murniramli

Konsultan Sekolah di Takahama shi

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Jepang on Juli 27, 2007 at 7:11 am

Tiga pekan yang lalu saya bergabung dengan rombongan Nanbu sensei berangkat ke kota Takahama untuk melakukan intreview, mendengarkan keluhan para kepala sekolah dan guru-guru. Tugas kami ini terkait dengan pembentukan konsultan sekolah yang diprakarsai oleh The Board of Education dan Walikota Takahama.

Takahama punya kekhasan dilihat dari independensinya mengelola pendidikan dasar dan menengah. Selain mempunyai sistem eveluasi sekolah yang sudah established sebelum Kementrian pendidikan Jepang menghimbau dan mengharuskan sekolah-sekolah mengembangkan evaluasi mandiri, kota Takahama juga menjadi pelopor di Aichi ken, atau mungkin di Jepang dalam mengembangkan pola konsultan sekolah yang melibatkan 2 orang professor, yaitu Prof. Nanbu Hatsuyo dari Nagoya University dan Prof. Kioka dari Meijo University.

Program konsultan sekolah telah berjalan kurang lebih lima tahun. Tahun ini konsultasi ditekankan kepada pelaksanaan evaluasi sekolah dan evaluasi guru. Seperti yang pernah dibahas dalam blog ini, banyak sekolah-sekolah di jepang yang meraih lonjakan prestasi dan perbaikan manajerial setelah rutin melakukan evaluasi sekolah, namun ada beberapa sekolah pula yang tidak mengalami kemajuan. Inilah yang menjadi fungsi konsultan sekolah di Takahama. Mereka bertugas meneliti dan menganalisa mengapa evaluasi sekolah tak berjalan efektif kemudian memberikan solusi kepada administrator sekolah atau guru-guru.

Kunjungan kami beberapa waktu lalu ke 2 sekolah, yaitu SMP Minami dan SD Minato. Kepala sekolah diwawancarai oleh Nanbu sensei dan ditanyakan apa keluhannya. Kepala sekolah SMP Minami sekalipun berbicara dengan gaya yang kurang tegas, tapi kelihatan beliau mengharapkan sekali perubahan sekolahnya. Kami pun sempat mengamati pembelajaran di kelas, dan terkaget-kaget dengan rendahnya kualitas pengajaran. Murid2 lebih banyak mendengar uraian guru, berbeda sekali dengan beberapa sekolah unggulan yang pernah saya kunjungi.

Kepala sekolah SD Minato orang yang sangat bersemangat, dan sangat menanti bertemu dengan team konsultan untuk menyampaikan beberapa permasalahan sekolahnya. Salah satunya anak-2 putri yang cenderung diam dan tidak aktif berpendapat di kelas. Ketika kami kunjungi kelas2 dan melihat bagaimana guru mengajar, kami menyimpulkan memang guru tidak mendrong anak-anak untuk berpendapat. Masalah lain yang ada di sekolah ini adalah kekuasaan kepala sekolah yang terlalu dominan, sehingga semua kebijakan sekolah sifatnya masih berpola top down. Beberapa guru yang menjabat sebagai administrator sekolah pun mengagetkan kami dengan sikap feodalnya yang tidak bisa mengubah pola evaluasinya yang menurut Nanbu sensei kurang baik dan harus diperbaiki. Suara tinggi Nanbu sensei diselingi suara keras Pak Guru membuat panas ruang kepala sekolah yang sudah dipasangi AC 25 derajat.

Alhasil kami menyimpulkan dalam perjalanan pulang bahwa beberapa guru di kedua sekolah yang kami kunjungi belum memenuhi profesionalisme yang standart dan dalam kaitannya dengan pelaksanaan evaluasi sekolah, banyak guru yang mengartikan dengan angka saja cukup tanpa interpretasi data yang baik.

Program konsultan sekolah ini dibiayai oleh pemerintah kota. Nanbu sensei sebelumnya telah mengerjakan program yang sama di daerah Mie prefecture dan berhasil dengan baik memperbaiki mutu sekolah. Sekalipun tak didanai dengan cukup, kami tetap bersemangat melanjutkan program ini, karena sepertinya kami berfikiran sama bahwa sekolah akan bisa maju jika para peneliti pendidikan turun tangan membantu, dan sebaliknya peneliti pendidikan akan berkembang kajiannya jika melihat fakta nyata di lapangan.

Iklan
  1. Kalo di Indonesia, konsultan sekolah ini apakah sebagian perannya bisa dijalankan oleh para pengawas Mbak? Tanya bener lho ini :-P.

    Mdtk, MSR

    murni : mestinya bisa, Pak.
    Asalkan pengawasnya dipilih orang yang memang kompeten (punya ilmu pengelolaan sekolah dan pengembangan pendidikan), plus bukan kayak pengawas sekolah saya yg datang cuman sekedar setor wajah dan ngga pulang2 sebelum disodori `amplop` (>_<)

  2. Maaf, tidak mengikuti tulisan ibu sejak awal. Saya selaku kepala SMK yang baru dan sekolahnya juga baru, di kota kecil, saya sama sekali tidak tahu apa yang baik untuk sekolah. Apakah yang menjadi poin-poin pertanyaan seorang konsultan bagi kepsek. Mungkin saya bisa ber-otokonsultasi (ada nggak ya?)

    @ Pak Gilig :
    Program konsultasi sekolah yang saya ikuti di Takahama, Jepang meliputi penerapan evaluasi sekolah dan evaluasi guru. Jadi pertanyaan2nya mengacu kepada hal tsb. Kami memeriksa dan menanyai kepsek ttg evaluasi sekolah (angket) kpd murid, ortu dan guru, dan menanyakan sikap atau tindakan yg akan dilakukan berdasarkan hasil angket tadi.
    Program evaluasi sekolah dan evaluasi guru adalah program yang digalakkan dan diwajibkan di sekolah2 Jepang. Barangkali Bapak sudah tahu juga hal ini.
    mohon maaf tidak banyak menjawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: