murniramli

Walaupun kecil, pekerjaan apapun berharga

In Renungan on Januari 3, 2008 at 9:22 am

Maksud hati menulis pas tanggal 1 Januari, sebagai tanda pergantian tahun, ternyata hingga hari ketiga baru sempat menulis. Selama dua hari penuh, saya terlalu capek sehingga tak bisa merangkai kata dengan baik. Capek tenaga dan pikiran. Tapi semua orang capek di tahun baru, tidak hanya saya. Ada yang capek bekerja, ada yang lelah menulis ronbun (thesis) bahkan mungkin capek belanja atau jalan-jalan 😀

Tapi rasa capek tak hilang hanya dengan mengeluh. Yang bisa dilakukan hanya membayangkan betapa senangnya orang-orang yang menikmati hasil pekerjaan kita. Saya bekerja sambilan di mister donut, dan tiga hari di awal tahun, seperti biasanya bisnis di Jepang menawarkan sale atau yang biasa dikenal dengan fukubukuro (lucky bags). Mister donut tempat saya bekerja menawarkan berbagai produk misdo yang lucu-lucu dengan membeli donut sekitar 20 biji dengan harga 2000 yen. Para maniak donut, mengantri panjang di depan toko sebelum toko dibuka pada jam 11 siang. Apalagi ada libur selama 3 hari, maka berbondong-bondonglah ayah, ibu, anak, cucu, nenek, kakek, paman bibi ke mister donut, yang membuat kami yang bekerja di dapur tak bisa berhenti sejenak untuk sekedar minum kopi hangat.

Tapi rasa penat itu tergantikan dengan keceriaan anak-anak yang masuk ke toko sambil berteriak-teriak mau donut itu mau yang ada strawberry-nya, mau yang bunder. Riuh sekali suasana tiga hari berturut-turut.

Selama tiga hari di hari libur pula, di saat semua orang bergembira, saya harus membungkuk dalam sebagai rasa terima kasih kepada bapak-bapak masinis kereta bawah tanah yang masih rela bertugas sehingga saya bisa sampai ke tempat bekerja d di pagi buta. Bahkan saya pun sangat gembira mendapat sambutan “ohayou gozaimasu” dari bapak tua petugas yang menjaga di dekat mesin tiket. Hanya ada dua kalimat yang biasa mereka ucapkan, yang biasa saya dengar yaitu : ohayou gozaimasu dan arigatou gozaimasu.

Saya sering berfikir alangkah tak nyamannya pekerjaan yang dilakukan oleh bapak-bapak tua itu ! Duduk di sebuah ruangan sempit dengan jendela kecil untuk mengecek hilir mudiknya penumpang memasukkan tiket dalam mesin atau menjawab pertanyaan nenek kakek yang kebingungan harus naik kereta yang mana. Pun sangat merasa kasihan dengan petugas tiket di dalam kereta yang saya naiki dari Nagoya ke Gifu, karena pekerjaannya hanya membawa tas kecil lalu berjalan sepanjang gerbong mengecek tiket penumpang dan menanyakan jika ada yang tiketnya tak sesuai tujuan sehingga perlu membayar biaya tambahan. Ah, membosankan sekali !

Tapi kalau tak ada mereka, maka kelancaran berkereta mungkin tak tercipta. Pasti ada yang nyelonong melewati pagar besi pembatas untuk naik kereta tanpa tiket, atau pasti banyak yang kebingungan dan tersesat karena naik kereta di jalur yang salah.

Setiap ada rekonstruksi bangunan atau perbaikan jalan di Jepang, selalu ada petugas yang membawa bendera merah dan putih untuk mengatur lalu lintas mobil dan orang di sekitar areal pembangunan. Lagi-lagi yang banyak melakukan tugas ini adalah kakek nenek. Di Nagoya University, bahkan kadang saya tak habis pikir dengan kakek yang selalu menjaga di depan bangunan Fak. Sastra yang sedang direnovasi. Kalau tidak sedang mengatur jalannya lalu lalang mobil besar pengangkut material bangunan, beliau pasti menyapu jalan dari dedaunan yang memang menggunung ketika musim gugur. Atau menyirami jalan dengan air agak tak berdebu oleh lalu lalang mobil pengangkut. Ah, benar-benar pekerjaan yang membosankan !

Tapi barangkali hanya saya yang melihatnya, yang merasa bosan. Sedangkan bapak tua itu tak pernah bosan atau bahkan tak boleh bosan, karena suatu keterpaksaan ekonomi. Tapi jika tak ada bapak tua itu, maka jalanan yang sepanjang hari saya lewati itu akan kelihatan kumuh. Makanya saya selalu menganggukkan kepala dan menyapa “konnichiwa” ke bapak tua penyapu jalan, karena mungkin tak sopan bagi orang Jepang kalau saya mengucapkan arigatou gozaimasu 😀

Banyak pekerjaan-pekerjaan sepele yang dilakukan oleh banyak orang pula. Yang kesemuanya kadang-kadang tak terlihat sebab tersembunyi di balik sebuah proyek atau kerja besar. Tapi mereka yang bekerja bagian remeh tadi adalah penentu keberhasilan proyek besar, walaupun mungkin tak banyak yang menghargainya.

“Osewani narimashita” (terima kasih atas jasa baik anda), barangkali itu yang harus kita ucapkan kepada orang-orang yang rela mengerjakan pekerjaan kecil itu.

Iklan
  1. Hatsuuri, gokurou sama deshita Mbak. Eh, tapi fukubukuro Misudo 2000 yen dapat 20 kok jatuhnya masih harga biasa ya? Jare Mbah Khalil Ghibran yang dikutip KLA, jare “kerja adalah cinta” to Mbak? Mungkin Wong Jepang sudah sering baca karya2 Mbah Ghibran, dan sudah sampai pada tataran implementasi :-). Mdtk, MSR

    murni : yo hargane harga sale toh, Mas. ketauan ra tau tuku donut (’へ’)
    Donut-e kan reno-reno, sing paling murah 94 yen till paling larang 189 yen.
    Opo ning Sendai regane wis dadi 100 yen kabeh yo ?
    Pak Anto, tuku donut-e nitip Mas Sany wae 😀

  2. misdo..hiks…terbawa ke mimpi (^^;

    murni : wah, Pak Anto lagi ada fukubukuro produk misdo yg kawai kawai itu lo… 😀

  3. “Osewani narimashita”

    kadang kita memang sering lupa memberikan apresiasi terhadap orang lain, quote of the day deh!

  4. Tapi rasa penat itu tergantikan dengan keceriaan anak-anak yang masuk ke toko sambil berteriak-teriak mau donut itu mau yang ada strawberry-nya, mau yang bunder

    ternyata anak kecil di mana pun sami mawon..

    oya, memangnya ada donat yg enggak bunder?
    *clegux.lagi*

    (^_^)

  5. *membayangkan hal yang sama di Indonesia*

    Salam kenal!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: