murniramli

Politik

In Renungan on Juli 21, 2007 at 1:43 pm

Politik, sebuah kata yang sedang ramai diperbincangkan di kalangan warga PPI Jepang yang sekarang sedang melangsungkan PEMIRA untuk memilih orang nomor satu di PPIJ. Beberapa tahun yang lalu ketika Konggres berlangsung di Nagoya, saya tidak begitu paham mengapa menjadi ketua itu begitu penting bagi sebagian orang/kelompok ?  Saya pun tidak jelas mengapa harus ada kubu dan kompetisi, jika memang yang hendak dipilih adalah orang yang akan menjadi pembawa aspirasi semua pelajar ?

Politik memang membuat bingung !

Hitler dalam buku Hidden Story, diceritakan sengaja menyerukan pembantaian kepada kaum Yahudi, padahal notabene dia Yahudi, dengan tujuan agar dunia bersimpati dan menjadi kasihan kepada Yahudi yang sudah dikejar-kejar terus sejak zaman Nero, dan tak mempunyai tanah kediaman sejak diusir dari Madinah.

Dalam politik pun sah ketika seseorang dari Golongan A disusupkan ke team pendukung calon Golongan B, berpura-pura mendukung calon netral dari golongan B dan mengembangkan opini `dukungan kepada calon netral`, untuk menutupi  opini keberpihakan, sementara aksi bawah tanah untuk mendukung calon Golongan A terus berjalan tanpa ada kecurigaan.

Ah, politik memang menciptakan amok untuk menutupi gerakan rahasia.

Teringat kisah perang Uhud.  Kekalahan pasukan muslim dikarenakan kegagalannya meredam kemarukan akan harta rampasan perang yang bergelimpangan di lembah Uhud. Pasukan Khalid bin Walid, tokoh Quraisy sengaja menunggu kehingarbingaran ini terjadi dari puncak bukit Uhud, untuk kemudian menyerang mereka yang tengah lengah.

Ah, politik memang pertarungan kejelian dan kesabaran.

Politik bisa juga dipakai dalam melonjakkan pemasaran barang.  Suatu hari ada pembuat antena TV di Indonesia yang ingin melariskan barangnya, maka diutuslah beberapa orang ke toko untuk menanyakan antena merk A ada ?  Karena seringnya ditanyakan maka pihak penjual penasaran, dan terjebak dalam pembuatan opini si produsen.  Toko kemudian memesan antena A dan mulai memasarkannya.

Ah, politik memang membawa uang !

Ketika berada di Indonesia seorang teman baik saya yang suaminya bekerja di perusahaan kehutanan bercerita bagaimana para pecundang beringsut-ingsut mendekati pemenang pemilu, tak peduli apakah partai Islam atau partai nasionalis, yang penting jalin kedekatan, yang pada akhirnya akan mengirimnya ke posisi pejabat.

Ah, politik memang identik dengan kedudukan.

Saya menjadi gamang dengan ketakjelasan siapa mendukung siapa, siapa di balik siapa

Sayang sekali dalam politik tak mengenal kata `kerjasama`, yang ada hanyalah kerjasama untuk memenangkan`persaingan`, yang setelah kemenangan, dibuka arena membagi-bagi kue, dan kue tak akan diberikan kepada para oposisi.  Akibatnya yang terjadi adalah kritikan dan persaingan abadi ! Tak ada kerjasama atau tak legowo menjadi pemenang dan pecundang ?

Saya mengangkat jempol kepada orang yang ada di balik layar yang mengontrol dan meneliti trik-trik baru berpolitik.  Bagi mereka barangkali sangat mengasyikkan memindahkan pion-pion catur, memainkan manusia-manusia yang tak mengerti sedang dimainkan.

Ah, kepala saya jadi nyut-nyut….

Iklan
  1. Yatta… comment No. 1 🙂

    murni : ga nulis pesan sponsor, Pak ? sebg salah seorg team sukses kandidat Chubu 😀

  2. Ah, politik itu menyenangkan.
    Ah, Politik itu mengasyikkan.
    Ah, politik itu bikin kita penasaran.
    Ah, polotik itu memberikan tantangan.
    dst.
    Saya suka baca tentang perpolitikan, asyik loh Bu… serius…

    maksudnya ….yg serius itu politiknya atau ngebacanya ? 😀

  3. Mungkin teori orang politik itu sama dengan jenderal, asyik memerintah pasukannya, sementara dia santai – santai di tempat duduknya. 😀

    Btw, sekarang agama juga ramai dibicarakan…

    murni : spt yg Bapak tulis ya 😀

  4. Wah Mbak Moernier ini emang banyak bisanya. Omong soal politik juga hebat. Omong-omong siapa calon yang dipilih untuk PPIJ-1?

    Mbak Moernier, makasih atas link-nya. saya tahunya dari technorati. salam.

    murni : ya…krn jadi pengurus di PPIJ Chubu, maka kandidat Chubu dong, Pak 😀
    Semua calon bagus2 idenya, mo pake parameter program, semua OK, mo pake parameter otak encer, semuanya pinter ter ter, jadi saya pake saja parameter tergampang : yg paling dekat tinggalnya dg saya 😀 Dijamin hanya ada pada satu kandidat ! 🙂

    link-nya sama-sama, Pak. Semoga saya dan teman2 yg perlu informasi ttg developing coutries bisa mengambil manfaat dr blog Pak Rony, atau bisa ikut `kenyang`
    dg hanya melihat kue2nya Bu Devi 😀

  5. jadi inget pelajaran introduction to politics, politik itu kaya kentut, wujudnya kagak ada, baunya naudhubillah dah

    murni : duh, senengnya pernah dapet kuliah politik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: