabari bahwa saya lolos seleksi masuk Hattori International Kaikan yang hanya perlu 5 rb yen per bulan.  Alhamdulillah…

Satu kemudahan yang insya Allah semoga mengawali kemudahan-kemudahan yang lain.

Inna ma`al ushri yusro (Sesungguhnya bersama/sesudah kesulitan ada kemudahan)

Ayat ini tidak terbalik : Inna ma`al yushri ushro (Sesungguhnya bersama /sesudah kemudahan ada kesulitan.

Kemudahan itu memang datang sesudah kesulitan……

Hanya butuh kesabaran menunggunya.

 

Iklan
  1. Sabar…?? Yup
    Sabar dan berbaik sangka…

  2. Aduuh Mbak….. ganbatte ya… sabar.
    Pantesan suami saya agak berat ngasih saya untuk baito, mungkin pikirnya kalo saya kecapekan siapa yang ngurus dia dan anak2? Tapi salut deh buat Mbak Murni (karena masih nyempetin dateng pengajian juga). Kalo saya kayak gitu mungkin saya sudah terkapar aja, gak mau kemana2 dan gak mau ngerjain apa2.
    Tapi kalo semuanya dijalani dengan ikhlas kita akan enjoy aja Mbak. Semoga sehat terus ya…(sambil mikir apa bisa ya saya setegar Mbak Murni?……)

  3. Yah bener, mbak murni sampean sedang dinanti kesuksesan dan keberhasilan, saya sudah pernah menemuinya, dia titip salam untuk sampean. Jangan berhenti dan bersabar. Tapi saya juga pernah di protes badan saya juga ketika ia saya pekerjakan seenak saya. Kasihanilah dia. Tuan tubuh sampean adalah sampean sendiri.
    Wassalamualaikum.

  4. Pak Hari, Mba Teni, dan Pak Urip :
    terima kasih banyak atas nasehatnya.

  5. Numpang nimbrung nih Mbak…
    Wah, saya baca sampai mau nangis Mbak. Sungguh.
    .
    Tadi pas sholat maghrib berjamaah di kampus (cuma bertiga, sepi, seperti biasa, mungkin juga karena pada waktu maghrib perkuliahan yang ada hanya orang admin dan mahasiswa ekstensi), imamnya baca surat Albaqarah 153-157.
    .

    153:Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar
    .
    154 : Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.
    .
    155:Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
    .
    156 : (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”
    .
    157 : Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

    .
    Saya jadi ingat, kalau badan ini juga sering dipaksakan, hati ini kurang sering bersyukur, mulut ini isinya hanya keluhan, tanpa mau melihat sisi baik dan percaya bahwa Allah itu Maha Adil.
    .
    Kemarin saya tidak bisa ikut supotesto bahasa Jepang, gara-gara meriang, mungkin kecapekan karena dua hari terakhir, kaki ini saya paksa menggenjot sepeda, bukannya naik motor seperti biasa, demi menghemat uang bulanan, sehingga saya bisa beli buku.
    .
    Kalau hari selasa, dari jam 7 sampai 1 siang kuliah, lanjut jam setengah tujuh sampai delapan malam kursus Nihongo, lalu hadir di kajian dari 20.30 sampai jam 23.00, selesai, pulang tidur jam 12, bangun jam 4. Benar-benar seperti neraka, walau saya belum tahu rasanya berada di sana.
    .
    Mudah2an Mbak sabar, nanti pasti ada hasilnya. “Allah itu Maha Adil”, kata2 guru saya selalu terngiang. Dan kalau capek, saya membayangkan betapa riangnya bisa beli buku baru, baca sampai puas…
    .
    Tetap semangat ya! Maaf kalo kepanjangan…. :-p
    Wassalaamu’alaikum

  6. pramur :
    Laki-laki kagak boleh cengeng (^0~)
    Terima kasih sdh mengingatkan dg ayat yg sangat mengena. Saya masih hafal ayat2 itu. Ayat2 yang menguatkan org yang putus asa….

  7. Assalammu’alaikum
    Pengalaman Mbak ini membuat saya jadi semangat lagi,terima kasih.
    wassalammu’alaikum

  8. sabar ya mbak…

    mungkin disaat kita mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita yang orang lain tidak menerimanya akan membuat kita menjadi lebih tenang dan kepenatan kita berkurang…=)

  9. Rudib :
    Alhamdulillah

    Pak Charles :
    matur nuwun kata-2 pengingatnya

  10. Saya hanya bisa mendoakan supaya Mbak Murni cepat dapat beasiswa.

    murni : Amiiin…

  11. Yth Mbak Murni.

    Terima kasih atas guratan pena pengalaman dan pengetahuan yang mba ukirkan di lembaran lemabran rumah maya ini. sangat inspiratif dan menggugah. seharusnya generasi muda kita termasuk saya wajib sangat untuk melajar dari orang-orang yang telah mengecap asam garam pengalaman di negeri orang seperti mba.

    semoga mba bisa terus berkreasi dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik untuk agama, bangsa dan negara

    -novan-
    teman baru yang secara tidak sengaja singgah di rumah mayamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: