murniramli

Jatuh : Malu atau sakit ?

In Renungan on Juni 13, 2007 at 9:12 am

Pernahkah anda jatuh dan disaksikan oleh banyak orang ? Bagaimana rasanya ?

Saya mengalaminya hari ini. Rasanya sudah lama sekali saya tidak jatuh 😀 terakhir saya jatuh terguling ketika bermain badminton dengan kepala menumbuk lantai agak keras, sehingga pandangan berkunang-kunang dan agak limbung, itu kejadian 2 tahunan yang lalu. Atau setahun lalu, kejadian yang mirip, jatuh ketika terlalu semangat bermain badminton.

Tapi hari ini saya jatuh di saat bekerja part time di mister donut, menumpahkan dua ember sisa kopi yang membasahi sekujur tubuh. Di tengah ramainya pembeli pula. Benar-benar apes !

Saya terbiasa membawa donut-donut ke depan etalase jika melihat teman-teman di bagian service kerepotan melayani tamu, sedangkan donut di lemari etalase mulai habis. Hari ini entah kenapa, banyak barang yang agak berserakan di bawah lemari pajang, dan saya tidak ingat betul benda apa yang menghalangi kaki saya sehingga saya terjerembab dan jatuh di atas ember2 berisi air kopi. Untungnya saya tidak sedang membawa tray berisi donut. Biasanya kalau jatuh, saya suka tertawa sambil meringis, karena heran : `kok bisa jatuh sih, sudah sebesar ini ? Tapi kali ini saya tidak tertawa sama sekali, saya cuma meringis kesakitan, dan pelan-pelan bangkit dengan pakaian yang sudah basah kuyup. Rasanya sebuah benda keras menumbuk bagian dekat pundak, sakit sekali.

Saya biasa menertawai adik saya kalau dia jatuh, bahkan ketika kecil dulu-boro-boro menolong- kalau ada teman yang jatuh saya malah tertawa terpingkal-pingkal, dan baru berhenti kalau teman sudah menangis keras. Tapi tidak ada yang menertawakan saya hari ini, semuanya justru mengkhawatirkan kalau-kalau kopinya panas, ada yang luka, sakitnya di mana. Bahkan ketika saya bermaksud mengambil lap dan mengemasi barang-barang yang saya jatuhkan, semuanya berkata, tidak usah. Saya langsung menunduk dan kembali ke dapur dengan perasaan kacau balau, antara malu dan merasa bersalah karena merepotkan semuanya plus bingung : kok saya bisa jatuh ya ? Sekalipun masih terasa sakit sekali di bagian yang terbentur, juga karena memar di tangan dan kaki, saya hanya tersenyum saja ketika seorang staf datang ke dapur melihat kondisi saya yang benar-benar mandi kopi. Pak Manajer menyodorkan handuk dan menyuruh istirahat. Saya terima tanpa mengucapkan terima kasih. Lupa ! Atau karena saya malu ?

Jatuh bagi sebagian orang memang hal memalukan. Ketika anak-anak jatuh, biasanya mereka langsung menangis. Apakah karena sakit atau karena malu sebab semua orang menengok dan melongo ? Mungkin karena dua hal ini. Biasanya kalau ada anak yang jatuh, orang tuanya langsung mengatakan : Uh, chayank…ga apa-apa ya ! Pinter kok ya ! Ngga nangis ! Hebat ! Jagoan ! (Padahal si anak sudah mewek 😀 )

Saya bukan psikolog, jadi tidak tahu bagaimana perasaan orang yang jatuh. Tapi kalau saya jatuh, saya langsung malu….dan akhirnya meringis, atau tertawa sambil meringis, atau ngga bangun-bangun ! Sakit pas jatuh biasanya akan terasa belakangan, seperti ketika saya menulis tulisan ini : badan saya mulai sakit (>_<). Jadi, kesimpulannya ketika jatuh perasaan malu lebih dominan daripada rasa sakit.

Dalam keadaan demikian, jangan sampai ada yang menertawakan, sebab bisa menambah sakit, mengurangi kePD-an dan menaikkan tensi hingga ke ubun-ubun 😀

Jatuh bagi sebagian orang adalah aib, maka menurut pesan Rasul SAW : Tutuplah aib saudaramu maka Allah akan menutup aibmu kelak (dalil ini tidak berlaku bagi para pelaku korupsi !) Jadi ketika seseorang jatuh, entah jatuh sakit, jatuh miskin (jatuh hati tidak masuk kategori ini) maka sebaiknya kita menjadi penutup aibnya.

Saya teringat Miss Universe dari US yang terjatuh karena lantai yang sangat licin ketika berlenggok di Meksiko beberapa waktu yang lalu. Salut buat dia atas ketidakcanggunggannya kembali melenggok dan ….tidak jatuh lagi 😀 Orang-orang seperti ini katanya mempunyai rasa percaya diri yang besar.

Ya, sekali-kali orang perlu `jatuh` agar bisa merasai nikmatnya `tidak jatuh`

Iklan
  1. PERTAMAX! he…he…he… tergantung kalau jatuhnya di depan cewek cantik ya malulah

    murni : biarpun pertama, ngga ada hadiahnya, Mas 😀

  2. Untung jatuhnya cuma jatuh secara fisik Bu Murni. Bila jatuhnya, jatuh secara mental, wah bahaya sekali. Sulit untuk bangun. Orang lain tak tahu keadaan kita yang sedang jatuh secara mental. Orang lain aka sulit membangunkan kita, tak tahu keadaan kita sesungguhnya.
    Untuk bangun dari keterpurukan mental, beeeeerat, beeerat sekali. Walau sudah beragam motivasi, pengetahuan akan keoptimisan dimunculkan, untuk bangkit itu tidak mudah.

    murni : pernah ngalamin ya ? (jatuh mental 😀 )

  3. Butuh perjuangan ekstra keras, tak mudah bangun dari keterpurukan mental itu….

    Pernah ngalamin kali ya? Hehehehe…

  4. Bu, bukan pernah ngalamin. Tapi, pernah ngalamun.

  5. hati-hati ya mbak kalau kerja, jangan sambil ngelamun dong. Apa sih yang dipikirkan, Indoneisa aman kok.

    murni : pas kerja part time. boro-boro mikirin negara, yg dipikirin kapan istirahatnya neeh 😀

  6. Numpang nimbrung nih Mbak…
    Jatuh kadang2 perlu Mbak. Jadi ingat kata-kata BruceWayne (ato bapaknya ya? lupa…) d film batman.
    “Untuk apa kita jatuh? Agar belajar caranya bangun”
    Sori OOT nih Mbak…
    Minta koreksinya atas tulisan saya di <a href=”http://pramur.wordpress.com/2007/06/09/kata-kerja-dalam-bahasa-jepang-1″ rel=”nofollow”>sini</a>
    Terima kasih…

    murni : dah, saya cek.
    bagus tuh tulisan, tinggal naik cetak 😀

  7. Hmm, saya mah cuek aja kalo jatoh. Lha ya gmana, bukan dari jatoh aja, selaen itu saya juga merasa suka bikin ‘aneh2’ yang bikin orang ketawa..
    Take it easy aja. Menertawakan diri sendiri bisa jadi pelajaran berharga..

    murni : komedian dong 😀

  8. Pentingnya melihat ke bawah selain ke depan ke atas ke kiri dan ke kanan artinya waspada gitu…
    Coba di renungkan hikmah apa yang di dapat setelah jatuh…

    murni : sudah direnungkan, Pak.
    Saya ternyata suka ngga ngelihat ke bawah kalo jalan 😀

  9. Pendaftaran Top Posts periode Mei-Juni 2007 telah dibuka. Postingan Anda yang tertayang pada Mei-Juni 2007 bisa Anda daftarkan di http://muhshodiq.wordpress.com/2007/07/06/pendaftaran-top-posts-mei-juni-2007/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: