murniramli

Jalan kaki

In Serba-Serbi Jepang on September 30, 2007 at 5:21 am

Sudah hampir seminggu ini saya menghentikan kebiasaan naik kereta dari rumah ke kampus, dan menggantinya dengan jalan kaki.  Bermula dari ajakan teman China yang tinggal dekat Higashiyama park, yang kebetulan 10 menit dari kediaman saya, untuk berjalan kaki menuju kampus.  Semula saya pikir akan tak kuat karena masih puasa, tapi ternyata saya menikmatinya.  Akhirnya kebiasaan ini saya teruskan sendiri karena teman kadang-kadang naik mobil ke kampus.

Jalan kaki barangkali adalah olahraga termurah dan siapa saja dapat melakukannya.  Jalan kaki, selain naik sepeda juga termasuk olah raga ringan yang digemari di Jepang.  Hanya karena kadang waktu yang sedikit dan pekerjaan yang mendesak, kegiatan naik kereta atau bis menjadi lebih praktis.

Orang di pegunungan terkenal sehat, bisa jadi karena makanan yang sehat dan juga pola hidupnya yang teratur, termasuk kebiasaan berjalan.  Saya ingat almarhum nenek di kampung yang selama hidupnya lebih suka berjalan kaki mengunjungi anak-anaknya.  Memang ada bendi, tapi karena jalanan berbatu maka jalan kaki barangkali lebih nyaman.

Di Jepang, saking senangnya jalan kaki, sampai-sampai di TK atau SD ada lagu anak-anak yang semua anak pasti hafal, karena seakan menjadi lagu wajib.  Lagu “散歩 (sanpo) “, artinya jalan kaki menggambarkan kegembiraan dan keceriaan anak-anak berjalan kaki. Begini liriknya:

(1) 歩こう 歩こう 私は元気 (arukou arukou watashi wa genki)

歩くの大好き どんどん行こう (aruku no daisuki dondon ikou)

坂道 トンネル 草っ原 (sakamichi tonneru kussahara)

一本橋に でこぼこ砂利道 (ipponbashi ni dekoboko jari michi)

くもの巣くぐって 下り道 (kumonosukugutte kudasari michi)

(2) 歩こう 歩こう 私は元気 (arukou arukou watashi wa genki)

歩くの大好き どんどん行こう(aruku no daisuki dondon ikou)

蜜蜂ブンブン 花畑 (mitsubachi bun bun hanabata)

ひなたにトカゲ 蛇は昼寝 (hinatani kage hebi wa hirune)

バッタが跳んで 曲がり道 (batta ga tonde magari michi)

(3) 歩こう 歩こう 私は元気 (arukou arukou watashi wa genki)

歩くの大好き どんどん行こう (arukuno dasiuki dondon ikou)

狐も狸も 出ておいで (kitsune mo taneki mo dete oide)

探検しよう 林の奥まで (tanken siyou hayashi no oku made)

友達たくさん 嬉しいな (tomodachi takusan ureshiina)

友達たくさん 嬉しいな (tomodachi takusan ureshiina)

Jalan kaki yang menyehatkan tidak semata-mata jalan, beberapa hari yang lalu di NHK ditunjukkan cara berjalan yang sehat, yaitu kaki harus dilangkahkan lebar-lebar, dan tangan harus diayun.  Memang terasa capek dan dijamin berpeluh, tetapi sesudahnya terasa enak.

Kalau saya punya cara berjalan yang lain.  Karena sepanjang jalan banyak sekali tanaman-tanaman aneh maka saya menikmati jalan kaki sambil menikmati hehijauan sepanjang jalan.  Area yang paling saya sukai adalah sepanjang jalan menuju kampus dekat dengan fakultas pertanian, lokasi itu mengingatkan kepada kota Bogor yang hijau, terutama sekitar kebun raya.

Hari ini hujan rintik-rintik mengguyur Nagoya, sepanjang jalan yang saya lalui tercium bau segar dedaunan, dan saya sangat terkesan dengan embun yang menggelantung.  Sayang, saya lupa bawa kamera.  Jika berjalan dengan langkah lebar dan tangan diayun, saya bisa mencapai kampus dalam waktu 15 menit, tapi jika jalan sambil menengok-nengok 30 menit saya perlukan untuk sampai.

Sekarang karena sering berjalan kaki di pagi hari, kebiasaan ngantuk pada jam-jam 10 sudah berkurang, dan kegiatan menulis thesis lebih bersemangat.  Apalagi menulis blog 🙂

Iklan
  1. Hahahaha… jadi sehat ya mba…, semangat menulis blognya itu (yang bikin saya senyum). 😀

    murni : hehehe….padahal sebenernya ngga jalan kaki juga sdh nuliiiis teruus
    tangannya suka gatel kalo sdh di depan kompi.
    wis, selamet berkarya

  2. Salam Mbak,

    Di Amerika orang – orang lagi gencar – gencarnya supaya orang lebih suka jalan kaki. Soalnya semua – semua drive through dari mulai fast food sampai pharmacy dan 24 hour drop photo. Anak kecil juga banyak yang obese.

    Boleh dong aku tanya – tanya tentang pendidikan anak. Kelihatannya si mbak expert nih.

    murni : Salam kenal juga, Mba
    Boleh, boleh….tapi ndak jamin semua bisa dijawab.
    Kelihatannya saja expert, sebenernya nggaa hehehe….

  3. di indonesia mo jalan kaki kena asap knalpot mulu..sebel, jadi pengin jalan kaki di jepun nich hehehe. lam kenal mbak!

    murni : biar ngga kena asep, jalan2nya pake masker tutup mulut dan hidung, Mas 🙂
    lam kenal juga

  4. Jalan di kebun teh argo wisata … asyik tenan, sepuas-puas menghirup udara … segar bgt 😀

    murni : di Puncak ya, Pak ? Itu tempat terindah di Jawa Barat 🙂

  5. boleh jadi jalan kaki di Jepang karena [alam & sekolah ajari demikian + SDA yang minim mendidik
    u/ hemat Energi {import semua}] lebih baik dipakai u/ bikin produk/barang & di export ke LN. balik lagi
    u/ berupa Yendaka sekaligus bertanggung jawab kpd alam sekitar yg. memberi hidup juga dihidupi, saling ketergantungan dan menjaga keselarasan antara mikro & makro kosmos berkelanjutan hingga anak cucu kelak; sebagai gen. tua emoh dicemooh gen. muda? begitukah..?spt. ada kemiripan dng. warisan budaya indonesia dipegang kaum tua mulai uzur & ilmu “tua” diguzur pula oleh kawula muda makan sekolah “barat” dan menggezer nya pakai filosofi “kulonan” satu diantarana suka kelonan juga emoh
    menyisa/sisih-kan kenikmatan & kesempatan … u/ dipakai hingga tandas sebagai ekspresi kepuasan/ kedigdayaan menaklukkan alam oleh manusia dan di akhir kisah kesemuanya pada kesempitan..
    pada awalnya ketakutan & persembahkan korban [karna ketiadaan ilmu] ; kemudian mulai berani menantang & mentaklukkan alam [karna diberikan kalam ilmu] ; sekarang mulai tumbuh kesadaran, bahwa alam …tak terbatas, dia juga hidup & mulai berulah membalas atas kesemena-2an & kesewenang2an ditimpakan atas dirina oleh kakek moyang gen. tua… menuai gen. muda anak cucu di kemudian hari…. [ilmu kulonan mulai sregep mencari & mencuri/mengadopsi kearifan dunia wetanan & gen. muda wetanan/timur, diwarisi pusaka/ko mawas diri dan alam malah mencampakkan, menggeluti ilmu guru-2 barat, mulai mereka tanggal-&tinggal-kan] hehehe…
    dunia memang terbalik-2. ya

    hanya mereka yang arief juga bijaksana, merawat & menjalankan pusaka leluhur .. kelak dicari oleh
    guru-2 [kulon] nb.dijadikan kiblat berguru.. juga akan di ikuti&kuliti panutan kaum muda [wetan]!

    mengapa… sih khoq kurang PD. begitu ya…?
    mengapa… mesti belajar melingkar-2?
    mengapa… ternyata barat tak mengalahkan timur,
    melainkan timur menyerahkan diri ke barat?!?!

    selamat lebaran 1428 H
    mbak Murni
    mohon maaf lahir bathin

    wassalam
    ardijono

  6. salam kenal mbak;
    saya dari jogjakarta
    jogja yang dulu terkenal dengan kota sejuta sepeda
    kini sekarang menjadi kota sejuta motor, akhirnya
    jalan2 banyak polusi.
    kapan ya saya bisa merasakan suasana yang telah mbak rasakan di jepang, ya minimal jogja menjadi kota yang bersih seperti dulu lah………
    trus smangat menulisnya ya mbak, artikelnya bagus2 tuh,,,,

    murni : salam kenal juga, Mas
    Ya, harus ada gerakan bersama untuk mengembalikan “keunikan” Yogya 😀
    terima kasih sudah berkunjung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: