murniramli

Usul : Jam tidur siang di sekolah

In Manajemen Sekolah, Renungan on Agustus 6, 2007 at 8:13 am

Jam mengantuk saya mungkin sama dengan orang lain. Biasanya saya merasa kantuk yang teramat berat pada jam 11 pagi, jam 2 siang, dan tentu saja jam 12 malam. Sayangnya saya jarang sekali mempunyai istirahat yang cukup di siang hari. Ketika bekerja dari jam 6 pagi hingga jam 12, saya mendapat istirahat sekitar 10 menit pada jam 10-an, jika kemudian dilanjutkan dengan mengajar bahsa Indonesia pada jam 1 siang, otomatis saya tak punya waktu untuk tidur.

Kemarin, pada jam istirahat kerja, wakil manager di tempat saya bekerja mengeluhkan rasa kantuk dan semangat bekerja yang mendadak hilang. Dia bangun jam 3 pagi dan sampai di toko jam 4 untuk kemudian mulai membuat donut hingga jam 8 pagi. Jam 8 hingga jam 9, dia mengerjakan beberapa pekerjaan mengecek laporan hasil penjualan dan beberapa email yang masuk tentang kebijakan baru perusahaan. Kemudian jam 10 barang-barang bahan membuat donut tiba, dan tugasnya mengangkut dan memasukkan bahan-bahan tersebut ke dalam refrigerator, lemari, dll. Alhasil ketika saya istirahat jam 10, kondisinya sudah tak bertenaga.

Secara iseng, saya mengusulkan kenapa di toko tak disiapkan jam tidur sekitar 10-15 menit saja pada jam 10-11. Dan dia kaget sambil berteriak : ii nee sore wa ! (ide yang bagus !). Saya teringat dengan seminar beberapa waktu yg lalu tentang pendidikan di China. Sekolah dan kantor di China memberikan waktu istirahat yang cukup bagi siswa dan pekerja untuk pulang sebentar ke rumah, makan siang dan tidur sejenak. Aktivitas di mulai lagi pada jam 2 atau 3 siang. Di sini, terdapat informasi tentang kebiasaan toko-toko di Jawa Tengah yang tutup pada siang hari dan buka lagi di sore hari. Juga ada tulisan menarik tentang seni tidur siang ketika bekerja yang ditulis oleh Bill dan Camelie Anthony (The Art of Napping At Work) yang pernah dibahas juga di sini.

Menurut ahli, setidaknya di siang hari, seseorang harus tidur 30 menit supaya dapat memiliki energi baru dan kreativitas baru untuk berkarya. Saya hampir tidak pernah mempraktekkan ini di Jepang. Tapi sewaktu bekerja di Darul Fallah dulu, saya sering menghabiskan kira-kira 15-20 menit tidur di guest house pesantren, setelah makan siang dan sholat dhuhur. Entah saya menjadi lebih kreatif atau malah makin malas, tak pernah saya cek benar-benar efeknya.

Hanya sekedar usul saja, seandainya sekolah-sekolah yang aktif dari jam 7 pagi hingga jam 3 siang, memberi waktu tidur siang kepada murid-murid sekitar 20-30 menit pada jam istirahat, barangkali dapat meningkatkan motivasi belajar siswa ๐Ÿ˜€ Tentu saja, semua staf/guru juga diberi kesempatan tidur pada jam yang sama. Ini berarti sekolah harus menyiapkan ruang tidur yang sementara bisa menggunakan musholla. Boleh tidak ya ? Atau tidur di kelas sambil duduk, seperti yang biasa saya praktekkan di sini. Hanya saja badan sakit karena posisi yang tak nyaman, dan biasanya ada tanda `cap` di pipi ๐Ÿ˜€

Tidak semua orang bisa tidur pada siang hari, buktinya di sebuah sekolah di Jepang pernah disiapkan ruang tidur kecil untuk guru yang ingin beristirahat. Tetapi ritme kerja orang Jepang yang sangat gila, membuat tak ada guru yang ingin tidur dan memanfaatkan ruangan itu. Saya bisa bayangkan jika kantor-kantor pun menyiapkan ruang serupa mungkin pekerja di Jepang memilih keluar merokok atau makan di restoran pada jam-jam tidur ๐Ÿ˜€

Di Amerika ada beberapa perusahaan yang jeli memanfaatkan keinginan tidur dan rehat sejenak para karyawan, yaitu menyediakan ruang khusus dengan kursi-kursi pijat dan alunan musik yang membuat otot dan segala ketegangan menjadi calm down. Dan katanya, ini memacu kerja dan kreativitas pegawai.

Orang-orang yang tak bisa tidur pada jam-jam tidur dipicu oleh kerja adrenalin yang dipompa terus akibat stress dan tekanan pekerjaan. Karena sibuk, tak sempat memikirkan waktu relax. Menurut penelitian orang-orang yang seperti ini mudah sekali kena serangan jantung. Nah, loo ๐Ÿ˜ฆ

Saya sendiri tak punya jam tidur khusus di siang hari, tapi kalau mengantuk, saya bisa tidur sambil menelungkupkan wajah di meja selama 15-20 menit sesudah makan siang di kampus, atau tidur selama perjalanan di kereta (15-20 menit). Kalau di rumah, setiap mencium bau bantal, saya akan gampang sekali terlelap, dan bisa hingga 1-2 jam, seperti siang ini. Karena tidak bekerja pagi hari, malas ke kampus, apalagi sedang puasa, maka yang paling enak adalah tidur. Setelah itu memang rasanya fresh sekali dan semangat menulis lagi ๐Ÿ˜€

Daripada karyawan mencuri-curi jam kerja untuk tidur, atau mahasiswa/siswa pulas ketika kuliah/kelas sedang berlangsung, lebih baik memberlakukan waktu istirahat tidur siang selama 20-30 menit. Zzzzzzzz…………

Iklan
  1. Ini berarti sekolah harus menyiapkan ruang tidur yang sementara bisa menggunakan musholla.

    Sepertinya tidak usah. Tidur pun bisa sambil duduk, apabila hanya berselang 15-30 menit. IMO.

    Benar, itu ide yang bagus, karena waktu sekolah di Indonesia itu lama sekali….Dari jam 7 sampai jam 1-2 siang (Tidak jauh berbeda dengan Jepang).

    Sayang belum ada yang menanggapi ini. hmm…Apa harus dikasih proposal ya ?

    *Ngeloyor pergi*

    murni : eeeit, jangan pergi dulu ! Bikin dulu proposalnya ๐Ÿ˜€

  2. Wah, sebenarnya saya pernah membuat draft tulisan mengenai hal ini. Untung sudah didahului mbak Murni, jadi nggak perlu nulis lagi. ๐Ÿ™‚ Saya setuju mbak. Tidur siang itu membuat badan segar kembali. Di kampus dulu ada seorang sensei yg kibishii banget dan sangat cerdas. Di luar dugaan saya, beliau cerita kalau punya kebiasaan tidur siang di lab.nya. Sebelum tidur, pintu kamarnya dikunci dan beliau tidur siang barang beberapa saat. Mungkin itu rahasia kenapa beliau bisa demikian cerdas & kibishii ๐Ÿ˜€

    Saat gakkai ke Italy, saya sempat takjub melihat penduduk di sana memelihara budaya tidur siang. Sekitar pk.2 siang, semua toko tutup ๐Ÿ˜€ Sekitar pk.4 sore, barulah mereka buka lagi. Rupanya itu salah satu budaya mereka. Hal yang sama juga di negara Spanyol. Menyenangkan juga kalau di Indonesia kita punya kebiasaan itu.

    murni : tidur siang sebenarnya juga budaya Indonesia lo, Pak. Inget ga sewaktu masih kecil, suka disuruh tidur siang oleh ayah dan ibu ? ๐Ÿ˜€ Saya dulu tdk boleh main jam 4 kalau tidak tidur siang. Coba diusulin ke Play groupnya Tika, Pak ๐Ÿ˜€

  3. Tidur siang di sekolah? Wah enak banget dan setuju banget. Saya juga pernah mikir begitu. Sebab saya guru di sekolah Islam yang jam belajarnya sampai 15.00.
    Lagi pula termasuk yang dianjurkan Rasulullah. Di al-Quran pun ada isyarat itu (QS. 24: 58). Surprise juga dengan yang dibilang mas Anto tentang budaya Itali, Spanyol, dan “budaya”nya sensei itu. Cuma ‘kita’ (maksud sebenarnya ‘saya’) tidak respon dengan ajaran Islam, walaupun ngaku muslim. Kalau ada non-muslim melakukan baru kita bilang “di Islam juga sudah ada dari dulu.” Nah lho.
    Itulah bawaannya kalau iman itu tidak mantab (pakai ‘b’ bukan ‘p’).

    murni : alias ga PD jadi muslim ya, Pak ๐Ÿ˜€

  4. “Daripada karyawan mencuri-curi jam kerja untuk tidur, atau mahasiswa/siswa pulas ketika kuliah/kelas sedang berlangsung, lebih baik memberlakukan waktu istirahat tidur siang selama 20-30 menit”.

    Betul mbak…dulu di kantor ku kalo habis sholat dhuhur biasanya banyak yang ‘leyeh-leyeh’ bilangnya sih, tapi kenyataannya pada molor he..he..terutama bapak-bapaknya. Sekarang kalo pas ada kuliah siang sampai sore, aku suka merhatiin sebagian besar temen-temenku pada ngantuk berat bahkan saking ngantuknya ada yang sampai ngedengkur segala. Kalo begini kan kasihan dosennya transfer ilmunya jadi sia-sia… Saya sendiri kalo pas kuliah siang kadang juga ngantuk berat…tapi saya kuat-kuatin nggak sampek terdidur…selain udah jauh-jauh datang buat sekolah juga karena malu kan orang perempuan kok pas kuliah tidur he…he… (walau ngantuk nggak kenal gender ya mbak? maksudku kalo ngantuk yach ngantukl aja..)

    murni : ya, mestinya dibuat peraturan juga di Univ, jangan ada kuliah pas jam-jam sesdh makan siang ๐Ÿ˜€

  5. hehehe … tulisan yg bagus. gua baru aja debat sama istri, karna menurut dia tidur siang (terutama pada anak kecil) itu tidak perlu. menurut gua, dan ini gua terapkan pada jam istirahat di kantor, adalah perlu karna bisa mendapatkan energi baru dan otak menyimpan memori2 sehingga daya ingat jadi lebih kuat. anak2 perlu tidur siang karna lebih banyak butuh waktu utk tidur. tapi gua baca di web2, stelah umur 4 th, anak2 dapat tidak perlu tidur siang lagi.

    atau mungkin trend nya sudah bergeser, bahwa sekarang orang dewasa lah yg memerlukan tidur siang ? hehehe.

    ps : biasanya gua tidur siang di musola, bareng2 karyawan yg selesai solat zuhur :D, dan skitar 30 menit

    murni : 30 menit kelamaan mungkin ๐Ÿ˜€

  6. saya kelas X di slh satu smk di depok. kelas saya pada hari senin itu dimulai pukul 7 pagi s/d 5 sore. itu sangat melelahkan. dan tidak ada waktu untuk tidur. dihari yang lain paling cepat pulang adlh pukul 3 sore. saya rasa jam tidur 30 menit sangat dibutuhkan. mengingat teman” saya banyak yang mencuri” waktu tidur xD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: