murniramli

Pasukan semut pagi-pagi

In Belajar Kepada Alam, Serba-Serbi Jepang on Maret 20, 2007 at 4:52 am

Dalam perjalanan menuju stasiun Minato Kuyakusho dari dormitori saya, sekitar 2 atau 3 kali seminggu selalu saya jumpai ibu, bapak dan anak dalam kelompok secara tersebar di dekat stasiun..  Dulu saya tidak pernah menemui mereka.  Apa yang mereka kerjakan di pagi buta begini ?

Mereka membawa sapu, plastik sampah dan serokan sampah (pengki). Yup, pelan-pelan-mungkin karena masih mengantuk-tangan-tangan mereka menyapu dan memunguti puntung rokok yang belakangan ini semakin banyak saja.  Kegiatan bersih-bersih ini dikerjakan secara sukarela berdasarkan pembagian kelompok yang sudah terjadwal.  Suatu kebiasaan baik warga dalam rangka mensukseskan program `machi dukuri` =pengembangan kota.

Tidak seperti di Indonesia, sampah-sampah kota biasanya ditangani oleh pasukan kuning, yang sering saya lihat subuh-subuh menyapu jalan-jalan di Bogor.  Di jepang kebersihan lingkungan sudah menjadi tanggung jawab warga, bukan hanya lingkungan sekitar rumah tetapi meluas hingga tempat sarana umum.

Komplek rumah kami di Madiun bersih sekali karena walaupun tidak ada aba-aba dari Pak RT, setiap pagi para ibu sepertinya sudah punya kebiasaan sehabis sholat subuh di masjid menyapu halaman, membersihkan selokan dan menyiramkan air selokan ke tanaman atau ke jalan ketika musim debu tiba. Sebuah kebiasaan yang baik.  Mamak saya bahkan sering melakukannya pagi dan sore.

Yang membuat saya harus membungkuk dalam-dalam adalah seorang nenek berumur 80 tahunan yang di tengah dinginnya udara pagi masih berjalan sambil menggunakan masker, memegang alat penjepit dan tas kresek.  Ya, beliau memunguti satu-satu puntung rokok yang berserakan antara stasiun ke jalan pulang ke rumahnya.  Dia melakukannya sendirian, sepertinya dia tidak terlibat kelompok volunter kebersihan tadi.  Sudah beberapa kali saya melihatnya, dan sering secara bergumam saya mengucapkan `ohayou gozaimasu` (selamat pagi).  Kenapa bergumam ? Karena mulut dan hidung saya tertutup syal.

Pagi ini saya melihatnya lagi.  Kelihatannya dia sehat. Setiap melihat  nenek ini, saya selalu teringat dengan kisah yang diceritakan pemuisi dari Madura, D Zawawi Imron, tentang seorang nenek yang memunguti daun  di depan masjid sambil tak lupa membaca shalawat untuk Rasulullah SAW.   Nenek itu mencoba menabung  untuk akhiratnya dengan mengerjakan dua kebaikan sekaligus, membersihkan lingkungan dan memuji Rasulullah.

Nenek Jepang, nenek madura, dan para keluarga juga pasukan kuning di Jakarta adalah orang-orang yang begitu berjasa membuat indah apa yang kita lihat sehari-hari.  Kepada mereka saya membungkuk dalam-dalam.

Iklan
  1. Kenapa ya kalau di Indonesia warna “ahli = tukang” bersih-bersih itu pakaiannya kuning? Kalau di Belanda, pakaian tukang bersih-bersih itu warnanya hijau-muda-terang.

    murni : kalo hijo muda itu warna baju pak polisi kalo malem2
    warna kuning di Indonesia : krn pas pasukan kuning dideklarasikan, yg sedang berkuasa juga `partai pasukan kuning` (^_^)

  2. Andai setiap orang bertanggung jawab atas sampahnya… bersih semua deh. BTW kasihan gak ada kerjaan dong anggota pasukan kuningnya.

  3. Pak Urip :
    Ya,ada dong, Pak.
    Ngangkutin sampah yg sdh dikumpulin warga ke tempat pembuangan umum buat direcycle (eh, ini tugas para pungli ya ??)

  4. Numpang nimbrung nih Mbak…
    Wah, saya jadi malu. Tapi, minimal untuk ruang lingkup kamar, saya ga pernah absen nyapu kok Mbak… Hehehe..

    murni : setelah kamar bersih, beranjak ke luar….berani ngga mungutin sampah yg bececeran (^_~).
    Di Jepang, saya ga malu…di Indonesia….??? kayaknya malu (>_

  5. kalau di jepun, yang terjadi itu :
    kebersihan lingkungan sekitar adalah kesehatan & keindahan bersama [buah ajaran dari kecil kenali lingkunganmu] & itu bagian dari tanggung jawab diri pribadi, darma/amal berbakti/selaraskan diri hidup bersama alam filosofinya begitukah?]

    murni : hmm, filosofi ini mungkin masih dipegang teguh oleh generasi tuanya, Pak. Generasi mudanya sekarang agak rusak. Buktinya puntung rokok bertebaran di mana2, botol/kaleng soft drink dilempar di semak2

    kalau di indonesia yang terjadi itu :
    baru pemilahan profesi, sampah [belum] dilakukan, terkait dengan strata sosial ketat ; sudah ada pembagiannya masing-2, jikalau dilanggar bisa turun derajat (gengsi/martabat/ /malu dst) ; ekses ajaran dari bayi dan setiap kesalahan bukan tanggung jawab pribadi, dialihkan ke benda lain (anak jatuh & nangis, kodoknya nakal dsb.) & itoe pola proses berlanjut s/d dewasa itoe bukan oerosankoe + korban filosofi edukasi nasional ke arah barat sentris {teologi “kekuasaan” terhadap alam}, alam ada u/ ditaklukkan, karena enggan/malu, maka hilangkan filosofi asli/ lokal ketimuran -+ = filosofi Zen/budhis di jepun.

    murni : ya, banyak yg tidak peduli sesama. Yang penting saya selamat, yg penting saya untung, ini yg umum ya, Pak.

    Yang terjadi terjadilah, kerusakan lingkungan dimana-2, karna kekayaan alam beserta lingkungannya itu = warisan kakek moyang harus dibagi rata buat cucu-2nya. sungguh-2 paham sesat & Cilaka 12 pas.

    suatu bangsa gadaikan kepribadiaan dengan bangganya. Semoga ada & siapa yang bisa bikin sadar dan menebus lagi tergadai… entah sampai kapan hal itu terjadi, kembali ke pribadi jati diri manusia nusantara?

  6. semua itu kembali ke pribadi masing2 ya mbak.
    ada orang yang peka dgn keadaan linkungan sekitar ,yaitu orang2 yg sadar bahwa lingkungan yang sehat akan melahirkan generasi sehat yang akan memajukan bangsa ini dri keterpurukan,tpi knapa ya klo kta berbuat baik,mslkan mungutin sampah yang berserakan di jln,eh malah kita di cemooh org lain,di bilang sok rajin lah dsb,…………?

  7. semua itu kembali ke pribadi masing2 org. yambak.
    tpi knapa ya mbak,klo kta berbuat baik,sprti mungutin sampah di jln,kta mlah di cemooh ma org lain,di bilag sok rajin lah dsb,.,………?

  8. […] Bersih-bersih lingkungan sekolah dan sekitarnya. Menjadi pasukan semut di pagi hari adalah salah satu tindakan menanamkan kecintaan pada kebersihan dan peduli […]

Tinggalkan Balasan ke Mencuri Start di Pagi Hari « Berguru Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: