murniramli

Sudah 16 tahun PPI Jepang berKongres dan berTemu Ilmiah

In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Agustus 29, 2007 at 8:37 am

Hari Sabtu, tanggal 25 Agustus 2007, mahasiswa Indonesia yang sedang menekuni beragam ilmu di berbagai universitas di seantero Jepang berkumpul di Kyoto University. Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPIJ) mempunyai acara kumpul-kumpul sekali setahun. Ada dua acara utama yang diagendakan yaitu, Temu Ilmiah dan Kongres.

Sudah dua kali saya mengikutinya, tahun 2005 karena pas diadakan di Nagoya University, dan tahun ini. Tahun lalu diselenggarakan di Hiroshima University, saya tak sempat hadir karena penelitian saya belum mempunyai hasil, padahal ingin sekali jalan-jalan ke Hiroshima. Penyelenggara KTI selalu digilir antara daerah Kanto (Tokyo dan sekitarnya), Chubu (Nagoya dan sekitarnya), Kansai (Osaka dan sekitarnya). Sebenarnya masih ada pembagian daerah yang lain cuma saya tak ingat.

Kumpul-kumpul sekali setahun ini sekaligus menjadi acara liburan bersama keluarga. Seperti kami yang tergabung dalam PPIJ Chubu, menyempatkan jalan-jalan ke Nara sebelum acara Temu Ilmiah yang karenanya merepotkan panitia KTI menjadwal ulang skedul presentasi. Mohon maaf, Pak Lisman dkk 🙂 Hari Minggunya, seharian kami jalan-jalan di Kyoto, kota yang mempertahankan nilai-nilai budayanya. Saya sudah sering ke Kyoto sebenarnya, baik untuk jalan-jalan ataupun keperluan seminar, tapi lumayan juga bepergian dengan rombongan orang Indonesia, lumayan mengistirahatkan otak dan badan yang penat karena harus bekerja setiap hari.

Acara Temu Ilmiah adalah acara inti dan menjadi tujuan utama bagi kami semua, sehingga rencana jalan-jalan pun diset up agar tak sampai telat hadir saat presentasi. Dalam ajang ini semua menshare hasil penelitiannya, dibagi berdasarkan bidang-bidang yang agak berdekatan dan kira-kira nyambung kalau berdiskusi 😀  Saya masuk dalam kelompok social science. Menarik juga mendengarkan penelitian teman-teman, dan terbayang bagaimana penelitian-penelitian itu akan menjadi salah satu pemicu majunya bangsa, seandainya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia 😀

Acara Kongres seperti biasa berlangsung alot, karena diam-diam warga PPI J adalah politikus semua, sehingga diskusi pasal demi pasal tak akan seru jika tak dibumbui protes atau usul, atau sekedar interupsi. Tercatat sekitar 5 orang peserta wanita dari 46 perwakilan KORDA yang mengahadiri kongres.

Setelah 16 tahun berkongres dan bertemu ilmiah, saya tidak tahu apakah PPI J pernah merenung sejenak, mengintrospeksi apa yang sudah berlangsung selama 16 tahun ini. Pertanyaan-pertanyaan semisal apakah kongres yang berkali-kali ini berhasil mematangkan PPIJ sebagai sebuah organisasi ? maksudnya matang dalam berfikir, beride, dan bertindak ? Apakah KTI telah memberikan sebuah manfaat yang berarti bagi bangsa Indonesia ? Ya, tentunya sudah. OK lah, apakah TI bisa menjadi reference bagi peneliti-peneliti kita ? Hmmm…mungkin !

Mailing list PPIJ menjelang dan sesudah KTI sepi dari komentar tentang masalah ini. Milis lebih ramai dengan perbincangan politik, isu kunjungan pejabat ke Jepang, mahasiswa kedokteran yang lulus cepet-cepet (termuda) atau hal lain yang tampaknya lebih enak untuk dibincangkan. Yah, milis adalah salah satu wadah bagi kami yang sudah jenuh dengan penelitian, sudah berasap kepala dengan eksperimen yang tak kunjung menghasilkan, untuk sekedar mengungkapkan `keisengan`, sebagai tempat rehat sambil menikmati secangkir kopi, selain tentu saja menjadi wadah silaturahmi bagi kami. Saya tergolong pembaca setia milis PPIJ tanpa ada niatan berkomentar 🙂

Milis barangkali harus memberikan space kepada pihak yang ingin serius membahas penelitian/bidangnya, mendiskusikannya secara intens dengan sesama peneliti/pengamat, yang kalau berkelanjutan dapat menjadi topik menarik di pertemuan tahunan, Temu Ilmiah. Pun memberikan space kepada member yang ingin sekedar mengobrol dan berbantahan 🙂

TI tidak sekedar menjadi ajang cerita penelitian masing-masing, tapi alangkah baiknya jika menjadi panel presentasi. Orang politik dan pembuat kebijakan menyampaikan `idenya` tentang perbaikan kebijakan di Indonesia, orang pertanian menyoroti `ide pengembangan ilmu dan teknologi pertanian untuk para petani`, orang pendidikan menyampaikan idenya tentang perbaikan pendidikan di Indonesia, orang IT berbicara tentang model pengembangan IT di pedesaan di tanah air, dll. Kalau TI dirancang sebagai ajang panel presentasi, maka harus ada forum diskusi antar peneliti di bidang yang sama, baik melalui forum ilmiah khusus yang nyantol ke milis atau membuat wadah baru. Forum-forum ini bisa juga menjadi pensupply tulisan-tulisan ilmiah dan populer di majalah ilmiah PPIJ, INOVASI ONLINE, yang sekarang kehabisan bahan bakar.

16 tahun sudah PPIJ berkongres dan bertemu ilmiah, sudah selayaknya dibukukan dalam sebuah catatan sejarah, yang kelak menjadi cerita dan referensi tentang sebuah pergerakan mahasiswa di negeri matahari terbit.

Ah, kita terlalu asyik berkongres sehingga lupa kalau kita sudah berjalan 16 tahun, bahkan usia organisasi barangkali sudah sangat uzur.

Meneliti dan membukukan sepak terjang PPIJ memang tema yang sangat sepele barangkali, tapi menarik untuk memulainya  bukan ?  🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: