murniramli

Memotret pesantren

In Serba-serbi Indonesia on Juni 12, 2007 at 2:13 am

Beberapa waktu yang lalu saya menerima email dari Pak Jusuf Arief, seorang staf City bank yang hobi memotret. Beliau mengatakan tertarik dengan tulisan saya di sini, dan berniat berkunjung untuk memotret pesantren Darul Fallah. Karena memahami niat baik beliau, saya kemudian memberikan nomor telepon yang bisa dihubungi, dan tanggal 2 Juni yang lalu, Pak Arief dan rekan datang ke Darul Fallah.

Pagi ini saya menerima link-link foto hasil jepretan Pak Jusuf Arief, Pak Igor Firdauzi, dan Pak Evodius Purwoko. Mereka semua ternyata tidak hanya pakar di bidang perbankan tetapi jeli dan apik sekali dalam memotret. Saya mendapat kesan lain dari pesantren yang dulu saya pernah tinggali selama kurang lebih 10 tahun.

Foto-foto yang mereka buat dalam nuansa hitam putih sama sekali tidak mencerminkan kekumuhan yang selama ini sering dialamatkan kepada pesantren. Bapak-bapak tersebut berhasil memotret pesantren dari sisi kehidupan sehari-harinya tetapi dengan sudut pengambilan yang menarik sekali. Pesantren menjadi indah dilihat dan ingin dikunjungi.

Seorang professor saya di Nagoya University, Prof. Nishino Setsuo menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menyusuri pulau Jawa untuk mempelajari dan merekam pesantren-pesantren di Indonesia dalam bentuk tulisan. Disertasinya yang tebal dan papernya yang tersebar luas di journal-journal berbahasa Jepang maupun Inggris adalah rekaman sejarah pesantren yang sangat berharga bagi umat manusia. Di kantor ketua pesantren DF, saya pernah menemukan ensiklopedi pesantren-pesantren Indonesia, tetapi belum mengangkat banyak hal nilai humanismenya.

Foto yang diambil rekan-rekan tadi, sangat tepat memotret kehidupan humanis dalam pesantren. Seandainya dapat, alangkah baiknya jika ini dijadikan buku. Buku yang bisa menyampaikan kebenaran dari balik pesantren agar tidak lagi dituduh sebagai sarang teroris, agar tidak dituduh salah dalam mendidik anak, atau agar policy maker pendidikan tahu betapa besar perjuangan masyarakat membantunya menyediakan akses pendidikan kepada rakyat pelosok dan kebanyakan.

Jika ada waktu saya pun ingin jalan-jalan, mempelajari pengembangan pesantren-pesantren dari sudut major saya : school management. Kalau bisa lahir sesuatu dari upaya itu yang bisa membuat orang lain menjadi paham terhadap sesuatu, sekalipun itu sepele, maka menjadilah dia amal jariah kelak.

Demikian pula foto-foto yang diambil Bapak-bapak tadi.

Selamat berkarya, Pak 😀

Iklan
  1. Pertamax…! he…he…he…

  2. hehehe … asyik juga, keliling pesantern

  3. Wah, baru-baru ini saya diskusi dengan Dutch’s Students. Dari diskusi sepele sampai yang berat-berat. Salah satunya tentang pandangan mereka terhadap muslim.
    Sangat menarik sekali.
    Dengan penuh semangat dan antusiasme yang tinggi, walau dengan bahasa Inggris yang terbata-bata, saya berusaha jelaskan pada mereka, saya berusaha menjelaskan pada mereka apa itu Islam? Menjelaskan kekeliruan pandangan mereka terhadap Islam. Dst,dst.
    Umumnya mereka anggap Islam begitu keras, anarkis, (pokonya pandangan mereka itu kebanyakan negatif saja…). Mereka mencontohkannya masalah “Jihad” yang mereka identikan dengan aktivitas teroris (yang katanya bersarang di pesantren).

    murni : seharusnya sekali-kali diajak melancong ke pesantren :d

  4. Ibu bisa tidak saya dikirimkan hasil-hasil penelitian prof.Nishino tentang pesantren di Indonesia? karena saya juga (baru) meminati bidang pendidikan islam tradisional yang rasanya memang menarik dan cukup penting bagi peradaban umat manusia terlebih umat islam. terimakasih

    murni : Tulisan beliau hanya ada dlm bahasa Jepang, dan yg saya punya dalam bentuk buku, itu pun diberi oleh beliau krn ngga sanggup beli hehehe….mahal, Mas. Sy belum pernah menmukan dlm Bhs Inggris atau Indonesia yg bisa diakses online atau ada di jurnal kampus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: