murniramli

Menulis paper dengan indah

In Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang on Juni 1, 2007 at 7:54 am

Belakangan saya suntuk mengerjakan paper berbahasa Jepang yang harus disubmit minggu depan.  Paper ini adalah laporan tentang hasil penelitian di Indonesia beberapa waktu yang lalu. Sudah ada 10 lembar tulisan yang sudah saya baca berkali-kali tetapi rasanya masih kurang saja.  Untuk mengecek grammar dan penggunaan kata saya minta seorang teman Jepang mengeceknya, dan sekalipun dia memuji-muji kehandalan penulisan paper saya (krn saya orang asing barangkali), tapi saya masih mengkerut, tak berani mengangkat wajah, karena merasa tulisan saya tidak indah (>_<)

Menulis dengan indah memang tidak gampang.  Saya bukan termasuk jagoan di sini.  Tulisan saya malah kebanyakan menghamburkan pemakaian kata yang kalau diperiksa oleh guru bahasa Indonesia pasti dapat angka kurang dari lima.

Dulu saya beranggapan bahwa menulis indah (menulis dengan kata-kata yang indah), tidak bisa dilakukan untuk tulisan ilmiah.  Mungkin karena saya dari latar belakang sains, tapi ketika menekuni bidang sosial, pandangan saya agak berubah. Saya begitu terkesan dengan tulisan-tulisan berbahasa Jepang yang walaupun saya tidak tahu 100% artinya, tapi saya bisa merasakan bahwa tulisan-tulisan ilmiah yang ditulis oleh para peneliti pendidikan di Jepang, kebanyakan indah. Karena indahnya, sekalipun bertemakan sesuatu yang berat, membaca tulisan-tulisan mereka pun menjadi sangat menyenangkan.

Sekarang saya begitu frustasi karena setiap membaca kalimat-kalimat yang saya buat kesannya tidak indah.  Saya gagal `melukis` dengan kata-kata dalam paper yang sedang saya buat.  Barangkali karena saya kurang banyak membaca tulisan-tulisan  Jepang. Sebab banyak membaca akan membuat seseorang makin pandai menulis tentunya.

Menulis paper biasanya harus mengikuti panduan yang baku, dan yang agak membuat frustasi di bidang sosial di Jepang, adalah penggunaan kata-kata yang tidak boleh sembarangan.  Misalnya kata `変化、変革、変更、変遷、変容‘ semuanya berarti  `berubah`, tapi tidak bisa sembarangan dipakai.  Kata `子供 atau  子ども、dua-duanya dibaca sama yaitu  `kodomo` dan artinya pun sama yaitu, anak.  Tapi kata yang pertama tidak boleh dipakai dalam  paper yang berbau pendidikan, karena kanji kedua  (供)menunjukkan arti orang yang mempunyai tugas melayani. Jadi sudah menjadi keputusan bersama, penulisan kedualah yang diterima.  Tapi dalam tulisan di surat kabar, atau mass media lainnya, penulisan yang pertama masih dilakukan.

Seorang teman wanita Jepang menawari saya pergi ke restoran dan makan kue yang terenak, setelah paper saya selesai.  Ya, saya harus menyelemati diri sendiri dengan perayaan serupa ini 😀 ……jika paper berbahasa Jepang saya sukses tembus ke jurnal universitas bulan Juli mendatang.

Iklan
  1. Ya begitulah bu…, seringkali tak mudah menulis dengan indah dalam bahasa asing. Bahakan dalam bahasa sendiri saja, (saya) masih sulit.
    Tapi, ga apa-apa… teruskan saja bu….

    murni : ya, begitulah, memang harus diteruskan.

  2. Seperti kata Bu Murni, banyak membaca akan menambah kosakata kita dalam membuat sebuah tulisan yang bermutu.
    Untuk mahir menulis dalam bahasa Jepang, ya kita juga harus banyak membaca literatur-literatur yang berbahasa Jepang.
    Sukses untuk paper nya Bu…

    murni : makasih 😀

  3. ajarin buat paper dong…

    murni : yuk, sama-sama belajar !

  4. Gimana dengan saya yang tinggal di pinggiran Kalimantan? Susye cari buku bacaan untuk mengindahkan kemampuan bahasa. Padahal bidang saya, Bahasa Indonesia, sangat memerlukan itu semua. Jalan-jalan dari blog-ke blog, malah membuat bahasaku makin kacau karena mau ikut-ikutan biar enggak terlalu kaku, gitu loh.

    murni : perpus kabupaten ada ?
    Pak guru, sekalian cek bahasa Indonesia saya duunk !

  5. nulis paper? momok nih buat aku atau keduluan males ya? heheheh

    murni : saya juga momok sebenernya, Pak…tapi….

  6. haik … domo

    murni : Pak Dedi, maaf saya belum bisa mengerjakan `tugas` u jurnal yg diberikan Pak Margani kemarin dalam waktu dekat ini. Insya Allah setelah tugas paper saya beres, saya akan coba kerjakan.

  7. ok … tuntaskan aja yg penting … thx

  8. Nulis ? Terkadang mau memulainya yang sulit…
    Tidak tahu ya mengapa…?

    murni : kan sudah ditulis dalam pepatah 😀

  9. Nulis,,,,untuk ngeposting aja bingung apalagi buat tulisan…..harus banyak sumber kali yachh….bravo…deh bu ramli…..sayonara…

    arigatou gozaimasu
    ja, mata 😀

  10. mbak..
    kesulitan saya adalah untuk memulai menulisnya..suka takut duluan, tahu sendiri kan waktu saya presentasi cara baca kanji saya lambat banget, untung ad amba Murni yg bantuin pas saya gak tau..^-^

    mba Murni, ajarin dan ajak2 saya blajar nulis dan baca artikel jepang dongg…

    murni : ah, Teteh ini…adalh orang paling berani yang saya kenal 😀 masa nulis takut ? Kemarin petugas bank BNI yg `nelen` ATM-nya saja mo digebrukin hehehhe…

  11. dibikin enjoy aja…. waktu ad mood, buruan nulis, kl lg down, cari ide yang mantab. jadi gag ad waktu yg sia2… chayo….!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: