murniramli

Archive for Maret 8th, 2007|Daily archive page

Mobil masa depan

In Serba-Serbi Jepang on Maret 8, 2007 at 11:57 am

Apakah anda tertarik dnegan mobil masa depan ini ?

p1080938.JPG p1080942.JPG

Toyota memamerkannya 2 tahun lalu pada ajang Aichi World Expo (Aichi banpaku). Saya pun menaikinya ketika menunggu penerbangan ke Hokkaido bulan September 2006. Ketika itu kendaraan futuristik ini dipamerkan di arena pamer Chubu International Airport, Nagoya. Selain kendaraan juga dipamerkan robot yang memainkan terompet.

Dalam penjelasan yang dipajang di arena pameran terdapat penjelasan bahwa kendaraan di atas adalah kendaraan yang benar-benar mencerminkan ekspresi kebebasan dengan tema `personal mobility`.  Kendaraan yang tak berpenumpang dan bebas digerakkan ke arah manapun, mutar atau menikung dengan cepat, hemat garasi, dan… keren.

Tak kebayang kalau kendaraan ini dipakai di belantara Jakarta.  Karena tidak ada tutupnya, maka pasti yang mengendarainya akan coreng moreng mukanya akibat asap knalpot kendaraan di depannya, plus kepanasan.  Mungkin harus dilengkapi payung, supaya bisa tetap dipakai dalam segala kondisi, hujan atau panas. Usul lain mobilnya harus dilengkapi space tempat belanjaan, dan harus pakai kaca riben supaya yang naiknya kagak malu diliatin (6^_^9)

Ada usul lain ?

Iklan

Topik ngobrol dengan remaja putri Jepang

In Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang on Maret 8, 2007 at 11:01 am

Pertengahan bulan yang lalu saya diminta menjadi asisten `Get together and talk I-nya Aichi Shukutoku University.  Universitas swasta yang memiliki 2 areal kampus di Aichi prefekture ini dikenal sebagai kampusnya `ojousama` (princess).  Ya, mahasiswanya dominan wanita, dan jangan heran jika setiap saat kita bisa melihat wanita-wanita muda Jepang dengan dandanan wah, pakaian, tas LV, kalung mutiara, plus sepatu jinjit yang keren. Kampusnya pun sangat keren dan masih baru.

Program ini diadakan setiap tahun dengan tujuan mengajak mahasiswa untuk lebih akrab dengan pemakaian bahasa Inggris.  Selama 5 hari kami berdiskusi tentang berbagai topik yang sudah ditentukan oleh koordinator.  Tahun lalu saya pun ikut kegiatan yg sama. Tahun ini Prof Chikusa Ishibashi, pengajar bahasa Inggris di sana meminta secara langsung saya terlibat dengan alasan komentar yang saya buat pada akhir acara mereka anggap sebagai masukan berharga dan diterapkan pada seminar tahun ini.  Kalau tidak salah, saya mengomentari tentang waktu,  saya usul agar diadakan di musim semi atau dingin, jangan musim panas.  Karena walaupun berasal dari negeri tropik, saya benar-benar teler dengan panas lembabnya Nagoya.  Kedua saya mengritik sesi yang tidak memberi kesempatan banyak semua peserta berbicara.  Peserta yang malu bicara harus ditriger supaya mau berbicara walaupun grammarnya tidak benar, yang penting bicara.  Karenanya saya mengusulkan perbanyak sesi diskusi kelompok, debat dengan topik yang mereka bisa tune in.  Baca entri selengkapnya »