murniramli

Welcome to Nagoya !

In Serba-serbi Indonesia, Serba-Serbi Jepang on April 15, 2007 at 12:37 pm

 p1170923.jpg

Mahasiswa Indonesia yang datang ke Nagoya tahun ini cukup banyak (kira-kira 20 orang), dan acara tahunan PPIJ Nagoya adalah menyambut tamu-tamu tersebut. Kebetulan acara welcome party-nya selalu bulan April, pas berbarengan dengan sakura mekar. Jadi bisa sambil hanamian.

Tapi entah kenapa, pelaksanaan welcome party selalu telat. Tahun lalu, pelaksanaanya di Tsurumae koen, sakura mulai rontok, jadi kami tidak sekedar hanami (melihat sakura) tapi juga hanatabe (makan bunga sakura). Tahun ini lebih apes lagi, pelaksanaanya di Shonai ryokuchi koen, sakuranya sudah tidak berbunga, sehingga kami pun tidak hanami tapi happami (melihat daun) atau kimi (melihat pohon). Untungnya masih ada 八重桜(yae sakura) yang sedang mekar penuh, menjadikan taman berwarna pink,dan shidare sakura (sakura air terjun) yang masih bertahan.

p1170901.jpg p1170940.jpg

Tapi tahun ini acara welcome party lebih OK dari segi makanan, isu acara bakar-bakar yang mulai didesuskan sejak bulan lalu, ternyata benar-benar terwujud. Kerjasama yang selalu kompak antara ibu-ibu (istri mahasiswa), bapak-bapak mahasiswa atau para mahasiswa benar-benar membuat sajian bakar-bakar hari itu nikmat sekali. Yang dibakar tentu saja arang (^_~) plus makanan pelengkapnya : bawang bombay, ubi jalar, kabocha (labu jepang), sosis, daging ayam, kambing ada ngga ya ?, jamur, plus ulat yang jatuh dari pohon (^0~). Yang terakhir itu semestinya paling enak, sayang ulat-ulat sedang jogging di sekitar taman.

p1170965.jpg   p1170961.jpg  

Menyambut mahasiswa baru ibaratnya menyambut tamu. Tuan rumah berusaha menyiapkan yang sebaiknya supaya tamu senang dan betah. Tidak perlu ada OSPEK untuk mahasiswa baru supaya dia mengenal kampusnya. Apalagi harus ada korban berdarah seperti IPDN jika hanya ingin menunjukkan seperti begini budaya `gambarism`di kampus (^_^)

Mahasiswa baru adalah tamu yang ibaratnya tidak tahu bagaimana cara tidur di Jepang (wah, ini berlebihan perumpamaannya!), tidak tahu bagaimana supaya sampai ke kampus tanpa harus berkeringat (karena memang sedang musim banyak angin), pun belum paham bagaimana makan dengan sumpit (ini…maksudnya saya dulu, yang harus beli 100 sumpit buat latihan sebelum datang ke Jepang) atau bagaimana mengelabui polisi yang suka sirik dengan foreigner yang punya sepeda (eeto…nihon go o tabemasen!!).

Karenanya mereka harus dibuat nyaman di kampus yang baru, harus dikompori supaya rajin berkumpul dan datang ke pengajian bulanan atau acara berkumpul lainnya, karena dijamin `menyehatkan dan memenuhi kebutuhan jasmani` plus rohani (terutama jika sedang pusing dengan dosen atau eksperimen yang gagal terus karena yang dicari memang yang belum ditemukan orang lain (>_<)).

Begitulah, walaupun semua nama tak dapat dihafal seketika, semua nomor HP belum dicatat, semua alamat belanja belum dilist, semoga anda para mahasiswa baru merasa nyaman dengan sambutan kami dan kehidupan selanjutnya.

Welcome to Nagoya ! (ini tak dilatarbelakangi `sumbangan kesejahteraan` dari Gubernur Aichi yang masih bertahan, Pak Masaaki Kanda)

Iklan
  1. Wah asyik ya… makan-makannya tuh. Acara yang menyenangkan sekaligus mengenyangkan. Hehe…

    Btw, gambar Bu Murni yang sebelah mana Bu..?

    murni : (^_^)…ada di belakang kamera

  2. mbak Moernier, kok fotoku hanya numpang dikit dibelakang, sih.

    maaf, mba Devi. motret ngga dari segala sudut. mungkin ada yg punya lebih komplit, tulung dikirimin deh, nanti saya posting.
    Yg ada gambar mba Devi ya (^_^)

    Btw, blog-nya bikin ngiler….

  3. Woalah Mbak. Pak Masaaki Kanda yang awal bulan ini terlihat rasis dan membuat berang para “diffable” maupun masyarakat Jepang yang berpikiran normal lainnya itu?

    murni : ya, hebat kan warga Aichi….banyak yg berpikiran ga normal berarti di Aichi ya (^_~)

  4. wuih asyik ya…
    kalo gak salah di p. bintan ada pohon sakura ya?!
    bulan april gini mungkin ikut mekar juga

    salam,
    (^_^)

    murni : wah, kalo bisa mekar….sakura jenis baru tuh. Sakura butuh pergantian suhu rendah ke tinggi u mekar. Apa mungkin diperlakukan di green house ya ?

  5. waaaahhhh…
    asik juga tuh jalan2 ke Nagoya..
    kapan yah… aku sih baru nyampe Nagoya nya Batam.. heheheh..

    saya petik deh bunga sakura nya buat istri saya..
    😉

  6. Jadi pengeen ke jepang…:(

  7. salam jumpa,

    maaf baru memberitahu skrg. blog ini saya cantumkan di blogroll ‘axireaxi’. smoga ibu tdk keberatan.

    oya, pohon sakura-nya kaya’nya sama dg yg di jepang. bukan jenis baru. tumbuhnya di pinggir jalan, enggak di rmh kaca. konon itu tinggalan dari orang jepang dulu, waktu masih bercokol di tanah air.

    mungkin di bogor ada juga?!

    salam,
    (^_^)

    murni : ngga keberatan sama sekali, malah seneng !
    sakura di bogor ? belum pernah liat.

  8. wah seneng banget bisa kumpul-kumpul bareng teman setanah air di negeri orang, tentu persaudaraan lebih terasa, andai semua yang ada di tanah air ini merasakan persaudaraan seperti itu, wah ayem deh

  9. Numpang nimbrung nih Mbak…
    Wah, mantaf… Di tempat saya tak ada penyambutan terhadap orang asing. Yang penting lapor RT, terus menyediakan makanan buat orang sekampung dalam rangka selamatan rumah baru. 🙂

    Soal disentimenkan oleh Pak Polisi, temen saya juga sering Mbak.. Btw, nihon go o tabemasen itu = tidak makan bahasa Jepang? ❓

    Saya baca di koran, gubernur nagasaki dibunuh ya? Sekejam itu kah politik Jepang?

    murni : nihon go o tabemasen….itu cara kita mengelabui polisi…masa bahasa Jepang dimakan ? Jelas gaikokujin (org asing) yg bloon !! hehehhe….

    Pembunuhan gubernur nagasaki bukan alasan politik tp alasan dendam dunia bisnis atau kekecewaan atas kebijakan Pak Gubernur. Btw, Jepang memang makin ga aman euy….(>_

  10. seneng banget ya kekeluargaan rekan2 di Negeri matahari terbit erat sekali. pasti momen2 berkumpul ky gt gak akan bs terlupakan saat back to indonesia. aku pingin bs maen kesana lihat indahnya japan.

  11. salam kenal

    murni : salam kenal juga, Mba Ririn

  12. salam kenal Bu Murni,
    di Kebun Raya Cibodas (deket Puncak-Ciawi), ada pohon sakura juga (mungkin lebih tepatnya taman sakura, karena jumlahnya lebih dari 3). Memang sengaja ditanam. Biasanya mekar bulan Januari dan Agustus, tapi tahun ini telat beberapa minggu. Di Kebun Raya itu juga ada Magnolia, ukurannya lebih besar dari pada magnolia2 yang ada di jalanan Nagoya, lho (sekitar Museum Tokugawa).

    Btw, saya Maret 2007 pernah mampir ke Nagoya diajak dosen saya, tapi cuma 1 bulan. Sempat mampir di pertemuan PPI (sempet cicip2 makanan juga :D), tapi sempet kenalan sama Bu Murni ga, ya? Jadi pengen ke sana lagi, tapi lebih lama (kuliah maksudnya), hehehehe…..

    murni : waduh lama baru dibales..
    kalo belum kenal saat welcome party, salam kenal ya Mba Astrid

  13. Aslmwr.wb
    Salam kenal mbak. Saya tini sekarang kerja di PT. Sucofindo, tp ditempatkan di KALTIM. Saya pingin banget pergi ke jepang, tapi blum kesampaian juga.

    Mb sekarang masih dijepang kah? Kalau tidak keberatan mohon korespondensinya ke bisniss.support@beraucoal.co.id. Ana pingin nanya-nanya tentang jepang.
    Jazakillah khoiron jaza.

    waslm.wr.wb
    Tini

    murni : silahkan kirim email. Alamat email saya, silahkan klik di It’s me

  14. walahh mbak, baca semua tulisan mbak murni jadi pengen kesana lagi. di nagoya ada org jawa (?) bersuamikan org jepang, namanya bu titin. kenal nggak mbak? kalo kenal salam ya.. mudah2an dia msh ingat sama interpreter garuda yg ngoleh2in saos abc sekoper.

    btw mpe kpn mbak murni di jpg?

  15. Nyaa…

    Kapan bisa ke sana ya??

    Pingin…

Tinggalkan Balasan ke tekashichu Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: