murniramli

Orang berilmu bagaikan laut

In Renungan on April 12, 2007 at 11:04 am

Di beberapa tulisan di blog ini saya menulis tentang kunjungan saya ke sekolah-sekolah di Jepang dan pertemuan saya dengan beberapa guru, pakar pendidikan di sini.  Saya mendapatkan banyak ilmu dari orang-orang ini secara gratis dan tak terputus.

Hari ini saya menerima kiriman foto2 kunjungan kami di SMA Chikuma, Nagano, dari Miyamoto sensei.  Guru ramah yang begitu senang ketika saya katakan keinginan meneliti dan menulis tentang kegiatan guru dan pendidikan di Nagano.  Responnya sangat spontan dengan janji mengirimkan booklet tentang penelitian guru di Nagano.  Surat yang datang hari ini dialamatkan ke Hattori Sensei, koordinator Teacher Training yang pandai berbahasa Indonesia, di dalam suratnya kembali Miyamoto sensei menuliskan janjinya untuk mengirimkan dokumen yang saya inginkan dalam bentuk CDR.  Saya begitu terharu menerima kebaikan-kebaikan berlimpah.

Beberapa waktu yang lalu saya juga sudah menerima buku setebal 750-an halaman dari Perkumpulan Guru di Nagano, yang diberikan secara gratis, tak sepeser pun uang yang saya keluarkan.  Sebelumnya banyak majalah/jurnal/laporan yang saya terima dari banyak pihak.  Hattori sensei pun hari ini memberikan buku hasil karyanya tentang pendidikan Islam di Indonesia.

Saya teringat dengan pelajaran balaghah yang pernah saya ajarkan kepada murid-murid saya.  Sebuah pepatah Arab yang sangat indah : “Orang yang pemurah bagaikan laut”.  Saya menganalogkannya sebagai “Orang berilmu bagaikan laut”.

Laut yang luas diciptakanNya dengan segala faedah.  Airnya yang bergaram, ikan-ikan dan tumbuhannya yang tak pernah habis, batu-batunya yang menghiasi kehidupan dan keindahannya yang menyenangkan mata.  Tak akan habis manfaat yang kita peroleh dari laut.

Begitu pula orang berilmu.  Dia adalah laut, yang semakin diselami semakin kaya dan banyak faedah yang dikeluarkannya.  Tak pernah pula putus membagi, tak segan memberi.  Karenanya Allah menetapkan ilmu yang bermanfaat sebagai amal jariah.

Sepanjang hidup saya sudah bertemu dengan orang-orang berilmu baik dari bangku sekolah ataupun dari jalan-jalan yang saya lewati.  Banyak dari mereka yang telah menyemai benih ilmu dan ghiroh untuk menjadi orang berilmu dalam diri saya.  Ya, saya ingin seperti laut, saya ingin seperti Imam Hanifah yang ketika ditanya mana yang lebih penting menjadi orang berilmu atau orang berharta, beliau menjawab orang berilmu.  Karena orang berilmu jika bepergian tidak perlu membawa koper berat, sebab semua ilmunya melekat di jiwanya.

Sayangnya, saya masih perlu koper untuk membawa buku-buku saya, sebab ilmu saya masih ada di dalam buku-buku belum melekat di jiwa (>_<)

Iklan
  1. “Orang yang pemurah bagaikan laut”.
    Bila orang berilmu itu pemurah, maka barulah kita bisa mengatakan “Orang berilmu bagaikan laut”. Betul?

    murni : ya, begitu lah logikanya.

  2. he..he..he…sekarang mah semua ada di laptop mbak….semua karya tinggal kita masukin disitu….

    murni : laptop masih keberatan,skrg sdh bisa dimasukin ke portable HDD yg capacity-nya bisa 80GB (^_^)

  3. Numpang nimbrung nih Mbak…
    Jadi inget, “apa pun yang hidup di laut, bahkan bangkainya halal dimakan” (lupa quote dari siapa. Atau hadits ya? :-p)
    .
    Saya pake notebook Mbak, cuma belum sebanding antara waktu yang tersedia, harta yang saya punya, dengan karya saya. Saling mendoakan ya Mbak… 🙂

  4. Pendaftaran Top-Posts Maret-April 2007 telah dibuka.
    Silakan daftarkan postingan Anda di http://muhshodiq.wordpress.com/2007/05/02/pendaftaran-top-posts-maret-april-2007/

  5. […]    a. Orang Berilmu Bagaikan Laut  […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: