murniramli

WC bagi orang Jepang

In Serba-Serbi Jepang on Juli 2, 2007 at 1:34 pm

WC atau toilet bagi orang sedunia fungsinya hampir sama, yaitu sebagai tempat untuk buang hajat.  Tempat yang terkesan kotor karena fungsinya ini di beberapa negara dibuat dengan keunikan tersendiri. Di Jepang, WC tradisional atau WC jongkok masih banyak dijumpai di rumah-rumah atau di tempat-tempat umum.  Dulu saya sering berkelakar dengan teman saya, bagaimana caranya wanita Jepang yang berkimono buang hajat di WC tradisional Jepang ? 😀

WC bergaya western juga sudah menjamur dengan berbagai fasilitas modernnya.  Di kampus, saya pun kadang pilih-pilih WC 😀  Di fakultas saya, WC-nya sudah dilengkapi dengan perlengkapan modern yang tinggal dipencet-pencet. Ada tombol untuk menyemprotkan air, menyemburkan bau harum, memperdengarkan suara flush, supaya suara-suara `aneh` tak terdengar dari luar.  Bahkan secara otomatis mengalirkan semua kotoran ketika si pengguna beranjak meninggalkannya.  Tidak perlu melakukan apapun, WC2 modern sudah memberikan pelayanan serba lengkap.

Karena saking `nyaman`nya, WC menjadi tempat orang Jepang untuk melakukan beberapa keisengan.  Beberapa waktu yang lalu teman Latvia saya mengirim email, mengabarkan tentang teman Jepangnya yang saking workaholicnya bekerja di kementerian dalam negeri Jepang pada masa kampanya Koizumi, dia tidak punya waktu untuk tidur.  Sebagai pelampiasannya, WC menjadi salah satu alternatif untuk ngorok sekitar 1-2 jam tanpa harus khawatir kepergok bos 😀

Lain lagi cerita teman hari ini, untuk mempersiapkan bahan presentasi di sebuah seminar, seorang temannya memanfaatkan WC untuk mengetik.  Beberapa WC dilengkapi dengan fasilitas pemanas, yang karenanya di dalam WC tersedia sambungan listrik.

Beberapa wanita Jepang juga memanfaatkan WC untuk merokok.  Hari ini saya terpaksa masuk WC milik perusahaan kereta Meitetsu, di stasiun Kanayama, yang biasanya saya enggan karena WC-nya WC jongkok dan bau. Tapi karena terpaksa, saya masuk ke WC yang dilengkapi dengan tempat meletakkan bayi.  Di lantai WC tersebar putung rokok, padahal sudah tertulis dengan jelas `NO SMOKING`.  Meitetsu membuat peraturan baru yang melarang penumpang keretanya, baik yang sedang menunggu di platform, nongkrong di WC apalagi di dalam kereta untuk merokok.  Sehingga banyak orang mencari-cari tempat aman untuk mengebul barang sesaat.

Ya, WC memang menjadi tempat yang multi fungsi di Jepang.  Bagi kami yang muslim, tempat ini menjadi alternatif untuk mendirikan sholat, tetapi biasanya kami memilih sholat di lorong-lorongnya yang bersih, bukan di dalam WC-nya. Barangkali ada sebagian pendapat yang mengharamkan ini, tetapi ada situasi darurat yang menyebabkan kami harus melakukan ini.  Jika demikian adanya, maka hanya keyakinan yang kuat bahwa Allah Maha Memaklumi keadaan ini, sholat kami kerjakan dengan sedikit ketentraman.  Wallahu a`lam bi shawab.

  1. Wow, kok sampai segitunya Bu…? Sholatnya deket WC? Kenapa? (Eh, di Indonesia juga sama euy, mushola itu dekete WC umum…Hehe)

    murni : kasus sholat di WC ini juaaarang banget, kalo sdh kepepet. Biasanya sih kami sdh memperhitungkan dimana harus sholat ketika bepergian.

  2. Murni san, wow, you are getting famous. Its a pity i cannot read your blog unless I do take out that book of ‘teach yourself indonesian’ and study very hard….ganbareeee ne!!
    <em>

    hii….ratobia sama,
    This is based on your story about `the crazy Japanese` who used toilet for sleep….the candidate for Fukui’s (or Fukuoka) governor…. hehehehe…. 😀

  3. hontoudesuka???shinjirarenainaa….

    murni : di Jepang banyak sekali yg unbelievable !

  4. Mbak Murni,
    Demi ketenangan & kekhusyukan, kami dulu sering menjalankan sholat di WC, tetapi kami memilih WC yang lebar dan bersih. Biasanya WC yang ada fasilitas untuk org. cacat, atau ibu-ibu yang membawa anak, ruangannya cukup lebar (3x3m kalau nggak salah), dan bersih. Kalau masalah “najis”, saya menganut faham sbgmana di ushul fiqh: “keragu-raguan tidak bisa membatalkan sesuatu yg yakin”, jadi segala sesuatu itu dianggap bersih dan suci, kecuali jelas-jelas nampak bahwa ada najis di situ.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: