murniramli

Penilik yang dekat dengan siswa

In Pendidikan Jepang on September 28, 2007 at 10:59 am

p1150368.JPG

Gambar di atas adalah gambar topi baseball Pak Shinagawa, ketua dinas pendidikan (kyouikuiinnkai kyouiku chou) kepulauan Reibun yang masuk wilayah Souya, Hokkaido.  Foto ini saya temukan kembali saat mengecek secara iseng hasil jepretan saya tahun-tahun lalu.  Foto ini mengingatkan saya ke Pak Shinagawa yang ramah dan penuh keakraban saat kami menginterviewnya di kantornya.

Sangat jarang menjumpai pejabat yang dekat dengan siswa-siswa.  Jangankan dekat dengan siswa, dengan para guru saja, barangkali sebagian enggan berkomunikasi kecuali ada perlu.  Pak Shinagawa termasuk perkecualian.  Beliau tahu di Reibun chou hanya sedikit populasinya (kurang dari 1000), dan baginya anak sangat berharga untuk membangun Reibun di masa datang.  Karenanya beliau selalu menyempatkan bermain baseball dengan anak-anak SMA dan SMP Reibun, menyemangati mereka dan kadang-kadang datang berkunjung ke rumahnya.

Reibun adalah kepulauan kecil yang sangat indah di daerah paling utara Jepang.  Sekelilingnya gunung dan laut.   Anak-anak pulau belajar diiringi dengan suara deburan ombak, dan semilir angin yang bertiup dari arah pohon-pohon di hutan.  Kepergian kami ke sana atas desakan Kepala Sekolah SMP Reibun yang ingin sekali kami yang dari Nagoya menyempatkan diri mengunjungi sekolahnya.  Sebab selama 15 tahun kegiatan penelitian ke Souya, kami hanya berkutat mendatangi sekolah-sekolah di kota Souya dan Wakkanai.  Dengan bangganya Pak Kepala sekolah menunjukkan semua prestasi sekolah, bagaimana mereka mendidik anak-anak pulau, menjaganya agar kelak mereka bersedia membangun tanah kelahirannya.  Dengan senang hati pula beliau mengangkut rombongan kami ke kantor Pak Shinagawa.

Pak Shinagawa orangnya sangat santai dan terbuka, beliau menjelaskan kondisi pendidikan di Reibun yang sepi siswa, sesekali dengan suara tawa yang pecah ketika teringat komentar-komentar lucu para siswa dan guru muda yang selalu disambanginya. Dia jauh dari kesan pejabat level atas di Reibun.

Pejabat-pejabat di Reibun yang saya temui adalah orang-orang yang betul-betul merakyat, yang tak susah dicari ketika rakyat menghadapi masalah, yang segera bergerak ketika rakyat membutuhkannya, pagi, siang, malam.

Tahun ini saya tak ikut rombongan ke Souya, tahun depan sebelum pulang ke Indonesia saya ingin bertemu sekali lagi dengan orang-orang yang telah mengajari saya tentang kearifan sebagai manusia.  Beberapa di antaranya kabarnya telah pensiun, termasuk Pak Kepala sekolah Hirama sensei, yang selalu menjelaskan segala sesuatu dengan runut, bicara perlahan dan sangat jelas, mudah dimengerti, meskipun bagi saya yang bahasa Jepangnya masih ala kadarnya waktu itu.

Souya adalah tempat yang jauh memang dari Nagoya, bahkan kadang tak semua orang Jepang mengenalnya.  Tapi saya tak akan melupakan jasa guru-guru di Souya yang sudah mengenalkan saya kepada arti pendidikan yang sebenarnya.

Iklan
  1. Shinagawa di Endonesah tentu minta dijamu!

  2. Seingat saya dulu sewaktu SD, bila ada penilik, kami siswa dan siswi disuruh diam, duduk manis leh pak guru dan ibu guru. Rasanya takut banget bila ngedenger ada penilik.

    Mungkin enak ya bila penilik sekolahnya deket dengan siswa. Jadinya guru pun bisa diawasi lebih obyektif, tidak mengada-ada. 😀

  3. Kalo ingat nama Shinagawa, pertama ingat Tokyo, kedua ingat pasangan si pothok Shouji Tomoharu, he..he..

    Mdtk, MSR

    murni : memang bener2 pengamat tipi 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: