murniramli

Rindu Hari Raya di rumah

In Islamologi, Renungan on Oktober 12, 2007 at 10:19 am

Hari ini atau besok adalah hari kebahagiaan sekaligus kesedihan.  Kebahagiaan bagi orang yang telah menyempurnakan ibadah ramadhannya dan kesedihan pula baginya yang sudah terlanjur menikmati hari-hari ibadah yang berlipat pahala.

Menjelang lebaran di Nagoya tak terasa hingar bingarnya.  Senyap.  Tak ada gempita takbir atau seruan mengagungkan asmaNYA yang memantul-mantul di langitNYA.  Keadaan sama saja seperti biasa, laboratorium yang sumpek dengan buku, kuliah di siang hari yang meninabobokkan, dan antrian panjang di pintu masuk cafetaria kampus pada jam makan siang.

Yang agak berbeda adalah jika berpapasan dengan sesama muslim dan kami saling tersenyum, mengucapkan salam dan menyampaikan “ied mubaarok”, selamat hari raya, kullu aamin wa antum bi khair.  Ya, walaupun tak ada takbir yang menggema, tapi hati kami dipenuhi takbir, tahmid, dan tasbih.

Di saat-saat begini, semua orang pasti rindu dengan kampung halaman.  Rindu dengan aroma opor dan ketupat, rindu dengan letupan kembang api dan mercon, rindu dengan peluk cium nenek, kakek, bapak, ibu, anak….bahkan rindu dengan suasana sumpek berdesakan di kereta atau bus.

Pada hari Raya pun saya masih harus menemui Professor saya, terseok lemah menuju kantornya yang jauh di belakang kampus, mendengarkan saran-sarannya, dan terakhir pesan yang selalu sama : “ganbatte kudasai ne”  Tapi walaupun kecapekan karena baru saja pulang kerja, saya senang dengan pertemuan hari ini.  Sedikit ada titik cerah dengan perkembangan penelitian dan thesis saya.  Alhamdulillah….Barangkali ini adalah berkah ramadhan.

Ah, mamak sekarang pasti sedang duduk tepekur menunggui ayam bumbu laosnya, atau kakak pasti asyik membungkus burasa dan mengadon aneka kue.  Bapak dan adik laki2 saya pasti sudah di masjid, menghabiskan suara, menyeru dan memuji Allah.

Mukenah dan sajadah sudah disetrika dan dilipat rapih, kadang diperciki sedikit wewangian atau ibu yang suka menyelipkan beberapa kuntum melati.  Ah, besok orang akan berjalan menuju masjid dan lapangan dengan penuh kegembiraan dan kesyahduan.  Saya pun demikian.  Besok kami akan sholat di tempat yang jauh dari keramaian di kota Nagoya, tapi tetap saja kami tak dapat menikmati perjalanan yang lambat, dan nikmat, karena kemungkinan akan berebut dan bergegas mengikuti ritme pagi di Jepang.

Hari ini insya Allah selesai kubaca 30 juz Al-Quran.  Di masa kanak dulu, biasanya kami sudah menagih bapak untuk memberikan hadiah atas puasa dan khataman Quran kami.  Tahun ini kelihatannya adik akan mendapatkan “ayam” lebih, karena 6 kali dia menamatkan Al-Quran.  Bapak katanya juga sehat , agak gemuk dan berhasil mengalahkan saya dengan 3 kali mengkhatamkan Al-Quran.  Bulan Ramadhan identik dengan khataman Al-Quran.  Walaupun bukan jumlahnya yang kami kejar, tapi semoga dengan membacanya berulang-ulang, Allah memudahkan kami untuk memahami maknanya, senantiasa mendorong kami untuk mempelajari dan mengamalkannya.

Ah, saya benar-benar rindu berhari raya di rumah…..

Aidun Saidun, Aidun mubaarok

Kullu aamin wa antum bi khair

Taqabbalallaahu minna wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum

Taqabbal yaa kariim

Selamat Hari Raya Iedul Fithri,

Mohon maaf lahir dan bathin

Iklan
  1. Ah ya .. hari Raya dgn keluarga di Ind memang ngga ada duanya. Mbak Murni selamat ya sudah mengkhatamkan Al-Qur’an.

    Biasanya 3 hari menjelang Lebaran, saya sudah mulai membantu ibu untuk mengisi ketupat. Pagi2 sesudah sholat Ied, kita sekeluarga langsung makan ketupat dengan rendang, opor dan sayur lodeh buatan ibu.

    Tahun ini, saya senang Lebaran jatuh hari Sabtu krn suami saya bisa ada di rumah. Tahun2 lalu jatuhnya selalu hari kerja, dan selalu tanggal2 lebaran adalah tanggal2 di mana lab di kantor suami lagi sibuk .. jadi tahun2 lalu tidak pernah dia bisa cuti saat Lebaran. Rencananya Sabtu kita akan ke open house di rumah Konjen, pertama kali ke sana sejak kita pindah ke Chicago 3 tahun lalu :D.

    murni : selamat lebaran, Mba Santi. Mohon maaf lahir bathin

  2. Selamat hari raya Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin. 😀

  3. Mohon maaf ya, Bu, kalau ada salah2 kata. Minal aidin walfaizin, taqaballahu minna waminkum. Selamat berhari raya idul fitri 1428 H meskipun jauh dari kampung halaman.

    murni : sama-sama , Pak

  4. Meski sedikit telat, aku mengucapkan,.
    Minal aidzin wal faizin taqobbalallahu minnaa wa minkum, Selamat Hari raya Idul Fitri 1428 H mohon maaf lahir dan batin,…
    Semoga semua amal ibadah kita di bulan suci di terima ilahi, meskipun harus beridul fitri di negeri orang namun semoga tidak mengurangi makna dari idul fitri itu sendiri..

    murni : terima kasih, Pak, sama-sama selamat lebaran, mohon maaf lahir bathin

  5. selamat idul fitri bu murni..,
    mohon maaf atas segala khilaf..

    ikutan berbagi rasa di blog-nya ya..

    -bambang@kobe-

    ‘tuk bunda dan pangeran kecilku’

    malam ini..
    untuk kesekian kali..
    gema takbir bertalu di hati
    saat kampung halaman terasa begitu jauh
    dan rindu hati ini tuk kembali

    di sana
    terbayang suasana ceria
    sambut hari istimewa
    meski bercampur sedih
    karena ramadhan tlah pergi..

    malam ini..
    perlahan
    celotehmu sayup terdengar
    “eh..bunda..bunda, narendra mauu… ikut masuk-masukin beras ke dalam situ..“
    bundamupun tersenyum
    dan jemari kecil itupun mulai bermain

    kala daun kelapa telah teranyam rapi
    beras dua per tiga terisi
    merona di atas nyala api
    dan sebentuk belah ketupatpun tersaji
    bersama aromanya mewangi

    ahh..,
    kurindu hangat suasananya
    bersama orang2 tercinta..
    (meski aku lebih suka nasi.. :p)

    selamat lebaran sayangku
    selamat bermain di kampung sana
    jangan lupa bilang sama bunda,
    “ayo bunda, kita bawa ketupat ini naik pesawat…, buat ayah..“

    bams
    kobe, 12 oktober 2007

  6. Pak Bambang,
    terima kasih atas puisinya yang indah…
    di Kobe, sempet makan ketupat kan, Pak ? 😀

  7. Allah akan gantikan kerinduan hari ini dengan sesuatu yg lebih besar nanti, keep fight

    murni : amin, makasih Pak Dedi atas spiritnya

  8. Mbak walau agak telat (or telat banget??) Heni mengucapkan Minal aidin walfaizin, taqaballahu minna waminkum. Selamat berhari raya idul fitri 1428 H mohon maaf lahir dan batin. Di kampung halaman, Madioen, hari rayanya sekarang nggak seramai tahun-tahun dulu lagi mbak…soalnya sholat idnya kan 2 versi. Tapi seperti biasa setiap hari raya idul fitri jadi ajang juga buat reuni SMP atau SMA. Tahun kemarin sempet reuni juga ama temen-temen SMADA khususnya kelas A3, tapi yang tahun ini nggak tahu kok nggak reuni lagi…mungkin pada sibuk kali ya.

  9. Mumpung masih bulan Syawal, saya mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Bathin, Selamat hari raya Idul Fitri

    murni : sama-sama, Pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: