murniramli

Menaklukkan Gunung Fuji

In Belajar Kepada Alam, Serba-Serbi Jepang on September 25, 2007 at 1:19 pm

Teman-teman saya di Nagoya ternyata orang-orang hebat yang tak mudah menyerah.  Keinginan mendaki gunung fuji dan melakukan sholat tarawih di puncaknya tadinya saya pikir hanya usulan iseng pak ketua kami.  Ternyata itu tidak hanya iseng, tapi beliau sudah menelepon pihak MURI dan menanyakan kemungkinan melakukan sholat tarawih tertinggi saat equinox day dan dicatat sebagai rekor di MURI-nya Pak Jaya Suprana !!

Peserta semula berjumlah lebih dari sepuluh, tapi lambat laun berkurang hingga hanya delapan orang yang mempunyai semangat baja meneruskan tekad.  Saya tak tahu apakah ada kegamangan di antara bapak2 yang berangkat, yang pasti saya yang ingin sekali ikut merasa was-was dan senantiasa menanyakan : bagaimana ? jadi berangkat ?  Ternyata mereka berangkat juga tanggal 22 September 2007.  Walaupun disertai Pak Andreas yang sudah menaklukkan Kilimanjaro, Pak Komandan yang sudah sering berkelana, dan Pak Dr Evod yang menangani masalah medis dalam pendakian, tetap saja saya menganggap pendakian kali ini benar2 nekat.  Sebab kami sedang berpuasa.

Tapi sebuah ambisi adalah sesuatu yang harus dipenuhi agar tak menyesal di kemudian hari 😀

Menaklukkan gunung fuji bukanlah perkara yang mudah.  Bagi sebagian orang yang sudah pernah melakukannya dan merasakan penderitaan pendakian, tak semuanya mau mengulanginya kembali, bahkan barangkali ada yang mengatakan suatu kebodohan mengulangi pendakian yang sama.  Tapi tidak bagi sebagian orang yang benar-benar cinta kepada gunung Fuji.  Banyak orang Jepang yang melakukan pendakian setiap tahun, bahkan manajer saya mendakinya 3 kali dan berniat mengulanginya lagi tahun depan.  Ya, bagi orang Jepang, Fuji san mempunyai kekuatan spiritual untuk membangkitkan gairah hidup mereka.  Tua muda semuanya bergairah mendaki gunung Fuji.

Mendaki gunung menurut sebagian orang adalah sebuah pekerjaan sia-sia, sebab setelah tiba di puncak, orang harus turun kembali.  Bagi saya mendaki gunung bukan hal yang sia-sia.  Dia sebuah metode menyehatkan badan, dan agar menjadi hamba yang semakin merasa kerdil di hadapanNya.

Teman-teman sudah menaklukkan Fuji di bulan yang penuh keberkahan, semoga usaha mereka dicatat sebagai sebuah catatan amal.  Kami yang tidak berangkat merasa sangat bangga dengan keberhasilan 8 orang teman kami.   Begitulah, kami ikut berjaya dengan usaha keras teman-teman kami.

Selamat kepada Pak Ketua PPIJ Nagoya, yang teringat saya di emailnya yang pertama ketika mengusulkan pendakian ini, beliau bermaksud membuktikan dan menunjukkan bahwa PPI yang dipimpinnya tak cuma berani mengadakan acara mendadak tanpa persiapan matang, seperti yang saya kritikkan.

Ah, saya kan hanya bergurau, Pak 🙂

Ternyata orang-orang Indonesia di Nagoya memang huebat-huebat \(^o^)/

Saya masih mengobsesikan mendaki gunung Fuji sebelum pulang ke Indonesia…suatu saat nanti, insya Allah

Iklan
  1. Are!!! Sugoi da ne…
    Sashin ga aru wa nohoga ii desu ne…
    Subhanallah,
    All thumbs up deh buat teman-teman di Nagoya-nya.
    Tolong diupdate ya Mbak kalo sudah ada fotonya.

    murni : foto dan beritanya ada. silahkan klik kalimat paling awal

  2. bu Murni,
    Ada ide lagi untuk naik gunung fuji saat desember 🙂 pasti banyak salju. Supaya bisa di terima si ‘MURI’, kita tepatkan dengan hari raya kurban. Dombonya digendong dari bawah baru disembelih diatas 🙂
    Berminat ikut ?

    murni ‘ sampe di atas dombanya sdh beku ;-(

  3. bulan lalu saya juga naik malam2, lewat rute Fujinomiya… capeknya… tapi indaaaah banget…
    pulangnya berlari lewat rute Kawaguchiko.. hehehe.. abis jalannya mulus gitu, ngga kayak Fujinomiya yg serem terjalnya…

    insya Allah mau lagi kalau ada kesempatan… 🙂

    murni ‘ saya pernah intip blognya, mba

  4. @gunawan
    serius atau bercanda? memangnya boleh menyembelih domba di tempat publik apalagi semacem Gn Fuji?
    lagipula, kasian dombanya dong dibawa ke puncak gunung dg suhu minus.. 🙂

    murni – sebenanrnya yg ngusulin mendaki dan tarawih di puncak Fuji, adalah bos ini juga (“_”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: