murniramli

Ingat PM Koi

In Serba-Serbi Jepang on Juli 30, 2007 at 1:22 pm

Sudah beberapa hari ini saya mendengarkan `nyanyian` berisik cicadas atau dikenal dengan `semi` oleh orang Jepang. Serangga yang memenuhi pohon-pohon di Jepang ketika musim panas ini mengeluarkan suara berisik dari gerakan sayapnya. Setiap suara ini muncul saya selalu ingat dengan Pak Koi (PM Koizumi). Tulisannya ada di sini.

Kemarin pemilu untuk memilih majelis tinggi di Jepang. Silahkan baca lengkap di blognya Mas Sani. Partainya Pak Abe atau muridnya Pak Koi, kalah cukup telak, dan partai yang berjaya sekarang adalah Partai Demokrat (民主党=minsyutou). Melihat wajah kekalahan Pak Abe di hampir semua layar TV (ngga ada acara lain selain tentang Pemilu), kelihatan sekali beban berat yang ditanggungnya. Banyak tuduhan ketakberhasilan kabinetnya yang menyebabkan anjloknya suara LDP (自民党=jimintou).

Ada program yang saya ingat betul yang disampaikan Pak Abe di awal kepemimpinannya seperti `utsukushii nihon` (kira-kira maksudnya The beautiful of Japan) berusaha mengangkat pariwisata Jepang, yang menurut saya sebenarnya tidak usah digembar-gemborkan juga, Jepang sudah punya daya tarik tersendiri bagi orang asing. Jepang sudah punya keunikan yang memaksa banyak orang menguras koceknya untuk sekedar datang ke negeri yang berhasil menggandengkan teknologi dan budayanya secara seiring. Kelihatannya slogan `utsukushii nihon` tak berhasil dibawakan dengan baik oleh Pak Abe, selain barangkali ada kaitannya dengan kemenangan Miss Universe Jepang baru-baru ini (ga nyambung ya ? :D)

Pak Abe jauh jika dibandingkan dengan Pak Koi. Pak Koi walaupun badannya kecil dan rambutnya putih (ini ga nyambung juga 😀 ), lebih punya power ketimbang Pak Abe yang berbadan gagah dan berambut masih hitam. Pak Koi disegani di luar, dan kelihatannya dia cukup `galak` kepada para menterinya sehingga tak banyak yang membuat `kehebohan` seperti menteri2 di bawah kendali Pak Abe. Di masa Pak Abe, Menteri pertanian, Thosikatsu Matsuoka bunuh diri, Menteri Kesehatannya, Hakuo Yanagisawa yang bermasalah dengan keseleo lidah mengatakan wanita adalah mesin pembuat bayi, atau menteri-menterinya yang lain yang bertingkah, yang membuat wajah Pak Abe semakin penuh dengan kesedihan.

Pak Koi di akhir-akhir masa jabatannya diterjang dengan kasus dukungan militernya ke Irak dan demonstrasi di China dan Korea yang meminta Jepang menyesali perbuatan perangnya. Biasanya Pak Koi akan pergi ke Yasukuni shrine, berdoa atau bertemu dengan para veteran perang yang mendukungnya. Pak Abe kelihatannya tak begitu bersemangat mengikuti tradisi ini 😀

Di tengah suara berisik cicadas di pohon-pohon yang menghijau di seantero Jepang saat ini, dilingkupi pula oleh udara panas menyengat, pemilu Jepang dan kekalahan Pak Abe dan Pak Koi kali ini terasa apes banget.

  1. Wah punya blog baru nih Bu Murni…

    murni : hehehhe…itu blog luama 😀

  2. Iyo yo Mbak, nek liat wajah Pak Abe sekarang dibanding waktu pemilu yg mengantarkannya ke kursi PM, seperti telah bertambah 10 tahun….

    murni : mungkin krn Pak Abe jarang senyum sekarang 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: