murniramli

Pendidikan Guru yang semakin tak mengarah kepada keguruan

In Pendidikan Indonesia on Agustus 28, 2007 at 7:23 am

Terkait dengan peningkatan profesionalisme guru di Indonesia, saya pernah mempresentasikan paper di Symposium Comparative Education di Tsukuba University, Jepang. Salah satu hal yang saya soroti adalah teacher education dan teacher quality di Indonesia.

Terdapat fenomena menarik di Indonesia tentang perubahan sistem pendidikan guru. Kalau melihat perkembangan sekolah guru dari tahun 1945, yang dinukilkan dari buku Bapak H. Tilaar, 50 tahun Pengembangan Pendidikan Nasional 1945-1995, pendidikan guru cenderung mengalami generalisasi, dari pendidikan yang khusus ditujukan kepada siapa saja yang berkeinginan menjadi guru, menjadi model pendidikan yang umum.  Mahasiswa yang masuk ke Fakultas Pendidikan di IKIP dulu, tidak semua bertujuan untuk menjadi guru.

Type of Teacher Education Teacher for Period of study Additional information
Sekolah Guru C(Teacher School C) Sekolah Rakyat or SR(Citizenry school) SD +2(elementary school +2 years = 8 years) Protested by PGRI (Indonesia Teacher Union), been abolished
Sekolah Guru B or SGB(Teacher School B) SR(Citizenry school) SD +4(ES + 4 years = 10 years) 1961 become SPG(Teacher Education School)
Sekolah Guru A(Teacher School A) SR SD +6 = 12 years become SPG but since 1989 be abolished
Kursus Pengajar untuk Kursus Pengantar ke Kewajiban Belajar or KPKPKB(Course for preparing teachers for compulsory education) Sekolah Dasar or SD(elementary school) SD + 1 = 7 years protested by PGRI, be integrated to SGB
Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama or PGSLP(Teacher Education for Junior High School’s Teacher) SM (Sekolah Menengah)(secondary education) Sekolah Menengah Pertama or SMP +2(junior high school + 2 years= 5 years)  
Sekolah Guru Taman Kanak-Kanak or SGTK(Teacher Education for Kindergarten’s Teacher TK (Taman Kanak-Kanak)(Kindergarten) SMP +3 = 6 years  
PGPLB(Teacher Education for Special Education’s Teacher Sekolah Dasar Luar Biasa or SD-LB(Special Education -Elementary School) SMP + 3 Became Sekolah Pendidikan Guru or SPG (Teacher Education Secondary School) in 1961, and gradually being abolished and changed into Sekolah Menengah Atas or SMA (Senior High School)
Sekolah Guru Kependidikan Putri or SGKP(Teacher Education for Girl’s Education Teacher) SKP(Girl’s Education School) SM + 3
Sekolah Guru Pendidikan Teknik or SGPT)(Teacher Education for Technique School’s Teacher) Sekolah Teknik or ST(Technique School) SMP + 3
Kursus B-I(Subject Course for Junior High School Teacher) Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama or SLTP(Junior High School) SLTA + 3 = 6 years merged to IKIP/FKIP (Teacher Education Institution) in 1963
Kursus B-II(Subject Course for Senior High School Teacher) Sekolah Lanjutan Tingkat Atas or SLTA(Senior High School) B-I + 2 merged to IKIP/FKIP (Teacher Education Institution) in 1963
Perguruan Tinggi Pendidikan Guru or PTPG (Teacher Training College) SLTA SLTA + 5 According to Higher Education Law no 22/1961, it became IKIP
Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan or FKIP (Faculty of Teaching and Educational Sciences) SLTA SLTA + 5 still available
Institut Keguruan dan Imu Kependidikan or IKIP (Institute of Teaching and Educational Sciences) SLTA SLTA + 5 According to President *Decree no 93/1999 , all IKIP became national university with various faculties
Higher Teacher Education (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan or LPTK) All primary and secondary educational level’s teacher SMA + 5(Senior High School) Assign higher education which offers teacher education program.The institution candidates will be announced by the MONE in July 2007

Fenomena mengeneral seperti ini bukan hanya di Indonesia, tetapi di hampir semua negara, termasuk Jepang.  Generalisasi semakin menajam tatkala IKIP berubah menjadi Universitas.  Sekalipun tetap mempertahankan Fakultas Pendidikan sebagai ciri khas IKIP, tetapi dengan perubahan status tersebut, IKIP dengan nama Universitas harus bersaing dengan Universitas lain yang juga mempunyai peluang membuka Fakultas Pendidikan.

Kembali kepada kebijakan universitas bersangkutan, apakah ingin mempertahankan dan mengunggulkan bidang pendidikan dan keguruan atau masuk menangani bidang yang lebih umum, bersaing dengan universitas lain.

Menengok sejarahnya Sekolah Pendidikan Guru (SPG), atau SGA, SGO tampaknya model cukup jitu untuk memenuhi kebutuhan guru pada masanya.  Peleburan sekolah-sekolah ini menjadi SMA biasa, dan menaikkan derajat pendidikan guru di tingkat pendidikan tinggi (IKIP) juga suatu upaya yang cukup baik untuk membuat kandidat guru dapat mempunyai gelar Sarjana.

Tetapi perubahan IKIP menjadi Universitas adalah dampak langsung marketisasi pendidikan.  Karena tidak banyak lagi lulusan SMA yang tertarik menjadi guru dikarenakan masa depan yang tidak cerah, dan kalaupun ingin menjadi guru tak perlu melalui IKIP, sebab pada faktanya banyak guru yang lahir dari fakultas non kependidikan.  Sehingga untuk membuat pendidikan tinggi mampu bertahan dan dapat berkompetisi memperebutkan mahasiswa, langkah pengubahan bentuk PT adalah salah satu pilihan.

Sekarang dengan pelaksanaan sertifikasi guru yang menurut juklaknya akan ditangani oleh LPTK yang ditunjuk, sebenarnya membuka peluang baru bagi mantan IKIP untuk mengeruk keuntungan.  Sekitar 200 LPTK telah mendaftar dan berusaha mendapat akreditasi untuk melaksanakan program pendidikan guru yang belum memenuhi persyaratan standar tenaga kependidikan.  Atau juga untuk menjalankan fungsi sertifikasi, menyeleksi dokumen-dokumen guru yang tentunya butuh dana yang besar.

Seharusnya ada pendidikan guru khusus TK, SD, SMP, SMA/SMK.  Atau ada kurikulum tertentu yang harus diambil oleh kandidat guru masing-masing level.

Iklan
  1. Mari kita benahi Pendidikan terutama Pahlawan Tanpa Jasanya agar terbentuk pribadi-pribadi tangguh yang dapat menguatkan terbentuknya keluarga sakinah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: