murniramli

Mencari rezeki di pagi hari

In Renungan on Desember 25, 2007 at 9:07 am

Barangkali saya tak termasuk orang yang paling pagi berangkat bekerja, tapi setiap hari saya meninggalkan rumah ketika hari masih gelap, dan jalanan masih legang. Tidak hanya saya memang yang bergiat di pagi hari. Di sepanjang jalan yang saya lewati, di setiap hari Senin atau Kamis, saya selalu berpapasan dengan para pemulung yang mengangkut berkarung-karung kaleng minuman bekas di boncengan sepedanya.

Berangkat bekerja di pagi buta, barangkali hal yang paling ogah dikerjakan oleh penduduk Jepang saat ini, karena dingin yang mengginggit (suhu pagi mendekati nol derajat), dan juga perasaan kantuk yang masih tersisa. Membayangkan berjalan terseok di tengah hembusan angin semilir tapi menusuk ke tulang-tulang sungguh tak nyaman, dan biasanya ini yang membuat saya malas bangun dari balik selimut yang hangat.

Saya teringat pada bapak. Beliau adalah orang yang selalu memaksa kami berangkat pagi-pagi jika ada sesuatu pekerjaan yang hendak dilakukan. Sejak jam 3 pagi, beliau adalah orang yang paling gelisah jika salah seorang anaknya hendak pergi. Kami masih ingin tidur tapi beliau sudah bolak-balik mengingatkan jam !

Mengapa Bapak begitu memaksa kami bergegas di pagi hari ? Katanya rezeki itu datangnya di pagi hari. Orang-orang yang belajar di pagi buta sehabis shalat subuh, akan jernih pikirannya. Ilmu pun datangnya di pagi buta. Orang-orang yang bersiap bekerja di pagi hari sebenarnya paling fresh dan bertenaga. Saya sendiri merasakan tenaga yang melemah di siang hari, dan terdorong terus dengan keinginan tidur.

Satu syarat saja supaya segar di pagi hari, yaitu mandi. Saya tak bisa membayangkan orang Jepang yang hanya mandi di malam hari. Berbeda dengan saya yang biasa mandi 2 kali, dan ‘wajib’ mandi di pagi hari, sekalipun sangat dingin. Di musim dingin saya tak biasa mandi di malam hari, tapi saya pasti mandi di pagi hari. Dan hal yang tak pernah absen saya lakukan adalah mengguyur kepala dengan air atau keramas. Dengan guyuran air, dijamin tak bakal mengantuk di pagi hari.

Hal kedua yang bisa dilakukan agar tetap bersemangat di pagi hari, adalah sarapan, tapi dalam porsi yang sedikit saja.

Mencari rezeki di pagi hari sudah biasa dilakukan oleh pak tani. Untuk mengetahui serangga apa yang menyerang padinya, dan membasminya, waktu yang tepat adalah pagi hari. Sebab di siang hari, serangga sudah sangat aktif dan susah dikendalikan. Bagi pak tani berangkat ke sawah kesiangan adalah pemali. Begitu pula dengan mbok sayur di pasar. Semuanya percaya bahwa rezeki itu harus dicari sejak pagi.

Matahari yang bergerak naik di pagi hari juga sebuah pertanda bagaimana Allah mengatur pergerakan alam agar selaras dengan kehidupan hambanya. Semburat sinar matahari merupakan ajakan untuk bergiat di pagi hari. Kicauan burung juga merupakan nyanyian untuk mengiringi para pencari rezeki di pagi hari. Sayang di Jepang tak ada kokok ayam dan lantunan azan. Seandainya ada, sungguh suara-suara di pagi hari akan lebih gempita.

Bangun di pagi hari untuk berangkat bekerja memang ‘tsurai’ (berat), tapi saya tak mau kalah dengan para pemulung, atau dengan orang tua-orang tua Jepang yang selalu berjalan kaki terbungkuk-bungkuk, atau dengan mereka yang bergiat memunguti sampah di jalan di subuh hari.

Saya yakin rezeki datangnya sejak pagi 😀

Iklan
  1. setuju, mba Murni…rezeki datang sejak pagi dan dari arah yang tidak disangka-sangka…^-^
    terima kasih…

    murni : setuju

  2. hehe… memang benar sih bangun pagi dan beraktifitas sangat menyenangkan. Tapi belakangan ini susah saya lakukan… 🙂

    murni : Ayo bangun !!!

  3. Ngomong2 masalah bangun pagi, ngga tahu kenapa disini (Jepang) seperti tugas tambahan untuk saya, karena setiap pagi membangunkan rekan kerja saya yang ngga bisa bangun pagi.

    murni : jadi berbuat kebaikan di pagi hari, Pak 😀

  4. Selamat mencari rejeki.
    Setiap waktu dan setiap saat.

    Selamat mengambil dan memanfaatkan rejeki.

    murni : selamat juga 😀

  5. Wah Mbak, kalo pagi2an ya jelas pagi saya dong. Saya keluar rumah jam 2.20 an lho dan kembali sekitar 2.5 jam kemudian. Dan ini sudah saya lakukan sejak tahun 2001. Shimbun haitatsu desu, he..he.. Memang banyak manfaat mendispinkan bangun pagi. Sampai2 nulis pesanan Mbak Murni terbengkelai, ha..ha.. Nek sing terakhir, alasan yang dibuat-buat Mbak. Shinpai shinaide Mbak, shimekiri wo mamotte ikitai to omoimasu :-).

    murni : walah, ada yg lebih isuk. Sudah nyaris 7 tahun lagi…huebat. Mangkane blog-e isine berita koran yo, trus ngerti banyak ttg dorama,
    sasuga shimbun no hito 😀
    Otsukaresama deshita, Mas.

  6. ‘mong omong ttg kegiatan pagi
    ada lagu “indung indung”

    Duduk goyang di kursi goyang
    beduk subuh hampir siang
    Bangunkan ibu suruh sembahyang
    jadilah anak yang disayang

    salam,
    adi.n

  7. SE-7………wake up MaN…!!!

  8. wah…bener2..tul!
    seperti apa yg ibu sayabilang.tapi kok susah ya… buat bangun.padahal saya tidur dilantai loh.hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: