murniramli

Ramadhan, Umur Panjang, dan Pola Hidup

In Renungan, Serba-Serbi Jepang on Oktober 1, 2007 at 12:26 pm

Ketiga kata di atas bisa berkaitan bisa juga tidak, tergantung bagaimana menganalisanya 😀

Bulan Ramadhan bagi sebagian orang mungkin menjadi bulan penurunan bobot, disengaja atau tidak, biasanya bobot badan cenderung turun, seperti yang saya alami.  Sejak awal ramdahan hingga kini bobot saya sudah turun 2 kilo 😦    Tapi ada juga yang malah bertambah bobotnya karena makan menjadi semakin berselera, sebab selama berbuka makanan manis banyak tersedia dan makanan berlemak (daging) pun menjadi menu sehari-hari.  Bagi sebagian keluarga yang berkecukupan berbuka dengan tempe dan sayur saja mungkin tak cukup memuaskan, tapi bagi keluarga yang lain, itu sudah sangat berlebih.

Suatu pola makan yang kurang sehat selama ramadhan adalah makan besar sekali lagi sesudah tarawih dan kemudian langsung tidur.  Makanan yang masuk tak sempat dipakai, sehingga kemungkinan akan tertimbun.  Rasulullah SAW mengajari kita untuk tidak kelaparan dan makan tidak sampai kekenyangan, bahkan beliau menganjurkan memperpanjang qiyamul lail di bulan ramadhan.  Yang artinya sekalipun seseorang tak bisa menahan ngemil, tapi jika diimbangi dengan gerakan sholat yang teratur dan cukup banyak, maka makanan yang masuk akan dibakar menjadi energi.

Sekarang bagaimana dengan orang Jepang yang terdata sebagai orang yang paling panjang umurnya sedunia, bagaimana dengan pola makan dan pola hidup mereka ?

Ada sebuah penelitian yang dilakukan untuk mendata pola hidup dan pola makan orang-orang yang berumur panjang yang tersebar di seluruh dunia.  TIME 2003 melaporkan hasil pencarian penduduk berusia panajang dan didapatilah bahwa mereka pada umumnya hidup di daerah yang belum tersentuh modernisasi atau masih hidup secara alami.  Di Asia ada 4 daerah dengan penduduk di atas 80 th bahkan lebih dari 100 tahun yaitu : Bama di provinsi Guangxi, China; Okinawa, Jepang; Lembah Hunza dekat pegunungan Himalaya, Pakistan; dan Sunchan, sebuah kota di pegunungan Korea Selatan.

Sebagian besar mereka adalah petani dan masih melakukan aktivitas sehari-hari hingga usia 90 tahun.  Pesan dalam Islam  agar berhenti makan sebelum kenyang, ternyata juga dianut oleh sebagian besar penduduk tersebut.  Orang di Bama mengatakan “tidak kelaparan, tetapi tidak kekenyangan”, sedangkan orang Okinawa berpendapat “makan 8/10 kenyang”, selain itu mereka banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan, yang banyak terdapat pada ikan, kacang-kacangan dan sayur.  Mereka makan sedikit lemak dan protein hewani.  Umumnya menggemari ikan tuna, salmon atau mackarel.

Kalau bicara masalah ikan seharusnya ada penelitian khusus Indonesia, apakah penduduk Maluku, Sulawesi atau daerah-daerah yang makan ikan setiap hari lebih panjang umurnya daripada orang-orang di Jawa 🙂    Kakek nenek saya semuanya berumur 80-90 tahun ke atas, dan nenek masih kuat jalan ke masjid hingga akhir hayatnya.

Hal lain yang dianggap menjadi kunci panjang umur lagi sehat orang-orang tua itu adalah mereka adalah pekerja keras.  Setiap hari tak ada hari istirahat, bahkan tak mengenal Sabtu atau Minggu sebagai hari libur 🙂   dan tidak ada tanggal merah hehehe, apalagi liburan panjaaaaang.

Pesan lain dari orang-orang tua itu “jangan terlalu khawatir dengan hari esok”   Wah, kalau ini memang obat stress yang paling cespleng, keyakinan bahwa Allah menjamin masa depan hambaNya, keyakinan bahwa semua pasti beres jika kita bersemangat mengerjakannya.

Saya tidak tahu berapa lama Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk menghidup udara segar ini, tapi saya berusaha menjadi lebih sehat setiap saat.  Beruntunglah saya dilahirkan di tempat yang menggemari ikan, sehingga saya pun sangat doyan ikan mentah plus wasabinya, tak terlalu menyukai “natto”, tapi rutin mencoba memakannya tiap minggu, gemar segala makanan dari laut, dan sayur yang hanya direbus doang lalu ditaburi wijen dan disirami vinegar (kalau yang ini karena alasan malas masak), pening jika makan daging lebih dari 2 potong 🙂   , dan malas menggoreng, karena boros minyak dan makan waktu hehehehe…..dan satu lagi saya juga senang jalan-jalan keliling kampus sehabis makan siang, ini agar tidak mengantuk dan membakar makanan yang baru saja masuk.

Cuma saya masih tidak bisa seperti kakek nenek itu yang tak perlu resah memikirkan thesis pas bangun tidur……………wuek (>_<)

Iklan
  1. Hahahaha… sama Bu… saya juga lagi stress berat nih 😀

    Disamping Thesis yang seperti ngejar-ngejar saya, juga kuliah yang minta ampun sulitnya 😀

    Beruntung ya orang-orang yang ga stress, yakin akan hari esok ada yang menjamin. Yakin bahwa Allah pasti akan memudahkan urusan kita.

  2. Mbak Murni, kenapa dua tulisan berturut-turut pakai “wuek” semua? Apa lagi stress betulan?

    murni : hehehehe….mestinya tulisan selanjutnya pake juga, cuman ngga tau kalimatnya mesti gimana 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: