murniramli

Setiap detik haruslah bermanfaat

In Renungan on Desember 20, 2007 at 2:31 pm

Bagi orang-orang yang sangat sibuk, kalimat di atas barangkali hampir terlupakan, karena tak ada waktu kosong untuk berfikir tentang kedalamannya.  Tetapi sebaliknya bagi orang yang punya waktu luang yang banyak pun mungkin tak sempat memikirkannya karena saking banyaknya waktu kosong yang harus dimanfaatkan 😀

Saya tidak termasuk orang dengan kesibukan sangat tinggi, tapi saya cukup bingung jika tak sibuk dengan harus bekerja dan kuliah 😀  Akhir-akhir ini sepanjang jalan pulang ke rumah (sekitar 15 menit) saya sering merenung tentang waktu yang sudah saya lewati seharian.  Kadang-kadang saya merasa agak puas karena ada manfaat yang saya buat seharian, tapi kadang-kadnag juga merasa apes karena tak ada karya untuk hari ini.

Bagi penjual, detik harus bernilai uang.  Bagi konsultan, pengacara atau siapa saja yang digaji berdasarkan lamanya bekerja, detik atau waktu sangat berharga.  Bahkan bagi orang yang kebanyakan waktu dan sempat menghitung, setiap jamnya selalu dihitung dengan yen atau rupiah.

Saya tidak termasuk mata duitan, tapi bukan berarti tak suka uang ;D  Saya cuma lemah dalam kemampuan berhitung apalagi kalau menyangkut uang atau diskon mendiskon, sehingga saya tak pernah menghitung berapa uang yang seharusnya saya terima.

Waktu bagi saya adalah karya yang bermanfaat.  Ah, terlalu idealis ! Tidak apa-apa, karena ini ditulis untuk menyemangati diri sendiri 😀

Karya yang bermanfaat bagi saya selalu saja berupa sesuatu yang besar, seperti menulis sebuah artikel, paper untuk journal,  menyusun bab 1 thesis saya.  Tapi belakangan saya agak menurunkan kriteria karya bermanfaat itu, dengan membuat definisi baru yang kiranya dapat membuat saya agak puas. Kriteria baru yang saya buat adalah : membersihkan kamar, mencuci baju, menyetrika, membaca Al-Quran, menjawab email, menyapa teman, hingga yang agak berat, menulis di blog, menulis paper, menyusun materi mengajar, membaca journal/buku, berdiskusi.

Banyak sekali di kepala rencana-rencana yang bersileweran tentang sebuah “karya besar” yang seharusnya saya buat selama saya diberi kesempatan olehNya, tapi semuanya hanya bersileweran tanpa bisa mengikuti jalan dan alur yang benar. Yang karenanya biasanya menjadi mentah dan menguap dari kepala.

Setiap orang katanya harus menjadi manajer yang baik untuk dirinya.  Saya sepertinya masih harus belajar memanage diri sendiri agar detik demi detik itu lebih bermanfaat. Saat menulis tulisan ini, di kepala saya sedang bertaburan kanji-kanji dalam paper yang harus saya submit bulan depan, yang hampir membuat saya muak.
Untung belum muak 😀

Besok, saya harus menyelesaikan membaca dan mengoreksi paper itu.  Setelah itu beres, saya harus beralih ke paper yang lain yang juga sedang antri submit, selanjutnya beralih ke makalah presentasi bulan depan, selanjutnya kembali ke jalan yang lurus…..menyelesaikan bab demi bab thesis 😀
Ah, hidup saya ternyata hanya menulis dan menulis lagi !!
Kalau hari ini belum dapat ‘poin’, besok insya Allah, mudah-mudahan dapat satu.

Iklan
  1. bikin Kaleidoskop-Blog™ yuk… Liat contohnya di
    http://alief.wordpress.com/ 🙂

    murni : ga sempet euy…

  2. Saya juga sering memikirkan hal serupa. Kadang saya merasa ada hari yang tidak ada sesuatu yang berharga untuk ditabung di akhirat. Sedih sekali ketika merasa seperti itu. Bahkan pada saat-saat seperti itu mati menjadi sesuatu yang menakutkan, ngeri sekali mati dengan bekal yang minim. Apalagi kita tidak dapat memastikan, mana yang lebih banyak kebaikan atau keburukan yang kita lakukan?
    Yang paling membuat saya takut mati, yang datangnya tiba-tiba itu, rasanya banyak sekali amanah yang belum tuntas disampaikan.

    murni : kematian memang menakutkan kita semua, kecuali hamba-Nya yang rindu bertemu dengan-Nya

  3. terima kasih, mba Murni…jadi ingat diri sendiri yang masih sering buang-buang waktu sendiri atau kalau ngga dibuangin orang…

    murni : sama-sama, Mba.
    Istilah buang waktu sebenarnya ngga ada dalam kamus orang yang rajin seperti Mba Seri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: