murniramli

Jika hari itu tiba….

In Islamologi, Renungan on Agustus 21, 2007 at 8:58 am

Bulan September nanti, orang-orang Indonesia di Chubu akan mengadakan festival Indonesia. Kami dari PPIJ Nagoya menampilkan ensemble angklung, dengan lagu paduan antara lagu Jepang dan Indonesia. Sambil mengecek lagu2 yang akan kami bawakan di youtube, saya tersasar ke sebuah lagu yang dari dulu selalu membuat saya menangis. Lagu ini dinyanyikan dengan suara yang sangat indah oleh almarhum Chrisye. Kalau tidak salah liriknya ditulis oleh Pak Taufik Ismail.

Saya termasuk menggemari puisi-puisi Pak Taufik, karena bahasanya sangat indah, mengena dan walaupun terkadang repetitif tapi tidak boros kata. Semua kata disusunnya bermakna. Lagu yang saya maksud di atas adalah ini.

Syairnya dikutipkan dari pengirim video tersebut ,

Akan Datang Hari
Mulut Dikunci
Kata Tak Ada Lagi
Akan Tiba Masa
Tak Ada Suara
Dari Mulut Kita

Berkata Tangan Kita
Tentang Apa Yang Dilakukannya
Berkata Kaki Kita
Kemana Saja Dia Melangkahnya

Tidak Tahu Kita
Bila Harinya
Tanggung Jawab, Tiba?

Rabbana
Tangan Kami
Kaki Kami
Mulut Kami
Mata Hati Kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di Jalan Cahaya
Sempurna

Mohon Karunia
Kepada Kami
Hamba-Mu
Yang Hina

 Saking takutnya dengan tibanya hari itu, saya sampai menangis sepanjang jalan pulang dari kampus, padahal tadi ketika mendengarnya pertama kali pun saya sudah terisak-isak. Saya barangkali sangat tidak layak masuk surganya, tapi tidak juga berani masuk nerakanya. Saya teringat sebuah hadits yang menyebutkan bahwa api paling lemah di neraka adalah ketika sebuah arang panas diletakkan di kaki kita yang panasnya akan sampai ke ubun-ubun. Api terkecilnya saja saya tidak sanggup, ya Rabbku. Jangankan itu, panasnya udara di Nagoya sekarang yang melebihi 37 derajat sudah membuat kulit dan kepala saya terasa terbakar.

 Saya tidak seperti Umar bin Khattab yang berani menghitung amalannya di malam-malam tahajjud, lalu menangis tersedu -sedu ketika teringat kesalahan kecil yang dilakukannya di siang hari. Kekhilafan kecil itu digantinya dengan shalat malam yang semakin panjang dari hari sebelumnya dan amalan yang lebih banyak dari hari sebelumnya di keesokan harinya. Saya terlalu amat sangat kecil dibandingkan dengan sahabat Nabi SAW, apalagi dengan beliau sendiri.

 Teringat saya suara penuh bijak ustadz menjelaskan tafsir surat-surat Al-Bayyinah. Bahwa taman surga itu dialiri sungai-sungai dan kekal adanya. Dulu saya sering menyeletuk kenapa sungai, kenapa tidak laut ? Kenapa surga itu dipenuhi dengan bidadari cantik dan pemuda tampan ?

Ayat-ayat tentang surga di surat Al-Ghasiyyah sangat indah :

 fii jannaatin `aaliyah

Laa tasma`u fiiha laaghiyah

fiiha ainun jaariyah

fiiha sururun marfu`ah

au akwaabun maudlu`ah

wa namaariqu mashfuufah

wa zaraabiyyu mabtsuutsah

 Di surga yang tinggi

Tak terdengar di dalamnya senda gurau yang tak ada makna

Di surga ada mata air yang mengalir

Di surga ada tempat-tempat tidur yang ditinggikan

Dan gelas-gelas piala yang disodorkan ke tangan-tangan penghuninya

Dan bantal-bantal yang disusun rapih

 Dan permadani yang dibentangkan

 Ah, semua yang digambarkan Allah tentang surga adalah segala sesuatu yang sangat nikmat bagi hambaNya. DIA Maha Tahu apa yang sangat kita idam-idamkan.

Tapi penafsiran dan gambaran surga bagi kita manusia sangatlah sempit dan sederhana, kata Nabi SAW :”Maa laa ainun raat, wa laa uzunun sami`at, wa laa khatara fii qalbi basyar” Kenikmatan surga itu belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah dirasakan oleh hati manusia.

Surga, lebih dari yang bisa kita bayangkan ! beyond our imagination !

Adapun neraka, sebuah tempat yang lebih buruk dari yang bisa kita bayangkan.

Rabbi, saya tak tahu bagaimana penghisaban saya kelak. Saya tak tahu buku catatan amalku, apakah akan diterima oleh tangan kananku atau akan dilemparkan ke tangan kiriku. Apakah saya akan berdiri di barisan orang-orang yang wajahnya berseri-seri. Apakah saya akan melewati sungai Al-Kautsar yang dijanjikan NabiMu, SAW.

Namun, sangatlah saya berharap akan menikmati itu semua…

Ampunkan kesalahan tangan, kaki, mulut, hati, organ tubuh yang Engkau pinjamkan, jika tak pantas saya menggerakkannya. Hapuskan dosa-dosa yang menggunung. Hitunglah amalan kebaikan, sekecil apapun itu….

 

 

Iklan
  1. “Sen no kaze ni natte” juga ya Mbak. Artinya setelah kematian menjemput pun amal kita di dunia juga masih bisa dimanfaatkan orang lain.

    Mdtk, MSR

    murni : amin. iya semoga semua amalan baik kita menjadi amalan jariah adanya.

    btw, `sen no kaze` , melodi dan maknanya dalam sekaleee…penyanyinya juga suaranya mantabs 😀

  2. Hati saya jadi ikut bergetar membaca postingan Ibu. Sebuah refleksi yang dalam dan bermakna, mampu menggugah nurani para blogger yang kadang-kadang seringkali di luar kontrol — termasuk saya– mengumbar kata-kata sumpah serapah dan umpatan. Semoga kita selalu mendapatkan petunjuk dan hidayah-Nya sehingga semua organ tubuh kita senantiasa mampu digunakan hanya semata-mata untuk mencari ridha-Nya, amiin. Salam dari Kendal, Indonesia, Bu.

    murni : Amin. salam juga dari Nagoya, Jepang, Pak

  3. arigatto gozaimassu
    tulisano baguss sekali nee 😀

    murni : alhamdulillah wastaghfirullah…
    terima kasih sudah membacanya, Pak

  4. Tulisan yang sangat menggugah. Sepertinya ditulis dengan penuh perasaan. 😀

    Membaca tentang kenikmatan surga saja, sudah begitu luar biasa. Apalagi merasakannya?

    Saya memang tak layak masuk surga, tapi saya pun tak kuat akan siksa neraka (syair yang katanya buatan Abu Nawas ini, sangat terkenal, dan memang luar biasa).

    murni : kalau nulis content seperti ini, ngga bisa kalo ngga pake perasaan yg dalam 🙂
    Hmm, orang-orang Arab di masa dulu sangat pandai menguntai kata yang sangat indah…

  5. jika saya dengar atau menirukan lagunya ‘ketika tangan dan kaki berkata”dalem banget sampai merinding dan langsung inget ama yg di atas dan ga mau idup lagi

  6. aku suka dengan tulisan ini, karena aku terkadang sering lupa untuk apa tangan ini ku pergunakan, kemana kaki ini ku langkahkan, kemana mata itu ku tatapkan, kemana kuping ini ku perdengarkan, dan kemana hati ini ku tambatkan.

    makasih banget karena dengan tulisan ini InsyaAllah bisa terus mengingatkan kita pada-Nya.

    Amien.

    NB: Blognya aku add di blogroll aku boleh ya. Arigato gozaimasu~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: