murniramli

Kampanye makan buah

In Belajar Kepada Alam, Pendidikan Indonesia, Renungan on November 17, 2007 at 12:04 pm

506151f0f73c1ec6a9d72cf20a0b70d0.jpgJudul tulisan ini terlalu mengada-ada barangkali, tapi saya terpikir mengkampanyekan acara makan buah di rumah dan di sekolah karena sekarang sedang musim gugur di Jepang dan harga jeruk sedang murah. Jadi, setiap hari saya makan 3-5 butir jeruk. Jeruknya memang kecil-kecil tapi manis.

Tulisan tentang manfaat makan buah sudah berlimpah, baik dari pakar kedokteran maupun pertanian. Saking banyaknya, hingga kita bingung memilih buah apa yang sebaiknya dimakan untuk menghaluskan kulit misalnya 😀 , sebab rekomendasinya berbeda-beda. Sekalipun banyak himbauan memperbanyak makan buah, tampaknya konsumsi buah di keluarga Indonesia tergolong rendah. Ada tulisan tentang konsumsi serat (buah dan sayur) orang Indonesia pada tahun 2001 yaitu10,5 gram, sedangkan kebutuhan ideal adalah 30 gram. Baru 1/3 yang dipenuhi. Padahal Indonesia termasuk negara yang paling melimpah buah-buahannya.

Rendahnya konsumsi itu bisa disebabkan oleh salah satunya, penghasilan yang rendah. Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa orang yang berpenghasilan Rp 200 000 per bulan dapat memenuhi kebutuhan kalori hariannya (tahun 2004), sekarang mungkin tak bisa lagi makan berkalori optimum dengan gaji sebesar itu.

Penyebab lain, pengkonsumsi buah terbesar adalah keluarga di perkotaan. Sementara produsen buah adalah para petani di pedesaan. Para petani dengan alasan memperoleh keuntungan yang besar, cenderung menjual buah-buah terbaiknya ke supermarket dan sisanya yang tak lolos grading, menjadi konsumsi keluarga. Sangat ironis memang !

Dulu ketika tinggal di pabrik gula Pagottan, Madiun, keluarga kami punya 3 pohon mangga yang selalu lebat berbuah, menjuntai hingga tanah. Bapak dan mamak selalu rajin memeriksa tiap pagi kalau-kalau ada buah yang sudah agak membiru (hijau kebiruan) yang menandakan sudah agak matang dan harus diselamatkan dari codot (kelelawar) yang paling ahli menebak buah enak 😀 Kami alhamdulillah selalu makan mangga enak setiap kali musimnya tiba.

Sekarang bagaimana mengkampanyekan agar rakyat Indonesia rajin makan buah ?

Langkah menyetop buah impor termasuk langkah yang cukup baik untuk membantu petani buah menghadapi persaingan, tapi tak cukup efektif menggalakkan makan buah. Kampanye makan buah harus ditampilkan di TV, misalnya iklan Pak SBY makan buah jeruk medan atau Pak Yusuf Kalla makan pisang Sulawesi 😀 Kalau pejabatnya makan buah impor (apel New Zealand atau buah pir-nya Australia), jangan harap rakyat berduit juga mau makan buah negara sendiri.

Langkah kedua, acara makan buah bersama harus digalakkan di sekolah 😀 Sekali-sekali komite sekolah mendrop dana untuk acara beginian, misalnya rujak bersama di akhir tahun. Acara makan prasmanan atau makanan kotak saat wisuda, sekali-sekali diubah menjadi acara rujakan 😉

Jika sekolah menyiapkan makan siang untuk siswa, maka buah harus menjadi salah satu menunya. Pendidikan tentang buah lokal (budidaya dan kekhasannya) pun harus dimasukkan dalam pembelajaran di kelas. Bisa diselipkan di mata pelajaran IPA atau biologi.

Atau lebih menarik lagi jika diadakan lomba membuat olahan dari buah lokal antar siswa di sekolah, atau kalau mau yang agak gedean, pelaksanannya antar sekolah.

Tapi saya paling suka dengan kebersamaan. Jadi kalau disuruh memilih saya lebih condong kepada acara makan buah bersama di sekolah. Formatnya misalnya, anak-anak yang mampu dan ada dana lebih membawa buah ke sekolah dan dimakan bersama saat istirahat atau ada “hari makan buah” . Anak-anak yang jarang makan buah di rumah karena tak dibiasakan oleh orang tuanya akan berselera untuk makan buah, sedangkan yang tak berkesempatan mencicipi buah enak karena tak bisa beli, dapat menikmati pengalaman mencicipi buah aneh.

Yang pasti kampanye makan buah tak akan merugikan dan tak akan berefek negatif kepada kesehatan. Kecuali makan kebanyakan….

Saya sedang menikmati jeruk terakhir hari ini…..

Iklan
  1. selagi mbahas buah, saya mo nanya (^_^)
    rasa ‘nashi’ itu spt apa ya..

    http://axireaxi.wordpress.com/2007/11/04/nasi-dan-nashi/

    terimakasih,
    adi.n

    murni : rasanya kayak pear

  2. jadi inget jaman TK dulu, tiap jumat ada makan bareng… hari yg paling ditunggu-tunggu 🙂

    murni : makan bubur kacang ijo ya? 😀

  3. Kebetulan sekali, saya sekarang sedang mengerjakan Tugas Akhir dengan judul yang sama 😀 tapi targetnya lebih kepada anak-anak muda usia 18-25, dengan pertimbangan konsumsi buah untuk mengimbangi pola makan dan gaya hidup anak-anak muda jaman sekarang. Padahal kan akses untuk mengkonsumsi buah-buahan sangat banyak dan mudah, tapi masih banyak yang mengabaikan.

    Mungkin Anda punya data-data berkenaan dengan buah-buahan atau kampanye sejenis di Jepang sana? 🙂

    (Momo – mahasiswi DKV ITB 2003)
    monika.halim@yahoo.com

    murni : sayang saya ndak menganalisa lebih jauh ttg kampanye makan buah di Jepang.
    Tulisan di atas dibuat scr ringan, tanpa data2 akurat. sekedar iseng pas buah2an lagi banyak dan harganya lagi murah.
    Jarang-jarang bisa beli buah murah.
    Di Indonesia mungkin bagus dikampanyekan krn harganya murah.
    Kalau data buah2 an, data apa yg dibutuhkan ? Mungkin bisa disearch ke site kementerian pertanian Jepang, kalo memang perlu data buah2 an Jepang.

  4. weh..inspiratif bu.. Ntar dicoba ah sarannya acara makan buah bersama.
    Kebetulan sekolah tempat saya kerja memiliki kebun yang cukup luas, acara makan buah biasanya terjadi begitu saja kalau pohon rambutan atau mangga atau pepaya sedang banyak buahnya. Anak-anak manjat dan metikin buah, lalu kita semua ramai-ramai memakannya di kelas atau di lapangan.
    Jadi laper :p Buka puasa masih lama ya..:p
    Tapi belum pernah tuh kepikiran untuk bawa-bawa buah begitu. Apalagi bikin lomba olahan buah.
    Kalau saya lebih mengalami kesulitan ‘memaksa’ anak-anak makan sayur.

    murni : kalau begitu perlu juga hari makan sayur di sekolah 😀

  5. saya jual CD cara berkebun buah jeruk yg benar, hanya dgn harga 50 ribu/CD. jika berminat silahkan hub.saya di 081-911857815 atau email rozi679@gmail.com.

    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: