murniramli

Jakarta dan kebijakan pendidikannya

In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, Serba-serbi Indonesia on Mei 17, 2007 at 7:03 am

Hari-hari terakhir penelitian saya di Indonesia berlangsung di Jakarta. Atas jasa baik Pak Dedi Dwitagama, Kepala Sekolah SMK 3 jakarta yang sangat energik dan padat jadwal kesehariannya, saya berhasil mewawancarai Kepala Diknas Provinsi DKI, Bpk Margani M. Suatu kesempatan yang tak pernah saya pikir akan mulus jalannya. Saya selalu merasa enggan atau bahkan segan berbicara dengan para pejabat, mungkin karena saya selalu memposisikan diri sebagai rakyat tak berdaya. Tapi kesempatan saya pulang kemarin, benar-benar menyadarkan saya bahwa orang-orang di atas perlu mendengar suara rakyat. Dan salah satunya melalui keberanian rakyat untuk bersuara tidak melalui `teriakan` di demonstrasi-demonstrasi tetapi melalui diskusi yang cerdas.

Saya sebenarnya `membonceng` rombongan guru-guru SMK 3 Jakarta yang hendak menunjukkan prestasi mereka berblog kepada Pak Margani. Tapi Pak Dedi mengatakan dalam perjalanan pulang bahwa sebenarnya mereka juga memanfaatkan kedatangan saya ketika mengontak sekretaris Pak Margani. Ah, Pak Dedi bisa saja `membuat jalan `sehingga kami bisa masuk ke ruang Pak Margani. Jadilah wawancara singkat saya dengan Pak Kadiknas plus diakhiri dengan presentasi rekan-rekan dari SMK 3 yang memamerkan blog sekolah. Surprise juga karena berita kedatangan saya di SMK3 dimuat di halaman pertama. Bapak/Ibu guru sudah berbuat sangat banyak untuk saya sementara saya hanya berbagi cerita saja. Semoga Allah membalas kebaikan anda semua.

Perbincangan dengan Pak Margani membawa saya pada kesimpulan akan kebagusan strategi beliau mengelola pendidikan ibukota. Walaupun tidak merincinya secara detil, tetapi berbagai kebijakan yang diutarakannya adalah kebijakan yang diambil berdasarkan adanya masalah di lapang, bukan kebijakan yang asal mengikut pemerintah pusat. Salah satu yang menarik adalah sebelum isu sertifikasi guru melalui uji portofolio, Jakarta telah melakukan uji tes kompetensi, yang menurut saya lebih bagus dan tepat dibandingkan uji portofolio. Pemerintah kota pun memberikan gaji yang mencukupi dan tunjangan yang membuat prestise guru Jakarta terangkat. Gaji teman saya bahkan lebih tinggi daripada gaji dosen PTN. Dengan kebijakan ini banyak orang yang ingin menjadi guru di Jakarta (^_^).

Program lain yang menarik adalah rencana mengembangkan Educational Based IT di Jakarta, dimulai dari proses pendaftran sekolah SMA melalui internet/HP, lalu pendataan tenaga kependidikan dan sekolah-sekolah melalui situs DIKNAS Provinsi, dan komunikasi atau pemberitahuan kedinasan kepada sekolah-sekolah melalui akses internet. Secara iseng saya sempat bilang ke Pak Dedi, bahwa akan sangat bagus lagi jika surat menyurat kedinasan termasuk permohonan ijin mengikuti seminar/workshop oleh staf di bawah DIKNAS dapat dilakukan melalui elektronik mail. Jadi tidak usah berpayah-payah datang ke kantor DIKNAS hanya sekedar untuk mendapatkan cap dan tanda tangan. Apalagi jika harus menempuh `rimba lalu lintas` Jakarta.

Y a, sebagai ibukota, sudah selayaknya Jakarta menjadi contoh bagi daerah lainnya. Makanya secara bergurau kami pun mengajak Pak Margani untuk membuat blog, dan menshare pemikirannya yang cemerlang di dunia maya.

Kunjungan kali ini menambah satu pelajaran berharga bagi saya untuk lebih baik tidak sekedar mengkritik, tetapi harus mencoba memahami gaya kebijakan seseorang, melalui bertanya dan konfirmasi lebih lanjut.

Iklan
  1. Numpang nimbrung nih Mbak…
    Wah, soal diskusi cerdas, saya setuju banget Mbak! 🙂
    Tidak perlulah main bakar-bakaran, selama para petinggi itu asik diajak diskusi. Tidak perlulah aksi menghadang jalan, kalau dengan kepala dingin semua bisa selesai.
    Terus, blognya Pak Margani di mana Mbak? Kalau tidak salah, ada salah seorang menteri kita yg sudah punya blog sendiri ya? 🙂
    Rabu kemarin saya melihat ada pelatihan instalasi ubuntu dari Depkominfo untuk pegawai dari berbagai macam instansi. Salah satu sesinya menjelaskan tentang pentingnya blog bagi guru dan praktisi pendidikan. Keren.. Semoga semangat membuat blog menjadi jalan untuk mempermudah para guru berbagi ilmu. Amin

    Pak Margani akan diajar Pak Dedi untuk ngeblog (^_^)
    Pak Juwono Sudarsono sudah punya.
    Sebenernya bukan blognya yg penting, tp kemauan untuk menshare (^_~)

  2. Alhamdulillah … Sy selalu yakin; niat baik akan menemukan jalan atas restuNya … keep fight

    murni : begitulah…keep fight juga, Pak (^_^)

  3. Ternyata para pejabat juga bisa diajak ngobrol ya…, saya kira susah. Mudah-mudahan pejabat-pejabat lain juga bisa diajak ngobrol, apalagi mengenai masalah pendidikan.

  4. sharing=berbagi keuntungan antar klangan atas sudah biasa ,bagaimana untuk yang bagian bawah ….tanya kenapa….

  5. Alhamdulillah…para petinggi akhirnya mau melek juga….
    Mudah-mudahan saja yang di atas juga mau menjadi tidak gaptek…(maaf ya pak/bu tidak berarti gaptek kan?)

    sebenernya mereka sangat paham, Pak, dan sudah banyak mungkin yg mengakses dunia maya. Saya sendiri kurang info, krn belum pernah berkomunikasi langsung dg mereka kebanyakan (^_^)

  6. Andaikata selua pejabat bisa di ajak ngeblog asik juga kita bisa komen, memang anarkis ga akan menyelesaikan masalah

    murni : mungkin harus ada semacam `movement` barangkali, kayak gerakan senyum sehatnya mba Evy (^_~)

  7. Kecil tapi besar manfaat itulah yang harusnya kita perbuat dulu, bukan begitu bu.. 🙂
    dengan blog, electronic mail semuanya jadi efisien.. selamat bekerja dan salam kenal

    salam kenal juga, Pak

  8. Sepertinya harus dimulai dari lingkungan sendiri yah untuk membiasakan sesuatu. Tapi bener juga pimpinan tertinggi harus juga mau komit untuk mau lebih terbuka.

    keterbukaan itu kalau kita pun sering `menyambangi` mereka. Tak kenal maka tak sayang (^_^)

  9. Di Jakarta, bukan saja penerimaan siswa baru (PSB) yang menggunakan internet on-line, tapi siswanyapun dapat melihat perolehan nilainya melalui internet. Maju terus Jakarta

    murni : terima kasih atas tambahan infonya, Pak 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: